Ciri-Ciri Bayi Sembelit saat MPASI yang Perlu Dikenali
:strip_icc():format(webp)/hb-article/8ZwRzuX5tQFxxzXfIa5z1/original/03sljavnpo9cfn29nji0i2245qm6x7la.png)
Memasuki masa MPASI adalah petualangan baru bagi Si Kecil. Namun, perut bayi yang biasanya hanya menerima cairan (ASI/Susu Formula) mungkin kaget saat harus mencerna makanan padat. Inilah yang sering memicu munculnya ciri bayi sembelit MPASI.
Mama perlu tahu bahwa sembelit bukan sekadar tidak buang air besar (BAB). Yuk, cari tahu tanda bayi sembelit MPASI secara mendalam agar Mama bisa memberikan pertolongan pertama yang tepat.
1. Tekstur feses menjadi sangat keras dan kering
Ciri bayi sembelit MPASI yang paling jelas adalah perubahan tekstur feses. Feses yang normal biasanya lembek atau berbentuk seperti pasta.
Saat sembelit, feses berubah menjadi butiran kecil, bulat, dan keras seperti kotoran kambing. Hal ini terjadi karena usus menyerap terlalu banyak air dari sisa makanan.
Tips penanganan: Mama bisa memberikan buah yang mengandung banyak air dan serat seperti buah naga atau pepaya yang dihaluskan. Pastikan si Kecil juga mendapat cukup cairan dari ASI atau air putih di sela-sela jam makannya.
Kapan ke Dokter? Jika feses tetap keras seperti batu selama lebih dari satu minggu meskipun Mama sudah mengubah menu makannya, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak.
Artikel lainnya: 6 Warna Feses Bayi dan Artinya agar Mama Tidak Panik
2. Bayi harus mengejan sangat kuat
Melihat si Kecil mengejan saat buang air besar memang hal yang biasa. Namun, jika ia mengejan sangat lama sampai wajahnya merah padam, berkeringat, sangat kelelahan dan tidak ada kotoran yang keluar, itu bisa menjadi tanda bayi sembelit MPASI.
Kondisi ini terjadi karena kotoran sudah mengeras di dalam usus dan sulit dikeluarkan. Bayi pun merasa kesulitan mendorongnya keluar.
Tips penanganan: Baringkan bayi, pegang kedua kakinya, lalu gerakkan seperti sedang mengayuh sepeda. Gerakan ini membantu merangsang otot perut dan usus agar lebih aktif mendorong feses.
Kapan ke Dokter? Segera bawa ke dokter jika bayi terlihat sangat kesakitan atau lemas setelah mencoba mengejan berkali-kali tanpa hasil.
3. Frekuensi buang air besar berkurang drastis
Setiap bayi punya jadwal BAB yang berbeda. Namun, jika si Kecil yang biasanya BAB setiap hari tiba-tiba tidak BAB selama lebih dari 3 hari, Mama patut waspada.
Ini adalah salah satu ciri-ciri bayi sembelit saat MPASI yang paling sering dialami di awal masa perkenalan makanan padat. Jika dibiarkan, sembelit bisa membuat bayi tidak nyaman dan rewel.
Tips penanganan: Berikan pijatan lembut di perut bayi dengan gerakan melingkar searah jarum jam di area sekitar pusar. Ini bisa membantu memperlancar pergerakan kotoran di dalam usus besar.
Kapan ke Dokter? Jika bayi tidak BAB selama lebih dari 5 hari dan perutnya terlihat sangat buncit, jangan menunggu lebih lama lagi untuk memeriksakannya.
Artikel lainnya: Kenali Masalah Pencernaan Bayi dan Cara Menanganinya
4. Bayi menangis atau rewel saat ingin BAB
Sembelit bisa menyebabkan rasa nyeri yang hebat. Jika si Kecil tiba-tiba menangis kencang dan terlihat sangat gelisah setiap kali ingin BAB, itu tanda ia merasa sakit.
Bayi juga bisa melengkungkan punggung karena tidak nyaman. Rasa sakit ini terjadi karena feses yang keras meregangkan dinding anus.
Tips penanganan: Mama bisa memandikan si Kecil dengan air hangat. Air hangat membantu mengendurkan otot-otot tubuh dan membuat bayi lebih rileks sehingga tekanan di perut sedikit berkurang.
Kapan ke Dokter? Jika setiap kali akan BAB si Kecil selalu histeris dan tidak bisa ditenangkan, dokter mungkin perlu memberikan obat pelunak feses yang aman untuk bayi.
5. Perut bayi terasa keras dan begah
Coba Mama raba bagian perut bawah si Kecil. Perut bayi yang sehat biasanya terasa empuk. Jika perutnya terasa keras, tegang, dan si Kecil sering buang angin (kentut) dengan bau yang sangat tajam, kemungkinan besar ada tumpukan kotoran yang tersumbat di dalam.
Tips penanganan: Gunakan dua jari Mama untuk membentuk huruf I, L, dan U terbalik di perut si Kecil. Pijatan ini efektif membantu mengeluarkan gas dan mendorong sisa makanan ke arah pembuangan.
6. Muncul bercak darah pada permukaan feses
Ini adalah ciri bayi sembelit MPASI yang sering membuat Mama panik. Darah biasanya berasal dari luka kecil di pinggiran anus (fisura ani) karena feses yang keras dan besar.
Jika ada darah, itu menandakan sembelit sudah cukup serius. Mama perlu segera memperhatikan pola BAB si Kecil dan mencari cara mengatasinya.
Tips penanganan: Oleskan sedikit petroleum jelly di area luar anus bayi untuk membantu melumasi agar kotoran lebih mudah keluar dan tidak menambah luka.
Kapan ke Dokter?Wajib segera ke dokter. Jika sudah ada darah pada feses, jangan memberikan obat apa pun tanpa resep dokter untuk menghindari iritasi lebih lanjut.
7. Penurunan nafsu makan secara tiba-tiba
Bayi yang mengalami sembelit sering kali menolak makan. Hal ini wajar karena perutnya terasa penuh dan tidak nyaman.
Jika si Kecil yang biasanya lahap tiba-tiba menutup mulut rapat-rapat saat melihat sendok, bisa jadi perutnya sedang bermasalah. Mama perlu memantau apakah ia juga terlihat kembung atau rewel setelah makan.
Tips penanganan: Jangan paksa bayi makan dalam porsi besar. Berikan porsi kecil tapi lebih sering. Berikan makanan yang lebih cair (encer) agar lebih mudah dicerna oleh perutnya.
Artikel lainnya: Si Kecil Susah BAB Setelah MPASI? Ini Penyebab & Solusinya
Jika muncul tanda bayi sembelit MPASI, Mama perlu mengevaluasi menu MPASI si Kecil. Coba ganti karbohidrat seperti nasi putih atau pisang dengan oatmeal atau gandum utuh yang lebih tinggi serat.
Tambahkan lemak sehat seperti minyak zaitun atau santan untuk membantu melancarkan pencernaan. Sementara itu, batasi dulu produk susu seperti keju atau yogurt karena bisa memperparah sembelit pada beberapa bayi.
Ciri bayi sembelit MPASI bisa dikenali dari feses keras, mengejan kuat, BAB jarang, rewel saat BAB, perut kembung, atau bahkan ada darah. Jika gejala muncul, segera evaluasi menu MPASI dan tingkatkan serat serta cairan. Bila kondisi berlangsung lama atau bayi terlihat sangat kesakitan, segera konsultasikan ke dokter.
Punya pertanyaan lain atau ingin berbagi tips seputar MPASI? Yuk, gabung dan tanya-tanya langsung di Komunitas Hallobumil. Mama juga bisa memantau tumbuh kembang si Kecil dengan lebih praktis download Aplikasi Hallobumil.
Selain dapat berbagai panduan kesehatan yang lengkap dan terpercaya, Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
