Artikel/Pasca Kehamilan/Penyebab Anak Autis yang Perlu Mama Pahami

Penyebab Anak Autis yang Perlu Mama Pahami

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 26 Maret 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Memahami penyebab autisme membantu orang tua memberikan penanganan yang tepat sejak dini. Pelajari kaitan faktor keturunan, kondisi kehamilan, serta mitos-mitos yang perlu diluruskan secara medis.
penyebab-anak-autis-yang-perlu-mama-pahami

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta perilaku anak.

Banyak orang tua bertanya-tanya tentang penyebab anak autis, karena kondisi ini sering kali tidak terlihat sejak bayi baru lahir. Padahal, penyebab autisme pada anak tidak disebabkan oleh satu faktor saja.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, biologis, serta lingkungan. Oleh karena itu, ketika membahas kenapa anak bisa autis, penting untuk memahami bahwa setiap anak bisa memiliki faktor risiko yang berbeda-beda.

Berikut beberapa hal yang diduga yang menyebabkan anak autis menurut penelitian medis:

1. Faktor Genetik (Keturunan)

Salah satu penyebab anak autis yang paling banyak diteliti adalah faktor genetik. Menurut Center for Disease Control and Prevention, autisme memiliki hubungan kuat dengan variasi gen tertentu yang memengaruhi perkembangan otak anak.

Jika dalam keluarga terdapat anggota yang memiliki autisme atau gangguan perkembangan serupa, kemungkinan anak mengalami autisme bisa meningkat.

Hal ini terjadi karena gen yang memengaruhi perkembangan saraf dapat diturunkan dari Mama atau Papa kepada anak.

Namun, penting dipahami bahwa faktor genetik bukan berarti anak pasti mengalami autisme, Ma. Gen hanya meningkatkan risiko, sementara perkembangan autisme juga dipengaruhi oleh faktor lain selama masa kehamilan dan setelah lahir.

2. Usia Orang Tua saat Hamil

Usia orang tua saat memiliki anak juga diduga menjadi salah satu penyebab autisme pada anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang lahir dari orang tua dengan usia lebih tua memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan spektrum autisme.

Hal ini berkaitan dengan kemungkinan perubahan genetik pada sel telur maupun sperma seiring bertambahnya usia. Selain itu, faktor kesehatan yang lebih kompleks pada usia tertentu juga dapat memengaruhi perkembangan janin.

Meski demikian, usia orang tua bukan satu-satunya faktor penentu. Banyak anak lahir sehat tanpa autisme meskipun orang tua berusia lebih matang saat kehamilan.

3. Komplikasi saat Kehamilan dan Persalinan

Beberapa kondisi medis selama kehamilan juga dapat berperan dalam yang menyebabkan anak autis. Misalnya, infeksi selama kehamilan, diabetes gestasional, atau tekanan darah tinggi pada Mama.

Selain itu, komplikasi saat persalinan seperti kekurangan oksigen pada bayi juga dapat memengaruhi perkembangan otak. Otak yang sedang berkembang sangat sensitif terhadap perubahan kondisi kesehatan selama kehamilan.

Oleh sebab itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk membantu mendeteksi dan menangani risiko kesehatan sejak dini.

4. Paparan Zat Berbahaya Selama Kehamilan

Paparan zat tertentu selama kehamilan juga bisa menjadi salah satu faktor kenapa anak bisa autis. Contohnya paparan polusi udara berat, pestisida, logam berat, atau obat tertentu yang tidak aman bagi ibu hamil.

Zat-zat tersebut dapat memengaruhi perkembangan sistem saraf janin, terutama pada trimester awal kehamilan saat pembentukan organ penting sedang berlangsung.

Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk menjaga lingkungan yang sehat, menghindari paparan bahan kimia berbahaya, serta selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun.

5. Gangguan Perkembangan Otak pada Janin

Mengutip dari National Institute of Health, autisme berkaitan dengan perbedaan struktur dan fungsi otak sejak masa perkembangan janin. Hal ini bisa terjadi karena gangguan pada proses pembentukan jaringan saraf.

Perubahan ini dapat memengaruhi cara otak memproses informasi sosial, bahasa, dan emosi. Akibatnya, anak dengan autisme mungkin mengalami kesulitan berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain.

Inilah sebabnya autisme sering dikaitkan dengan gangguan perkembangan saraf yang sudah mulai terbentuk sejak sebelum bayi lahir.

6. Bayi Lahir Prematur atau Berat Badan Lahir Rendah

Bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan, termasuk autisme.

Kondisi ini biasanya terjadi karena organ tubuh, termasuk otak, belum berkembang secara optimal saat bayi lahir terlalu dini. Akibatnya, sistem saraf bayi masih sangat rentan terhadap berbagai gangguan perkembangan.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua bayi prematur akan mengalami autisme. Banyak bayi prematur yang tetap tumbuh sehat dengan perkembangan normal ketika mendapatkan perawatan yang tepat.

7. Pengaruh Faktor Lingkungan

Selain faktor biologis, lingkungan juga dapat berperan dalam penyebab anak autis. Lingkungan di sini bukan hanya kondisi setelah anak lahir, tetapi juga kondisi selama masa kehamilan.

Misalnya paparan polusi udara berat, nutrisi yang kurang optimal selama kehamilan, atau infeksi tertentu pada ibu hamil. Kombinasi faktor lingkungan dan genetik inilah yang sering dianggap berperan dalam penyebab autisme pada anak.

Secara umum, penyebab anak autis belum dapat ditentukan secara pasti. Namun para ahli sepakat bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, seperti genetik, usia orang tua, kondisi kesehatan selama kehamilan, paparan lingkungan, hingga perkembangan otak janin.

Penting dipahami bahwa autisme bukan disebabkan oleh pola asuh orang tua atau vaksinasi, karena berbagai penelitian telah membuktikan tidak ada hubungan antara vaksin dengan autisme.

Menjadi orang tua sering kali menghadirkan banyak pertanyaan, termasuk ketika ingin memahami berbagai kemungkinan penyebab anak autis maupun cara memantau tumbuh kembang si kecil dengan lebih baik.

Agar Mama bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan terpercaya, yuk download aplikasi Hallobumil. Selain membaca informasi kesehatan, Mama juga bisa memperluas wawasan dengan mengikuti berbagai event edukatif dari Hallobumil.

Acara seperti webinar kesehatan, kelas persiapan persalinan, hingga diskusi parenting sering menghadirkan narasumber ahli yang membahas berbagai topik penting seputar ibu dan anak.

Bagi Mama yang sedang menantikan kelahiran buah hati, jangan lewatkan juga fitur Health Tools untuk cek hpl. Dengan alat ini, Mama bisa memperkirakan waktu persalinan sekaligus lebih siap mempersiapkan kebutuhan bayi sejak awal kehamilan.

Tidak kalah penting, Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil di WhatsApp. Komunitas ini menjadi ruang berbagi yang hangat bagi para Mama untuk saling bertanya, bertukar pengalaman, serta mendapatkan dukungan dari sesama orang tua yang sedang menjalani perjalanan yang sama.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image