Mastitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/6mezIgR_m7DyEKIVY-k1l/original/cfee8y6osdu5avnbdyh5ra43h13m3pcw.png)
Dalam dunia medis, mastitis adalah istilah untuk kondisi peradangan pada jaringan payudara yang sangat sering dialami oleh ibu menyusui. Masalah seperti ini tentu bisa mengganggu kenyamanan Mama karena payudara tiba-tiba membengkak dan kemerahan.
Saat situasi ini muncul, Mama pasti membutuhkan kepastian apakah mastitis berbahaya, apa saja penyebabnya, apakah bisa dicegah, dan bagaimana cara menanganinya. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Mastitis?
Secara sederhana, mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang sering kali memicu rasa nyeri, bengkak, kemerahan, hingga suhu tubuh yang meningkat.
Mastitis pada payudara paling rentan dialami oleh Mama yang sedang dalam masa menyusui, terutama pada 6–12 minggu pertama setelah melahirkan (mastitis laktasi).
Jadi, apakah mastitis berbahaya? Kondisi ini umumnya tidak berbahaya asalkan segera mendapatkan penanganan yang tepat sebelum berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.
Artikel lainnya: Masalah Menyusui yang Sering Dialami dan Cara Mengatasinya
Penyebab Mastitis
Kondisi payudara yang meradang tidak terjadi begitu saja. Ada penyebab mastitis, baik bagi Mama yang sedang menyusui maupun mereka yang tidak menyusui.
Pada ibu menyusui
Berikut beberapa kondisi yang menjadi penyebab mastitis dan perlu Mama waspadai selama masa menyusui:
- Produksi ASI yang terlalu melimpah (hiperlaktasi) sehingga payudara sangat cepat penuh.
- Adanya sumbatan atau penyempitan pada saluran ASI di dalam jaringan payudara.
- Posisi pelekatan (latch on) mulut si Kecil yang kurang pas saat sedang menyusu.
- Kebiasaan memberikan ASI hanya dari satu sisi payudara saja secara terus-menerus.
- Sesi menyusui yang terlalu singkat sehingga payudara tidak dikosongkan secara maksimal.
- Terdapat luka atau lecet pada area puting yang bisa menjadi celah masuknya bakteri.
Artikel lainnya: Kenapa ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan?
Pada kelompok yang tidak menyusui
Mastitis pada wanita yang tidak menyusui memang jarang, tetapi beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risikonya:
- Mengalami benturan atau cedera langsung pada area payudara.
- Sistem kekebalan tubuh yang sedang menurun drastis, misalnya akibat pengobatan radioterapi.
- Memiliki riwayat kesehatan tertentu, seperti diabetes, gangguan sistem imun, maupun penyakit kronis lainnya.
- Terdapat iritasi atau masalah kulit di sekitar area dada, contohnya eksim.
- Kebiasaan mencukur atau mencabut rambut halus di area sekitar puting yang rentan memicu infeksi.
- Adanya luka terbuka akibat prosedur tindik pada payudara.
- Memiliki riwayat tindakan medis seperti pemasangan implan payudara.
Artikel lainnya: Mau Tahu Cara Efektif Memperlancar ASI?
Faktor Risiko Terjadinya Mastitis
Selain penyebab utama di atas, ada beberapa faktor kebiasaan dan kondisi sehari-hari yang membuat Mama lebih berisiko mengalami mastitis pada payudara:
- Pelekatan (latch on) bayi yang kurang tepat saat menyusui, sehingga puting mudah lecet dan ASI tidak terisap dengan baik.
- Kebiasaan menyusui hanya pada satu posisi atau lebih sering menggunakan satu sisi payudara saja.
- Menggunakan bra yang terlalu ketat atau tekanan konstan dari sabuk pengaman dan tas selempang yang menghambat aliran ASI.
- Kelelahan ekstrem, stres berat, atau kurang gizi yang membuat sistem kekebalan tubuh Mama menurun.
- Pernah mengalami mastitis pada kehamilan atau masa menyusui sebelumnya.
Gejala Mastitis yang Perlu Diwaspadai
Mastitis adalah peradangan yang sering kali datang secara tiba-tiba dan membuat tubuh terasa sangat tidak nyaman. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu Mama waspadai:
- Payudara terasa bengkak, keras, dan area kulitnya tampak kemerahan.
- Payudara terasa sangat hangat atau panas saat disentuh.
- Timbul rasa nyeri, perih, atau sensasi terbakar yang terjadi terus-menerus maupun hanya saat bayi menyusu.
- Tubuh terasa sangat lelah, pegal-pegal, menggigil, mual, dan mengalami demam layaknya gejala penyakit flu.
- Terdapat benjolan yang terasa keras dan nyeri di area payudara.
- Cairan yang mengandung nanah keluar dari puting.
Komplikasi Jika Mastitis Tidak Diobati
Membiarkan peradangan tanpa penanganan yang tepat bisa membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan Mama. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi antara lain:
- Produksi ASI menurun: Rasa nyeri yang hebat sering kali membuat Mama berhenti menyusui, yang pada akhirnya memicu penurunan produksi ASI secara drastis.
- Abses payudara: Jika infeksi dibiarkan, tumpukan nanah dapat terbentuk di dalam jaringan payudara dan biasanya memerlukan tindakan medis khusus untuk mengeluarkannya.
- Mastitis kronis: Mastitis yang terjadi secara berulang dapat memicu duct ectasia. Ini adalah kondisi penyempitan dan pelebaran saluran ASI.
- Infeksi darah: Bakteri penyebab peradangan bisa menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah. Kondisi ini biasanya disebut sepsis dan membutuhkan penanganan medis.
Artikel lainnya: Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui
Cara Mengatasi Mastitis
Jika Mama sudah mulai merasakan gejalanya, jangan langsung panik. Ada beberapa cara mengatasi mastitis yang bisa Mama lakukan secara mandiri di rumah:
- Tetap susui bayi: Sering kali ada pertanyaan, apakah mastitis boleh menyusui? Jawabannya boleh karena menyusui justru membantu mengosongkan payudara dan melancarkan sumbatan.
- Kompres hangat dan dingin: Gunakan kompres hangat sebelum menyusui untuk membantu melancarkan aliran ASI, lalu gunakan kompres dingin setelah menyusui untuk meredakan bengkak dan nyeri.
- Pijat payudara dengan lembut: Pijat area yang terdapat benjolan dengan gerakan memutar ke arah puting saat mandi air hangat atau saat bayi sedang menyusu.
- Perbanyak istirahat: Mintalah bantuan pasangan atau keluarga untuk mengurus si Kecil agar Mama bisa tidur dan memulihkan energi.
- Gunakan pakaian longgar: Hindari memakai bra berkawat atau pakaian yang terlalu ketat di area dada agar sirkulasi darah dan ASI tidak terhambat.
Artikel lainnya: Perawatan Payudara Ibu Nifas, Cegah Masalah ASI & Nyeri
Pencegahan Mastitis
Mastitis adalah masalah kesehatan yang dapat dicegah sejak dini. Minimalkan risiko terjadinya peradangan dengan langkah-langkah berikut:
- Pastikan mulut bayi menempel dengan benar (latch on) pada areola, bukan hanya pada puting, saat menyusu.
- Usahakan untuk mengosongkan payudara secara maksimal di setiap sesi menyusui, bila perlu gunakan pompa ASI jika payudara masih terasa penuh.
- Variasikan posisi menyusui agar seluruh saluran ASI di payudara dapat terkosongkan secara merata.
- Segera rawat dan oleskan krim khusus (seperti krim lanolin) jika puting mulai terasa kering atau lecet.
- Hindari menghentikan proses menyusui secara mendadak (menyapih tiba-tiba), lakukan secara bertahap agar payudara bisa menyesuaikan produksi ASI.
- Minum air putih secukupnya, jangan sampai kekurangan cairan.
- Bersihkan puting dan payudara secara rutin.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Mama sudah melakukan berbagai cara perawatan di rumah, tapi gejala tidak kunjung membaik dalam waktu 24 jam, suhu tubuh terus meningkat, atau nyeri terasa semakin tak tertahankan, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik yang aman untuk ibu menyusui agar infeksi dapat segera diatasi dan Mama bisa kembali menyusui si Kecil dengan nyaman.
Mengingat mastitis adalah peradangan payudara yang dapat menimbulkan rasa sakit, mengenali gejala dan penyebabnya sejak awal akan sangat membantu Mama mencegah kondisi yang lebih serius.
Segera lakukan langkah perawatan yang tepat di rumah, dan jangan tunda berkonsultasi dengan dokter jika keluhan pada payudara tidak kunjung membaik.
Punya pertanyaan lain seputar menyusui, produksi ASI, atau tips pemulihan pasca melahirkan? Yuk, gabung Komunitas Hallobumil untuk bertanya, share pengalaman, dan mendapatkan dukungan dari sesama Mama.
Jangan lupa juga download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan informasi kehamilan dan parenting terlengkap, langsung di genggaman Mama!
Selain dapat berbagai panduan kesehatan yang lengkap dan terpercaya, Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!





oalah ternyata mastitis tuh bukan hanya penyumbatan aja yaaa tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Mama, sama-sama ya. Semoga informasinya bermanfaat ya :) ^sr
- 0
Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil


:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)