Artikel/Kehamilan/Emboli Air Ketuban: Komplikasi Langka tapi Berbahaya Saat Persalinan

Emboli Air Ketuban: Komplikasi Langka tapi Berbahaya Saat Persalinan

Athika Rahma | Diterbitkan pada 22 Januari 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Emboli air ketuban merupakan kondisi darurat saat persalinan yang terjadi ketika cairan ketuban masuk ke aliran darah Mama. Meski jarang, kondisi ini perlu dikenali sejak dini.
emboli-air-ketuban-komplikasi-langka-tapi-berbahaya-saat-persalinan

Emboli air ketuban atau kondisi air ketuban masuk ke aliran darah mungkin masih menjadi komplikasi medis yang terdengar asing dan jarang dibahas. Namun, Mama perlu mengetahuinya agar dapat menjalani kehamilan dengan lebih menenangkan.

Simak apa itu emboli air ketuban, ciri-ciri emboli air ketuban, serta bagaimana penanganan medis dilakukan jika keadaan darurat ini muncul.

Apa Itu Emboli Air Ketuban?

Emboli air ketuban adalah komplikasi kehamilan yang sangat jarang, yang terjadi ketika air ketuban atau zat lain dari dalam kandungan, seperti sel janin, masuk ke aliran darah Mama. Kondisi ini biasanya terjadi saat persalinan, tindakan operasi caesar, atau sesaat setelah melahirkan.

Masuknya air ketuban ke dalam pembuluh darah Mama dapat memicu reaksi tubuh yang sangat kuat dan mendadak. Reaksi ini bisa memengaruhi sistem pernapasan, jantung, serta proses pembekuan darah.

Karena terjadi secara tiba-tiba dan berkembang cepat, emboli air ketuban setelah melahirkan termasuk keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera oleh tim kesehatan.

Seberapa Sering Emboli Air Ketuban Terjadi?

Emboli air ketuban tergolong sangat langka. Berdasarkan data medis internasional, kondisi ini diperkirakan terjadi pada sekitar 1 dari puluhan ribu persalinan. Artinya, sebagian besar ibu hamil tidak akan pernah mengalami kondisi ini.

Karena kejadiannya jarang dan sering sulit dibedakan dari komplikasi persalinan lainnya, angka kejadian pasti dapat berbeda di setiap negara.

Meski demikian, para tenaga medis telah dilatih untuk mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan agar dapat segera memberikan pertolongan bila diperlukan.

Penyebab Emboli Air Ketuban

Hingga saat ini, penyebab pasti emboli air ketuban belum sepenuhnya dipahami. Para ahli meyakini bahwa kondisi ini terjadi ketika terdapat celah atau luka kecil pada pembuluh darah di rahim, sehingga memungkinkan air ketuban masuk ke sirkulasi darah Mama.

Beberapa kondisi yang diduga dapat berkaitan dengan terjadinya emboli air ketuban antara lain:

  • Pecahnya ketuban sebelum atau saat persalinan.
  • Proses persalinan yang sulit atau membutuhkan tindakan medis tertentu.
  • Operasi caesar atau tindakan invasif pada rahim.
  • Masalah pada plasenta, seperti plasenta lepas.
  • Cedera pada rahim saat persalinan.

Perlu Mama ketahui bahwa emboli air ketuban tidak dapat diprediksi dan tidak disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian ibu hamil.

Gejala dan Tanda Emboli Air Ketuban

Gejala emboli air ketuban biasanya muncul secara tiba-tiba dan cepat. Kondisi ini sering terjadi saat persalinan atau beberapa saat setelah bayi lahir.

Beberapa tanda emboli air ketuban saat persalinan yang dapat muncul antara lain:

  • Kesulitan bernapas atau napas terasa sangat sesak.
  • Penurunan tekanan darah secara mendadak.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Penurunan kesadaran atau kebingungan.
  • Perdarahan hebat akibat gangguan pembekuan darah.
  • Perubahan mendadak pada detak jantung janin.

Karena gejalanya berkembang cepat dan berat, kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera di fasilitas kesehatan.

Mengapa Emboli Air Ketuban Berbahaya?

Risiko emboli air ketuban ternyata cukup fatal. Kondisi ini berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan serius pada beberapa sistem tubuh sekaligus. Reaksi tubuh terhadap masuknya air ketuban ke aliran darah dapat memicu gangguan pernapasan, jantung, serta sistem pembekuan darah.

Akibatnya, Mama dapat mengalami kekurangan oksigen, perdarahan hebat, hingga kegagalan fungsi organ jika tidak segera ditangani. Pada janin, kondisi ini juga dapat memengaruhi suplai oksigen sehingga perlu tindakan cepat untuk menjaga keselamatannya.

Meski terdengar mengkhawatirkan, penting untuk diingat bahwa kondisi ini sangat jarang dan tenaga medis selalu siap menangani situasi darurat di ruang persalinan.

Cara Diagnosis Emboli Air Ketuban

Tidak ada pemeriksaan tunggal yang dapat secara langsung memastikan emboli air ketuban. Diagnosis biasanya dilakukan berdasarkan kombinasi gejala klinis dan kondisi yang terjadi secara mendadak, serta dengan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain.

Dokter akan menilai kondisi Mama melalui pemantauan tanda vital, pemeriksaan darah untuk melihat fungsi pembekuan, serta pemeriksaan jantung dan pernapasan. Diagnosis sering kali dibuat secara klinis oleh tim medis berdasarkan pengalaman dan kondisi yang terjadi saat itu.

Cara Penanganan Emboli Air Ketuban

Penanganan emboli air ketuban bersifat darurat dan suportif, artinya fokus utama adalah menjaga fungsi tubuh Mama tetap stabil. Penanganan dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas lengkap, biasanya di ruang perawatan intensif.

Langkah-langkah penanganan dapat meliputi pemberian oksigen, bantuan pernapasan, obat untuk menjaga tekanan darah dan fungsi jantung, serta transfusi darah jika terjadi perdarahan.

Bila kondisi terjadi saat persalinan dan janin masih berada di dalam rahim, tim medis dapat mempertimbangkan tindakan persalinan segera demi keselamatan Mama dan bayi. Setiap penanganan disesuaikan dengan kondisi Mama secara individual.

Bisakah Emboli Air Ketuban Dicegah?

Saat ini, belum ada cara mencegah emboli air ketuban secara pasti karena penyebabnya belum sepenuhnya diketahui dan kejadiannya sulit diprediksi. Namun, perawatan kehamilan dan persalinan yang baik tetap berperan penting.

Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, memilih fasilitas persalinan yang memadai, serta ditangani oleh tenaga medis profesional dapat membantu memastikan bahwa jika kondisi darurat terjadi, penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

Mama perlu segera mendapatkan pertolongan medis apabila selama persalinan atau setelah melahirkan muncul tanda-tanda kegawatdaruratan, seperti:

  • Sesak napas mendadak.
  • Penurunan kesadaran.
  • Perdarahan hebat.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Kondisi Mama atau bayi yang tiba-tiba memburuk.
  • Komplikasi persalinan Mama dan bayi.

Emboli air ketuban merupakan kondisi yang sangat jarang, tetapi penting untuk diketahui sebagai bagian dari edukasi kehamilan.

Pemahaman yang baik justru dapat membantu Mama merasa lebih tenang, karena persalinan akan selalu didampingi oleh tenaga medis yang siap menghadapi berbagai kemungkinan.

Untuk menemani Mama menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan penuh informasi terpercaya, unduh aplikasi Hallobumil, yuk!

Selain itu, Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk saling berbagi pengalaman seputar kehamilan, hingga tips menghadapi perubahan tubuh bersama ibu hamil lainnya.

Agar persiapan persalinan makin matang, jangan lupa manfaatkan health tools hitung HPL di Hallobumil. Dengan perkiraan hari lahir yang akurat, Mama bisa lebih siap secara fisik dan mental.

Yang tak kalah seru, ikuti berbagai event Hallobumil bersama para ahli, mulai dari dokter kandungan hingga dermatolog. Mama bisa bertanya langsung, belajar lebih dalam, dan merasa lebih tenang menjalani masa kehamilan.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image