loading

Berat Badan Anak Susah Naik? Ini Penyebab dan Solusinya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Berat badan anak susah naik bisa bikin Mama khawatir. Yuk, cari tahu penyebabnya dan tips efektif untuk membantu menaikkan berat badan si Kecil secara sehat dan sesuai tahapan tumbuh kembangnya.
berat-badan-anak-susah-naik-ini-penyebab-dan-solusinya

Berat badan anak dapat menjadi salah satu indikator yang membantu Mama memantau pertumbuhan Si Kecil dari waktu ke waktu.

Penyebab BB anak susah naik padahal makan banyak tidak selalu berkaitan dengan jumlah makanan karena kebutuhan energi, kualitas asupan, pola makan, dan kondisi kesehatan juga dapat berpengaruh.

Pemantauan melalui grafik pertumbuhan membantu Mama mengetahui apakah berat badan Si Kecil mengikuti pola pertumbuhan yang sesuai.

Apa Penyebab BB Anak Susah Naik Padahal Makan Banyak?

Mama mungkin bertanya, “kenapa BB anak susah naik?” meski Si Kecil terlihat memiliki nafsu makan yang baik. Kondisi ini dapat dipengaruhi berbagai faktor sehingga penilaiannya perlu melihat pola makan, pertumbuhan, kondisi kesehatan, serta perkembangan anak secara keseluruhan.

1. Kebutuhan energi anak lebih tinggi

Setiap anak memiliki kebutuhan energi yang berbeda sesuai usia, ukuran tubuh, aktivitas, dan tahap pertumbuhannya. Anak yang sangat aktif dapat membutuhkan asupan energi lebih banyak untuk menunjang aktivitas sekaligus pertumbuhan.

Jumlah makanan yang terlihat banyak belum tentu memenuhi kebutuhan energi Si Kecil. Komposisi makanan juga perlu diperhatikan agar asupan energi dan zat gizi sesuai kebutuhan.

2. Makanan yang dikonsumsi kurang padat energi

Porsi makanan yang besar belum tentu memiliki kandungan energi yang tinggi. Anak dapat mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup banyak, tetapi kebutuhan kalorinya belum tentu terpenuhi jika makanan yang dipilih memiliki kepadatan energi rendah.

Mama dapat berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan pilihan makanan padat energi untuk anak kurus sesuai usia dan kondisi Si Kecil.

AAP dan layanan kesehatan anak NHS juga menempatkan peningkatan asupan energi sebagai salah satu pendekatan yang dapat digunakan setelah penyebab pertumbuhan yang lambat dievaluasi.

3. Pola makan kurang teratur

Jadwal makan yang berubah-ubah dapat membuat kesempatan makan Si Kecil tidak konsisten. Anak juga dapat lebih mudah kenyang jika terlalu sering mengonsumsi minuman atau camilan sebelum waktu makan utama.

Rutinitas makan yang teratur membantu Mama memantau asupan harian secara lebih mudah. Pola makan tetap perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.

Artikel lainnya: Feeding Rules buat Atasi Susah Makan pada Si Kecil

4. Kesulitan makan atau feeding difficulties

Sebagian anak mengalami kesulitan mengunyah, menelan, menerima tekstur makanan tertentu, atau mempertahankan perhatian saat makan. Kondisi tersebut dapat membuat asupan yang masuk lebih sedikit daripada yang terlihat.

AAP menyebutkan bahwa evaluasi masalah berat badan dapat mencakup riwayat pemberian makan dan, pada kondisi tertentu, terapi untuk masalah makan.

5. Nafsu makan berubah

Nafsu makan anak dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Anak juga dapat makan lebih sedikit pada periode tertentu, terutama ketika rutinitas harian atau kondisi tubuh berubah.

Mama dapat mengamati pola makan selama beberapa hari daripada menilai asupan hanya berdasarkan satu kali makan. Catatan tersebut dapat membantu dokter atau ahli gizi melihat gambaran pola makan Si Kecil secara lebih jelas.

Artikel lainnya: Rekomendasi Vitamin Penambah Nafsu Makan untuk Anak yang Aman

6. Gangguan penyerapan nutrisi

Asupan makanan yang cukup belum tentu menghasilkan pertambahan berat badan yang optimal apabila tubuh mengalami gangguan dalam menyerap nutrisi. Kondisi pada saluran pencernaan tertentu dapat memengaruhi proses pencernaan dan penyerapan.

Keluhan seperti diare yang berlangsung lama, muntah berulang, atau perubahan pola BAB perlu disampaikan kepada dokter. Pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan jika terdapat tanda yang mengarah pada masalah penyerapan.

7. Kondisi kesehatan tertentu

Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi nafsu makan, kebutuhan energi, pencernaan, atau pertumbuhan anak. Penyakit yang berlangsung lama juga dapat membuat kebutuhan energi tubuh meningkat.

Dokter akan menilai riwayat kesehatan dan pertumbuhan Si Kecil untuk mencari faktor yang mungkin berperan. Pemeriksaan tambahan tidak selalu diperlukan dan biasanya disesuaikan dengan hasil evaluasi.

8. Alergi atau intoleransi makanan

Alergi atau intoleransi makanan tertentu dapat memengaruhi pilihan makanan dan kenyamanan Si Kecil saat makan. Gejala pada saluran pencernaan juga dapat membuat asupan anak berubah.

Mama sebaiknya tidak menghilangkan kelompok makanan tertentu secara mandiri. Konsultasi bersama dokter membantu memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi apabila anak memang perlu menghindari makanan tertentu.

banner

Artikel lainnya: BB Anak Stuck Karena Alergi? Ini Penyebab dan Solusinya

9. Anak sedang mengalami perubahan pola pertumbuhan

Pertumbuhan anak tidak selalu berlangsung pada kecepatan yang sama setiap waktu. Ada periode ketika berat badan bertambah lebih cepat dan ada pula periode ketika pertambahannya lebih lambat.

Penilaian pertumbuhan perlu melihat kecenderungan dari waktu ke waktu. WHO menyediakan grafik berat badan menurut usia, berat badan menurut panjang atau tinggi badan, serta indikator pertumbuhan lainnya untuk membantu pemantauan anak.

10. Asupan yang terlihat banyak belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi

Mama mungkin melihat Si Kecil makan beberapa kali dalam sehari, tetapi jenis makanan yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan. Tubuh membutuhkan energi, protein, lemak, vitamin, mineral, dan zat gizi lain untuk mendukung pertumbuhan.

Pola makan seimbang lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah makanan. Pemilihan makanan yang kaya nutrisi membantu memenuhi kebutuhan Si Kecil secara lebih menyeluruh.

Artikel lainnya: Menu Makanan Sehat Harian untuk Balita

Apa Tanda Anak Memiliki Berat Badan yang Tidak Sesuai?

Berat badan anak sebaiknya dinilai melalui grafik pertumbuhan, bukan hanya dibandingkan dengan anak lain seusianya. WHO menggunakan beberapa indikator pertumbuhan yang membantu melihat hubungan berat badan dengan usia serta panjang atau tinggi badan.

Beberapa hal yang dapat Mama perhatikan meliputi:

  • Berat badan tidak bertambah sesuai pola pertumbuhan sebelumnya.
  • Berat badan mengalami penurunan.
  • Pertumbuhan panjang atau tinggi badan ikut mengalami perlambatan.
  • Nafsu makan berubah secara menetap.
  • Anak mengalami kesulitan makan atau menelan.
  • Anak sering mengalami muntah atau diare.
  • Anak tampak kurang berenergi atau lebih mudah lelah.
  • Perkembangan anak turut mengalami perubahan yang membuat Mama khawatir.

Istilah tanda anak kurang gizi sebaiknya tidak digunakan hanya berdasarkan tubuh yang terlihat kecil. Status gizi perlu dinilai melalui pengukuran pertumbuhan dan kondisi klinis anak secara menyeluruh.

Artikel lainnya: Tahapan Tumbuh Kembang Anak Usia 1 hingga 3 Tahun

Bagaimana Cara Mengatasi Berat Badan Anak yang Susah Naik?

Penanganan berat badan yang sulit naik perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Mama dapat menerapkan cara menaikkan berat badan anak yang berfokus pada pemenuhan energi dan nutrisi sesuai kebutuhan Si Kecil.

AAP merekomendasikan pendekatan yang melihat kondisi anak secara menyeluruh, termasuk riwayat pertumbuhan dan pemberian makan. 

Mama dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Pantau berat badan dan tinggi badan secara berkala.
  • Gunakan grafik pertumbuhan WHO sesuai usia dan jenis kelamin.
  • Catat makanan dan minuman yang dikonsumsi Si Kecil selama beberapa hari.
  • Berikan makanan bergizi dalam jadwal yang teratur.
  • Sertakan sumber protein seperti telur, ikan, ayam, daging, atau pilihan lain sesuai usia.
  • Tambahkan sumber lemak sehat sesuai kebutuhan anak.
  • Pilih makanan yang memiliki kepadatan energi dan zat gizi yang baik.
  • Berikan camilan bergizi sesuai jadwal makan anak.
  • Ciptakan suasana makan yang nyaman dan minim distraksi.
  • Hindari memaksa Si Kecil menghabiskan makanan.
  • Konsultasikan menu kepada dokter atau ahli gizi jika berat badan terus sulit bertambah.

NHS juga merekomendasikan peningkatan energi melalui makanan untuk anak tertentu yang membutuhkan dukungan kenaikan berat badan, tetapi kebutuhan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi anak.

Artikel lainnya: Cara Lengkapi Kebutuhan Nutrisi Si Kecil di Masa Tumbuh Kembang

Kapan Harus Khawatir dan Membawa Anak ke Dokter?

Mama sebaiknya berkonsultasi ketika berat badan Si Kecil tidak mengikuti pola pertumbuhan sebelumnya atau terdapat keluhan lain yang menyertai.

Kondisi seperti berat badan anak tidak naik 2 bulan tidak otomatis menunjukkan masalah tertentu karena interpretasinya bergantung pada usia, pola pertumbuhan sebelumnya, dan hasil pengukuran lainnya.

Segera jadwalkan konsultasi jika Mama melihat:

  • Berat badan terus menurun.
  • Berat badan tidak bertambah sesuai kurva pertumbuhan.
  • Anak mengalami kesulitan makan atau menelan secara terus-menerus.
  • Muntah atau diare terjadi berulang.
  • Anak tampak kurang bertenaga atau mudah lelah.
  • Pertumbuhan tinggi badan ikut melambat.
  • Ada perubahan perkembangan yang turut membuat Mama khawatir.

Dokter dapat mengevaluasi berat badan, panjang atau tinggi badan, riwayat pertumbuhan, pola makan, serta kondisi kesehatan Si Kecil.

AAP menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan lain tidak selalu diperlukan dan biasanya dipertimbangkan jika terdapat tanda kondisi tertentu atau pertumbuhan tetap tidak optimal setelah intervensi yang sesuai.

Berat badan yang sulit bertambah perlu dilihat sebagai bagian dari gambaran pertumbuhan anak secara keseluruhan. Mama tidak perlu berfokus pada angka timbangan saja karena pola pertumbuhan, asupan nutrisi, aktivitas, dan kondisi kesehatan juga ikut menentukan penilaiannya.

Yuk, unduh aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun Mama untuk membantu Mama memantau tumbuh kembang dan mendapatkan informasi seputar kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Mama juga dapat bergabung dengan komunitas Hallobumil dan mengikuti event edukatif untuk mendapatkan informasi serta berbagi pengalaman bersama Mama lainnya.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
1
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image