loading

Obat Diare Anak di Apotek dan Aturan Minumnya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Diare pada anak perlu ditangani dengan tepat untuk mencegah dehidrasi. Kenali penggunaan oralit, pilihan obat sesuai anjuran dokter, serta tanda bahaya yang membuat si kecil perlu segera diperiksa.
obat-diare-anak-di-apotek-dan-aturan-minumnya

Diare pada anak dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit sehingga penanganannya perlu dilakukan dengan tepat. Obat diare anak yang diberikan perlu disesuaikan dengan usia, kondisi, serta penyebab diare.

Oralit dan zinc menjadi bagian penting dalam penanganan diare, sedangkan obat lain sebaiknya digunakan sesuai anjuran dokter atau apoteker.

Artikel lainnya: Peran Zinc untuk Tumbuh Kembang dan Imunitas Anak

Obat Diare Anak yang Pertama Harus Diberikan: Oralit dan Zinc

Diare membuat tubuh anak kehilangan cairan dan elektrolit melalui tinja yang lebih sering dan cair. Kondisi tersebut dapat menyebabkan dehidrasi, terutama pada bayi dan anak kecil. Oralit atau oral rehydration solution (ORS) membantu menggantikan cairan serta elektrolit yang hilang selama diare.

Mama juga dapat memberikan zinc sebagai terapi tambahan. IDAI merekomendasikan 10 mg zinc elemental per hari untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan dan 20 mg per hari untuk anak berusia 6 bulan atau lebih selama 10–14 hari.

Zinc perlu diberikan sesuai durasi yang dianjurkan meskipun diare sudah berhenti. Pemberian selama 10–14 hari membantu mengurangi durasi dan keparahan episode diare serta dapat menurunkan risiko episode diare berikutnya dalam beberapa bulan setelah terapi.

ASI juga tetap diberikan selama anak mengalami diare. Anak yang sudah mendapatkan makanan pendamping dapat tetap makan sesuai kemampuan dan usianya agar kebutuhan energi serta nutrisinya tetap terpenuhi.

Artikel lainnya: Ciri-ciri Diare pada Si Kecil yang Harus Mama Waspadai

Apa Saja Obat Diare Anak yang Bisa Dibeli di Apotek?

Tidak semua produk yang tersedia di apotek memiliki fungsi yang sama. Oralit berperan mengganti cairan dan elektrolit, zinc menjadi terapi tambahan, sedangkan beberapa produk lain memiliki fungsi simptomatik atau mengandung probiotik.

Mama sebaiknya tidak menentukan obat hanya berdasarkan usia. Misalnya ketika Mama mencari obat diare anak 1 tahun di apotek, Mama tetap perlu mempertimbangkan kandungan, dosis, bentuk sediaan, dan kondisi anak.

1. Oralit

Oralit mengandung kombinasi elektrolit dan glukosa yang membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare. Cara melarutkan oralit harus mengikuti petunjuk pada kemasan karena jumlah air yang digunakan memengaruhi konsentrasi larutan.

Oralit bukan obat yang menghentikan BAB secara langsung, tetapi membantu mencegah dan menangani dehidrasi selama diare.

2. Zinc

Produk zinc untuk diare anak dapat tersedia dalam bentuk sirup, tetes, atau tablet dispersibel. Kandungan yang perlu diperhatikan adalah jumlah zinc elemental, bukan hanya berat senyawa seperti zinc sulfate.

Mama dapat menemukan produk seperti Daryazinc di apotek. Salah satu sediaannya, Daryazinc Drops 15 ml, tercatat memiliki nomor izin edar DTL1204520936A1 dan mengandung zinc sulfate monohydrate yang setara dengan 10 mg zinc elemental per ml.

3. Diakids

Diakids merupakan salah satu produk yang tercantum dalam data BPOM sebagai obat diare anak. Produk ini tersedia dalam bentuk sirup dan memiliki nomor izin edar DTL1802358037A1. Penggunaan tetap perlu mengikuti informasi pada kemasan serta mempertimbangkan usia dan kondisi anak.

4. Interzinc

Interzinc merupakan produk zinc yang tercantum dalam data BPOM sebagai obat diare anak. Produk dalam bentuk sirup 60 ml tercatat memiliki nomor izin edar DTL0917624637A1.

Mama sebaiknya memeriksa kandungan zinc elemental dan aturan penggunaan pada kemasan sebelum memberikannya kepada anak.

5. Zinc Sulfate Monohydrate

Zinc sulfate monohydrate juga tersedia sebagai sediaan sirup dan tercatat dalam data BPOM untuk kategori obat diare anak. Salah satu produk yang tercantum memiliki nomor izin edar GTL1802357937A1.

Dosis zinc perlu dihitung berdasarkan kandungan elemental zinc dan usia anak, bukan hanya berdasarkan volume sirup.

Artikel lainnya: Anak Mencret tapi Tetap Aktif, Bahaya atau Tidak?

6. Daryazinc Syrup

Selain bentuk tetes, Daryazinc tersedia dalam bentuk sirup 60 ml. Data BPOM mencantumkan nomor izin edar DTL1204521037A1 untuk sediaan tersebut. Produk zinc tetap digunakan sebagai terapi tambahan bersama cairan rehidrasi oral, bukan sebagai pengganti oralit.

7. Guanistrep

banner

Guanistrep Suspensi tercatat sebagai obat diare dengan nomor izin edar DBL7210906233A1. Produk ini memiliki kandungan yang berbeda dari zinc sehingga penggunaannya tidak dapat disamakan dengan terapi zinc. Mama perlu membaca label dan mengikuti petunjuk tenaga kesehatan sebelum memberikannya kepada anak.

8. Lacto-B

Lacto-B merupakan produk yang mengandung probiotik dan tersedia dalam bentuk serbuk. Probiotik tidak menggantikan oralit atau zinc dalam tata laksana utama diare.

WHO dalam pedoman 2024 tidak merekomendasikan penggunaan probiotik secara rutin untuk diare cair akut pada anak karena manfaatnya belum cukup konsisten.

9. Interlac

Interlac merupakan produk probiotik yang dapat ditemukan sebagai produk pendamping untuk gangguan saluran cerna.

Penggunaannya tidak sama dengan oralit karena probiotik tidak bertujuan menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Mama sebaiknya tetap mengutamakan pemberian cairan rehidrasi dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

Artikel lainnya: Makanan Sumber Prebiotik Alami untuk Dukung Pencernaan Si Kecil

10. Produk Zinc Tablet Dispersibel

Zinc juga tersedia dalam bentuk tablet dispersibel yang dapat dilarutkan sebelum diberikan kepada anak. WHO mencantumkan zinc sulfate tablet dispersibel sebagai salah satu bentuk sediaan zinc yang digunakan sebagai terapi tambahan pada diare akut. Sediaan ini dapat menjadi pilihan sesuai usia dan kemampuan anak menerima obat.

11. Produk Elektrolit Oral

Selain oralit dalam bentuk sachet yang perlu dilarutkan, tersedia pula berbagai produk cairan rehidrasi oral dengan formulasi tertentu. Mama perlu memastikan produk memang ditujukan untuk rehidrasi dan mengikuti petunjuk pengenceran pada kemasan.

Pencarian obat diare anak 2 tahun, obat diare anak 3 tahun, atau obat diare anak-anak 4 tahun sebaiknya tidak hanya berdasarkan angka usia. Dosis dan pilihan produk tetap perlu disesuaikan dengan berat badan, kandungan obat, serta kondisi anak.

Bagaimana Aturan Minum Obat Diare Anak?

Aturan minum obat diare anak berbeda-beda berdasarkan kandungan dan bentuk sediaannya. Oralit perlu dibuat sesuai takaran air yang tercantum pada kemasan, sedangkan zinc diberikan berdasarkan usia dan jumlah zinc elemental.

Mama tidak perlu menghentikan zinc hanya karena BAB anak sudah kembali normal. Terapi tetap dilanjutkan sesuai durasi yang dianjurkan, yaitu 10–14 hari dalam rekomendasi WHO yang digunakan secara luas dan pedoman IDAI.

Istilah obat diare anak ampuh di apotek juga perlu dipahami secara tepat. Tidak ada satu obat yang cocok untuk semua kondisi diare karena penyebab dan tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap anak.

Artikel lainnya: Intoleransi Laktosa pada Si Kecil: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Penanganan

Adakah Obat Diare yang Tidak Boleh Diberikan pada Anak?

Beberapa obat diare tidak boleh diberikan kepada anak secara sembarangan. Loperamide, misalnya, tidak boleh diberikan kepada anak di bawah 12 tahun kecuali diresepkan dokter.

Antibiotik juga tidak diberikan secara rutin untuk diare akut karena sebagian besar kasus dapat membaik tanpa antibiotik. Obat tersebut dapat digunakan pada kondisi tertentu berdasarkan hasil penilaian dokter, misalnya ketika terdapat indikasi infeksi bakteri tertentu.

Mama juga sebaiknya tidak memberikan obat diare orang dewasa dengan cara membagi dosisnya untuk anak. Jenis obat, konsentrasi, dan dosis anak dapat berbeda sehingga penggunaannya perlu mengikuti petunjuk produk atau arahan tenaga kesehatan.

Artikel lainnya: 7 Pilihan Obat Muntah Anak dan Aturan Penggunaannya

Kapan Diare Anak Tidak Cukup Diobati di Rumah?

Mama perlu membawa anak ke fasilitas kesehatan jika diare disertai tanda dehidrasi, anak sulit minum atau menyusu, muntah berulang, sangat lemas, buang air kecil jauh lebih sedikit, atau terdapat darah dalam tinja. Kondisi yang memburuk atau diare yang berlangsung terus juga memerlukan penilaian tenaga kesehatan.

Bayi dan anak kecil memerlukan perhatian lebih karena kehilangan cairan dapat berlangsung lebih cepat. Mama dapat terus memberikan ASI dan cairan sesuai anjuran sambil mendapatkan pertolongan medis jika muncul tanda yang mengkhawatirkan.

Penanganan diare anak tidak hanya berfokus pada menghentikan BAB, tetapi juga menjaga kecukupan cairan, elektrolit, dan nutrisi selama masa pemulihan.

Oralit, zinc, ASI, dan pemberian makanan sesuai usia menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan Mama selama anak mengalami diare. Pemilihan obat tambahan sebaiknya dilakukan berdasarkan kandungan, usia, kondisi anak, serta anjuran tenaga kesehatan.

Yuk, unduh aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan anak dan keluarga yang dapat membantu Mama dalam keseharian.

Mama juga dapat bergabung dengan komunitas Hallobumil dan mengikuti berbagai event untuk mendapatkan informasi serta berbagi pengalaman bersama Mama lainnya.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image