Tahapan Tekstur MPASI Sesuai Usia Bayi
:strip_icc():format(webp)/hb-article/JfzMGMf9ylw0OfLp5ab7p/original/y6gzpwjoitgyxmhs92qqqcts7r3pdt98.png)
Memasuki masa MPASI, Mama tentu ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil, tidak hanya dari segi gizi, tetapi juga dari tekstur makanannya. Pemberian tekstur yang tepat berperan penting dalam melatih kemampuan mengunyah, menelan, dan menerima variasi makanan sejak dini.
Karena itu, memahami tahapan tekstur MPASI berdasarkan usia bayi menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Yuk, simak penjelasan lengkap tentang tekstur MPASI yang sesuai usia bayi agar Mama tidak salah langkah saat mendampingi Si Kecil belajar makan.
Usia 6 Bulan
Di usia 6 bulan, bayi umumnya mulai siap menerima makanan pendamping ASI. Pada tahap ini, tekstur MPASI masih berfokus pada tekstur yang sangat halus agar Si Kecil mudah menelan dan beradaptasi dengan makanan selain ASI.
Tekstur MPASI yang dianjurkan adalah puree halus atau makanan yang disaring dengan konsistensi lembut, tidak menggumpal, dan mudah lumer di mulut.
Contohnya seperti bubur saring, puree buah, atau puree sayur yang dihaluskan sempurna. Tekstur ini membantu bayi belajar menelan tanpa risiko tersedak, sekaligus mengenal rasa baru secara perlahan.
Pada fase awal ini, tujuan MPASI bukan soal porsi besar, melainkan proses belajar makan. Karena itu, Mama tidak perlu terburu-buru menaikkan tekstur. Fokuslah pada kesiapan bayi dan pengalaman makan yang menyenangkan sebagai bagian dari tahapan tekstur MPASI bayi.
Usia 7–9 Bulan
Memasuki usia 7 hingga 9 bulan, kemampuan oral motor bayi mulai berkembang. Tahapan tekstur MPASI sesuai usia 7-9 bulan ini bisa dinaikkan secara bertahap dari yang benar-benar halus menjadi lebih kasar.
Tekstur yang dianjurkan adalah lumatan kasar atau makanan yang dihancurkan dengan garpu. Bubur tidak perlu lagi disaring terlalu halus dan sudah boleh memiliki sedikit tekstur.
Potongan makanan masih kecil dan lunak, tetapi bayi mulai belajar menggerakkan lidah dan gusi untuk mengolah makanan.
Pada fase ini, Mama bisa melihat bayi mulai tertarik mengunyah meski belum tumbuh gigi. Ini merupakan proses alami yang penting dalam tahapan tekstur makanan MPASI, karena melatih koordinasi mulut dan persiapan menuju makanan keluarga di kemudian hari.
Usia 9–12 Bulan
Di usia 9 sampai 12 bulan, bayi biasanya sudah semakin terampil mengunyah dengan gusi dan gigi yang mulai tumbuh. Tekstur MPASI dapat ditingkatkan menjadi cincang kasar atau makanan lunak yang dipotong kecil.
Makanan tidak perlu lagi dihaluskan dan justru dianjurkan memiliki tekstur agar kemampuan makan Si Kecil semakin terlatih. Pada tahap ini, variasi menu MPASI dan tekstur sangat membantu bayi mengenal berbagai sensasi makan.
Tahap ini merupakan bagian penting dari tahapan tekstur MPASI bayi, karena bayi belajar mengatur gerakan mengunyah dan menelan secara lebih mandiri. Mama tetap perlu memastikan tekstur makanan cukup lunak dan mudah dikunyah untuk menghindari risiko tersedak.
Usia 12 Bulan ke Atas
Setelah usia 12 bulan, bayi sudah mulai bisa mengonsumsi makanan keluarga dengan penyesuaian. Tekstur makanan bisa semakin beragam, selama tidak terlalu keras, pedas, atau berbumbu tajam.
Tahapan tekstur MPASI usia 6-24 bulan sudah memasuki fase akhir, yaitu transisi menuju pola makan keluarga. Potongan makanan bisa sedikit lebih besar dan teksturnya lebih padat, tetapi tetap aman untuk dikunyah oleh bayi.
Meski sudah makan makanan keluarga, Mama tetap perlu memperhatikan cara pengolahan makanan, seperti memotong kecil, memasak hingga lunak, dan menghindari bahan berisiko tersedak. Dengan begitu, proses adaptasi makan tetap berjalan nyaman dan aman.
Sebelum menaikkan tekstur MPASI, penting bagi Mama untuk memperhatikan kesiapan Si Kecil. Beberapa tanda yang bisa diperhatikan antara lain bayi mampu duduk dengan kepala tegak, tidak mendorong makanan keluar dengan lidah, serta terlihat tertarik mencoba makanan dengan tekstur baru.
Bayi juga biasanya mulai mengunyah meski tanpa gigi dan tidak mudah tersedak saat makan. Jika tanda-tanda ini sudah terlihat, Mama bisa mulai menaikkan tekstur secara bertahap sesuai tahapan tekstur MPASI yang disarankan sambil terus mengamati respons Si Kecil.
Dapatkan berbagai tips dan informasi seputar kehamilan, menyusui, serta tumbuh kembang Si Kecil langsung dari Mama lainnya dengan bergabung di Komunitas Hallobumil.
Jangan lupa unduh aplikasi Hallobumil agar Mama dapat memantau tumbuh kembang Si Kecil, membaca artikel kesehatan terbaru, serta mendapatkan tips menarik lainnya.
Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
