:strip_icc():format(webp)/hb-article/YHoiUi5OW2tX2Uab55iam/original/76dr1e08mq364ltsir3w0mw1nkg8yyal.png)
Melihat Si Kecil mengejan saat BAB sering kali membuat Mama khawatir. Tidak jarang Si Kecil tampak memerah, mengangkat kaki, mengerutkan wajah, bahkan menangis saat berusaha mengeluarkan feses.
Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada Si Kecil baru lahir hingga usia beberapa bulan. Namun, banyak orang tua yang bertanya-tanya, kenapa Si Kecil mengejan saat BAB dan apakah kondisi tersebut berbahaya?
Pada sebagian besar kasus, Si Kecil sering mengejan karena sistem pencernaan dan koordinasi otot tubuhnya masih dalam tahap perkembangan.
Akan tetapi, ada juga kondisi tertentu yang membuat Si Kecil kesulitan BAB sehingga membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memahami penyebab, tanda yang normal maupun tidak normal, serta cara mengatasi Si Kecil mengejan saat BAB dengan tepat.
Artikel lainnya: Si Kecil Susah BAB Setelah MPASI? Ini Penyebab & Solusinya
Penyebab Si Kecil Mengejan Saat BAB
Sebelum panik, Mama perlu mengetahui bahwa mengejan merupakan bagian dari proses belajar tubuh Si Kecil untuk mengeluarkan feses. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.
Sistem pencernaan masih belum matang
Pada Si Kecil baru lahir, saluran cerna dan koordinasi antara otot perut serta otot dasar panggul belum bekerja sempurna. Akibatnya, Si Kecil perlu mengejan lebih keras untuk mengeluarkan feses meskipun teksturnya masih lunak.
Kondisi ini dikenal sebagai infant dyschezia atau gangguan koordinasi BAB pada Si Kecil. Biasanya akan membaik dengan sendirinya seiring pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.
Artikel lainnya: Hubungan Kesehatan Usus dan Imunitas Anak: 70% Sistem Imun
Bayi sedang belajar mengoordinasikan otot tubuh
Untuk BAB dengan lancar, tubuh perlu mengoordinasikan otot perut dan otot anus secara bersamaan. Pada Si Kecil, kemampuan ini belum berkembang sempurna sehingga mereka sering mengejan cukup lama sebelum berhasil mengeluarkan feses.
Meski terlihat kesulitan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya selama feses yang keluar tetap lunak dan Si Kecil tampak sehat setelah BAB.
Adanya gas berlebih di perut
Gas yang terjebak dalam saluran cerna dapat menyebabkan perut terasa penuh dan tidak nyaman. Ketidaknyamanan ini membuat Si Kecil lebih sering mengejan karena berusaha mengeluarkan gas maupun feses.
Gas berlebih bisa berasal dari udara yang tertelan saat menyusu, menangis terlalu lama, atau perubahan pola makan pada Si Kecil yang sudah mulai MPASI.
Sembelit pada bayi
Salah satu alasan yang sering dicurigai ketika Si Kecil sering mengejan adalah sembelit. Kondisi ini terjadi ketika feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.
Pada Si Kecil yang mengalami sembelit, frekuensi BAB biasanya berkurang dan feses tampak keras, kering, atau berbentuk bulatan kecil. Hal ini berbeda dengan infantdyschezia yang fesesnya tetap lunak.
Artikel lainnya: Ciri-Ciri Bayi Sembelit saat MPASI yang Perlu Dikenali
Perubahan pola makan atau MPASI
Ketika Si Kecil mulai mengenal makanan pendamping ASI, sistem pencernaannya perlu beradaptasi dengan tekstur dan jenis makanan baru.
Masa transisi ini dapat membuat BAB menjadi lebih padat sehingga Si Kecil membutuhkan usaha lebih besar untuk mengeluarkannya.
Pemberian makanan rendah serat atau kurang cairan juga dapat meningkatkan risiko sembelit dan membuat Si Kecil lebih sering mengejan saat BAB.
Sensitivitas atau alergi terhadap makanan tertentu
Pada beberapa Si Kecil, alergi protein susu sapi atau sensitivitas terhadap makanan tertentu dapat memengaruhi sistem pencernaan. Selain mengejan, Si Kecil mungkin mengalami perut kembung, rewel, diare, atau justru sembelit.
Jika gejala muncul berulang setelah mengonsumsi makanan tertentu, konsultasikan dengan dokter anak untuk memastikan penyebabnya.
Artikel lainnya: Si Kecil Sembelit saat MPASI, Ini Cara Mengatasinya
Perbedaan Mengejan Normal dan Tidak Normal pada Si Kecil
Mengejan pada Si Kecil tidak selalu menandakan adanya masalah. Mama perlu mengenali perbedaan antara kondisi yang masih normal dan yang perlu diwaspadai.
Mengejan masih dianggap normal apabila Si Kecil tampak memerah selama beberapa menit sebelum BAB, tetapi feses yang keluar tetap lunak, berwarna normal, dan Si Kecil kembali tenang setelahnya. Bayi juga tetap aktif, menyusu dengan baik, dan berat badannya bertambah sesuai usia.
Sebaliknya, kondisi perlu mendapat perhatian jika Si Kecil mengejan terus-menerus namun tidak bisa BAB, feses sangat keras, terdapat darah pada feses, perut tampak membesar, muntah, atau berat badan anak sulit naik.
Gejala-gejala tersebut dapat mengarah pada sembelit berat atau gangguan pencernaan lainnya yang memerlukan pemeriksaan dokter.
Artikel lainnya: 6 Warna Feses Bayi dan Artinya agar Mama Tidak Panik
Cara Aman Membantu Si Kecil yang Mengejan Saat BAB
Jika Si Kecil tampak kesulitan BAB, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Mama lakukan untuk membantu mengurangi ketidaknyamanannya.
Posisi yang tepat untuk melancarkan BAB Si Kecil
Posisi tubuh dapat membantu mempermudah pengeluaran feses. Mama dapat menggendong Si Kecil dalam posisi lutut sedikit menekuk ke arah perut atau melakukan gerakan seperti mengayuh sepeda pada kedua kaki Si Kecil.
Gerakan ini membantu meningkatkan tekanan alami pada perut dan merangsang pergerakan usus sehingga BAB menjadi lebih lancar.
Pijat perut Si Kecil
Pijat lembut pada area perut dapat membantu meredakan kembung dan memperlancar gerakan usus. Lakukan pijatan searah jarum jam menggunakan ujung jari dengan tekanan yang lembut.
Mama juga dapat mengombinasikannya dengan tummy time sesuai usia Si Kecil untuk membantu mengeluarkan gas yang terperangkap dalam saluran cerna.
Artikel lainnya: Manfaat Pijat Bayi untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang
Kapan Mama Harus Membawa Si Kecil ke Dokter?
Meski sebagian besar kasus tidak berbahaya, ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan. Segera konsultasikan ke dokter apabila Si Kecil:
- Tidak BAB selama beberapa hari disertai feses keras.
- Mengalami muntah berulang.
- Perut tampak membuncit dan keras.
- Terdapat darah pada feses.
- Menangis terus-menerus saat BAB.
- Berat badan tidak bertambah dengan baik.
- Demam atau tampak sangat lemas.
Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut hanya sembelit biasa atau berkaitan dengan kondisi medis tertentu yang memerlukan penanganan khusus.
Sedang memantau tumbuh kembang dan kesehatan Si Kecil setiap hari? Yuk, download dan daftar di aplikasi HalloBumil untuk mendapatkan berbagai artikel kesehatan, panduan parenting, serta informasi terpercaya yang membantu Mama menghadapi berbagai tantangan dalam merawat buah hati.
Jika ingin berbagi pengalaman tentang Si Kecil sering mengejan atau bertanya langsung kepada sesama orang tua, Mama juga bisa bergabung ke komunitas WhatsApp HalloBumil. Di sana, Mama dapat bertukar cerita dan mendapatkan dukungan dari banyak orang tua lainnya.
Agar semakin siap menghadapi berbagai fase tumbuh kembang anak, ikuti juga berbagai event HalloBumil yang menghadirkan edukasi dari para ahli, tips parenting, hingga kesempatan berdiskusi langsung mengenai kesehatan Mama dan anak.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
