Bagaimana Menghadapi Anak yang Aktif?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/xlTnZOvpmT-TH1rZB30nG/original/44875.jpg)
dr. Jessica Florencia
Anak-anak memang merupakan makhluk yang aktif. Hal tersebut memang wajar. Mungkin Mama dan Papa merasa lelah untuk menjaga Si Kecil dari sejak ia bangun sampai kemudian ia tidur kembali, karena anak-anak usia 1-3 tahun memang sangat aktif.
Terlepas dari bahwa anak usia 1-3 tahun memang sangat aktif, ada beberapa anak yang memang lebih aktif daripada anak lainnya. Anak-anak seperti demikian memang memiliki energi yang sangat tinggi dibandingkan dengan anak-anak lain pada umumnya. Diperlukan usaha dan tenaga ekstra dalam menghadapi anak-anak demikian. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Mama Papa coba untuk menghadapi Si Kecil yang sangat aktif:
1. Rutin dan Terjadwal
Pastikan Si Kecil memiliki jadwal harian yang teratur dan rutin. Jadwal makan dan bermain yang teratur akan membantu Si Kecil yang sangat aktif untuk dapat merasakan keteraturan dan dapat menyalurkan energinya dengan tepat.
2. Waktu Tenang
Setelah aktif beraktivitas, Si Kecil dapat diminta untuk duduk tenang istirahat di antara berbagai kegiatan. Hal ini akan membantu Mama dan Papa untuk melatih Si Kecil memiliki waktu tenang. Waktu tenang dapat dilakukan dengan membaca buku, saling bercerita, mewarnai, menggambar, atau bermain boneka jari.
3. Pujian
Pada saat Si Kecil “tertangkap” sedang tenang, segera berikan pujian positif agar Si Kecil ingat betapa Mama dan Papa menghargai ketika ia dapat menjadi tenang.
4. Hindari Frustasi
Seringkali rasa frustasi dapat membuat anak 1-3 tahun menjadi terlalu aktif. Beberapa hal seperti tidak mampu mewarnai dengan baik atau tidak dapat menyelesaikan puzzle. Mama dan Papa dapat bersabar untuk membantu Si Kecil mengatasi frustasinya dengan menemani dan menyemangati Si Kecil.
5. Waktu Tidur yang Cukup
Kurang tidur juga dapat memicu anak usia 1-3 tahun menjadi lebih aktif daripada biasanya karena Si Kecil menjadi terlalu lelah. Usahakan agar Si Kecil tidur cukup saat malam hari atau pada saat tidur siang. Sempatkan untuk membantu Si Kecil menjadi tenang agar dapat tidur dengan baik dan cukup setiap harinya.
6. Makanan Manis
Makanan manis, makanan dengan pewarna atau perisa buatan dapat menyebabkan anak menjadi lebih aktif. Jika Mama dan Papa melihat Si Kecil menjadi lebih aktif setelah makan makanan tersebut maka sebaiknya konsumsi makanan tersebut harus dibatasi dan diperhatikan.
7. Aktivitas Pelepas Energi
Terkadang ada waktu ketika Si Kecil membutuhkan aktivitas untuk melepaskan energinya. Beberapa aktivitas tersebut dapat berupa, bermain drum di ember, menepuk-nepuk air di kolam, bermain dengan play-doh, atau bermain dengan bantal. Pastikan semua aktivitas itu ditemani dan diawasi oleh Mama Papa ya.
Miliki aktivitas yang baik untuk penyaluran energi Si Kecil. Amati dan perhatikan apa saja yang biasanya dapat memicu Si Kecil menjadi terlalu aktif sehingga Mama dan Papa juga dapat menghindari Si Kecil menjadi terlalu aktif berlebihan. (JF)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
