Artikel/Pasca Kehamilan/Penyebab Sariawan pada Bayi, Ciri, dan Penanganannya

Penyebab Sariawan pada Bayi, Ciri, dan Penanganannya

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 18 Maret 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Sariawan membuat bayi rewel dan sulit menyusu. Pahami perbedaan bercak putih susu dengan jamur, gejala yang menyertai, serta tips pengobatan rumahan yang efektif untuk meredakan nyeri pada mulut bayi.
sariawan-pada-bayi

Sariawan pada bayi adalah masalah kesehatan mulut yang cukup sering dialami oleh si kecil, terutama pada masa awal kehidupan.

Kondisi ini dapat membuat bayi merasa tidak nyaman, rewel, hingga kesulitan menyusu. Tidak sedikit orang tua yang bingung ketika melihat adanya luka kecil atau bercak putih di dalam mulut bayi.

Secara umum, sariawan pada bayi bisa muncul karena berbagai faktor, mulai dari infeksi jamur, iritasi pada mulut, hingga kebersihan mulut yang kurang terjaga.

Meski biasanya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan agar tidak mengganggu asupan nutrisi bayi.

Selain itu, penting bagi Mama dan Papa untuk mengetahui ciri sariawan bayi, penyebab sariawan bayi, serta cara mengatasi bayi sariawan agar penanganannya tepat.

Penyebab Sariawan Bayi

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan sariawan pada bayi. Mengetahui penyebabnya penting agar Mama dan Papa sebagai orang tua dapat menentukan langkah penanganan yang tepat serta mencegah sariawan muncul kembali.

1. Infeksi jamur (oral thrush)

Salah satu penyebab sariawan bayi yang paling umum adalah infeksi jamur Candida albicans. Infeksi ini sering dikenal dengan istilah oral thrush.

Jamur tersebut sebenarnya hidup secara alami di tubuh, namun dapat berkembang berlebihan ketika sistem kekebalan tubuh bayi masih belum sempurna. Akibatnya, muncul bercak putih pada lidah, gusi, atau bagian dalam pipi bayi yang tampak seperti sariawan.

2. Iritasi pada mulut

Mulut bayi juga bisa mengalami iritasi akibat gesekan dari dot botol susu, empeng, atau bahkan sendok saat mulai MPASI.

Iritasi ini dapat memicu luka kecil yang kemudian berkembang menjadi sariawan. Selain itu, si kecil yang sering menggigit benda tertentu juga berisiko mengalami luka di mulut.

3. Kebersihan mulut yang kurang terjaga

Meski bayi belum memiliki banyak gigi, kebersihan mulut tetap perlu dijaga. Sisa susu yang menempel di lidah atau gusi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Jika tidak dibersihkan secara rutin, kondisi ini bisa memicu munculnya sariawan pada bayi.

4. Sistem imun bayi yang masih lemah

Bayi, terutama yang masih berusia beberapa bulan, memiliki sistem imun yang belum berkembang sempurna. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi jamur atau bakteri di mulut yang dapat memicu sariawan.

Ciri Sariawan Bayi yang Harus Mama Kenali

Agar bisa segera memberikan penanganan yang tepat, Mama perlu mengetahui ciri sariawan bayi. Gejala sariawan pada bayi biasanya cukup mudah dikenali jika diperhatikan dengan teliti. Beberapa ciri sariawan bayi yang umum muncul antara lain:

  1. Luka atau bercak putih di mulut: Sariawan biasanya terlihat seperti luka kecil berwarna putih atau kekuningan dengan tepi kemerahan. Luka ini dapat muncul di lidah, gusi, langit-langit mulut, atau bagian dalam pipi bayi.
  2. Bayi menjadi lebih rewel: Rasa perih pada mulut dapat membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga menjadi lebih sering menangis atau rewel dibanding biasanya.
  3. Sulit menyusu atau menolak makan: Ketika menyusu atau makan, luka sariawan bisa terasa lebih perih. Oleh karena itu, bayi mungkin terlihat kesulitan menyusu atau bahkan menolak makan.
  4. Air liur lebih banyak dari biasanya: Produksi air liur yang meningkat juga dapat menjadi salah satu tanda adanya iritasi atau luka di mulut bayi.

Dengan mengenali gejala tersebut sejak awal, Mama bisa segera mencari solusi atau memberikan obat sariawan bayiyang sesuai anjuran dokter.

Cara Mengatasi Sariawan pada Bayi

Banyak orang tua juga bertanya, berapa lama sariawan bayi sembuh? Pada umumnya, sariawan ringan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7–10 hari.

Namun jika disebabkan oleh infeksi jamur, proses penyembuhan bisa membutuhkan waktu lebih lama dan memerlukan pengobatan dari dokter.

Kabar baiknya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan serta mengurangi rasa tidak nyaman pada bayi. Berikut tipsnya:

1. Menjaga kebersihan mulut bayi

Membersihkan mulut bayi secara rutin dapat membantu mencegah infeksi semakin parah. Mama bisa menggunakan kain kasa atau kain lembut yang dibasahi air hangat untuk membersihkan lidah dan gusi bayi secara perlahan.

2. Sterilkan peralatan bayi

Botol susu, dot, dan empeng perlu disterilkan secara rutin. Hal ini penting untuk mencegah bakteri atau jamur yang bisa memperparah sariawan pada bayi.

3. Memberikan obat sariawan bayi

Jika sariawan disebabkan oleh infeksi jamur, dokter biasanya akan meresepkan obat sariawan bayi berupa obat antijamur yang aman untuk bayi. Obat ini biasanya diberikan dalam bentuk cair atau gel yang dioleskan pada area mulut yang terinfeksi.

4. Pastikan bayi tetap mendapatkan asupan nutrisi

Walaupun bayi sedang mengalami sariawan, Mama tetap perlu memastikan bayi mendapatkan cukup asupan nutrisi dari ASI atau makanan sesuai usianya. Jika bayi tampak kesulitan menyusu, cobalah memberikan ASI dalam posisi yang lebih nyaman.

Kapan Harus ke Dokter?

Walaupun sebagian besar kasus sariawan pada bayi tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Segera konsultasikan ke dokter jika sariawan pada bayi tidak kunjung membaik setelah dua minggu, luka tampak semakin banyak atau membesar, bayi mengalami demam, atau bayi benar-benar menolak menyusu. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Selain itu, jika bayi terlihat sangat kesakitan, berat badan tidak naik, atau mengalami dehidrasi akibat sulit minum, pemeriksaan dokter sangat dianjurkan agar bayi mendapatkan penanganan yang tepat.

Sariawan pada bayi merupakan kondisi yang cukup umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Namun, luka di mulut bisa membuat bayi merasa tidak nyaman hingga sulit menyusu.

Dengan menjaga kebersihan mulut bayi, mensterilkan perlengkapan makan, serta memberikan obat sariawan bayi sesuai anjuran dokter jika diperlukan, kondisi ini biasanya dapat sembuh dalam beberapa hari.

Jika Mama masih ragu mengenai berapa lama sariawan bayi sembuh atau gejala yang muncul terasa semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

Dapatkan lebih banyak informasi seputar kesehatan bayi, kehamilan, hingga tumbuh kembang si kecil, dengan download aplikasi Hallobumil. Mama juga bisa bergabung ke komunitas Hallobumil untuk berbagi pengalaman dengan sesama orang tua.

Di komunitas ini, Mama bisa saling bertanya, berdiskusi, dan mendapatkan dukungan saat menghadapi berbagai tantangan dalam merawat bayi.

Selain itu, Mama juga bisa mengikuti berbagai event menarik dari Hallobumil, mulai dari webinar kesehatan, kelas persiapan persalinan, hingga diskusi parenting bersama para ahli. Dengan begitu, Mama bisa mendapatkan ilmu baru sekaligus dukungan dalam perjalanan merawat si kecil.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image