Jantung Berdebar Saat Hamil? Apa Normal atau Berbahaya?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/DoYEUyZAYZ15Fy_OLsx4R/original/722week-94-jantung-berdebar-kencang-saat-hamil-bahayakah.jpg)
Jantung berdebar saat hamil adalah keluhan yang cukup sering dialami oleh ibu hamil, terutama saat memasuki trimester kedua dan trimester ketiga.
Kondisi ini sering digambarkan sebagai detak jantung cepat saat hamil, jantung terasa berdegup kencang, atau seperti “loncat” tiba-tiba.
Dalam dunia medis, keluhan ini dikenal sebagai palpitasi jantung ibu hamil. Pada sebagian besar kasus, jantung berdebar saat hamil bersifat normal dan berhubungan dengan perubahan fisiologis tubuh.
Namun, ada pula kondisi tertentu yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda bahaya jantung berdebar hamil yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Artikel lainnya: 15 Keluhan Ibu Hamil pada Trimester Kedua
Penyebab Jantung Berdebar saat Hamil
Berbagai perubahan yang terjadi selama kehamilan dapat memicu jantung bekerja lebih keras. Berikut beberapa penyebab jantung berdebar saat hamil yang paling umum:
1. Peningkatan volume darah
Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh Mama meningkat hingga sekitar 30–50 persen untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang berkembang.
Peningkatan ini membuat jantung harus memompa darah lebih banyak dan lebih cepat, sehingga detak jantung meningkat dan terasa berdebar. Kondisi ini merupakan adaptasi alami tubuh ibu hamil dan umumnya tidak berbahaya.
2. Perubahan hormon
Lonjakan hormon kehamilan, terutama progesteron, dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Hormon ini menyebabkan pembuluh darah melebar, tekanan darah menurun, dan jantung merespons dengan berdetak lebih cepat.
Akibatnya, ibu hamil bisa merasakan palpitasi jantung ibu hamil, terutama saat beraktivitas atau setelah berdiri terlalu cepat.
3. Konsumsi kafein berlebihan
Minuman berkafein seperti kopi, teh, cokelat, dan minuman energi dapat merangsang sistem saraf dan meningkatkan detak jantung.
Jika dikonsumsi berlebihan selama kehamilan, kafein dapat memperparah detak jantung cepat saat hamil dan memicu rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan membatasi asupan kafein sesuai anjuran medis.
4. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan volume darah menurun, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Dehidrasi pada ibu hamil juga sering disertai pusing, lemas, dan jantung berdebar. Kondisi ini cukup sering terjadi pada ibu hamil yang mengalami mual muntah berlebihan.
5. Kelelahan atau kurang tidur
Perubahan pola tidur, sering terbangun di malam hari, serta kelelahan fisik dan emosional dapat memicu palpitasi jantung ibu hamil.
Tubuh yang kurang istirahat cenderung lebih sensitif terhadap perubahan hormonal dan stres, sehingga detak jantung menjadi tidak teratur.
Artikel lainnya: Tips Mengatasi Penyakit yang Sering Menyertai Ibu Hamil
Gejala Jantung Berdebar saat Hamil
Gejala jantung berdebar saat hamil dapat dirasakan berbeda-beda oleh setiap Mama. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain jantung terasa berdetak lebih cepat atau kuat dari biasanya, sensasi berdebar di dada atau leher, pusing, lemas, hingga rasa cemas.
Pada beberapa kasus, jantung berdebar dapat disertai sesak napas saat hamil, terutama setelah aktivitas ringan atau saat berbaring telentang.
Jika disertai nyeri dada, pingsan, atau napas terasa sangat berat, kondisi ini perlu segera diperiksa karena bisa menjadi tanda bahaya jantung berdebar hamil.
Cara Meredakan Jantung Berdebar
Sebagian besar kasus jantung berdebar saat hamil dapat diredakan dengan perubahan gaya hidup sederhana dan aman.
1. Istirahat dan relaksasi
Luangkan waktu untuk beristirahat dan hindari aktivitas berlebihan. Teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, yoga prenatal, atau meditasi ringan dapat membantu menenangkan sistem saraf dan menstabilkan detak jantung.
Posisi miring ke kiri juga dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi keluhan berdebar.
Artikel lainnya: Posisi Tidur yang Aman dan Nyaman Saat Hamil
2. Konsumsi air yang cukup
Memenuhi kebutuhan cairan harian sangat penting untuk mencegah dehidrasi dan menjaga volume darah tetap stabil.
Ibu hamil disarankan minum air putih secara rutin, terutama setelah beraktivitas atau saat cuaca panas. Cairan yang cukup membantu jantung bekerja lebih efisien dan mengurangi risiko palpitasi.
3. Batasi kafein
Mengurangi atau membatasi konsumsi kafein dapat membantu menurunkan frekuensi detak jantung cepat saat hamil. Pilih minuman bebas kafein dan perhatikan kandungan kafein tersembunyi pada makanan atau minuman kemasan.
Artikel lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi? Ini Kata Medis
Kapan Harus Segera ke Dokter atau Rumah Sakit?
Meskipun sering kali normal, ibu hamil perlu waspada jika jantung berdebar terjadi sangat sering, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti nyeri dada, pingsan, sesak napas saat hamil yang berat, atau pembengkakan ekstrem.
Kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi, atau anemia. Anemia ibu hamil dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga memicu palpitasi.
Jika dokter mencurigai penyebab tertentu, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan keamanan Mama dan janin.
Untuk mendampingi perjalanan kehamilan Mama agar tetap nyaman dan aman, unduh aplikasi Hallobumil sekarang dan dapatkan berbagai informasi kesehatan terpercaya dan manfaatkan health tools hitung HPL (Hari Perkiraan Lahir)di Hallobumil.
Ingin berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari sesama Mama? Gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp dan rasakan hangatnya diskusi seputar kehamilan bersama para ahli dan Mama lainnya.
Jangan lewatkan kesempatan menambah wawasan dengan mengikuti berbagai event Hallobumil, mulai dari kelas kehamilan hingga edukasi kesehatan Mama dan bayi bersama tenaga profesional.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
