Artikel/Kehamilan/Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Nastar?

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Nastar?

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 26 Februari 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Nastar jadi camilan favorit saat hari raya. Simak apakah aman untuk ibu hamil, risiko konsumsi gula dan lemak berlebih, serta batas aman agar kesehatan Mama dan janin tetap terjaga.
apakah-ibu-hamil-boleh-makan-nastar

Momen hari raya identik dengan aneka kue kering, salah satunya nastar. Tak jarang, ibu hamil juga tergoda untuk mengonsumsi camilan yang manis dan lembut ini. Namun sebenarnya, bolehkah ibu hamil makan nastar?

Kekhawatiran ini wajar, mengingat selama kehamilan asupan gula dan lemak perlu lebih dikontrol. Meski begitu, ibu hamil makan kue nastar nanas tetap diperbolehkan selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan. 

Risiko Jika Ibu Hamil Makan Nastar Berlebihan

Walau terlihat kecil dan ringan, satu buah nastar ternyata mengandung kalori, gula, dan lemak yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Kenaikan berat badan berlebih

Nastar dibuat dari campuran tepung, gula, mentega, dan kuning telur. Kombinasi ini membuat kalorinya cukup padat. Jika ibu hamil makan nastar dalam jumlah banyak tanpa mengontrol asupan harian, berat badan bisa naik melebihi rekomendasi.

Kenaikan berat badan berlebih saat hamil dikaitkan dengan komplikasi seperti tekanan darah tinggi dan persalinan sulit.

2. Risiko diabetes gestasional

Pertanyaan apakah ibu hamil boleh makan nastar isi nanas sering muncul karena selai nanas mengandung tambahan gula yang cukup tinggi. Kandungan gula tambahan dalam nastar dapat meningkatkan kadar gula darah.

Konsumsi makanan manis berlebihan selama kehamilan berisiko memicu diabetes gestasional, terutama pada Mama dengan faktor risiko seperti obesitas atau riwayat keluarga diabetes. Diabetes gestasional dapat berdampak pada kesehatan Mama dan bayi.

3. Gangguan pencernaan

Beberapa ibu hamil sering mengalami keluhan seperti mual, kembung, atau heartburn karena meningkatnya hormon progesteron.

Nastar untuk ibu hamil dapat memperparah keluhan tersebut karena kandungan lemak dan gula yang cukup tinggi. Tekstur nastar yang rendah serat juga dapat meningkatkan risiko sembelit. 

4. Kelebihan asupan gula harian

Nastar dikenal sebagai kue dengan rasa manis yang berasal dari adonan dan selai nanasnya, sehingga jika ibu hamil makan kue nastar nanas secara berlebihan, asupan gula harian bisa cepat meningkat.

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi gula dibatasi maksimal 50 gram per hari untuk orang dewasa dan konsumsi gula berlebih selama hamil dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Oleh karena itu, jika Mama masih penasaran apakah ibu hamil boleh makan nastar, maka jawabannya adalah boleh asalkan tetap harus memperhitungkan total gula dari makanan lain agar kadar gula darah tetap stabil dan kesehatan Mama serta janin terjaga.

Tips Konsumsi Kue Nastar untuk Ibu Hamil

Agar tetap bisa menikmati camilan favorit tanpa rasa bersalah, berikut beberapa tips aman saat ibu hamil makan nastar.

1. Perhatikan porsi konsumsi

Idealnya, konsumsi nastar dibatasi 1–2 buah saja dalam satu waktu makan, dan tidak setiap hari. Porsi kecil membantu mencegah terjadinya lonjakan gula darah dan kelebihan kalori.

Prinsip makan dalam porsi kecil namun seimbang juga dianjurkan dalam pola makan sehat selama kehamilan.

2. Pilih nastar dengan bahan berkualitas

Jika memungkinkan, pilih atau buat sendiri nastar dengan bahan yang lebih sehat, misalnya mengurangi gula, menggunakan mentega secukupnya, dan memastikan selai nanas matang sempurna.

Selai nanas yang dimasak hingga matang membantu mengurangi risiko kontaminasi bakteri. Keamanan makanan sangat penting selama kehamilan untuk mencegah infeksi.

3. Imbangi dengan makanan bergizi

Setelah mengonsumsi makanan manis, pastikan Mama tetap memenuhi kebutuhan nutrisi utama seperti protein, serat, zat besi, asam folat, dan kalsium.

Jangan sampai camilan manis menggantikan makanan utama yang lebih bergizi. Pola makan seimbang sangat penting untuk pertumbuhan janin yang optimal.

4. Perhatikan kondisi kesehatan pribadi

Bagi Mama dengan diabetes gestasional, prediabetes, atau kelebihan berat badan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi makanan manis.

Setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda, sehingga rekomendasi bisa bervariasi, tergantung tubuh Mama.

5. Jangan jadikan kebiasaan harian

Nastar sebaiknya dianggap sebagai camilan sesekali, bukan konsumsi rutin. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula setiap hari dapat berdampak pada metabolisme tubuh dan kesehatan jangka panjang.

Secara umum, ibu hamil makan nastar tidaklah dilarang. Nastar untuk ibu hamil aman dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan tidak dijadikan kebiasaan harian. Kandungan gula dan lemak yang tinggi menjadi alasan utama mengapa konsumsinya perlu dibatasi.

Kalau masih sering bingung memilih camilan yang aman selama hamil, yuk ikuti event Hallobumil,dari webinar hingga sesi tanya jawab langsungbersama para ahli.

Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk berbagi pengalaman dengan ibu hamil lainnya.

Jangan lupa, manfaatkan fitur Health Tools untuk hitung HPL agar makin siap menyambut kelahiran si kecil. Yuk, langsung download aplikasi Hallobumil sekarang juga untuk mendapatkan semua informasi yang mudah dipahami.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image