Alergi pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/aUIyvOc3_aUEmKg3jNBni/original/vad15woow4klng0sxv783zk3qfj75dh3.png)
Kehamilan adalah masa ketika tubuh bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga tidak jarang muncul kondisi yang sebelumnya tidak pernah Mama rasakan, termasuk alergi.
Sebagian Mama mungkin mengalami hidung tersumbat, kulit gatal, atau bersin-bersin yang semakin sering, bahkan ada yang merasakan kambuhnya asma saat hamil.
Kondisi alergi pada ibu hamil tersebut wajar terjadi karena perubahan hormon dan sistem kekebalan tubuh yang membuat respons tubuh terhadap alergen menjadi berbeda.
Meski begitu, memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya sangat penting agar alergi dapat terkendali tanpa membahayakan Mama maupun janin.
Artikel lainnya: Mama Ada Alergi, Bolehkah Menyusui Si Kecil?
Penyebab Alergi pada Ibu Hamil
Alergi pada ibu hamil bisa muncul karena tubuh sedang mengalami banyak perubahan, terutama perubahan hormon dan sistem kekebalan tubuh. Ketika hamil, kadar hormon seperti estrogen dan progesteron meningkat cukup drastis.
Perubahan inilah yang membuat tubuh lebih sensitif terhadap pemicu alergi (alergen), sehingga gejala seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, atau rhinitis alergi ibu hamil menjadi lebih mudah muncul.
Pada beberapa Mama, kondisi ini bisa memicu alergi kulit saat hamil seperti ruam atau gatal-gatal saat hamil yang sebelumnya tidak pernah dialami.
Selain karena faktor hormonal, penyebab alergi saat hamil bisa berasal dari alergen yang umum dijumpai sehari-hari, misalnya debu, tungau, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, atau bahkan makanan tertentu.
Bagi Mama dengan riwayat alergi sebelumnya, alergi bisa kambuh lebih sering karena sistem imun sedang bekerja dengan cara yang berbeda selama kehamilan. Bahkan pada sebagian Mama, gejala asma saat hamil dapat memburuk akibat perubahan tersebut.
Kombinasi antara perubahan hormon, sensitivitas sistem kekebalan tubuh, serta paparan alergen dari lingkungan membuat alergi lebih mudah terjadi atau makin parah saat hamil.
Mengetahui faktor penyebab ini penting agar Mama bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat dan menjaga kenyamanan sepanjang kehamilan.
Gejala Alergi saat Hamil
Gejala alergi pada ibu hamil bisa sangat beragam, tergantung jenis alerginya. Beberapa yang umum antara lain:
- Hidung berair, gatal, bersin-bersin, atau hidung tersumbat (sering disebut sebagai rhinitis alergi atau rhinitis kehamilan).
- Mata terasa gatal atau berair.
- Kulit gatal, ruam, bintik-bintik merah, biduran yang bisa dikategorikan sebagai alergi kulit saat hamil.
- Pada kasus alergi saluran napas atau bagi mereka dengan riwayat asma, seperti mengi, sesak napas, dan batuk bisa muncul atau memburuk
- Rasa tidak nyaman pada tubuh, terganggu tidur, dan kualitas hidup menurun karena gejala terus-menerus.
Mengingat gejala bisa memengaruhi hidung, mata, kulit, atau saluran napas, penting bagi ibu hamil untuk peka terhadap perubahan kecil di tubuh agar alergi bisa segera dikenali dan ditangani.
Artikel lainnya: Bolehkah Konsumsi Obat Gatal Saat Hamil? Ini Penjelasannya
Dampak Alergi yang Tidak Terkontrol pada Mama dan Janin
Jika gejala alergi dibiarkan tanpa pengelolaan, bisa berdampak negatif baik pada Mama maupun janin. Berikut dampaknya:
- Malas tidur atau kualitas tidur buruk akibat hidung mampet, bersin-bersin, atau gatal-gatal bisa membuat Mama stres, lelah, dan kurang fit menjalani kehamilan.
- Jika alergi melibatkan saluran pernapasan, misalnya asma dan tidak diobati dengan benar, dapat memperburuk fungsi paru, berisiko menurunkan oksigenasi Mama dan janin.
- Alergi kulit yang parah (biduran, ruam) bisa membuat Mama merasa sangat tidak nyaman, terbatas aktivitas harian, dan bisa meningkatkan stres saat kehamilan.
- Bila Mama kurang mendapatkan tidur, nutrisi, atau istirahat cukup, ini bisa mempengaruhi kesehatan janin.
Dengan kata lain, alergi saat hamil bukan sekadar gangguan ringan. Jika dibiarkan, ini bisa memengaruhi kualitas hidup Mama, serta kenyamanan dan keamanan dalam menjalani kehamilan.
Pilihan Pengobatan Alergi yang Aman untuk Ibu Hamil (Dengan Resep Dokter)
Sebagian Mama mungkin penasaran, apakah ada obat alergi aman untuk ibu hamil? Kabar baiknya, terdapat beberapa obat yang bisa dikonsumsi oleh bumil, asalkan dikonsumsi dengan bijak dan sesuai saran dokter.
Beberapa obat yang umum dianggap aman selama kehamilan:
- Antihistamin seperti cetirizine (Zyrtec), loratadine (Claritin), diphenhydramine (Benadryl), dan chlorpheniramine. Antihistamin aman bumil biasanya digunakan untuk meredakan bersin, gatal, mata berair, dan hidung berair.
- Semprotan hidung berbasis steroid (nasal spray) seperti budesonide, fluticasone, atau mometasone, umumnya direkomendasikan jika antihistamin saja tidak cukup, misalnya hidung tersumbat berat atau rhinitis alergi.
- Untuk Mama yang sudah menjalani terapi imun (allergy shots) sebelum hamil, biasanya diperbolehkan melanjutkan, tetapi tidak disarankan memulai imunoterapi baru selama kehamilan.
Penting untuk Mama ingat, sebelum mengonsumsi obat apa pun, Mama perlu konsultasi terlebih dahulu ke dokter kandungan. Hindari penggunaan dekongestan oral sembarangan, terutama selama trimester pertama karena ada risiko terhadap janin.
Artikel lainnya: 6 Rekomendasi Obat Gatal Ibu Hamil yang Aman
Cara Mengelola Gejala Alergi saat Hamil
Mengelola gejala alergi saat hamil sebenarnya bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana di rumah. Kuncinya adalah mengenali pemicu, menjaga lingkungan tetap bersih, dan berkonsultasi ke tenaga medis bila gejala makin mengganggu.
1. Hindari pemicu alergi
Langkah pertama adalah mengetahui apa yang memicu alergi Mama. Jika Mama sensitif terhadap debu atau tungau, pastikan kamar tidur dibersihkan lebih sering, gunakan sprei yang mudah dicuci, dan hindari menyimpan benda-benda yang mudah berdebu.
Bila bulu hewan memicu bersin, usahakan hewan peliharaan tidak masuk ke kamar tidur. Dengan menghindari pencetusnya sejak awal, gejala seperti bersin, hidung tersumbat, atau gatal-gatal bisa berkurang tanpa harus bergantung pada obat.
2. Jaga kebersihan lingkungan
Kebersihan rumah sangat berpengaruh pada kondisi alergi saat hamil. Usahakan untuk membuka ventilasi agar udara berganti, membersihkan lantai secara rutin, dan menghindari tempat lembap agar jamur tidak tumbuh.
Mama juga bisa menggunakan air purifier untuk membantu menyaring alergen di udara. Lingkungan yang bersih dan rapi bisa membantu Mama merasa lebih nyaman, terutama jika alergi sering muncul pada malam hari atau saat sedang beristirahat.
3. Konsultasi ke dokter
Jika gejala terasa berat atau tidak membaik meski sudah menghindari pemicu, saatnya berkonsultasi dengan dokter.
Dokter bisa membantu menentukan apakah Mama memerlukan obat alergi yang aman untuk ibu hamil atau bila ada kondisi lain yang perlu diperiksa, seperti asma atau rhinitis alergi yang memburuk.
Konsultasi rutin sangat penting agar kondisi alergi tetap terkontrol dan aman bagi Mama maupun janin. Dengan penanganan yang tepat, Mama bisa menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan tenang.
Untuk mendukung Mama lebih jauh dalam melewati kehamilan dengan nyaman, yuk download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan akses ke health tools hitung HPL (Hari Perkiraan Lahir).
Ikut webinar kesehatan bersama para ahli, atau berdiskusi di grupWhatsApp Komunitas Hallobumil agar semua informasi kehamilan, tips, dan support tersedia di genggaman. Semuanya demi kehamilan yang sehat, nyaman, dan menyenangkan.




Hai Ma, bisa dipicu karena perubahan hormon yang menjadikan kulit wanita hamil jadi sensitif. Tipsnya: bisa menggunakan minyak zaitun atau babby oil. Tapi kalau soal obat lebih baik dicek langsung ke dokter ya Ma supaya disesuaikan sama kondisi Mama. ^sr
- 0
di kehamilan kedua kali ini, setiap jam 5 pagi saya merasaka tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Ma, gatal dan bentol seperti biduran yang muncul lalu hilang bisa jadi reaksi alergi ringan atau sensitif terhadap suhu/perubahan tubuh saat hamil. Selama tidak disertai sesak atau bengkak hebat, umumnya aman. Semoga membantu :) ^lm
- 0
klo tiap subuh sllu deare trus ntuk, sesak nafas rsa nya gk tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Ma, diare disertai sesak bisa dipicu gangguan pencernaan, asam lambung, atau kondisi lain saat hamil. Coba makan porsi kecil tapi sering, hindari makan dekat jam tidur, dan tidur dengan kepala lebih tinggi. Semoga membantu :) ^lm
- 0

Di week 18-19 ini pergelangan jari tangan ga bisa genggam ku tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Mama, hal tersebut tidak dapat Mima pastikan ya, silakan dapat dikonsultasikan ke dokter ya Ma untuk mengetahui penyebabnya :) ^lm
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)