Artikel/Kehamilan/Water Birth: Manfaat, Risiko, dan Syarat Melahirkan di Air

Water Birth: Manfaat, Risiko, dan Syarat Melahirkan di Air

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 08 Januari 2026
Ditinjau oleh dr. Junita Tarigan
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Water birth menawarkan pengalaman melahirkan yang lebih rileks dan alami. Namun, metode ini tidak untuk semua orang. Kenali manfaat, syarat, dan risikonya sebelum Mama memutuskan.
menimbang-manfaat-dan-risiko-water-birth

Metode persalinan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran ibu hamil akan kenyamanan dan pengalaman melahirkan yang lebih positif.

Salah satu metode yang belakangan ini cukup banyak dibicarakan adalah persalinan di airatau yang dikenal dengan istilah water birth.

Lalu sebenarnya apa itu water birth, bagaimana prosedurnya, serta Mama saja manfaat dan risikonya? Mari ketahui jawabannya agar Mama dapat mengambil keputusan yang tepat dan aman.

Apa Itu Water Birth?

Water birth adalah metode persalinan di mana Mama melahirkan bayi di dalam kolam atau bak berisi air hangat dengan suhu terkontrol.

Air hangat dipercaya dapat membantu Mama merasa lebih rileks, mengurangi nyeri, serta menciptakan suasana persalinan yang lebih tenang dan alami.

Dalam praktiknya, water birth umumnya dilakukan pada Mama dengan kehamilan risiko rendah dan di bawah pengawasan tenaga medis terlatih.

Metode ini bukan sekadar tren, tetapi telah digunakan di berbagai negara sebagai alternatif persalinan normal konvensional.

Bagaimana Prosedur Water Birth?

Prosedurwater birth dimulai sejak Mama memasuki fase persalinan aktif. Nantinya, Mama akan masuk ke kolam berisi air hangat dengan suhu sekitar 36–37°C.

Selama berada di dalam air, Mama dapat memilih posisi yang paling nyaman seperti duduk, berlutut, atau setengah jongkok.

Tenaga medis akan memantau denyut jantung janin, tekanan darah Mama, serta perkembangan pembukaan serviks.

Saat bayi lahir, bayi akan segera diangkat ke permukaan air untuk bernapas, kemudian dilakukan pemeriksaan awal seperti pada persalinan biasa.

Setelah bayi lahir, ada dua opsi yang bisa dilakukan, yaitu Mama tetap berada di dalam air untuk melahirkan plasenta atau keluar dari kolam untuk tahap selanjutnya, tergantung kondisi medis Mama dan bayi.

Manfaat Water Birth

Water birth dikenal sebagai salah satu metode persalinan yang mengutamakan kenyamanan Mama selama proses melahirkan. Ini dia sejumlah manfaat melakukan prosedur water birth:

1. Mama lebih relaks & minim nyeri

Salah satu manfaat water birth yang paling dirasakan adalah efek relaksasi dari air hangat. Air membantu mengurangi ketegangan otot, meningkatkan pelepasan hormon endorfin, serta menurunkan persepsi nyeri selama kontraksi.

Mengutip dari Healthline, banyak Mama melaporkan kebutuhan obat pereda nyeri menjadi lebih sedikit.

2. Transisi lahir yang lebih lembut untuk bayi

Bagi bayi, persalinan di air dianggap memberikan transisi yang lebih lembut dari lingkungan rahim ke dunia luar. Bayi tidak langsung terpapar udara, cahaya, dan suara yang drastis sehingga proses adaptasi berlangsung lebih tenang.

3. Proses persalinan lebih singkat

Berdasarkan penelitian dari National Institute of Health, waterbirth dapat membantu mempercepat fase persalinan aktif.

Air hangat meningkatkan elastisitas jaringan perineum dan membantu serviks membuka lebih efektif, sehingga proses persalinan bisa berlangsung lebih singkat.

Potensi Risiko dan Bahaya Medis Water Birth

Meski memiliki banyak manfaat, risiko water birth tetap perlu dipertimbangkan secara serius. Berikut beberapa risiko melakukan persalinan water birth:

1. Risiko infeksi

Air yang tidak steril atau prosedur kebersihan yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko infeksi pada Mama maupun bayi. Oleh karena itu, water birth harus dilakukan di fasilitas kesehatan yang memenuhi standar medis ketat.

2. Aspirasi air oleh bayi

Meski jarang terjadi, terdapat risiko bayi menghirup air saat lahir, terutama jika refleks napas bayi terganggu. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan memerlukan penanganan medis segera.

3. Robeknya tali pusar

Penanganan bayi di dalam air memiliki risiko robeknya tali pusar jika bayi diangkat terlalu cepat atau tidak hati-hati. Hal ini bisa menyebabkan perdarahan pada bayi dan memerlukan tindakan medis segera.

4. Hambatan intervensi cepat ketika komplikasi terjadi

Jika terjadi kondisi darurat seperti perdarahan hebat atau gawat janin, proses evakuasi dari kolam membutuhkan waktu tambahan. Inilah sebabnya water birth tidak direkomendasikan untuk kehamilan berisiko tinggi.

Kriteria Ibu Hamil yang Cocok untuk Water Birth

Tidak semua ibu hamil memenuhi kriteria water birth. Metode ini umumnya direkomendasikan untuk Mama dengan kehamilan cukup bulan, posisi janin normal, tidak memiliki penyakit kronis, serta tidak mengalami komplikasi seperti preeklamsia atau diabetes gestasional yang tidak terkontrol.

Mama juga perlu menjalani pemeriksaan menyeluruh dan mendapatkan persetujuan dokter atau bidan sebelum memilih metode ini.

Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Water Birth

Sebelum memutuskan persalinan di air, Mama perlu mempertimbangkan kesiapan fasilitas, pengalaman tenaga medis, kondisi kesehatan pribadi, serta rencana cadangan jika harus beralih ke persalinan konvensional.

Diskusi terbuka dengan dokter kandungan sangat penting agar keputusan yang diambil benar-benar aman dan sesuai kebutuhan Mama dan bayi.

Berapa Biaya Metode Melahirkan Water Birth?

Pada dasarnya, biaya water birth di Indonesia bervariasi tergantung fasilitas dan layanan yang diberikan. Secara umum, kisarannya berada di angka Rp15 juta hingga Rp30 juta, bahkan bisa lebih tinggi di rumah sakit atau klinik bersalin premium.

Biaya ini biasanya mencakup penggunaan kolam khusus, tenaga medis, serta perawatan persalinan. Pastikan Mama konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau bidan, ya!

Untuk mempersiapkan persalinan dengan lebih matang, Mama bisa download aplikasi Hallobumil dan akses health tools Hitung HPL (Hari Perkiraan Lahir).

Jangan lupa, gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp agar Mama tidak merasa sendirian selama kehamilan. Ikuti berbagai event Hallobumil bersama ribuan Mama lainnya yang siap menemani perjalanan kehamilan hingga persalinan.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
3
11
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
A

sudah mau jalan 39 mnggu tpi gak ada rasa apa 2

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, untuk merangsang kontraksi bisa dengan senam hamil, jalan kaki santai, gymball, naik turun tangga, hubungan intim sama suami, tetep afirmasi positif terus ke Si Kecil ya Ma. :) ^sr

  • 0
Rosdiyanah

Udh mau masuk 39minggu tpi belum ngerasain apa" huh

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, untuk merangsang kontraksi bisa dengan senam hamil, jalan kaki santai, gymball, naik turun tangga, hubungan intim sama suami, tetep afirmasi positif terus ke Si Kecil ya Ma. :) ^sr

  • 0
S

sekrang sayah udah kersa kesakitan pinggul sakit

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, nyeri pada panggul tersebut dapat disebabkan oleh hormon estrogen dan relaksin dalam tubuh meningkat dan semakin besar ukuran rahim jadi menekan bagian bawah tubuh mama sampai kebelakang. :) ^sr

  • 0
Rosdiyanah

Udh mau masuk 39minggu tpi belum ngerasain apa" huh

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, untuk merangsang kontraksi bisa dengan senam hamil, jalan kaki santai, gymball, naik turun tangga, hubungan intim sama suami, tetep afirmasi positif terus ke Si Kecil ya Ma. :) ^sr

  • 0
Dewi Sri handayani

sudah hamil 38minggu Bun udah gasabar nunggu si kecil lahir tampilkan selengkapnya

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, terima kasih atas sharingnya. Semoga Mama dan janin selalu sehat dan dilancarkan dalam persalinannya ya Mama. :) ^sr

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image