Atasi Wasir Saat Hamil dengan Cara Ini!
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e5JRubFxzgJymfKg2Vscj/original/fl252wpjidtdz58bw39hdc7f81i1hp3c.png)
Wasir saat hamil atau ambeien saat hamil adalah keluhan yang cukup sering dialami Mama, baik di awal kehamilan maupun saat trimester akhir.
Kondisi ini memang tidak berbahaya, tetapi bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari karena menimbulkan nyeri, gatal, hingga rasa tidak nyaman saat duduk atau buang air besar. Kabar baiknya, ada berbagai cara mengatasi wasir saat hamil yang aman jika dilakukan dengan tepat.
Apa Itu Wasir dan Mengapa Sering Terjadi saat Hamil?
Wasir, atau ambeien, adalah pembengkakan akibat pelebaran pembuluh darah balik (vena) di area sekitar anus. Umumnya wasir terjadi pada orang yang kesulitan buang air besar sehingga harus mengejan setiap kali melakukannya.
Mengejan terlalu keras dapat menekan pembuluh darah sehingga menimbulkan pembengkakan. Selain itu, bisa terjadi peregangan dan pelebaran pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan pembuluh darah pecah.
Artikel lainnya: 15 Keluhan Ibu Hamil pada Trimester Kedua
Perubahan tubuh ibu hamil yang memicu wasir
Wasir memang dapat dijumpai pada semua umur dan semua jenis kelamin. Pada wanita usia muda, kehamilan adalah salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya wasir. Mengapa demikian? Beberapa penyebabnya adalah:
- Ibu hamil lebih sering mengalami sembelit. Hal ini menyebabkan tekanan perut meningkat dan pembuluh darah balik membesar.
- Ukuran janin dan rahim yang membesar akan menyebabkan tekanan perut membesar dan memperlambat aliran darah di sekitar perut dan panggul.
- Pengaruh hormon selama kehamilan yang menghambat gerak peristaltik otot pencernaan.
- Aktivitas fisik yang terbatas selama kehamilan.
Sebagian besar ibu hamil dapat mengalami wasir saat kehamilan trimester kedua dan ketiga, yang biasanya akan mengecil setelah melahirkan.
Gejala Wasir saat Hamil yang Umum Dialami
Gejala wasir pada ibu hamil bisa berbeda pada setiap orang. Beberapa tanda yang paling sering dirasakan antara lain:
- Rasa nyeri atau perih di sekitar anus.
- Benjolan lunak atau keras di anus.
- Gatal atau sensasi terbakar.
- Perdarahan ringan saat buang air besar.
- Rasa tidak nyaman saat duduk terlalu lama.
Wasir saat hamil trimester 3 biasanya terasa lebih berat karena tekanan janin yang semakin besar. Namun, wasir saat hamil muda juga bisa terjadi, terutama bila Mama sering mengalami sembelit.
Cara Mengatasi Wasir saat Hamil
Berikut beberapa cara meredakan wasir saat hamil yang aman dan bisa Mama lakukan sehari-hari.
1. Perbanyak konsumsi serat dan cairan
Serat membantu melunakkan feses sehingga Mama tidak perlu mengejan saat buang air besar. Ini adalah langkah paling penting dalam cara menghilangkan wasir pada ibu hamil. Contoh makanan untuk wasir ibu hamil:
- Sayur hijau (bayam, brokoli).
- Buah berserat seperti pepaya, pir, apel.
- Biji-bijian utuh.
- Kacang-kacangan.
Lengkapi juga dengan minum air putih minimal 8–10 gelas per hari agar pencernaan lebih lancar.
2. Hindari duduk terlalu lama
Duduk terlalu lama, terutama di permukaan keras, bisa memperparah tekanan pada anus. Jika Mama harus duduk lama, usahakan:
- Berdiri dan berjalan ringan setiap 30–60 menit.
- Gunakan bantal empuk atau bantal khusus wasir.
Ini juga termasuk bagian dari duduk yang benar saat wasir hamil.
3. Posisi buang air besar yang lebih nyaman
Posisi buang air besar sangat memengaruhi tekanan di anus. Mama bisa mencoba:
- Mengganjal kaki dengan bangku kecil saat duduk di toilet.
- Tidak mengejan terlalu keras.
- Tidak menahan keinginan BAB terlalu lama.
Secara medis, posisi jongkok atau setengah jongkok membantu meluruskan rektum sehingga BAB lebih mudah keluar.
4. Kompres hangat atau dingin
Kompres bisa membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan:
- Kompres hangat membantu melancarkan aliran darah.
- Kompres dingin membantu meredakan nyeri dan bengkak.
Lakukan selama 10–15 menit, 2–3 kali sehari.
5. Aktivitas fisik ringan yang aman untuk ibu hamil
Aktivitas fisik membantu melancarkan peredaran darah dan mencegah sembelit. Mama bisa mencoba:
- Jalan kaki ringan.
- Senam hamil.
- Prenatal yoga sesuai anjuran dokter.
Aktivitas ini aman dan juga bermanfaat untuk kesehatan kehamilan secara keseluruhan.
Artikel lainnya: Tips Mengatasi Penyakit yang Sering Menyertai Ibu Hamil
Apakah Boleh Menggunakan Obat Wasir saat Hamil?
Pertanyaan ini sering muncul karena Mama ingin cepat merasa nyaman. Jawabannya, obat wasir untuk ibu hamil boleh digunakan, tetapi harus dengan anjuran dokter.
Beberapa salep wasir mengandung anestesi lokal atau kortikosteroid ringan. Meski tergolong aman, penggunaannya harus dibatasi dan disesuaikan dengan kondisi kehamilan. Jangan menggunakan obat bebas tanpa konsultasi, terutama jika:
- Nyeri semakin berat.
- Terjadi perdarahan terus-menerus.
- Wasir tidak membaik dalam beberapa hari.
Cara Mencegah Wasir Kambuh Selama Kehamilan
Selain mengobati, Mama juga perlu tahu cara mencegah wasir saat hamil agar tidak sering kambuh:
- Konsumsi makanan tinggi serat setiap hari.
- Minum air putih yang cukup.
- Rutin bergerak dan tidak terlalu lama duduk.
- BAB secara teratur dan tidak menahan.
- Jaga berat badan tetap sehat selama kehamilan.
Dengan kebiasaan ini, risiko wasir saat hamil bisa ditekan seminimal mungkin.
Artikel lainnya: Inilah Pola Makan Ibu Hamil yang Benar, Jangan Sembarangan!
Kapan Ibu Hamil Harus ke Dokter?
Meski umumnya tidak berbahaya, Mama tetap perlu waspada. Segera konsultasi ke dokter jika:
- Nyeri sangat hebat dan tidak membaik.
- Perdarahan cukup banyak.
- Wasir terasa semakin membesar.
- Disertai demam atau tanda infeksi.
Dengan begitu, Mama tidak perlu khawatir berlebihan tentang wasir saat hamil berbahaya atau tidak, karena penanganan medis bisa diberikan lebih cepat dan tepat.
Mama juga bisa bergabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk berbagi pengalaman seputar wasir saat hamil dan keluhan kehamilan bersama Mama lainnya. Manfaatkan pula health tools hitung HPL agar persiapan kehamilan semakin matang.
Jangan ketinggalan, ikuti berbagai acara di Hallobumil bersama para ahli untuk mendapatkan tips perawatan diri yang aman dan relevan selama hamil. Semua langkah ini bisa menjadi dukungan tambahan agar Mama tetap sehat, nyaman, dan percaya diri menjalani masa kehamilan.




alhmdulilah dari anak pertama anak ke dua.dan ini anak ke ti tampilkan selengkapnya
- 3
Hai Mama, syukurlah Mama jika demikian, Mima senang mendengarnya. Semoga Mama selalu sehat ya Mama. :) ^sr
- 0

Apakah normal hamil 16week pipis terus? Kadang pipis nya 5 m tampilkan selengkapnya
- 1
Hai Mama, sering buang air kecil pada usia kehamilan saat ini, tergolong normal Ma. Hal ini dapat disebabkan oleh ukuran etopikrahim yang membesar dan mengenai kandung kemih. :) ^sr
- 0
Hai Ma, biasanya gerakan janin setelah usia 16-22 minggu, tapi ada juga yang baru ngerasain waktu usia hamil 25 minggu. Hal ini disebabkan oleh ketebalan kulit perut dan sensitivitas mama sendiri. :) ^sr
- 0
apakah normal hamil 16 weeks masih merasakan mual dan muntah tampilkan selengkapnya
- 1

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)