Pilihan Menu MPASI 6 Bulan untuk Penuhi Nutrisi Bayi
:strip_icc():format(webp)/hb-article/WdWHrO--dwRs7thTrqEZ2/original/2rpzfca9u3g2tf3crzm1is3xdg5eb66e.png)
Memasuki usia 6 bulan, bayi mulai membutuhkan asupan tambahan selain ASI karena kebutuhan gizinya meningkat. Di sinilah peran MPASI menjadi penting.
Agar Mama lebih percaya diri, mari pahami nutrisi yang dibutuhkan, ide apa saja menu MPASI 6 bulan pertama untuk Si Kecil, serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan.
Artikel lainnya: Panduan MPASI Sesuai Usia dan Tahapan Bayi
Nutrisi yang Dibutuhkan Bayi Usia 6 Bulan
Menu MPASI 6 bulan pertama menurut WHO (World Health Organization) terdiri dari berbagai zat gizi makro dan mikro untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta daya tahan tubuh si Kecil. Berikut nutrisi utama yang sebaiknya mulai diperkenalkan melalui MPASI.
Protein
Protein berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, termasuk otot dan organ. Pada usia ini, bayi mulai membutuhkan protein tambahan selain dari ASI.
Protein hewani seperti daging ayam, daging sapi, ikan, dan telur dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi karena mengandung asam amino esensial yang lengkap. Protein nabati, seperti kacang-kacangan, juga dapat menjadi pelengkap jika diolah dengan tekstur yang sesuai.
Zat besi
Zat besi merupakan nutrisi yang sangat penting karena cadangan zat besi bayi sejak lahir mulai menurun saat memasuki usia 6 bulan. Kekurangan zat besi dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan daya tahan tubuh.
Oleh karena itu, MPASI sebaiknya mengandung sumber zat besi, terutama dari protein hewani seperti hati ayam, daging merah, dan ikan. Zat besi dari makanan nabati juga dapat diberikan, tetapi penyerapannya akan lebih optimal bila dikombinasikan dengan vitamin C.
Karbohidrat
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi bayi. Energi ini dibutuhkan untuk mendukung aktivitas harian, pertumbuhan fisik, dan perkembangan otak.
Sumber karbohidrat yang umum digunakan dalam MPASI antara lain beras, kentang, ubi, singkong, dan oatmeal. Karbohidrat sebaiknya diolah hingga teksturnya lembut agar mudah dicerna oleh bayi.
Lemak sehat
Lemak sehat berperan besar dalam perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Selain itu, lemak juga membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K. Sumber lemak sehat dapat berasal dari alpukat, minyak zaitun, minyak kelapa, atau lemak alami dari ikan dan daging.
Vitamin
Vitamin membantu berbagai fungsi tubuh bayi. Vitamin A mendukung kesehatan mata dan sistem imun, vitamin C membantu penyerapan zat besi serta menjaga daya tahan tubuh, sedangkan vitamin B kompleks berperan dalam metabolisme energi. Pemberian sayur dan buah yang diolah dengan baik dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin ini.
Kalsium
Kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi, serta mendukung fungsi otot dan saraf. Walaupun ASI masih menjadi sumber kalsium utama, MPASI juga dapat membantu menambah asupan kalsium melalui bahan makanan tertentu.
Artikel lainnya: Vitamin dan Suplemen yang Dibutuhkan Anak, Panduan untuk Mama
Ide Menu untuk MPASI Bayi Usia 6 Bulan
Pada tahap awal MPASI, menu sebaiknya sederhana dengan tekstur halus. Berikut beberapa ide daftar menu MPASI 6 bulan yang bisa Mama sajikan untuk Si Kecil lengkap dengan resep dan cara membuatnya.
1. Puree alpukat
Puree alpukat cocok sebagai MPASI awal karena teksturnya lembut dan mudah ditelan, serta kaya lemak sehat (asam oleat) yang mendukung perkembangan otak, ditambah vitamin K, E, C, vitamin B (termasuk folat), kalium, serat, dan sedikit protein untuk memberi energi dan nutrisi penting.
Bahan:
½ buah alpukat matang
Cara membuat:
- Kupas alpukat dan ambil dagingnya.
- Haluskan menggunakan garpu hingga lembut.
Untuk menambah keseimbangan gizi, Mama bisa mencampurnya dengan sedikit ASI atau susu formula untuk tekstur, atau dipadukan dengan sumber protein lembut seperti kuning telur matang, tahu halus, atau daging/ikan yang dihaluskan.
2. Puree pisang
Pisang mudah dicerna dan memiliki rasa alami yang biasanya disukai bayi. Secara nutrisi buah ini kaya karbohidrat sederhana (gula alami) sebagai sumber energi cepat, kalium untuk keseimbangan elektrolit dan fungsi otot.
Pisang mengandung vitamin B6, sedikit vitamin C, serta mineral seperti magnesium dan mangan. Untuk memenuhi kebutuhan asam amino bayi, padukan puree pisang dengan sumber protein lembut seperti ASI/susu formula, kuning telur matang, tahu halus, atau daging/ikan yang dihaluskan.
Bahan:
½ hingga 1 buah pisang matang
Cara membuat:
- Kupas pisang dan lumatkan dengan garpu sampai halus.
- Pastikan tidak ada bagian yang menggumpal.
3. Puree ubi atau kentang
Menu ini merupakan sumber karbohidrat kompleks yang sangat baik sebagai energi awal bagi bayi karena mudah dicerna dan memberi tenaga untuk aktivitas serta perkembangan otak.
Ubi jalar oranye kaya beta-karoten (vitamin A), vitamin C, B, kalium, dan serat. Kentang juga mengandung vitamin C, B6, kalium, sedikit zat besi, dan serat.
Karena proteinnya rendah, padukan dengan sumber protein lembut seperti ASI/susu formula, kuning telur matang, tahu halus, atau daging/ikan halus yang dimasak lunak.
Bahan:
- 1 potong kecil ubi atau kentang
- Air matang secukupnya
Cara membuat:
- Kupas dan potong ubi/kentang, lalu kukus hingga benar-benar empuk.
- Haluskan dengan blender atau garpu.
4. Bubur beras bayi dengan ASI
Bubur beras sering menjadi pilihan MPASI awal karena teksturnya mudah disesuaikan (dari sangat encer hingga kental), sehingga Mama bisa menyesuaikannya dengan kemampuan menelan bayi.
Bubur beras terutama sumber karbohidrat dan vitamin B, serta bisa diperkaya zat besi untuk mencegah anemia. Karena proteinnya rendah, padukan dengan ASI/susu formula, kuning telur, daging/ikan halus, atau tahu/tempe.
Untuk meningkatkan penyerapan zat besi nabati, tambahkan vitamin C (misalnya pepaya/jeruk) dan sedikit lemak sehat (minyak zaitun/kelapa atau alpukat).
Bahan:
- 1 sendok makan bubur beras bayi
- ASI secukupnya
Cara membuat:
- Seduh bubur beras dengan ASI hangat.
- Aduk hingga tercampur rata dan tidak menggumpal.
- Sajikan setelah suhunya sesuai untuk bayi.
5. Puree labu kuning dan brokoli
Puree labu kuning dan brokoli merupakan pilihan MPASI yang kaya vitamin A dari labu kuning sekaligus vitamin C, vitamin K, dan serat dari brokoli, sehingga membantu sistem imun dan pencernaan bayi sekaligus memberikan energi.
Labu kuning juga mengandung beta-karoten, yang berperan dalam kesehatan mata dan pertumbuhan sel. Kombinasi sayur ini cocok sebagai MPASI awal karena teksturnya dapat dibuat sangat halus dan mudah ditelan bayi, serta memberi variasi rasa yang natural dan lembut.
Bahan:
- 50-70 gram labu kuning matang
- 3-4 kuntum brokoli matang
Cara membuat:
- Kukus atau rebus labu kuning dan brokoli sampai benar-benar empuk.
- Haluskan menggunakan blender atau garpu hingga menjadi puree yang lembut.
- Tambahkan sedikit ASI atau air matang bila perlu untuk mencapai konsistensi yang sesuai untuk bayi.
- Sajikan setelah suhunya sesuai untuk bayi.
Artikel lainnya: Tahapan Tekstur MPASI Sesuai Usia Bayi
Hal Lain yang Perlu Diperhatikan
Selain nutrisi dan menu, ada beberapa hal penting yang perlu Mama perhatikan saat memulai menu awal MPASI 6 bulan:
- Tekstur makanan harus sangat halus dan lembut pada tahap awal.
- Porsi diberikan sedikit terlebih dahulu, lalu ditingkatkan secara bertahap.
- Frekuensi pemberian menu MPASI 6 bulan pertama dilakukan 2–3 kali sehari.
- Kebersihan tangan, peralatan, dan bahan makanan harus selalu dijaga.
- Perkenalkan satu jenis makanan baru dalam beberapa hari untuk memantau reaksi tubuh bayi.
- Bayi tetap perlu mendapatkan ASI sesuai kebutuhan.
Artikel lainnya: Tips Meningkatkan Tekstur MPASI
Memulai MPASI adalah tahap penting (dengan memahami kebutuhan gizi, memilih menu yang tepat, dan memberi dengan cara yang benar, Mama sudah menyiapkan fondasi kesehatan dan kebiasaan makan si Kecil).
Agar Mama tidak merasa sendiri dalam menjalani fase MPASI ini, unduh aplikasi Hallobumil sekarang juga dan bergabunglah dengan komunitas Hallobumil, yuk! Di sana, Mama bisa mendapatkan panduan MPASI terpercaya, inspirasi menu harian, serta berbagi pengalaman dengan sesama Mama.
Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut webinar tumbuh kembang anak di Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya! Semua mudah hanya dalam satu genggaman Mama!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
