:strip_icc():format(webp)/hb-article/9e7TUg5uGF0c7UV0UYJNy/original/kjz63ed5llp80ls1wqyc67st6f47fijt.png)
Muntah merupakan salah satu keluhan yang cukup sering dialami anak-anak. Kondisi ini bisa terjadi akibat berbagai penyebab, seperti infeksi saluran pencernaan, keracunan makanan, alergi makanan, masuk angin, hingga mabuk perjalanan.
Saat anak muntah berulang kali, orang tua biasanya mencari obat muntah anak di apotik untuk meredakan keluhan sekaligus mencegah risiko kekurangan cairan.
Namun, penting untuk diketahui bahwa tubuh terkadang menggunakan muntah sebagai mekanisme alami untuk mengeluarkan zat yang mengganggu pencernaan. Artinya, tidak semua kondisi membutuhkan obat untuk menghentikan muntah.
Fokus utama saat anak muntah untuk kondisi apa pun adalah memastikan kebutuhan cairannya tetap terpenuhi agar ia tidak mengalami dehidrasi.
Tabel Penyebab Muntah dan Penanganan yang Sesuai:
|
Penyebab Utama |
Penanganan yang Sesuai |
|
Infeksi saluran cerna / Diare |
Prioritaskan cairan rehidrasi (Oralit) untuk mengganti elektrolit yang hilang. |
|
Mabuk perjalanan |
Obat khusus antimabuk diberikan sebelum perjalanan. |
|
Alergi makanan |
Hindari pemicu alergi dan periksakan ke dokter. |
Untuk anak usia kecil seperti anak berusia 2 tahun, konsultasi dengan dokter sangat disarankan agar dosis dan jenis obat sesuai dengan kebutuhan anak. Berikut 7 pilihan obat mual muntah anak beserta status peredarannya agar Mama tidak salah langkah:
Obat yang Dapat Dibeli Bebas di Apotek (Obat Bebas & Bebas Terbatas)
Produk-produk di bawah ini aman untuk penanganan awal di rumah tanpa resep, asalkan digunakan sesuai petunjuk pada kemasan.
1. Oralit
Oralit wajib menjadi pilihan pertama saat anak muntah. Manfaat utamanya bukan untuk menghentikan muntah, melainkan menggantikan cairan dan elektrolit tubuh (seperti natrium dan kalium) yang terbuang. Selain harganya sangat terjangkau, obat ini efektif mencegah dehidrasi.
- No. BPOM & Status: GBL1944400723A1 (Obat Bebas)
- Harga: Rp3.000-Rp7.000
- Cara Pakai/Dosis: Larutkan 1 saset oralit ke dalam 200 ml air matang. Berikan sedikit demi sedikit menggunakan sendok agar anak tidak mual. Jika anak muntah setelah minum, beri jeda beberapa menit lalu berikan lagi secara perlahan.
Artikel lainnya: Bayi Sering Muntah, Penyebab dan Cara Mengatasinya
2. Pedialyte
Pedialyte merupakan minuman rehidrasi siap minum yang fungsinya serupa dengan oralit, yakni menggantikan cairan dan elektrolit akibat muntah atau diare. Produk ini dapat menjadi alternatif bagi Mama yang menginginkan kepraktisan cairan siap saji, meskipun harganya jauh lebih tinggi dibandingkan oralit serbuk biasa.
- No. BPOM & Status: DBL1000203935A1 (Obat Bebas)
- Harga: Rp51.000-Rp100.000
- Cara Pakai/Dosis: Diberikan secara perlahan sedikit demi sedikit sesuai usia dan berat badan anak, hingga rasa haus hilang.
3. Antimo Anak (Dimenhydrinate)
Antimo Anak sangat spesifik ditujukan sebagai obat muntah untuk anak yang mengalami mabuk perjalanan (motion sickness). Kandungan dimenhydrinate bekerja menenangkan rangsangan pada pusat muntah di otak akibat gangguan keseimbangan di kendaraan.
- No. BPOM & Status: DTL0319923837A1 (Obat Bebas Terbatas)
- Harga: Rp13.000-Rp30.000
- Cara Pakai/Dosis: Wajib diminum 30 menit sebelum perjalanan, bukan saat anak sudah mual di tengah jalan. Efek samping utamanya adalah rasa kantuk, sehingga anak umumnya akan tertidur lelap setelah meminumnya.
Obat yang Memerlukan Resep Dokter (Obat Keras)
Kelompok obat ini tidak boleh dibeli atau diberikan secara sembarangan. Dosis untuk obat-obat berikut ditentukan mutlak oleh dokter sesuai berat badan dan kondisi medis anak, sehingga takarannya tidak dicantumkan di sini. Jangan pernah memberikan sisa obat sebelumnya kepada anak tanpa pemeriksaan baru.
4. Vometa dan Gerdilium (Domperidone)
Vometa dan Gerdilium adalah dua merek dagang berbeda yang memuat kandungan zat aktif yang sama, yaitu domperidone.
Obat ini bekerja dengan mempercepat pengosongan lambung. Namun, penggunaannya pada anak-anak kini sangat dibatasi dan diwasi ketat karena memiliki risiko efek samping pada gangguan irama jantung anak.
- No. BPOM & Status: DKL9405013733A1 (Vometa) / DKL0218817133A1 (Gerdilium) (Obat Keras)
- Harga: Rp60.000-Rp120.000
5. Primperan Sirup (Metoclopramide)
Primperan memengaruhi sistem pencernaan dan pusat muntah di otak. Obat dengan kandungan metoclopramide memiliki aturan penggunaan khusus dan terbatas pada anak-anak karena memiliki risiko efek samping neurologis (seperti kejang atau gerakan otot tak terkendali).
- No. BPOM & Status: DKL8924208337A1 (Obat Keras)
- Harga: Rp40.000-Rp60.000
Artikel lainnya: Bayi Muntah setelah Makan MPASI, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
6. Narfoz (Ondansetron)
Narfoz adalah obat antiemetik (golongan penekan mual dan muntah berat) yang digunakan khusus jika muntah terjadi terus-menerus hingga anak sama sekali menolak atau memuntahkan semua cairan yang masuk. Obat ini menjaga lambung anak tetap tenang agar asupan hidrasi kembali bisa dilakukan.
- No. BPOM & Status: DKL9521618717A1 (Obat Keras)
- Harga: Rp60.000-Rp120.000
7. Ondansetron Generik
Sama persis dengan merek Narfoz, ini adalah versi generik dari ondansetron. Obat generik memiliki kualitas kandungan dan khasiat yang 100% sama dengan versi bermereknya, namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
- No. BPOM & Status: GKL0833520343A1 (Obat Keras Generik)
- Harga: Rp38.000-Rp60.000
Obat Anak Masuk Angin dan Muntah, Apakah Selalu Dibutuhkan?
Banyak orang tua mencari obat anak masuk angin dan muntah ketika anak kembung atau tidak enak badan. Namun, perlu Mama ketahui bahwa "masuk angin" bukanlah diagnosis medis yang sesungguhnya.
Keluhan tersebut bisa berkaitan dengan gangguan pencernaan ringan, paparan infeksi virus, atau sekadar kelelahan ekstrem.
Jika anak hanya muntah sesekali namun masih sangat aktif, mampu minum, dan tidak menunjukkan tanda bahaya, berikan cairan secara bertahap dan makanan berkuah kaldu hangat saja sudah cukup.
Artikel lainnya: Ini Cara Merawat Anak Saat Sakit, Agar Si Kecil Cepat Sembuh
Kapan Anak yang Muntah Perlu Segera Dibawa ke Dokter?
Tanda gawat darurat (bawa ke IGD segera):
- Muntah berwarna hijau pekat atau bercampur darah.
- Anak mengalami sesak napas.
- Bibir kebiruan.
Tanda dehidrasi dan kondisi lain (segera jadwalkan ke dokter):
- Anak mengantuk berlebihan atau sangat sulit dibangunkan.
- Tidak ada urine/tidak buang air kecil lebih dari 6-8 jam.
- Anak menolak minum sama sekali.
- Demam tinggi atau nyeri perut yang terasa berat.
- Muntah berlangsung lama tanpa perbaikan. Jika Mama belum yakin mengenai tanda dehidrasi, segera periksakan kondisi anak secara langsung ke tenaga kesehatan.
Memberikan obat anak muntah tidak boleh hanya berdasarkan pengalaman obat yang kebetulan tersisa di rumah.
Pastikan Mama selalu fokus pada asupan oralit sebagai pencegah dehidrasi, sementara obat-obatan antimual keras wajib digunakan atas pertimbangan dokter.
Artikel lainnya: Diare pada Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Menjaga kesehatan anak bukan hanya tentang mengatasi keluhan saat sakit, tetapi juga memahami informasi yang tepat sejak awal. Download aplikasi Hallobumil dan dapatkan akses berbagai informasi kesehatan ibu dan anak yang tepercaya.
Mulai dari persiapan kehamilan hingga tumbuh kembang anak, temukan semuanya dengan registrasi di aplikasi kehamilan ini.
Gabung komunitas WhatsApp Hallobumil untuk berbagi pengalaman bersama para Mama lainnya. Dapatkan ruang diskusi, tips kesehatan anak, serta informasi menarik yang membantu orang tua merasa lebih percaya diri dalam merawat Si Kecil.
Ikuti juga event kesehatan dan temukan berbagai edukasi bersama para ahli yang bermanfaat bagi keluarga.




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
