:strip_icc():format(webp)/hb-article/evVUKfYxF2pvA0B6ZiJ0f/original/o2tro3i8g1n1s3kf564nvx1c93evyzbj.png)
Ciri Si Kecil dehidrasi tidak boleh dianggap sepele karena tubuh Si Kecil masih sangat bergantung pada keseimbangan cairan untuk mendukung fungsi organ dan tumbuh kembangnya, Ma. Karena itu, penting bagi Mama untuk mengenali tanda-tandanya sedini mungkin.
Semakin cepat tanda dehidrasi dikenali, semakin cepat pula penanganan dapat diberikan sebelum kondisinya memburuk. Yuk, Ma, pahami penyebab, gejala, hingga cara mengatasi dehidrasi pada Si Kecil agar Si Kecil tetap sehat dan terhidrasi dengan baik.
Artikel lainnya: Kolostrum: Cairan Emas Pertama yang Wajib Diterima Bayi
Mengapa Si Kecil Rentan Dehidrasi?
Bayi lebih rentan mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa karena proporsi cairan dalam tubuhnya lebih tinggi dan cadangan cairannya lebih sedikit. Selain itu, tubuh Si Kecil juga lebih cepat kehilangan cairan sehingga risiko dehidrasi meningkat jika asupan cairan tidak segera digantikan.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan dehidrasi pada Si Kecil antara lain:
- Diare yang berlangsung terus-menerus.
- Muntah berulang.
- Demam tinggi.
- Kurang minum ASI atau susu formula.
- Cuaca yang sangat panas.
- Berkeringat berlebihan.
- Kesulitan menyusu akibat sakit atau sariawan.
Semakin kecil usia Si Kecil, semakin penting bagi Mama untuk memperhatikan kecukupan cairannya setiap hari.
Artikel lainnya: Mengenali Dehidrasi Saat Si Kecil Diare
Ciri-ciri Si Kecil Dehidrasi
Setiap Si Kecil dapat menunjukkan gejala yang berbeda. Berikut tanda Si Kecil dehidrasi berdasarkan tingkat keparahannya.
Tanda dehidrasi ringan
Pada tahap awal, Si Kecil biasanya masih tampak aktif, tetapi mulai menunjukkan beberapa perubahan berikut:
- Mulut dan bibir tampak lebih kering.
- Frekuensi buang air kecil mulai berkurang.
- Popok tetap kering lebih lama dari biasanya.
- Bayi tampak lebih haus atau lebih sering ingin menyusu.
- Air mata berkurang saat menangis.
Jika Mama menemukan ciri-ciri Si Kecil dehidrasi seperti di atas, segera tingkatkan pemberian ASI atau cairan sesuai usia Si Kecil.
Tanda dehidrasi sedang
Jika kehilangan cairan semakin banyak, gejalanya dapat menjadi lebih jelas, seperti:
- Mata tampak cekung.
- Ubun-ubun terlihat lebih cekung pada Si Kecil kecil.
- Kulit terasa lebih kering.
- Bayi tampak lemas dan kurang aktif.
- Rewel atau justru lebih mengantuk dari biasanya.
- Urine berwarna lebih pekat.
Kondisi ini membutuhkan perhatian lebih karena dapat berkembang menjadi dehidrasi berat bila tidak segera ditangani.
Artikel lainnya: Frekuensi dan Durasi Menyusui Bayi yang Ideal
Tanda dehidrasi berat
Dehidrasi berat merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis segera. Gejala Si Kecil dehidrasi berat dapat meliputi:
- Sangat lemas atau sulit dibangunkan.
- Tidak buang air kecil selama lebih dari 6–8 jam pada Si Kecil.
- Tangan dan kaki terasa dingin.
- Napas atau denyut jantung lebih cepat dari biasanya.
- Kulit tampak pucat atau kebiruan.
- Mata dan ubun-ubun sangat cekung.
- Tidak mampu menyusu atau minum sama sekali.
Jika Si Kecil mengalami kondisi ini, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Artikel lainnya: Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih? Ini Panduan Amannya untuk Mama
Pertolongan Pertama pada Si Kecil Dehidrasi
Penanganan dehidrasi bergantung pada tingkat keparahannya. Jika masih tergolong ringan, berikut beberapa langkah yang dapat Mama lakukan sebagai cara mengatasi dehidrasi pada Si Kecil:
- Tetap berikan ASI sesering mungkin jika Si Kecil masih menyusu.
- Berikan susu formula sesuai jadwal bila Si Kecil mengonsumsinya.
- Jika dokter menganjurkan, berikan larutan oralit sesuai dosis yang sesuai usia.
- Berikan cairan sedikit demi sedikit tetapi lebih sering agar Si Kecil tidak muntah.
- Pantau jumlah popok basah dan kondisi umum Si Kecil.
Hindari memberikan minuman manis, minuman bersoda, atau jus buah sebagai pengganti cairan utama karena tidak efektif mengatasi dehidrasi.
Cara Mencegah Dehidrasi
Mencegah dehidrasi tentu lebih baik daripada mengobatinya. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Berikan ASI atau susu formula sesuai kebutuhan Si Kecil.
- Tingkatkan frekuensi menyusu saat cuaca panas atau Si Kecil sedang demam.
- Segera berikan cairan tambahan sesuai anjuran dokter jika Si Kecil mengalami diare atau muntah.
- Perhatikan jumlah popok basah setiap hari.
- Hindari Si Kecil berada terlalu lama di lingkungan yang panas.
- Segera tangani penyakit yang menyebabkan kehilangan cairan.
Dengan menjaga asupan cairan sejak awal, risiko ciri-ciri dehidrasi pada Si Kecil dapat diminimalkan.
Artikel lainnya: Cara Mengatasi Diare pada Anak dengan Tepat dan Aman
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Ma, penanganan medis yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi akibat dehidrasi. Jadi, segera bawa Si Kecil ke dokter atau IGD jika mengalami salah satu kondisi berikut:
- Tidak buang air kecil selama beberapa jam sesuai usia.
- Muntah atau diare terus-menerus.
- Demam tinggi disertai tanda dehidrasi.
- Sangat lemas atau sulit dibangunkan.
- Tidak mau menyusu sama sekali.
- Mata dan ubun-ubun tampak sangat cekung.
- Kejang atau penurunan kesadaran.
Mengenali ciri Si Kecil dehidrasi sejak dini dapat membantu Mama memberikan penanganan yang tepat sebelum kondisinya menjadi lebih serius.
Jika Si Kecil menunjukkan tanda Si Kecil dehidrasi yang semakin berat atau tidak membaik setelah diberikan cairan, segera periksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
Jika Mama ingin belajar lebih banyak seputar kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil, yuk gabung Komunitas HalloBumil supaya Mama bisa berdiskusi langsung dengan para ahli atau Mama lainnya.
Jangan lupa juga download aplikasi HalloBumil dan daftarkan akun untuk mendapatkan informasi parenting lengkap dan terbaru. Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event HalloBumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
