loading

Turun Peranakan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Turun peranakan bisa terjadi saat otot panggul melemah, terutama setelah Mama melahirkan. Kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasinya agar kesehatan organ reproduksi Mama tetap terjaga.
turun-peranakan-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya

Peranakan turun merupakan kondisi ketika rahim bergeser dari posisi normal menuju vagina akibat melemahnya otot dan jaringan penyangga panggul.

Mengenali tanda awal dapat membantu Mama mengetahui cara mengecek peranakan turun dan menentukan kapan perlu berkonsultasi dengan dokter. Penanganan peranakan turun dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala, kondisi kesehatan, serta kebutuhan Mama.

Apa Itu Peranakan Turun?

Peranakan turun atau prolaps uteri terjadi ketika otot dasar panggul dan jaringan yang menopang rahim melemah sehingga rahim turun ke dalam vagina. Pada kondisi yang lebih berat, sebagian rahim dapat menonjol hingga ke lubang vagina.

Rahim bukan satu-satunya organ yang dapat mengalami prolaps. Organ panggul lain, seperti kandung kemih, rektum, atau bagian atas vagina, juga dapat turun ketika jaringan penyangganya melemah. Kondisi tersebut secara umum disebut pelvic organ prolapse (POP).

Peranakan turun dapat terjadi tanpa menimbulkan keluhan, terutama pada kondisi yang masih ringan. Dokter terkadang menemukan prolaps ketika melakukan pemeriksaan panggul untuk keperluan lain.

Artikel lainnya: Panduan Perawatan Luka Perineum Usai Melahirkan Agar Mama Cepat Pulih

Apa Saja Gejala Peranakan Turun?

Gejala peranakan turun dapat muncul secara bertahap dan tingkat keluhannya berbeda pada setiap Mama. Beberapa Mama mungkin tidak merasakan gejala, sedangkan lainnya dapat mengalami rasa tidak nyaman pada area panggul.

Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:

  • Merasakan tekanan, rasa berat, atau sensasi tertarik di area panggul.
  • Merasakan atau melihat benjolan atau jaringan yang menonjol dari vagina.
  • Merasa seperti sedang duduk di atas benda kecil.
  • Mengalami kesulitan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.
  • Mengalami urine yang keluar tanpa disadari.
  • Mengalami kesulitan buang air besar atau merasa BAB tidak tuntas.
  • Mengalami nyeri atau rasa tidak nyaman pada panggul maupun punggung bagian bawah.
  • Merasakan perubahan atau ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

Keluhan tersebut tidak selalu menunjukkan prolaps uteri karena beberapa kondisi lain dapat menimbulkan gejala serupa. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.

Artikel lainnya: Penyebab Perdarahan Postpartum setelah Melahirkan

Apa Penyebab dan Faktor Risiko Peranakan Turun?

Penyebab peranakan turun berkaitan dengan melemahnya otot dasar panggul dan jaringan yang menopang organ panggul. Kehamilan dan persalinan pervaginam termasuk faktor yang paling sering berkaitan dengan kondisi ini karena dapat memberikan tekanan pada struktur penyangga panggul.

Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risikonya meliputi:

  • Pernah melahirkan melalui vagina.
  • Mengalami persalinan yang sulit atau trauma saat melahirkan.
  • Melahirkan bayi dengan berat badan lahir besar.
  • Bertambahnya usia.
  • Memasuki masa menopause dan mengalami penurunan kadar estrogen.
  • Memiliki berat badan berlebih.
  • Mengalami sembelit kronis atau sering mengejan saat BAB.
  • Mengalami batuk kronis.
  • Sering mengangkat beban berat.
  • Pernah menjalani operasi di area panggul.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan jaringan ikat yang lemah atau prolaps organ panggul.

Mama tidak perlu langsung menganggap salah satu faktor tersebut sebagai penyebab pasti. Prolaps uteri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus.

Artikel lainnya: Keluar Darah setelah Melahirkan 2 Bulan, Berbahayakah?

Bagaimana Cara Mengecek Peranakan Turun Sendiri di Rumah?

Mama dapat mengenali tanda-tanda yang mengarah pada prolaps melalui perubahan atau keluhan pada area panggul.

Pemeriksaan sederhana di rumah dapat membantu Mama memperhatikan adanya benjolan di sekitar lubang vagina, rasa berat pada panggul, perubahan saat BAK atau BAB, serta keluhan lain yang muncul berulang.

Mama sebaiknya tidak memasukkan jari atau benda tertentu ke dalam vagina untuk mencoba memastikan posisi rahim. Pemeriksaan mandiri tidak dapat menentukan apakah rahim benar-benar turun atau mengetahui tingkat prolaps secara akurat.

Dokter dapat menilai kondisi tersebut melalui pemeriksaan panggul dan meminta Mama mengejan seperti saat BAB untuk melihat sejauh mana organ panggul mengalami penurunan.

Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis Peranakan Turun?

Diagnosis biasanya dimulai dengan menanyakan keluhan, riwayat kehamilan dan persalinan, gangguan BAK atau BAB, serta kondisi kesehatan lainnya. Dokter kemudian dapat melakukan pemeriksaan vagina dan panggul untuk melihat posisi organ panggul.

Pemeriksaan panggul prolaps uteri dapat dilakukan ketika Mama berbaring atau berdiri. Dokter mungkin meminta Mama mengejan seperti saat buang air besar untuk membantu menilai seberapa jauh rahim turun ke dalam vagina. Pemeriksaan juga dapat mencakup penilaian kekuatan otot dasar panggul.

banner

Pemeriksaan tambahan dapat dilakukan jika Mama mengalami gangguan berkemih tertentu. Misalnya, dokter dapat menyarankan pemeriksaan fungsi kandung kemih pada kondisi inkontinensia urine yang berat.

Artikel lainnya: Metritis pada Ibu Nifas: Gejala, Penyebab & Penanganannya

Bagaimana Cara Mengatasi Peranakan Turun?

Cara mengatasi turun peranakan bergantung pada tingkat keparahan prolaps, gejala yang dirasakan, kondisi kesehatan, aktivitas sehari-hari, serta rencana Mama untuk memiliki anak. Prolaps ringan yang tidak menimbulkan keluhan terkadang cukup dipantau tanpa tindakan khusus.

Beberapa pilihan penanganan yang dapat direkomendasikan dokter meliputi:

1. Latihan otot dasar panggul

Latihan kegel dapat membantu memperkuat otot dasar panggul. Senam kegel untuk peranakan turun sebaiknya dilakukan secara tepat dan rutin agar manfaatnya optimal. Tenaga kesehatan atau fisioterapis dasar panggul dapat membantu Mama mempelajari teknik yang benar.

2. Perubahan gaya hidup

Mama dapat menjaga kesehatan dasar panggul dengan mencegah sembelit, menghindari mengejan berlebihan saat BAB, menangani batuk kronis, menjaga berat badan tetap sehat, serta menghindari aktivitas mengangkat beban berat secara berulang.

3. Pessary

Pessary merupakan alat yang dimasukkan ke dalam vagina untuk membantu menopang organ panggul. Dokter akan menentukan jenis dan ukuran pessary yang sesuai dengan kondisi Mama, kemudian memberikan arahan mengenai penggunaannya dan perawatannya.

4. Operasi

Dokter dapat mempertimbangkan operasi ketika gejala cukup mengganggu dan penanganan tanpa operasi belum memberikan hasil yang diharapkan.

Pilihan prosedur dapat berupa perbaikan struktur penyangga panggul atau prosedur lain sesuai jenis prolaps. Rencana memiliki anak juga menjadi salah satu pertimbangan ketika dokter menentukan pilihan penanganan.

Artikel lainnya: Cara Merapatkan Miss V setelah Melahirkan

Apakah Peranakan Turun Bisa Dicegah?

Tidak semua kasus dapat dicegah, tetapi beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi tekanan pada dasar panggul.

Mama dapat mengonsumsi makanan kaya serat dan mencukupi kebutuhan cairan untuk membantu mencegah sembelit, menangani batuk yang berlangsung lama, menghindari mengangkat beban berat, serta menjaga berat badan yang sehat. Latihan otot dasar panggul juga dapat membantu memperkuat struktur penyangga panggul.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Kandungan?

Mama dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan jika merasakan benjolan di vagina, tekanan atau rasa berat pada panggul, gangguan BAK atau BAB, urine yang keluar tanpa disadari, atau keluhan saat berhubungan seksual. Pemeriksaan juga disarankan ketika keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pemeriksaan lebih awal membantu dokter mengetahui kondisi organ panggul dan menentukan pilihan penanganan yang sesuai.

Mama juga dapat mencatat kapan keluhan muncul, aktivitas yang memperberatnya, serta perubahan BAK atau BAB agar informasi tersebut dapat disampaikan saat konsultasi.

Peranakan turun dapat memiliki tingkat keparahan dan gejala yang berbeda pada setiap Mama, mulai dari keluhan ringan hingga kondisi yang memerlukan penanganan medis.

Mengenali perubahan pada area panggul, seperti rasa berat, tekanan, atau munculnya benjolan di sekitar vagina, dapat membantu Mama lebih memahami kondisi tubuh.

Konsultasikan keluhan kepada dokter kandungan agar Mama mendapatkan diagnosis dan pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan.

Yuk, unduh aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan Mama dan kehamilan dalam satu aplikasi.

Mama juga dapat bergabung dengan komunitas Hallobumil untuk berbagi pengalaman dan mengikuti berbagai event edukatif.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image