Artikel/Pasca Kehamilan/Penyebab Kaki Bengkak Setelah Melahirkan

Penyebab Kaki Bengkak Setelah Melahirkan

Athika Rahma | Diterbitkan pada 27 Maret 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Kaki bengkak atau edema pascamelahirkan adalah kondisi umum yang dipengaruhi oleh fluktuasi hormon dan volume darah. Pelajari penyebab utamanya agar Mama bisa melakukan penanganan yang tepat dan aman.
penyebab-kaki-bengkak-setelah-melahirkan

Setelah persalinan, tubuh Mama memasuki masa nifas, yaitu periode pemulihan ketika tubuh menyesuaikan diri kembali setelah kehamilan.

Pada masa ini, sebagian Mama dapat mengalami pembengkakan pada kaki, terutama di area pergelangan kaki dan betis, yang berkaitan dengan perubahan hormon serta penumpukan cairan selama kehamilan.

Dengan memahami penyebab kaki bengkak setelah melahirkan, Mama dapat lebih tenang menjalani masa pemulihan sekaligus mengenali proses adaptasi alami tubuh.

1. Retensi Cairan Tubuh

Salah satu penyebab kaki bengkak pada ibu setelah melahirkan adalah retensi atau penumpukan cairan di dalam tubuh. Selama kehamilan, tubuh Mama memproduksi lebih banyak darah dan cairan untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan janin di dalam kandungan.

Cairan tambahan ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan Mama dan bayi selama kehamilan. Namun setelah persalinan berlangsung, tubuh tidak langsung menghilangkan seluruh cairan tersebut.

Sebagian cairan masih tersimpan di jaringan tubuh, termasuk pada kaki dan pergelangan kaki. Pada masa nifas, tubuh akan secara bertahap mengeluarkan kelebihan cairan melalui urine dan keringat.

Proses ini biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah persalinan. Karena itu, pembengkakan pada kaki sering kali bersifat sementara dan akan berkurang seiring berjalannya waktu.

Mama mungkin juga akan lebih sering buang air kecil atau berkeringat pada masa awal setelah melahirkan. Hal tersebut merupakan salah satu cara alami tubuh untuk menyeimbangkan kembali jumlah cairan di dalam tubuh.

2. Cairan Infus saat Persalinan

Dalam beberapa kondisi persalinan, Mama dapat menerima cairan infus dari tenaga medis. Cairan ini diberikan untuk menjaga kestabilan tubuh selama proses persalinan, terutama jika Mama menjalani tindakan medis tertentu seperti induksi persalinan atau operasi caesar.

Meskipun memiliki manfaat penting, tambahan cairan dari infus dapat menjadi salah satu penyebab kaki ibu bengkak setelah melahirkan. Volume cairan yang meningkat di dalam tubuh dapat menyebabkan sebagian cairan berpindah ke jaringan tubuh, termasuk pada kaki.

Akibatnya, pembengkakan pada kaki dapat terlihat lebih jelas pada beberapa hari pertama setelah melahirkan. Namun Mama tidak perlu terlalu khawatir, karena tubuh biasanya akan menyesuaikan kembali keseimbangan cairan secara alami.

Seiring berjalannya waktu, kelebihan cairan tersebut akan dikeluarkan melalui sistem ekskresi tubuh. Dengan demikian, pembengkakan akan berangsur-angsur berkurang selama masa pemulihan.

3. Perubahan Hormon Setelah Melahirkan

Selama masa kehamilan, tubuh Mama mengalami perubahan hormon yang cukup signifikan. Hormon seperti progesteron berperan dalam membantu tubuh menahan cairan sebagai bagian dari proses kehamilan.

Setelah bayi lahir, kadar hormon tersebut mulai menurun secara bertahap. Namun proses penyesuaian hormon tidak terjadi secara instan. Tubuh memerlukan waktu untuk menyeimbangkan kembali sistem hormonal seperti sebelum kehamilan.

Perubahan hormon ini dapat membuat tubuh masih menyimpan cairan dalam jaringan tertentu. Akibatnya, pembengkakan pada kaki dapat muncul selama beberapa waktu setelah persalinan.

Banyak Mama yang bertanya “apa penyebab kaki bengkak setelah melahirkan?”, padahal kondisi tersebut sering kali berkaitan dengan proses adaptasi alami tubuh. Dengan waktu dan pemulihan yang cukup, keseimbangan hormon akan kembali stabil dan pembengkakan biasanya akan berkurang.

4. Rahim yang Masih Menekan Pembuluh Darah

Selama kehamilan, rahim berkembang menjadi jauh lebih besar untuk menampung bayi yang sedang tumbuh. Ukuran rahim yang membesar ini dapat menekan pembuluh darah di area panggul, terutama pembuluh darah yang bertugas membawa darah dari kaki kembali ke jantung.

Tekanan tersebut dapat memperlambat aliran darah dari kaki, sehingga cairan lebih mudah berkumpul di area kaki dan pergelangan kaki. Kondisi inilah yang sering menimbulkan pembengkakan pada bagian bawah tubuh.

Setelah persalinan, ukuran rahim memang mulai menyusut secara bertahap. Namun proses ini memerlukan waktu hingga beberapa minggu. Selama masa penyesuaian tersebut, aliran darah mungkin masih belum sepenuhnya kembali seperti sebelum kehamilan.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa sebagian Mama masih mengalami pembengkakan pada kaki di awal masa nifas.

5. Mengejan saat Proses Persalinan

Bagi Mama yang menjalani persalinan normal, proses mengejan merupakan tahap penting untuk membantu bayi lahir ke dunia. Aktivitas ini melibatkan tekanan yang cukup kuat pada area perut dan panggul.

Tekanan tersebut dapat memengaruhi distribusi cairan di dalam tubuh. Dalam beberapa kasus, cairan dapat berpindah ke jaringan tubuh tertentu seperti tangan, wajah, dan kaki.

Kondisi ini juga dapat menjadi salah satu penyebab kaki bengkak setelah melahirkan yang cukup umum terjadi. Pembengkakan biasanya tidak berlangsung lama dan akan berkurang seiring tubuh kembali menyesuaikan diri setelah proses persalinan selesai.

Selain itu, aktivitas tubuh yang perlahan kembali normal juga membantu melancarkan sirkulasi darah dan cairan di dalam tubuh.

6. Kurangnya Aktivitas Setelah Melahirkan

Pada masa awal setelah melahirkan, Mama biasanya dianjurkan untuk beristirahat agar tubuh dapat pulih dengan baik. Namun jika tubuh terlalu lama berada dalam posisi yang sama, seperti duduk atau berbaring dalam waktu lama, sirkulasi darah dapat menjadi lebih lambat.

Sirkulasi yang kurang lancar dapat menyebabkan cairan lebih mudah berkumpul di area kaki. Kondisi ini dapat membuat pembengkakan terasa lebih jelas, terutama pada pergelangan kaki.

Oleh karena itu, Mama biasanya dianjurkan untuk mulai bergerak secara perlahan setelah kondisi tubuh memungkinkan. Aktivitas ringan seperti berjalan santai di dalam rumah dapat membantu melancarkan peredaran darah.

Dengan sirkulasi yang lebih baik, cairan dalam tubuh dapat kembali terdistribusi secara seimbang sehingga pembengkakan berangsur-angsur berkurang.

7. Ligamen Tubuh yang Masih Longgar

Selama kehamilan, tubuh menghasilkan hormon yang membuat ligamen menjadi lebih lentur. Tujuan dari perubahan ini adalah untuk mempersiapkan tubuh menghadapi proses persalinan.

Namun setelah bayi lahir, ligamen tidak langsung kembali ke kondisi semula. Tubuh memerlukan waktu untuk memulihkan kembali kekuatan dan elastisitas jaringan tersebut.

Ligamen yang masih longgar dapat memengaruhi struktur kaki untuk sementara waktu. Hal ini dapat membuat kaki terasa lebih lebar atau tampak sedikit bengkak pada sebagian Mama. Perubahan ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik seiring proses pemulihan tubuh setelah melahirkan.

Setelah memahami berbagai faktor yang telah dijelaskan, Mama kini dapat lebih memahami kenapa kaki bengkak setelah melahirkan.

Kondisi ini umumnya berkaitan dengan proses penyesuaian tubuh setelah kehamilan dan persalinan, seperti perubahan hormon, penumpukan cairan, serta pemulihan sirkulasi darah.

Dengan mengetahui penyebabnya, Mama dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih tenang sambil memantau perubahan tubuh secara bertahap.

Untuk mendapatkan lebih banyak informasi seputar kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi, Mama dapat mengunduh aplikasi Hallobumil.

Mama juga dapat bergabung dengan komunitas Hallobumil untuk berbagi pengalaman dan mengikuti event bersama para ahli, mendapatkan dukungan dari sesama Mama, serta mengikuti berbagai event edukatif yang bermanfaat bagi keluarga.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image