Artikel/Pasca Kehamilan/Panduan Tekstur MPASI Bayi 8 Bulan, Aturan Pemberian, dan Cara Meningkatkannya

Panduan Tekstur MPASI Bayi 8 Bulan, Aturan Pemberian, dan Cara Meningkatkannya

Athika Rahma | Diterbitkan pada 02 Februari 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Di usia 8 bulan, bayi mulai dikenalkan MPASI bertekstur lebih kasar. Ketahui jenis tekstur MPASI 8 bulan, contoh menu, serta tips pemberian agar bayi belajar mengunyah dengan aman.
panduan-tekstur-mpasi-bayi-8-bulan-aturan-pemberian-dan-cara-meningkatkannya

Di usia 8 bulan, kemampuan mengunyah dan menelan bayi mulai berkembang, sehingga peningkatan tekstur MPASI menjadi langkah penting untuk mendukung perkembangan oral motor dan kebiasaan makan yang baik.

Meski proses ini sering menimbulkan kekhawatiran pada Mama, dengan memahami cara naik tekstur MPASI 8 bulan secara bertahap dan tepat, bayi dapat belajar makan dengan lebih aman, nyaman, dan siap menghadapi tekstur yang lebih beragam.

Detail Tekstur MPASI 8 Bulan

Pada usia 8 bulan, tekstur MPASI tidak lagi sehalus MPASI awal karena bayi mulai membutuhkan stimulasi kemampuan mengunyah.

Pada tahap ini, penting bagi orang tua untuk memahami tekstur MPASI bayi 8 bulan seperti apa, yaitu makanan yang lebih kental, sedikit bertekstur, namun tetap lunak dan mudah dihancurkan dengan gusi.

Tekstur yang tepat membantu bayi belajar mengelola makanan di mulut sekaligus mendukung perkembangan keterampilan makannya.

1. Bubur lumat kasar

Bubur lumat kasar merupakan tahap lanjutan dari bubur halus. Teksturnya masih lembut, tetapi tidak sepenuhnya licin. Makanan dihaluskan menggunakan garpu atau ulekan, bukan blender, sehingga bayi mulai merasakan adanya tekstur.

Contohnya adalah nasi tim yang dihaluskan kasar atau kentang tumbuk dengan sedikit serat. Tekstur ini membantu bayi belajar mengunyah menggunakan gusi secara perlahan.

2. Bubur lebih kental dari MPASI awal

Pada usia 8 bulan, konsistensi MPASI sebaiknya lebih kental dibandingkan MPASI usia 6 bulan. Bubur tidak lagi terlalu cair dan tidak langsung mengalir saat disendokkan.

Tekstur yang lebih kental membantu bayi melatih koordinasi lidah dan rahang, serta meningkatkan kontrol saat menelan makanan.

3. Bubur dengan partikel sangat lembut

Mama dapat mulai menambahkan partikel makanan yang sangat kecil dan lembut ke dalam bubur, seperti sayuran yang dicincang sangat halus atau protein hewani yang dimasak hingga empuk lalu dihaluskan kasar. Tekstur ini memberi pengalaman baru pada bayi tanpa membuatnya kewalahan.

4. Makanan lumat dengan permukaan bertekstur

Pada tahap ini, bayi juga bisa dikenalkan pada makanan yang memiliki permukaan sedikit bertekstur, misalnya tahu kukus yang dihancurkan kasar, labu kukus yang dilumatkan, atau buah matang yang dilumatkan dengan garpu. Tekstur ini merangsang sensorik mulut dan membantu bayi mengenali variasi bentuk makanan.

Aturan Pemberian

Selain memahami tekstur yang sesuai, Mama juga perlu memperhatikan aturan pemberian MPASI agar proses makan tetap aman dan menyenangkan, terutama saat menyesuaikan tekstur MPASI anak usia 8 bulan yang mulai lebih beragam.

Aturan ini mencakup porsi, frekuensi, hingga cara penyajian yang sesuai dengan kemampuan mengunyah dan menelan Si Kecil. Dengan penerapan yang tepat, waktu makan bisa menjadi momen belajar yang positif dan bebas stres.

1. Tingkatkan tekstur secara bertahap

Peningkatan tekstur MPASI sebaiknya dilakukan perlahan. Mama tidak perlu langsung mengganti seluruh menu menjadi bertekstur kasar.

Mulailah dari tekstur yang sedikit lebih kasar dari sebelumnya, lalu dinaikkan secara bertahap sesuai respons bayi. Pendekatan ini membantu bayi beradaptasi dengan baik.

2. Sesuaikan dengan kemampuan dan respons bayi

Setiap bayi memiliki kesiapan yang berbeda. Jika bayi tampak kesulitan, sering memuntahkan makanan, atau belum mampu mengunyah dengan baik, Mama bisa kembali ke tekstur sebelumnya dan mencoba lagi di lain waktu. Mengikuti ritme bayi jauh lebih penting dibandingkan mengejar target usia.

3. Perhatikan frekuensi dan porsi

Pada usia 8 bulan, bayi umumnya makan 2–3 kali makanan utama dan 1–2 kali makanan selingan, dengan ASI atau susu formula tetap diberikan. Porsi MPASI tidak perlu besar, cukup disesuaikan dengan kapasitas perut bayi yang masih kecil. Fokus utama adalah kualitas, bukan kuantitas.

4. Pastikan makanan aman dan higienis

Semua bahan makanan harus dicuci bersih dan dimasak hingga matang sempurna. Tekstur makanan harus lunak dan mudah dihancurkan dengan gusi. Hindari makanan keras, licin, atau berbentuk bulat yang berisiko tersedak.

5. Terapkan pola makan responsif

Mama dianjurkan untuk peka terhadap sinyal lapar dan kenyang bayi. Biarkan bayi membuka mulut sendiri, menunjukkan minat makan, dan berhenti ketika sudah kenyang.

Hindari memaksa bayi menghabiskan makanan karena hal ini dapat menimbulkan pengalaman makan yang kurang menyenangkan.

Tips Meningkatkan Tekstur MPASI 8 Bulan

Agar proses peningkatan tekstur berjalan lancar, Mama bisa menerapkan beberapa tips berikut dalam keseharian.

1. Cek kesiapan bayi sebelum meningkatkan tekstur

Tanda kesiapan bayi antara lain mampu duduk dengan stabil, menunjukkan ketertarikan pada makanan, menggerakkan makanan di dalam mulut, serta mencoba menggenggam makanan. Jika tanda-tanda ini terlihat, bayi umumnya siap menerima tekstur yang sedikit lebih kasar.

2. Mulai dari tekstur campuran

Mama bisa mencampurkan tekstur baru ke dalam makanan yang sudah familiar. Misalnya, menambahkan sedikit sayuran cincang halus ke dalam bubur lumat. Cara ini membantu bayi beradaptasi tanpa merasa kaget dengan perubahan tekstur.

3. Perkenalkan finger food yang sangat lembut

Pada usia 8 bulan, bayi dapat mulai dikenalkan dengan finger food yang sangat lembut, seperti potongan pisang matang, pepaya, atau wortel kukus yang empuk. Finger food membantu melatih kemandirian makan dan koordinasi tangan-mulut, namun tetap perlu pengawasan dari Mama.

4. Tingkatkan ukuran dan tekstur secara perlahan

Jika bayi sudah nyaman dengan tekstur tertentu, Mama dapat meningkatkan ukuran potongan secara bertahap. Pastikan setiap potongan tetap lunak dan mudah dihancurkan. Tidak perlu terburu-buru, karena proses ini merupakan bagian dari pembelajaran bayi.

5. Amati reaksi bayi dan tetap tenang

Saat mencoba tekstur baru, bayi mungkin menolak atau terlihat belum terbiasa. Hal ini wajar. Mama dapat kembali ke tekstur sebelumnya dan mencoba lagi setelah beberapa hari. Tetap tenang dan berikan suasana makan yang positif agar bayi merasa aman.

Peningkatan tekstur MPASI 8 bulan berperan penting dalam melatih kemampuan makan dan kemandirian bayi. Dengan memahami tahapan dan cara pemberiannya, Mama dapat membantu anak belajar makan dengan aman dan nyaman.

Setiap bayi memiliki ritme belajar yang berbeda, sehingga kesabaran dan konsistensi Mama sangat dibutuhkan.

Agar Mama semakin percaya diri menjalani MPASI, unduh aplikasi Hallobumil sekarang dan bergabunglah dengan komunitas Hallobumil.

Di Hallobumil, Mama bisa menemukan panduan MPASI sesuai usia, ide menu harian, serta berbagi pengalaman dengan sesama Mama lainnya. Bersama Hallobumil, perjalanan tumbuh kembang Si Kecil terasa lebih tenang dan penuh dukungan.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image