Bayi Kelelahan Saat Mudik: Tanda dan Cara Mengatasinya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/4DIN4dp_tQUuS1HX8vDjr/original/7qrpvzxmxuix6pvmnclb7p47jkddorzi.png)
Mudik adalah momen yang ditunggu-tunggu banyak keluarga. Namun di balik suasana hangat dan penuh kebahagiaan, perjalanan jauh sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi orang tua yang membawa bayi.
Perubahan jadwal, perjalanan panjang, paparan suara bising, hingga suhu yang tidak stabil bisa membuat bayi kelelahan saat mudik. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bayi belum mampu mengungkapkan rasa lelahnya dengan kata-kata.
Oleh karena itu, penting bagi Mama dan Papa sebagai orang tua memahami tanda bayi kelelahan dan mengetahui cara mengatasi bayi kelelahan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Artikel lainnya: Barang Wajib Ibu Menyusui saat Mudik, Catat Daftarnya!
Tanda Bayi Kelelahan saat Mudik
Mengenali tanda bayi kelelahan sejak dini dapat mencegah kondisi yang lebih serius seperti rewel berlebihan, gangguan tidur, bahkan penurunan daya tahan tubuh. Berikut beberapa tanda yang umum muncul:
1. Bayi menjadi lebih rewel dari biasanya
Salah satu tanda paling umum saat bayi kelelahan saat mudik adalah meningkatnya kerewelan. Bayi bisa menangis lebih lama, sulit ditenangkan, atau tampak gelisah tanpa sebab yang jelas.
Bayi yang terlalu lelah sering kali justru semakin sulit untuk tidur dan menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan sekitar.
2. Menggosok mata atau telinga
Gerakan seperti menggosok mata, menarik telinga, atau menguap berulang kali merupakan sinyal klasik bahwa bayi mengantuk dan lelah. Bayi umumnya menunjukkan tanda fisik ini sebelum akhirnya menjadi sangat rewel.
3. Pola tidur berantakan
Perjalanan jauh sering mengacaukan rutinitas tidur bayi. Mayo Clinic menjelaskan bahwa bayi sangat bergantung pada rutinitas untuk menjaga kualitas tidurnya. Ketika jadwal berubah drastis, bayi bisa sulit tidur atau justru tidur sangat singkat dan tidak nyenyak.
Artikel lainnya: Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah Tidur di Malam Hari
4. Nafsu makan menurun
Kelelahan juga dapat memengaruhi nafsu makan bayi. Terkadang, bayi yang tidak nyaman atau lelah bisa menunjukkan perubahan pola makan, termasuk menolak ASI atau MPASI sementara waktu.
5. Tampak lesu atau terlalu diam
Sebagian bayi mungkin tidak menangis, tetapi justru terlihat lebih diam, kurang responsif, atau tampak lesu. Perubahan perilaku dan tingkat energi pada bayi perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda kelelahan atau ketidaknyamanan.
Artikel lainnya: Ciri-Ciri Bayi Sembelit saat MPASI yang Perlu Dikenali
Cara Mengatasi Bayi Kelelahan saat Mudik
Jika Mama dan Papa mulai melihat tanda bayi kelelahan, jangan panik. Ada beberapa cara mengatasi bayi kelelahan yang bisa dilakukan agar si kecil kembali nyaman. Berikut tipsnya:
1. Pertahankan rutinitas tidur sebisa mungkin
Walaupun sedang dalam perjalanan, usahakan tetap mengikuti jadwal tidur bayi seperti di rumah. Rutinitas yang konsisten membantu bayi merasa aman dan lebih mudah beristirahat. Jika perjalanan panjang, rencanakan waktu istirahat sesuai jam tidur si kecil, ya Ma!
2. Beri waktu istirahat yang cukup
Jika mudik menggunakan mobil atau bus, berhentilah secara berkala agar bayi bisa digendong, digerakkan, atau sekadar berganti suasana.
Dianjurkan untuk tidak membiarkan bayi terlalu lama dalam car seat tanpa jeda karena dapat membuatnya tidak nyaman dan lelah.
3. Ciptakan suasana nyaman
Pastikan suhu kendaraan atau ruangan tidak terlalu panas atau dingin. Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Kenyamanan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas istirahat bayi.
4. Penuhi kebutuhan cairan dan nutrisi
Pastikan bayi tetap mendapatkan ASI atau susu formula sesuai kebutuhannya. Untuk bayi yang sudah MPASI, berikan makanan bergizi seimbang.
Kemenkes RI dalam buku panduan MPASI menekankan pentingnya asupan nutrisi untuk menjaga energi dan daya tahan tubuh bayi.
Artikel lainnya: Tips Menyusui Nyaman saat Mudik, Bebas Rewel di Perjalanan
5. Minimalkan stimulasi berlebihan
Perjalanan mudik biasanya ramai dan penuh rangsangan visual maupun suara. Jika bayi mulai menunjukkan tanda bayi kelelahan, kurangi paparan suara keras, cahaya terang, atau interaksi berlebihan. Pada dasarnya, overstimulasi dapat memperburuk kelelahan pada bayi.
6. Perhatikan tanda bahaya
Jika bayi tampak sangat lemas, demam, muntah berulang, atau menunjukkan gejala tidak biasa, segera cari bantuan medis. Perubahan perilaku ekstrem pada bayi perlu segera dievaluasi dokter.
Agar perjalanan bersama si kecil makin terencana dan nyaman, Mama bisa download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan berbagai panduan kesehatan Mama dan bayi yang praktis dalam genggaman.
Ingin berbagi pengalaman seputar mudik dan tumbuh kembang si kecil? Yuk, gabung ke komunitas Hallobumil dan temukan support system yang hangat dari sesama orang tua.
Selain itu, Mama dan Papa juga bisa mengikuti berbagai event menarik dari Hallobumil. Menjaga kesehatan si kecil bukan hanya saat di rumah, tetapi juga saat perjalanan penuh cerita seperti mudik.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
