Kenapa Perut Bayi Buncit? Apakah Normal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/Lse6-rYtH5lBaM7fIAyOv/original/777week-51-day-2-perut-bayi-buncit-apakah-ini-normal.jpg)
Perut bayi yang tampak buncit sering membuat orang tua khawatir, padahal sebagian besar kasus termasuk bagian dari perkembangan normal bayi.
Artikel ini akan membahas kenapa perut bayi buncit, perut bayi buncit apakah normal, tanda perut bayi bermasalah, serta langkah-langkah yang bisa Mama lakukan untuk membantu si kecil.
Artikel lainnya: Atasi Perut Kembung pada Bayi dengan 7 Cara Ini
Apakah Perut Bayi Buncit Itu Normal?
Perut bayi yang tampak membesar atau buncit sering kali masih dianggap normal, terutama pada bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan. Hal ini karena beberapa faktor fisiologis:
- Sistem pencernaan bayi masih berkembang: Otot di dinding perut belum sekuat orang dewasa, sehingga perut bisa terlihat menonjol.
- Bayi menelan udara saat menyusu atau menangis: Udara yang tertelan akan menumpuk di usus, sehingga perut tampak lebih besar.
Mama juga perlu memahami perbedaan antara perut buncit yang normal dan perut kembung yang membuat bayi tidak nyaman:
- Perut buncit normal biasanya lunak saat disentuh, terutama setelah bayi menyusu. Perut akan berangsur mengecil seiring waktu atau setelah gas keluar.
- Perut kembung yang menyebabkan ketidaknyamanan cenderung terasa keras, bayi bisa rewel, sering menarik kaki ke arah perut, dan suara perut mungkin lebih aktif karena gas yang bergerak.
Penyebab Umum Perut Bayi Terlihat Buncit
Perut buncit pada bayi bisa muncul karena berbagai sebab, baik yang normal maupun perlu perhatian lebih. Beberapa penyebab perut bayi buncit yang paling umum antara lain:
- Kekenyangan setelah menyusu: Saat perut bayi penuh, perut terlihat membesar sementara sistem pencernaan masih belum matang.
- Gas akibat udara yang tertelan: Ini sering terjadi saat menyusu dengan botol atau ketika bayi menangis.
- Sistem pencernaan yang belum matang: Gerakan makanan dan gas di usus bayi berjalan lebih lambat dibanding orang dewasa, sehingga perut bisa lebih buncit.
- Sembelit atau penumpukan feses: Kondisi ini membuat perut terasa penuh dan kadang keras.
- Intoleransi makanan atau alergi susu sapi: Kadang muncul seiring bayi mulai mencoba makanan baru atau jika menggunakan formula tertentu.
Artikel lainnya: Kenali Masalah Pencernaan Bayi dan Cara Menanganinya
Ciri Perut Buncit yang Masih Normal
Perut buncit pada bayi biasanya tidak perlu dikhawatirkan jika menunjukkan ciri-ciri berikut:
- Lunak saat disentuh: Perut terasa lembut, bukan keras atau kencang.
- Membesar setelah makan, lalu perlahan kembali normal: Ini menandakan perut bayi sedang mengolah makanan atau gas ringan.
- Bayi tetap aktif dan ceria: Si Kecil menyusu dengan baik dan tidak rewel secara berlebihan.
- Tidak ada gejala tambahan: Perut buncit normal biasanya tidak disertai demam, muntah terus-menerus, atau perubahan perilaku yang drastis.
Tanda Perut Buncit yang Perlu Diwaspadai
Meskipun banyak kasus perut buncit normal, Mama perlu waspada jika muncul ciri perut bayi kembung berikut:
- Perut bayi keras dan buncit serta kencang, bukan lunak seperti biasanya.
- Muntah terus-menerus, terutama muntah berwarna hijau atau mengandung darah.
- Tidak buang gas atau buang air besar dalam waktu lama, yang bisa menjadi tanda gangguan pencernaan.
- Demam tinggi atau bayi tampak sangat tidak nyaman saat digendong atau disusu.
- Darah dalam tinja atau perubahan warna tinja yang tidak normal.
Tanda-tanda ini bisa menunjukkan gangguan pencernaan yang lebih serius, seperti obstruksi usus, infeksi, atau intoleransi makanan berat. Dalam kondisi ini, sebaiknya Mama segera berkonsultasi dengan dokter.
Artikel lainnya: Kolik pada Bayi: Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya
Cara Mengatasi Perut Buncit Pada Bayi
Jika perut bayi besar sebelah disebabkan oleh gas atau kekenyangan ringan, Mama bisa mencoba beberapa langkah berikut untuk membantu si kecil:
- Bantu bayi bersendawa setelah menyusu untuk mengeluarkan udara yang tertelan.
- Pijat perut bayi dengan lembut atau gerakkan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda, yang dapat membantu gas keluar.
- Pastikan posisi menyusu nyaman, sehingga udara yang tertelan dapat berkurang.
- Tummy time atau posisi tengkurap bisa membantu pergerakan gas, jika usia bayi memungkinkan.
- Mandi air hangat kadang membantu bayi lebih rileks dan perut terasa nyaman.
Langkah-langkah ini aman dilakukan dan sering kali cukup efektif untuk mengurangi perut buncit akibat gas ringan.
Artikel lainnya: 6 Warna Feses Bayi dan Artinya agar Mama Tidak Panik
Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?
Mama sebaiknya segera membawa bayi ke dokter anak jika perut bayi kembung atau buncit disertai gejala serius berikut:
- Perut tetap kencang dan buncit meskipun sudah dilakukan penanganan di rumah.
- Bayi mengalami muntah terus-menerus, demam tinggi, atau tampak sangat tidak nyaman.
- Terdapat darah dalam tinja, bayi tidak buang gas atau buang air besar dalam waktu lama, atau gejala lain yang tidak biasa.
Konsultasi dokter akan membantu Mama mendapatkan penilaian medis yang tepat. Dokter dapat menentukan apakah perut bayi buncit berbahaya atau tidak.
Perut buncit pada bayi memang sering membuat Mama khawatir, namun sebagian besar kasus termasuk normal dan bagian dari perkembangan fisiologis bayi.
Langkah-langkah sederhana di rumah, seperti membantu bayi bersendawa atau pijat perut, sering kali cukup untuk mengurangi perut buncit ringan. Namun, apabila muncul gejala serius, segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kesehatan bayi tetap optimal.
Untuk mendapatkan tips merawat si Kecil lainnya, yuk, unduh aplikasi Hallobumil dan jangan lupa gabung komunitas Hallobumil supaya bisa sharing dengan Mama lainnya, ya!
Dapatkan informasi terpercaya seputar parenting digital dan perkembangan anak langsung dari ahlinya di halaman event Hallobumil. Semua mudah dalam satu genggaman!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
