loading

Ciri-ciri Autisme pada Si Kecil yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Gangguan spektrum autisme dapat memengaruhi cara anak berinteraksi dan berkomunikasi. Pahami penjelasan medis mengenai ciri-ciri autisme pada si kecil agar orang tua dapat melakukan deteksi dini.
ciri-ciri-anak-autis-sejak-dini-yang-perlu-dikenali

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi cara anak berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan berperilaku.

Banyak orang tua mulai mencari informasi tentang ciri-ciri anak autis ketika Si Kecil tampak berbeda dibandingkan anak seusianya.

Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua keterlambatan perkembangan berarti autisme. Oleh karena itu, mengenali tanda-tandanya secara tepat menjadi langkah awal yang penting.

Perlu diketahui bahwa tidak ada satu tanda tunggal yang dapat memastikan seorang anak mengalami autisme.

Dokter akan melihat kombinasi berbagai gejala autis yang muncul pada kemampuan sosial, komunikasi, serta pola perilaku anak. Semakin dini tanda-tanda tersebut dikenali, semakin cepat pula intervensi dapat diberikan.

Artikel lainnya: Penyebab Anak Autis yang Perlu Mama Pahami

Apa Saja Ciri-Ciri Autisme pada Si Kecil Usia 0–12 Bulan?

Pada sebagian anak, gejala autis sudah bisa terlihat sejak tahun pertama kehidupan. Namun, tanda-tandanya sering kali masih sangat halus sehingga mudah terlewatkan oleh Mama.

Beberapa ciri-ciri autism pada Si Kecil usia 0–12 bulan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Jarang melakukan kontak mata saat diajak berinteraksi.
  • Tidak menunjukkan ekspresi wajah seperti senyum sosial sesuai usia.
  • Tidak merespons namanya saat dipanggil secara konsisten.
  • Kurang tertarik berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
  • Jarang menggunakan gerakan tubuh atau isyarat untuk berkomunikasi.
  • Tidak menunjukkan ketertarikan untuk berbagi perhatian dengan orang tua.

Sebagian bayi juga tampak lebih fokus pada benda tertentu dibandingkan wajah orang lain. Misalnya, mereka lebih tertarik melihat kipas angin berputar atau cahaya yang bergerak daripada berinteraksi dengan pengasuhnya. Meski demikian, satu tanda saja tidak cukup untuk menegakkan diagnosis autisme.

Mama juga perlu mengetahui bahwa muka anak autis pada umumnya tidak memiliki ciri fisik khusus yang dapat dikenali hanya dari penampilan.

Autisme adalah gangguan perkembangan saraf sehingga diagnosis tidak dapat ditegakkan berdasarkan bentuk wajah atau penampilan fisik anak.

Artikel lainnya: Anak Tunagrahita: Ciri, Penyebab, dan Cara Menanganinya

Tanda Autisme yang Muncul pada Usia 12–36 Bulan

Memasuki usia satu tahun ke atas, tanda-tanda autisme biasanya mulai terlihat lebih jelas. Pada periode ini, kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak berkembang pesat sehingga perbedaan perkembangan menjadi lebih mudah diamati.

Ciri autisme pada Si Kecil usia 12–24 bulan

Pada rentang usia ini, beberapa gejala autis yang umum ditemukan meliputi:

  • Tidak menunjuk benda yang menarik perhatiannya.
  • Tidak melambaikan tangan saat berpamitan.
  • Tidak menunjukkan benda kepada orang tua untuk berbagi perhatian.
  • Jarang meniru ekspresi atau gerakan orang lain.
  • Tidak merespons ketika namanya dipanggil.
  • Keterlambatan mengoceh atau berbicara.
  • Kehilangan kemampuan bahasa yang sebelumnya sudah dimiliki.

Sebagian anak juga menunjukkan perilaku berulang, seperti mengayunkan tubuh, mengepakkan tangan, atau memainkan mainan dengan cara yang sama berulang kali.

Ciri autisme pada Si Kecil usia 2–3 tahun

Saat memasuki usia balita, tanda autisme umumnya menjadi lebih mudah dikenali. Beberapa ciri yang dapat muncul antara lain:

  • Sulit bermain bersama teman sebaya.
  • Lebih suka bermain sendiri.
  • Tidak tertarik bermain pura-pura atau bermain peran.
  • Mengulang kata atau kalimat tertentu terus-menerus (ekolalia).
  • Sangat terpaku pada rutinitas tertentu.
  • Mudah marah ketika terjadi perubahan kecil dalam aktivitas sehari-hari.
  • Memiliki minat yang sangat kuat pada topik atau benda tertentu.
  • Sensitif terhadap suara, cahaya, tekstur, atau sentuhan tertentu.

Pada beberapa kasus, Mama juga melihat anak tampak menarik diri dari lingkungan sosial atau mengalami kemunduran kemampuan komunikasi yang sebelumnya sudah berkembang.

banner

Artikel lainnya: Apakah Anak Anda Aktif Eksploratif atau ADHD?

Apa Perbedaan Autisme dengan Keterlambatan Bicara Biasa?

Salah satu alasan autisme sering terlambat terdeteksi adalah karena gejalanya dianggap hanya sebagai keterlambatan bicara biasa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Pada anak dengan keterlambatan bicara biasa, kemampuan bahasa memang berkembang lebih lambat, tetapi interaksi sosial umumnya tetap baik.

Anak masih melakukan kontak mata, merespons panggilan nama, menunjuk benda yang diinginkan, dan tertarik berinteraksi dengan orang lain.

Sebaliknya, pada autisme, kesulitan tidak hanya terjadi pada kemampuan bicara, tetapi juga pada komunikasi sosial dan perilaku.

Anak mungkin tidak merespons namanya, tidak menunjuk benda untuk berbagi perhatian, atau tampak kurang tertarik berinteraksi dengan orang lain.

Untuk itu, apabila Mama melihat adanya keterlambatan bicara yang disertai masalah interaksi sosial, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Artikel lainnya: Epilepsi pada Anak: Penyebab, Ciri, dan Pertolongan Pertama

Cara Dokter Melakukan Skrining Autisme pada Si Kecil

Tidak ada pemeriksaan darah atau foto radiologi yang dapat memastikan diagnosis autisme. Dokter akan melakukan evaluasi berdasarkan riwayat perkembangan dan perilaku anak.

Dokter biasanya melakukan pemantauan tumbuh kembang secara berkala dan menanyakan pencapaian milestone anak sesuai usianya.

Selain itu, dokter dapat menggunakan alat skrining khusus seperti Modified Checklist for Autism in Toddlers Revised (M-CHAT-R) pada balita usia 16–30 bulan.

Menurut rekomendasi American Academy of Pediatrics, skrining autisme sebaiknya dilakukan pada usia 18 bulan dan 24 bulan, meskipun evaluasi dapat dilakukan lebih awal jika terdapat kekhawatiran terhadap perkembangan anak.

Apabila hasil skrining menunjukkan risiko autisme, dokter dapat merujuk anak ke dokter tumbuh kembang, dokter anak konsultan neurologi, psikolog, atau tim multidisiplin untuk pemeriksaan lanjutan.

Artikel lainnya: Jenis Terapi untuk Anak Autisme dan Panduannya

Apa yang Harus Mama Lakukan jika Melihat Tanda Autisme pada Si Kecil?

Jika Mama menemukan beberapa ciri-ciri anak autis atau gejala autis pada Si Kecil, jangan menunggu hingga anak lebih besar untuk berkonsultasi. Intervensi dini terbukti membantu meningkatkan kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan kemandirian anak.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mencatat tanda-tanda yang muncul, kapan gejala mulai terlihat, dan bagaimana perkembangannya dari waktu ke waktu. Informasi ini akan membantu dokter dalam melakukan evaluasi.

Selanjutnya, jadwalkan konsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan skrining tumbuh kembang. Jika diperlukan, dokter dapat merekomendasikan terapi wicara, terapi okupasi, terapi perilaku, atau program intervensi dini lainnya sesuai kebutuhan anak.

Masih ingin memantau tumbuh kembang Si Kecil dengan lebih mudah? Mama bisa download aplikasi HalloBumil untuk mendapatkan berbagai informasi kesehatan Mama dan anak yang praktis serta terpercaya setiap hari. Pastikan Mama daftarkan data diri di aplikasi kehamilan ini.

Jika ingin berdiskusi dengan sesama orang tua yang memiliki pengalaman serupa, Mama juga dapat bergabung ke komunitas WhatsApp HalloBumil. Di sana, Mama bisa bertukar cerita, mendapatkan dukungan, dan berbagi tips seputar tumbuh kembang anak.

Agar semakin banyak mendapatkan wawasan dari para ahli, Mama juga bisa mengikuti berbagai event HalloBumil yang rutin membahas topik kehamilan, parenting, tumbuh kembang, hingga kesehatan keluarga secara menyenangkan dan interaktif.

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image