loading

Intoleransi Laktosa pada Si Kecil: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Penanganan

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Intoleransi laktosa terjadi saat pencernaan anak tak mampu mengolah gula susu. Pahami penjelasan medis mengenai gejala, penyebab, serta panduan penanganannya guna mencegah komplikasi kesehatan.
intoleransi-laktosa-pada-si-kecil-ciri-ciri-penyebab-dan-penanganan

Intoleransi laktosa pada Si Kecil adalah kondisi yang membuat tubuh Si Kecil tidak mampu mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam ASI maupun susu formula berbahan dasar susu sapi.

Akibatnya, laktosa yang tidak tercerna akan difermentasi oleh bakteri di usus sehingga memicu keluhan seperti perut kembung, sering buang gas, diare, hingga Si Kecil menjadi rewel.

Meskipun sering disamakan dengan alergi susu sapi, keduanya merupakan kondisi yang berbeda dan memerlukan penanganan yang berbeda pula.

Artikel lainnya: Alergi Susu Sapi Menyebabkan Sembelit pada Anak? Ini Penjelasan dan Solusinya

Apa Itu Intoleransi Laktosa pada Si Kecil?

Laktosa adalah karbohidrat utama dalam susu yang dipecah oleh enzim laktase di usus halus. Ketika produksi enzim ini tidak mencukupi, laktosa tidak dapat dicerna dengan baik sehingga muncul berbagai gangguan pencernaan.

Pada Si Kecil, kondisi ini relatif jarang terjadi, terutama pada Si Kecil cukup bulan yang sehat, tetapi tetap dapat ditemukan pada kondisi tertentu.

Perlu Mama pahami bahwa intoleransi laktosa bukanlah gangguan sistem kekebalan tubuh. Berbeda dengan alergi protein susu sapi yang melibatkan reaksi imun, intoleransi laktosa murni merupakan masalah pencernaan akibat kekurangan enzim laktase.

Artikel lainnya: Hubungan Kesehatan Usus dan Imunitas Anak: 70% Sistem Imun

Ciri-Ciri Si Kecil Intoleransi Laktosa

Gejala biasanya muncul beberapa menit hingga beberapa jam setelah Si Kecil mengonsumsi susu yang mengandung laktosa. Tingkat keparahan dapat berbeda-beda tergantung jumlah laktosa yang dikonsumsi dan kadar enzim laktase yang dimiliki Si Kecil.

1. Perut kembung dan sering buang gas

Salah satu ciri Si Kecil intoleransi laktosa yang paling sering terlihat adalah perut tampak membesar atau terasa kembung disertai sering kentut.

Hal ini terjadi karena fermentasi laktosa oleh bakteri di usus menghasilkan gas berlebih sehingga membuat Si Kecil merasa tidak nyaman.

Artikel lainnya: Si Kecil Sering Kentut? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

2. Feses cair atau berlendir

Gangguan penyerapan laktosa dapat menyebabkan tinja menjadi lebih encer dibanding biasanya. Pada beberapa kasus, feses juga tampak berbusa atau mengandung lendir karena proses fermentasi di saluran cerna. Kondisi ini perlu dibedakan dengan diare akibat infeksi maupun alergi makanan.

Artikel lainnya: Feses Si Kecil Berlendir, Berbahayakah?

3. Si Kecil rewel dan sering menangis

Rasa tidak nyaman pada perut dapat membuat Si Kecil menjadi lebih mudah menangis, sulit tidur, dan tampak gelisah terutama setelah menyusu.

Bila keluhan berlangsung berulang, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat dipastikan. 

Artikel lainnya: Kenapa Si Kecil Rewel Setelah Menyusu? Ini Penyebab dan Solusinya

Warna Feses Si Kecil yang Intoleransi Laktosa

Banyak Mama yang penasaran mengenai warna feses Si Kecil intoleransi laktosa. Faktanya, tidak ada satu warna tertentu yang secara khusus menandakan intoleransi laktosa.

Feses dapat tetap berwarna kuning, kehijauan, atau cokelat muda tergantung usia Si Kecil dan pola makannya. Namun, teksturnya cenderung lebih cair, kadang berbusa, dan dapat disertai lendir.

Jika feses disertai darah, berwarna hitam pekat tanpa konsumsi zat besi, atau berwarna putih pucat, Si Kecil perlu segera diperiksakan karena kondisi tersebut dapat mengindikasikan masalah kesehatan lain yang lebih serius.

Artikel lainnya: 6 Warna Feses Bayi dan Artinya agar Mama Tidak Panik

banner

Jenis dan Penyebab Intoleransi Laktosa pada Si Kecil

Intoleransi laktosa pada Si Kecil memiliki beberapa jenis dengan penyebab yang berbeda-beda. Memahami jenisnya membantu menentukan penanganan yang paling tepat.

Intoleransi laktosa primer

Jenis ini terjadi akibat penurunan produksi enzim laktase seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut lebih sering ditemukan pada anak yang lebih besar dan orang dewasa dibandingkan Si Kecil, sehingga kasus pada Si Kecil relatif jarang.

Intoleransi laktosa sekunder

Intoleransi sekunder muncul ketika lapisan usus mengalami kerusakan, misalnya setelah infeksi saluran cerna, peradangan usus, atau kondisi medis tertentu. Setelah penyebab utamanya diatasi dan usus pulih, kemampuan mencerna laktosa dapat kembali membaik. 

Intoleransi laktosa kongenital

Ini merupakan kondisi genetik yang sangat langka, di mana Si Kecil lahir hampir tanpa kemampuan memproduksi enzim laktase.

Gejalanya dapat muncul sejak hari-hari pertama kehidupan setelah mengonsumsi ASI atau susu yang mengandung laktosa dan memerlukan penanganan medis khusus.

Cara Mengatasi Intoleransi Laktosa pada Si Kecil

Cara mengatasi intoleransi laktosa pada Si Kecil bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Mama tidak dianjurkan menghentikan pemberian ASI tanpa anjuran dokter karena ASI tetap merupakan nutrisi terbaik bagi Si Kecil. 

Pada beberapa kasus intoleransi sekunder, dokter mungkin menyarankan pengaturan asupan laktosa sementara hingga kondisi usus membaik.

Bila Si Kecil menggunakan susu formula, dokter dapat mempertimbangkan formula rendah atau bebas laktosa sesuai indikasi medis.

Selain itu, penting untuk menjaga kecukupan cairan bila Si Kecil mengalami diare serta memantau pertumbuhan dan berat badannya secara berkala agar kebutuhan gizinya tetap terpenuhi.

Artikel lainnya: Alergi Makanan pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apakah Intoleransi Laktosa pada Si Kecil Bisa Sembuh?

Pertanyaan “apakah intoleransi laktosa pada Si Kecil bisa sembuh” sering muncul dari orang tua. Jawabannya bergantung pada jenis intoleransinya.

Intoleransi laktosa sekunder sering kali membaik setelah penyebab kerusakan usus berhasil diatasi. Sebaliknya, intoleransi kongenital merupakan kondisi genetik yang memerlukan pengelolaan jangka panjang.

Sementara itu, intoleransi primer biasanya bersifat menetap dan berkaitan dengan penurunan alami produksi laktase, meskipun kondisi ini lebih sering muncul pada usia yang lebih besar daripada masa Si Kecil.

Artikel lainnya: Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Anak Alergi Susu Sapi

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa Si Kecil ke dokter apabila mengalami diare berkepanjangan, muntah berulang, tanda dehidrasi, berat badan sulit naik, terdapat darah pada feses, atau tampak sangat lemas setelah menyusu.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah keluhan benar disebabkan oleh intoleransi laktosa pada Si Kecil atau kondisi lain yang memerlukan penanganan berbeda. 

Jika masih bingung membedakan gejala intoleransi laktosa dengan masalah pencernaan lainnya, Mama dapat mengunduh aplikasi HalloBumil dan daftarkan diri Mama untuk memperoleh berbagai informasi kesehatan Mama dan anak yang praktis serta mudah dipahami.

Mama juga bisa bergabung dengan komunitas WhatsApp HalloBumil untuk berbagi pengalaman dengan sesama orang tua dan mendapatkan edukasi seputar tumbuh kembang serta nutrisi Si Kecil.

Jangan lewatkan pula berbagai event kesehatan yang menghadirkan webinar, kelas edukasi, dan aktivitas menarik bersama para ahli sehingga Mama dapat memperoleh wawasan terpercaya untuk mendukung kesehatan keluarga.

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image