:strip_icc():format(webp)/hb-article/YUSGTEeuJtM4_1zPMhM41/original/li5ehxk7f9jhfe4ca31o0jdklpceykqn.png)
Cara mengatasi puting lecet saat menyusui perlu diketahui oleh setiap ibu menyusui, terutama pada masa awal menyusui ketika Mama dan bayi masih beradaptasi.
Puting yang lecet dapat terasa nyeri, perih, bahkan terkadang disertai luka atau perdarahan ringan sehingga membuat Mama enggan menyusui. Sebelum membahas cara mengatasinya, penting untuk memahami penyebabnya terlebih dahulu.
Penyebab paling umum puting lecet adalah pelekatan bayi yang kurang dalam atau hanya mengisap bagian puting tanpa sebagian besar areola masuk ke dalam mulutnya. Akibatnya, puting menerima tekanan dan gesekan berulang yang dapat menyebabkan luka.
Selain itu, penggunaan pompa ASI dengan ukuran corong yang tidak sesuai atau pengaturan hisapan yang terlalu kuat juga dapat menyebabkan iritasi pada puting.
Dalam beberapa kasus, infeksi jamur (thrush), tongue-tie pada bayi, atau kulit puting yang sensitif dapat memperparah kondisi ini. Kabar baiknya, sebagian besar kasus puting lecet dapat membaik dengan perawatan yang tepat di rumah.
Artikel lainnya: Penyebab Puting Lecet Saat Menyusui dan Cara Mengatasinya
1. Perbaiki Posisi dan Pelekatan Menyusui
Langkah pertama dan paling penting dalam mengatasi puting lecet adalah memperbaiki posisi menyusui serta memastikan bayi melekat dengan benar pada payudara. Mulut bayi sebaiknya terbuka lebar dan mencakup sebagian besar areola, bukan hanya puting.
Jika pelekatan terasa sakit sejak awal menyusui, lepaskan perlahan lalu coba susukan kembali dengan posisi yang lebih tepat. Pelekatan yang baik dapat mengurangi tekanan pada puting dan membantu proses penyembuhan berlangsung lebih cepat.
Memahami cara agar puting tidak lecet saat menyusui dapat membantu Mama mencegah rasa nyeri dan menjaga proses menyusui tetap nyaman dalam jangka panjang.
Artikel lainnya: Posisi Menyusui yang Benar dan Nyaman untuk Mama
2. Oleskan ASI pada Area Puting
ASI ternyata tidak hanya menjadi makanan terbaik bagi bayi, tetapi juga dapat membantu menjaga kelembapan alami kulit puting. Setelah selesai menyusui, Mama dapat mengoleskan beberapa tetes ASI ke area puting dan membiarkannya mengering secara alami.
Kandungan antibodi dan faktor pelindung alami dalam ASI dapat membantu menjaga kesehatan kulit puting selama proses penyembuhan berlangsung.
Artikel lainnya: Masalah Menyusui yang Sering Dialami dan Cara Mengatasinya
3. Biarkan Puting Kering Sebelum Mengenakan Bra
Lingkungan yang lembap dapat memperlambat proses penyembuhan luka pada puting. Oleh karena itu, setelah menyusui atau mengoleskan ASI, biarkan puting mengering terlebih dahulu sebelum mengenakan pakaian atau bra.
Paparan udara membantu menjaga area puting tetap kering dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur maupun bakteri yang dapat memperburuk kondisi.
4. Hindari Membersihkan Puting dengan Sabun
Banyak Mama mengira bahwa mencuci puting menggunakan sabun akan membuat area tersebut lebih bersih. Padahal, sabun justru dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga puting menjadi lebih kering dan mudah iritasi.
Cukup bersihkan payudara menggunakan air bersih saat mandi. Hindari produk pembersih yang mengandung alkohol atau bahan kimia keras.
5. Gunakan Kompres Dingin Setelah Menyusui
Jika puting terasa nyeri atau bengkak, kompres dingin dapat membantu meredakan ketidaknyamanan. Bungkus es dengan kain bersih atau gunakan kompres dingin khusus lalu tempelkan pada area puting selama beberapa menit setelah menyusui.
Cara ini dapat membantu mengurangi peradangan dan memberikan efek menenangkan pada jaringan yang mengalami iritasi.
Artikel lainnya: Bayi Bingung Puting? Ini Cara Ampuh Mengatasinya
6. Pilih Bra Menyusui yang Nyaman
Bra yang terlalu ketat dapat meningkatkan gesekan pada puting yang sedang mengalami luka. Sebaiknya pilih bra menyusui berbahan katun yang lembut dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Selain membantu mengurangi iritasi, penggunaan bra yang nyaman juga membuat area payudara tetap kering dan tidak lembap.
7. Ganti Breast Pad Secara Rutin
Breast pad yang terlalu lama digunakan dapat menjadi lembap dan meningkatkan risiko infeksi. Oleh karena itu, gantilah breast pad setiap kali terasa basah atau setelah selesai menyusui.
Menjaga area puting tetap bersih dan kering merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat mempercepat proses pemulihan.
8. Gunakan Krim atau Pelembap Khusus Puting
Jika puting tampak pecah-pecah atau sangat kering, Mama dapat menggunakan krim khusus puting yang aman untuk ibu menyusui, misalnya yang mengandung lanolin murni.
Produk ini membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi rasa perih akibat lecet. Namun, pastikan produk yang digunakan aman bagi bayi dan ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan.
Selain krim lanolin, dokter juga dapat merekomendasikan obat puting lecet saat menyusui tertentu apabila lecet disebabkan oleh infeksi atau peradangan.
Artikel lainnya: Nipple Cream Terbaik dan Aman untuk Ibu Menyusui
9. Evaluasi Penggunaan Pompa ASI
Tidak sedikit kasus puting lecet yang disebabkan oleh penggunaan pompa ASI yang kurang tepat. Ukuran corong yang tidak sesuai atau kekuatan hisapan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan iritasi dan luka pada puting.
Jika Mama rutin memompa ASI, pastikan ukuran flange sesuai dengan ukuran puting dan gunakan tingkat hisapan yang nyaman.
10. Konsultasikan dengan Konselor Laktasi
Apabila puting tetap terasa sakit meskipun posisi menyusui sudah diperbaiki, konsultasi dengan konselor laktasi dapat menjadi solusi yang tepat.
Konselor laktasi dapat membantu mengevaluasi teknik menyusui, posisi bayi, hingga kemungkinan adanya tongue-tie atau masalah lain yang memengaruhi proses menyusui.
Meskipun sebagian besar kasus puting lecet dapat membaik dengan perawatan mandiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis.
Pada beberapa kasus, lecet yang cukup berat dapat menyebabkan puting berdarah saat menyusui. Kondisi ini tidak selalu berbahaya, tetapi tetap perlu diperhatikan, terutama jika perdarahan terjadi berulang atau disertai tanda infeksi.
Artikel lainnya: Puting Menghitam Saat Hamil, Normalkah?
Jangan menunda konsultasi dengan dokter jika puting mengalami perdarahan terus-menerus, nyeri semakin berat, muncul nanah, demam, atau terdapat tanda-tanda infeksi seperti kemerahan yang meluas dan rasa panas pada payudara.
Mama juga disarankan berkonsultasi apabila puting tidak kunjung membaik setelah beberapa hari perawatan atau muncul gejala infeksi jamur seperti puting berwarna merah mengilap, terasa terbakar, dan nyeri hingga setelah menyusui selesai.
Cara mengatasi puting lecet saat menyusui pada dasarnya berfokus pada memperbaiki pelekatan bayi, menjaga kelembapan alami kulit, mengurangi gesekan, serta mencegah infeksi.
Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar puting lecet dapat membaik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu sehingga Mama dapat kembali menyusui dengan nyaman.
Perjalanan menyusui sering kali penuh tantangan, termasuk saat menghadapi puting lecet. Agar mendapatkan informasi kesehatan Mama dan bayi yang lebih lengkap setiap hari, yuk download aplikasi HalloBumil dan temukan berbagai panduan kehamilan, persalinan, hingga menyusui dalam satu genggaman.
Terkadang, dukungan sesama Mama bisa membuat proses menyusui terasa lebih ringan. Bergabunglah dengan komunitas WhatsApp HalloBumil untuk berbagi pengalaman, mendapatkan tips dari Mama lainnya, dan berdiskusi seputar tumbuh kembang si Kecil.
Selain mencari informasi secara mandiri, Mama juga bisa menambah wawasan melalui berbagai event kesehatan yang menghadirkan dokter dan ahli kesehatan.
Dapatkan edukasi seputar kehamilan, menyusui, dan pengasuhan anak secara langsung dari para ahlinya. Yuk, langsung daftar di HalloBumil sekarang juga!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
