Varikokel: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/k1PiX-8zzFGQD7ZPgc0sY/original/g4layuedctffr5hwgjf37vwd4qu94ity.png)
Varikokel mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, tetapi kondisi ini cukup umum terjadi pada pria, terutama pada usia remaja hingga dewasa muda. Meskipun tidak selalu menimbulkan gejala serius, kondisi ini bisa memengaruhi kenyamanan dan kesuburan.
Artikel ini akan membahas varikokel secara lengkap, mulai dari pengertian, apakah varikokel berbahaya, hingga cara perawatan dan pencegahan.
Artikel lainnya: Kenali Beragam Penyakit pada Sistem Reproduksi dan Cara Mencegahnya
Apa Itu Varikokel?
Varikokel adalah kondisi medis di mana pembuluh darah vena di dalam skrotum mengalami pelebaran yang tidak normal.
Mirip dengan varises pada kaki, varikokel terjadi ketika katup di dalam pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik, sehingga darah cenderung mengalir mundur dan menumpuk di pembuluh vena.
Akibatnya, pembuluh darah di skrotum membesar dan terlihat seperti “kantong cacing” pada sebagian kasus. Varikokel lebih sering terjadi di sisi kiri skrotum karena perbedaan anatomi pembuluh darah di sisi kiri dan kanan tubuh.
Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga banyak pria baru menyadarinya saat melakukan pemeriksaan kesuburan atau saat testis terasa berbeda ukuran.
Varikokel dan kesuburan pria memiliki hubungan yang cukup erat. Jika tidak ditangani, varikokel dapat menyebabkan infertilitas pada beberapa pria.
Gejala Varikokel
Tidak semua pria dengan varikokel merasakan gejala. Namun, jika gejala muncul, biasanya ringan dan bisa terasa semakin jelas saat berdiri lama atau melakukan aktivitas fisik berat. Beberapa gejala yang bisa Papa perhatikan meliputi:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di skrotum, terutama setelah berdiri lama, berolahraga, atau mengangkat beban. Nyeri biasanya ringan dan tumpul, jarang terasa tajam.
- Sensasi berat pada testis yang terkena, seolah ada tekanan atau tarikan di area tersebut.
- Pembuluh darah terlihat atau terasa membesar di atas testis, kadang menyerupai “kantong cacing.” Pada beberapa kasus, pembesaran ini lebih jelas saat berdiri dan bisa menghilang ketika berbaring.
- Perbedaan ukuran testis: Testis yang terkena varikokel bisa tampak lebih kecil dibanding sisi lainnya. Kondisi ini dikenal dengan istilah atrophy testis.
- Masalah kesuburan: Meski tidak selalu terjadi, varikokel dapat memengaruhi jumlah dan kualitas sperma, sehingga beberapa pria baru menyadari kondisi ini saat mengalami kesulitan memiliki anak.
Penyebab Varikokel
Penyebab varikokel pada remaja maupun orang dewasa belum sepenuhnya dipahami, tetapi sebagian besar ahli sepakat bahwa masalah ini muncul akibat kerusakan pada katup vena di tali spermatika.
Katup ini seharusnya memastikan aliran darah bergerak satu arah, dari testis kembali ke jantung. Ketika katup tidak berfungsi dengan baik, darah dapat mengalir mundur dan menumpuk, menyebabkan pembuluh darah melebar.
Varikokel paling sering muncul pada remaja dan pria muda, terutama saat masa pubertas, ketika aliran darah ke area genital meningkat. Faktor anatomi, seperti posisi dan ukuran pembuluh darah, juga berperan.
Pada beberapa kasus jarang, varikokel dapat disebabkan oleh kondisi yang menekan aliran darah, seperti tumor ginjal atau pertumbuhan jaringan abnormal, sehingga penting untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap.
Artikel lainnya: Inilah Ciri-Ciri Laki-Laki Mandul & Penyebabnya
Faktor Risiko Varikokel
Walaupun semua pria berpotensi mengalami varikokel, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan munculnya kondisi ini:
- Usia remaja dan dewasa muda: Varikokel paling sering muncul pada usia 15–25 tahun.
- Anatomi pembuluh darah tertentu yang lebih rentan terhadap aliran darah yang buruk.
- Riwayat keluarga: Meski tidak selalu, pria yang memiliki anggota keluarga dengan varikokel lebih berisiko mengalami kondisi serupa.
- Kondisi kesehatan tertentu yang memengaruhi aliran darah, meski ini jarang terjadi.
Cara Dokter Mendiagnosis Varikokel
Papa mungkin bertanya, apakah varikokel bisa sembuh sendiri? Jawabannya tidak. Jika Papa mencurigai adanya varikokel, dokter biasanya akan melakukan beberapa langkah pemeriksaan untuk memastikan diagnosis:
- Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa skrotum dan testis, baik saat Papa berdiri maupun berbaring, untuk merasakan pembuluh darah yang membesar.
- Manuver valsalva: Dokter bisa meminta Papa menahan napas dan mengejan, sehingga varikokel yang kecil lebih mudah terdeteksi.
- Ultrasonografi skrotum: Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk melihat ukuran pembuluh darah dan aliran darah di dalamnya. Tes ini membantu memastikan diagnosis dan mengevaluasi tingkat keparahan varikokel.
- Tes tambahan: Pada beberapa kasus, dokter mungkin menganjurkan tes sperma atau pemeriksaan hormon untuk menilai dampak varikokel terhadap kesuburan.
Pengobatan Varikokel
Tidak semua varikokel membutuhkan pengobatan. Jika varikokel tidak menimbulkan gejala atau masalah kesuburan, biasanya dokter hanya menyarankan pemantauan rutin.
Namun, jika varikokel menyebabkan nyeri, atrophy testis, atau berdampak pada kesuburan, ada beberapa pilihan pengobatan:
1. Perawatan non-bedah
Perawatan ini lebih bersifat menjaga kenyamanan dan mengurangi gejala ringan:
- Mengubah aktivitas yang memberatkan skrotum.
- Menggunakan pakaian dalam yang mendukung testis, seperti suspensori.
- Obat pereda nyeri ringan jika diperlukan.
2. Operasi varikokel (varikocelectomy)
Prosedur ini dilakukan untuk menutup atau mengikat vena yang bermasalah, sehingga darah mengalir melalui pembuluh sehat lainnya. Operasi dapat membantu memperbaiki ukuran testis, meningkatkan kualitas dan jumlah sperma, serta mengurangi nyeri.
3. Embolisasi
Embolisasi adalah prosedur minimal invasif menggunakan kateter untuk memblokir aliran darah pada vena yang bermasalah. Kelebihannya termasuk pemulihan lebih cepat dan rasa sakit yang relatif ringan setelah prosedur.
Pilihan pengobatan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Papa, termasuk apakah varikokel memengaruhi kesuburan atau menimbulkan keluhan nyeri.
Artikel lainnya: Sifilis (Raja Singa): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Pencegahan dan Tips Merawat Kesehatan Testis
Sampai saat ini belum ada cara pasti untuk mencegah varikokel, karena penyebab utamanya bersifat anatomi. Namun, Papa tetap bisa menjaga kesehatan testis dengan beberapa langkah sederhana:
- Lakukan pemeriksaan testis sendiri secara rutin untuk mengenali perubahan bentuk atau tekstur.
- Gunakan pakaian dalam yang nyaman dan tidak terlalu ketat.
- Hindari berdiri atau duduk terlalu lama tanpa istirahat.
- Rajin melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama pada masa pubertas.
Kapan Harus ke Dokter
Papa sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter, terutama urolog, jika mengalami:
- Nyeri testis yang menetap atau semakin mengganggu.
- Benjolan atau perubahan ukuran testis.
- Kesulitan dalam memiliki anak atau perubahan hasil tes sperma.
Segera memeriksakan diri membantu dokter melakukan diagnosis lebih tepat dan menentukan langkah pengobatan yang sesuai, sehingga kondisi varikokel dapat dikelola dengan baik sebelum menimbulkan masalah yang lebih serius.
Varikokel memang bukan kondisi yang selalu menimbulkan masalah serius, tetapi kesadaran dan pemeriksaan dini sangat penting.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Papa merasa ada perubahan pada testis atau mengalami ketidaknyamanan, agar perawatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Pelajari tips kesehatan reproduksi lainnya dengan men-download aplikasi Hallobumil sekarang dan Jangan lupa gabung komunitasnya untuk dapat insight terbaru dari sesama Mama.
Dapatkan informasi terpercaya seputar program hamil hingga perkembangan anak langsung dari ahlinya di halaman event Hallobumil. Semua mudah dalam satu genggaman!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/OVYh3PefFEByfgDH84qTF/original/15054778135cc016a79ddea5.12930620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/iuEbjQxWQVKEsf9tbtLw9/original/9610848165cc016b251ebf7.01786996.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/erv22uNO1_cdZzSVwF_L9/original/10658065545cc016c1f2d931.86995857.jpg)
