Kenali Beragam Penyakit pada Sistem Reproduksi dan Cara Mencegahnya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/YYm_sNjpI8EX7YelAseNd/original/802shutterstock1245941269.jpg)
Sistem reproduksi tidak hanya berperan dalam proses berkembang biak, tetapi juga memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Menjaga organ reproduksi tetap sehat berarti Mama turut merawat tubuh dan kualitas hidup.
Artikel ini akan membantu Mama memahami sistem reproduksi, mengenali penyakit pada sistem reproduksi yang mungkin muncul, serta mengetahui cara mencegah dan mengetahui kapan harus memeriksakan diri ke dokter.
Artikel lainnya: Infertilitas Pria: Penyebab, Ciri-ciri, dan Solusinya
Pengenalan Sistem Reproduksi Manusia
Sistem reproduksi manusia terdiri dari organ-organ yang memungkinkan manusia berkembang biak, mulai dari pembentukan sel telur atau sperma, pembuahan, kehamilan, hingga kelahiran.
Pada perempuan, organ reproduksi utama meliputi ovarium, tuba falopi, rahim (uterus), dan vagina. Sementara pada pria, organ yang penting antara lain testis, saluran sperma, dan penis.
Selain fungsi reproduksi, sistem ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan hormon, yang memengaruhi mood, energi, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan organ-organ ini penting untuk kesejahteraan Mama baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Apa Itu Penyakit pada Sistem Reproduksi?
Penyakit pada sistem reproduksi terjadi ketika organ-organ ini mengalami gangguan, baik akibat infeksi, peradangan, kelainan hormon, hingga pertumbuhan sel abnormal seperti kanker. Penyakit reproduksi dapat memengaruhi kesuburan, kesehatan organ, dan kualitas hidup Mama sehari-hari.
Beberapa penyakit dapat menular, khususnya melalui hubungan seksual, sementara penyakit lain muncul karena faktor internal, misalnya ketidakseimbangan hormon atau kelainan perkembangan organ.
Walaupun beberapa penyakit mungkin tidak menimbulkan gejala pada awalnya, penanganan dini tetap sangat penting untuk mencegah komplikasi di masa depan.
Jenis Penyakit pada Sistem Reproduksi Wanita
Beberapa gangguan sistem reproduksi wanita yang umum terjadi antara lain:
1. Endometriosis
Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim justru tumbuh di luar rahim, seperti pada ovarium, tuba falopi, atau panggul.
Endometriosis dapat menimbulkan nyeri hebat saat menstruasi, nyeri saat berhubungan intim, bahkan kadang menyebabkan gangguan pada usus atau kandung kemih.
Selain rasa nyeri, kondisi ini juga dapat memengaruhi kesuburan Mama, karena jaringan abnormal dapat mengganggu proses pembuahan atau implantasi sel telur.
2. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
PCOS adalah salah satu contoh penyakit pada sistem reproduksi karena gangguan hormonal, yang menyebabkan ovarium membesar dan terbentuk kista kecil. Gejala PCOS bisa berupa menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih, jerawat, hingga kesulitan hamil.
Gangguan hormon yang terjadi juga dapat meningkatkan risiko Mama mengalami obesitas, diabetes tipe 2, atau masalah jantung jika tidak ditangani dengan baik.
3. Mioma Uteri dan Polip
Mioma atau fibroid adalah pertumbuhan jaringan otot rahim yang bersifat jinak, sedangkan polip adalah pertumbuhan jaringan yang menonjol pada dinding rahim.
Keduanya dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang lebih banyak atau tidak teratur, nyeri panggul, dan kadang menimbulkan tekanan pada kandung kemih atau usus.
Dalam beberapa kasus, mioma atau polip juga bisa memengaruhi peluang Mama untuk hamil jika ukurannya besar atau letaknya menghalangi rahim.
Artikel lainnya: Mioma Uteri: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
4. Infeksi atau Penyakit Menular Seksual (PMS)
Infeksi menular seksual ini termasuk gonore, sifilis, klamidia, hingga infeksi jamur dan bakteri. Infeksi dapat menyerang vagina, leher rahim, atau organ reproduksi lainnya, menyebabkan gejala seperti keputihan tidak normal, gatal, nyeri saat buang air kecil, atau perdarahan ringan di luar menstruasi.
Beberapa infeksi bisa tidak menunjukkan gejala pada awalnya, sehingga pemeriksaan rutin sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi jangka panjang, termasuk gangguan kesuburan.
5. Kanker Organ Reproduksi
Beberapa jenis kanker dapat menyerang organ reproduksi wanita, misalnya kanker serviks, kanker ovarium, dan kanker rahim. Kanker muncul karena pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali.
Gejala awal penyakit pada sistem reproduksi manusia ini bisa sulit dikenali, misalnya perdarahan tidak normal, nyeri panggul, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin seperti PAP smear dan USG sangat penting untuk mendapatkan pengobatan yang efektif.
Artikel lainnya: Fakta Menarik Sperma & Perannya dalam Promil yang Berhasil
Jenis Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria
Di sisi lain, beberapa gangguan sistem reproduksi pria yang umum terjadi antara lain:
1. Prostatitis
Ini adalah peradangan pada kelenjar prostat yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau faktor lainnya. Gejala yang muncul bisa berupa nyeri panggul, nyeri saat ejakulasi, kesulitan buang air kecil, atau sering ingin buang air kecil.
Jika tidak ditangani, prostatitis kronis dapat menurunkan kualitas hidup dan berpotensi memengaruhi fungsi seksual.
2. Varikokel
Varikokel terjadi ketika pembuluh darah di skrotum melebar atau membesar. Kondisi ini mirip varises pada kaki, dan bisa memengaruhi kualitas sperma sehingga berpotensi menyebabkan kesulitan memiliki anak.
Varikokel kadang tidak menimbulkan gejala, tetapi beberapa pria merasakan nyeri atau rasa berat di testis.
3. Orchitis dan Epididimitis
Kedua kondisi ini adalah peradangan pada testis (orchitis) atau epididimis (epididimitis). Infeksi virus atau bakteri biasanya menjadi penyebabnya. Gejalanya bisa berupa nyeri dan pembengkakan pada testis, demam, serta penurunan produksi sperma.
Penanganan cepat dengan antibiotik atau perawatan lain sangat penting untuk mencegah kerusakan permanen pada organ reproduksi gara-gara penyakit pada sistem reproduksi pria ini.
4. Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah kondisi di mana testis tidak bekerja optimal, sehingga produksi hormon testosteron dan sperma menurun.
Hal ini dapat memengaruhi fungsi seksual, menurunkan libido, dan mengurangi kesuburan. Selain itu, kekurangan hormon ini juga bisa memengaruhi massa otot, energi, dan kepadatan tulang.
5. Kanker Organ Reproduksi Pria
Beberapa jenis kanker dapat menyerang organ reproduksi pria, misalnya kanker prostat dan kanker testis. Kanker muncul karena pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali. Gejala awal bisa ringan atau bahkan tidak muncul, seperti nyeri ringan atau pembesaran area tertentu.
Artikel lainnya: Aspermia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Gejala Umum Penyakit pada Sistem Reproduksi
Beberapa gejala umum yang bisa Mama perhatikan meliputi:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di panggul, perut bagian bawah, atau alat kelamin.
- Gangguan saat buang air kecil, seperti nyeri, rasa panas, atau urin berdarah.
- Pada wanita, gejalanya bisa berupa menstruasi tidak teratur, perdarahan abnormal, atau keputihan yang berubah warna, bau, atau tekstur.
- Keluar cairan abnormal dari vagina atau penis, termasuk nanah, darah, atau lendir.
- Kesulitan hamil atau penurunan jumlah/ kualitas sperma pada pria.
- Beberapa penyakit bisa muncul tanpa gejala awal, sehingga pemeriksaan rutin tetap penting.
Cara Mencegah Penyakit Sistem Reproduksi
Mama dapat melakukan beberapa cara menjaga kesehatan sistem reproduksi:
- Bersihkan alat kelamin dengan benar, menjaga area tetap kering, dan menggunakan pakaian dalam yang bersih serta menyerap keringat.
- Terapkan gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, dan menghindari rokok atau alkohol berlebihan.
- Lakukan hubungan seksual yang aman. Gunakan kondom dan hindari perilaku seksual berisiko tinggi untuk menekan risiko penyakit kelamin pria dan wanita menular.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, misalnya PAP smear bagi wanita, skrining penyakit menular seksual jika diperlukan, atau pemeriksaan fungsi reproduksi sesuai kebutuhan.
- Kenali cara kerja sistem reproduksi, tanda awal penyakit pada sistem reproduksi wanita dan pria, serta memahami perilaku untuk mendukung kesehatan organ reproduksi.
Artikel lainnya: Inilah Ciri-Ciri Laki-Laki Mandul & Penyebabnya
Kapan Harus ke Dokter?
Mama sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis jika mengalami salah satu kondisi berikut:
- Nyeri hebat di panggul, perut bagian bawah, atau alat kelamin yang tidak kunjung membaik.
- Kesulitan atau rasa sakit saat buang air kecil, urin berdarah, atau keluar nanah dari alat kelamin.
- Pada wanita, terjadi menstruasi tidak teratur, pendarahan abnormal, atau keputihan yang berubah.
- Masalah kesuburan, baik kesulitan hamil atau penurunan kualitas sperma.
- Setelah terpapar faktor risiko, misalnya hubungan seksual tanpa pengaman atau infeksi sebelumnya.
Merawat sistem reproduksi bukan hanya soal menjaga kemampuan berkembang biak, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan dan kesejahteraan Mama dan Papa secara menyeluruh.
Deteksi dini dan pemeriksaan rutin memungkinkan Mama dan Papa mendapatkan penanganan lebih cepat sehingga komplikasi serius dapat dicegah.
Baca informasi lain seputar kesehatan reproduksi wanita maupun pria di aplikasi Hallobumil, yuk, Ma! Gabung juga dengan komunitas Hallobumil untuk mendapatkan insight dan cerita inspiratif dari para Mama.
Mau ngobrol langsung sama dokter kandungan atau bidan? Ikuti event Hallobumil, baik online maupun offline, buat bahas topik menarik seputar kesehatan reproduksi dan kehamilan.
Mau tahu kapan masa subur terbaik, Ma? Coba pakai Kalender Masa Subur di Hallobumil. Praktis banget buat bantu Mama merencanakan kehamilan.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/OVYh3PefFEByfgDH84qTF/original/15054778135cc016a79ddea5.12930620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/iuEbjQxWQVKEsf9tbtLw9/original/9610848165cc016b251ebf7.01786996.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/erv22uNO1_cdZzSVwF_L9/original/10658065545cc016c1f2d931.86995857.jpg)
