loading

Si Kecil Sering Ngeces? Ini Penyebab Bayi Mengeluarkan Air Liur Berlebih

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Kondisi bayi mengeluarkan air liur berlebih atau hipersalivasi umumnya wajar pada fase tumbuh kembang. Pahami penjelasan medis mengenai penyebab utamanya untuk mengetahui kapan penanganan yang tepat.
penyebab-bayi-mengeluarkan-air-liur-berlebih

Bayi mengeluarkan air liur sering kali membuat Mama bertanya-tanya, apakah kondisi ini normal atau justru menandakan adanya masalah kesehatan.

Faktanya, sebagian besar Si Kecil memang akan mengalami fase sering ngeces, terutama saat perkembangan kelenjar air liur dan kemampuan menelan masih belum sempurna.

Selain itu, banyak orang tua mengaitkan kondisi ini dengan tumbuh gigi. Padahal, kenapa Si Kecil mengeluarkan air liur tidak selalu disebabkan oleh proses tumbuh gigi.

Ada beberapa faktor lain yang juga dapat memicu Si Kecil sering mengeluarkan air liur. Dengan memahami penyebabnya, Mama dapat lebih tenang sekaligus mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan dokter.

Artikel lainnya: Si Kecil Sering Gumoh, Normal atau Tidak?

Apakah Si Kecil Sering Mengeluarkan Air Liur Itu Normal?

Bayi yang sering mengeluarkan air liur umumnya merupakan kondisi yang normal. Kelenjar ludah Si Kecil mulai berkembang sejak dalam kandungan dan menjadi semakin aktif setelah lahir.

Namun, kemampuan Si Kecil untuk menelan seluruh air liur yang diproduksi belum berkembang sempurna, sehingga sebagian air liur keluar dari mulut atau yang sering disebut ngeces.

Kondisi ini paling sering terjadi pada usia 2–6 bulan dan biasanya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang sehat.

Air liur juga memiliki fungsi penting untuk membantu menjaga kelembapan mulut, melindungi dari kuman, serta mempersiapkan sistem pencernaan Si Kecil sebelum mulai mengenal makanan pendamping ASI (MPASI).

Artikel lainnya: Perkembangan Bayi 0–12 Bulan Bulan demi Bulan

Penyebab Si Kecil Sering Ngeces

Memahami penyebab Si Kecil ngeces dan cara mengatasinya dapat membantu Mama menentukan apakah kondisi tersebut masih normal atau perlu mendapatkan perhatian lebih. Berikut alasan kenapa Si Kecil sering ngeces:

1. Kelenjar air liur sedang berkembang

Pada usia beberapa bulan pertama, produksi air liur Si Kecil meningkat cukup pesat. Namun, koordinasi otot mulut dan kemampuan menelan masih berkembang sehingga air liur lebih mudah keluar dari mulut.

2. Belum mampu menelan air liur dengan sempurna

Bayi belum memiliki kontrol otot mulut yang matang seperti orang dewasa. Akibatnya, sebagian air liur yang diproduksi tidak tertelan dan akhirnya mengalir keluar.

3. Sedang tumbuh gigi

Tumbuh gigi merupakan salah satu penyebab Si Kecil ngeces yang paling sering terjadi. Saat gigi mulai mendorong keluar dari gusi, produksi air liur biasanya meningkat.

Selain ngeces, Si Kecil juga dapat menjadi lebih rewel, sering menggigit benda, dan tampak tidak nyaman pada area gusi.

Artikel lainnya: Kapan Bayi Tumbuh Gigi?

4. Sering memasukkan benda ke mulut

Memasuki usia sekitar 3–6 bulan, Si Kecil mulai aktif mengeksplorasi lingkungan dengan memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut. Aktivitas ini dapat merangsang produksi air liur menjadi lebih banyak.

5. Refluks asam lambung

Pada beberapa Si Kecil, refluks atau naiknya isi lambung ke kerongkongan dapat meningkatkan produksi air liur. Biasanya kondisi ini disertai gejala lain seperti gumoh berlebihan, batuk, sering cegukan, atau kesulitan menyusu.

Artikel lainnya: Bayi Menolak Menyusu? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

6. Infeksi atau peradangan di mulut dan tenggorokan

Sariawan, radang tenggorokan, atau infeksi mulut dapat membuat Si Kecil kesulitan menelan sehingga air liur tampak lebih banyak dari biasanya. Pada kondisi ini biasanya terdapat gejala lain seperti demam, rewel, atau penurunan nafsu menyusu.

Artikel lainnya: Penyebab Sariawan pada Bayi, Ciri, dan Penanganannya

7. Gangguan Saraf atau Kelainan Neurologis

Meskipun jarang terjadi, beberapa gangguan neurologis dapat memengaruhi kemampuan Si Kecil untuk mengontrol otot mulut dan menelan air liur. Jika kondisi ini terjadi, biasanya akan disertai keterlambatan perkembangan atau gejala lain yang lebih jelas.

Usia Berapa Si Kecil Mulai Banyak Air Liur?

Sebagian besar Si Kecil mulai banyak mengeluarkan air liur pada usia sekitar 2–3 bulan. Pada usia ini, kelenjar ludah berkembang lebih aktif dibandingkan sebelumnya.

Produksi air liur akan terus meningkat hingga usia sekitar 6 bulan, terutama saat Si Kecil mulai memasuki fase tumbuh gigi.

Mama juga perlu mengetahui bahwa Si Kecil mengeluarkan air liur banyak tidak selalu berarti sedang tumbuh gigi. Beberapa Si Kecil bahkan sudah sangat sering ngeces jauh sebelum gigi pertama muncul.

Cara Merawat Si Kecil yang Sering Ngeces

Walaupun umumnya tidak berbahaya, Si Kecil sering mengeluarkan air liur dapat menyebabkan iritasi pada kulit sekitar mulut, dagu, dan leher. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

Rutin mengelap air liur

Gunakan kain lembut atau tisu khusus Si Kecil untuk menyeka air liur secara perlahan. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi kulit.

Gunakan bib atau slabber

Bib atau slabber dapat membantu menyerap air liur berlebih sehingga pakaian Si Kecil tetap kering dan kulit tidak lembap terlalu lama.

Jaga kulit tetap kering

Jika area dagu dan leher sering basah, segera keringkan agar tidak timbul ruam akibat kelembapan yang berlebihan.

Artikel lainnya: Kenali Penyebab Ruam Merah di Pipi Si Kecil

Berikan teether yang aman

Jika Si Kecil sedang tumbuh gigi, Mama dapat memberikan teether dingin yang aman untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada gusi.

Pastikan kebersihan tangan dan mainan

Mengingat Si Kecil sering memasukkan benda ke mulut, maka menjaga kebersihan tangan dan mainan dapat membantu mengurangi risiko infeksi.

Artikel lainnya: Kenali Masalah Pencernaan Bayi dan Cara Menanganinya

Kapan Mama Harus Konsultasi ke Dokter?

Meskipun umumnya normal, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan dokter. Mama sebaiknya berkonsultasi apabila Si Kecil mengeluarkan air liur berlebihan disertai:

  • Demam tinggi.
  • Kesulitan menelan atau tampak tersedak saat menelan.
  • Tidak mau menyusu atau makan.
  • Berat badan sulit naik.
  • Ruam kulit yang semakin parah atau terinfeksi.
  • Batuk terus-menerus, muntah berulang, atau gumoh berlebihan.
  • Keterlambatan perkembangan atau gangguan gerak yang mencurigakan.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah terdapat kondisi medis tertentu yang mendasari keluhan tersebut.

Bayi mengeluarkan air liur atau ngeces merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang, terutama pada usia 2–6 bulan. Dengan perawatan yang tepat, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan berkurang seiring bertambahnya usia Si Kecil.

Masih punya banyak pertanyaan seputar tumbuh kembang Si Kecil? Yuk, download aplikasi HalloBumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan berbagai artikel kesehatan, tips parenting, dan informasi terpercaya yang dapat membantu Mama menjalani setiap fase perkembangan buah hati.

Setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang unik. Agar tidak menjalani semuanya sendirian, Mama bisa bergabung dengan komunitas WhatsApp HalloBumil dan berbagi pengalaman bersama sesama orang tua yang sedang melalui fase yang sama.

Jika ingin menambah wawasan seputar kesehatan Mama dan anak, jangan lewatkan berbagai event HalloBumil yang menghadirkan edukasi menarik, diskusi interaktif, dan kesempatan bertemu dengan para pakar kesehatan.

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image