loading

Si Kecil Cegukan Setelah Menyusu, Apakah Berbahaya?

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Kondisi bayi cegukan usai menyusu umumnya wajar akibat masuknya udara ke lambung. Pahami penjelasan medis mengenai penyebab dan tingkat bahayanya agar penanganan dapat dilakukan Mama secara tepat.
bayi-cegukan-setelah-menyusu-apakah-berbahaya

Bayi cegukan setelah menyusu sering kali membuat Mama khawatir, terutama jika terjadi berulang kali dalam sehari.

Padahal, pada sebagian besar kasus, cegukan pada Si Kecil merupakan hal yang normal dan menjadi bagian dari perkembangan sistem pencernaan serta saraf Si Kecil.

Baik Si Kecil cegukan setelah minum ASI maupun Si Kecil cegukan setelah minum susu formula, kondisi ini umumnya tidak berbahaya selama Si Kecil tetap aktif, nyaman, dan menyusu dengan baik.

Namun, memahami penyebab dan cara mengatasinya dapat membantu Mama merasa lebih tenang saat menghadapinya.

Artikel lainnya: Bayi Sering Muntah, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Si Kecil Cegukan Setelah Menyusu

Cegukan terjadi ketika diafragma, yaitu otot yang membantu proses pernapasan, mengalami kontraksi atau kejang secara tiba-tiba.

Kondisi ini menyebabkan pita suara menutup sesaat dan menghasilkan suara "hik". Berikut beberapa penyebab Si Kecil sering cegukan setelah menyusu:

Perut terisi terlalu penuh

Salah satu penyebab Si Kecil sering cegukan setelah menyusu adalah lambung yang terisi terlalu penuh.

Ketika Si Kecil minum terlalu banyak dalam waktu singkat, lambung dapat meregang dan menekan diafragma sehingga memicu cegukan. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.

Menelan udara saat menyusu

Bayi yang menyusu terlalu cepat atau pelekatan mulut yang kurang tepat saat menyusu dapat menelan udara lebih banyak.

Udara yang masuk ke saluran pencernaan dapat menyebabkan perut kembung dan merangsang diafragma sehingga muncul cegukan setelah menyusu.

Artikel lainnya: Atasi Perut Kembung pada Bayi dengan Cara Ini

Refleks gastroesophageal reflux (GER)

Kenapa Si Kecil cegukan setelah menyusu? Salah satu penyebabnya adalah refluks atau naiknya isi lambung ke kerongkongan.

Pada Si Kecil, katup antara lambung dan kerongkongan masih berkembang sehingga refluks ringan cukup sering terjadi. Selain memicu gumoh, kondisi ini juga dapat menyebabkan cegukan.

Sistem saraf dan pencernaan yang belum matang

Pada Si Kecil baru lahir, sistem saraf yang mengontrol diafragma masih dalam tahap perkembangan. Akibatnya, kontraksi diafragma dapat terjadi lebih mudah dan menyebabkan cegukan.

Inilah alasan mengapa Si Kecil cegukan setelah minum ASI cukup sering terjadi pada bulan-bulan awal kehidupan.

Perubahan suhu yang mendadak

Perubahan suhu secara tiba-tiba, misalnya setelah mandi atau berpindah ke ruangan yang lebih dingin, terkadang dapat memicu kontraksi diafragma dan menyebabkan cegukan. Meski demikian, kondisi ini umumnya tidak berbahaya.

Terlalu bersemangat saat menyusu

Saat Si Kecil sangat lapar atau terlalu bersemangat menyusu, ia cenderung minum lebih cepat dan menelan lebih banyak udara. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko cegukan setelah menyusu.

Secara umum, Si Kecil cegukan setelah minum susu atau ASI bukan kondisi yang berbahaya. Bahkan, menurut National Health Service, Si Kecil dapat mengalami cegukan sejak masih berada di dalam kandungan.

Selama Si Kecil tetap nyaman, aktif, dan tidak menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan, Mama tidak perlu terlalu cemas.

Artikel lainnya: Frekuensi dan Durasi Menyusui Bayi yang Ideal

Cara Mengatasi Cegukan Si Kecil Setelah Menyusu

Meski biasanya dapat hilang sendiri, terdapat beberapa yang dapat membantu mengurangi cegukan pada Si Kecil. Berikut tipsnya:

Sendawakan Si Kecil

Menyendawakan Si Kecil setelah menyusu dapat membantu mengeluarkan udara yang terperangkap di lambung. Cara ini termasuk yang paling efektif untuk membantu meredakan cegukan.

Artikel lainnya: Cara Menyendawakan Si Kecil dengan Benar

Ubah posisi menyusui

Pastikan posisi menyusui membuat kepala Si Kecil sedikit lebih tinggi dibandingkan tubuhnya. Posisi yang tepat dapat membantu mengurangi udara yang tertelan saat menyusu.

Beri waktu istirahat saat menyusu

Jika aliran ASI deras atau Si Kecil minum terlalu cepat, cobalah berhenti sejenak di tengah sesi menyusu. Cara ini membantu Si Kecil bernapas lebih teratur dan mengurangi udara yang tertelan.

Gendong bayi dalam posisi tegak

Menggendong Si Kecil dalam posisi tegak selama 20–30 menit setelah menyusu dapat membantu makanan turun dengan baik ke lambung dan mengurangi tekanan pada diafragma.

Tenangkan dan alihkan perhatian Si Kecil

Beberapa Si Kecil berhenti cegukan ketika merasa lebih rileks. Mama dapat menggendong, mengayun perlahan, atau mengajak Si Kecil berinteraksi dengan lembut.

Biarkan cegukan berhenti dengan sendirinya

Dalam banyak kasus, cegukan akan hilang tanpa perlu tindakan khusus. Jika Si Kecil tampak nyaman dan tidak rewel, Mama cukup memantaunya sambil tetap memastikan kebutuhan menyusunya terpenuhi.

Artikel lainnya: 11 Tanda Si Kecil Cukup ASI yang Perlu Mama Tahu

Cara Mencegah Si Kecil Cegukan Setelah Menyusu

Meski tidak selalu dapat dicegah, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi frekuensi cegukan pada Si Kecil:

  • Menyusui sebelum Si Kecil terlalu lapar.
  • Memastikan pelekatan mulut Si Kecil saat menyusu sudah tepat.
  • Menyendawakan Si Kecil secara rutin setelah menyusu.
  • Menghindari pemberian susu dalam jumlah terlalu banyak sekaligus.
  • Menjaga posisi kepala Si Kecil sedikit lebih tinggi saat menyusu.
  • Menghindari aktivitas yang terlalu aktif segera setelah menyusu.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko Si Kecil cegukan setelah menyusu dapat berkurang.

Artikel lainnya: Hidung Tersumbat pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kapan Cegukan Si Kecil Perlu Diwaspadai Mama?

Walaupun umumnya normal, Mama perlu lebih waspada jika cegukan disertai gejala lain, seperti:

  • Bayi tampak kesakitan saat cegukan.
  • Bayi sering gumoh atau muntah dalam jumlah banyak.
  • Berat badan sulit bertambah.
  • Bayi menjadi sangat rewel setelah menyusu.
  • Cegukan berlangsung sangat sering dan mengganggu waktu tidur atau menyusu.

Gejala tersebut dapat mengarah pada masalah pencernaan tertentu, seperti refluks yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Artikel lainnya: Si Kecil Sering Gumoh, Normal atau Tidak?

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun Si Kecil cegukan setelah menyusu umumnya merupakan kondisi yang normal dan akan hilang dengan sendirinya, Mama tetap perlu memperhatikan frekuensi serta gejala lain yang menyertainya. Mama sebaiknya berkonsultasi ke dokter apabila:

  • Cegukan berlangsung lebih dari beberapa jam dan terjadi berulang setiap hari.
  • Bayi tampak kesulitan bernapas.
  • Bayi menolak menyusu.
  • Bayi mengalami muntah berulang.
  • Berat badan Si Kecil tidak bertambah sesuai usia.
  • Cegukan disertai demam atau gejala sakit lainnya.

Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang mendasari keluhan tersebut.

Masih punya banyak pertanyaan seputar tumbuh kembang dan kesehatan Si Kecil? Yuk, download aplikasi HalloBumil dan daftarkan diri Mama untuk mendapatkan berbagai informasi terpercaya yang dapat membantu Mama menjalani perjalanan parenting dengan lebih tenang dan nyaman.

Setiap Si Kecil memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Agar tidak bingung menghadapi berbagai tantangan sehari-hari, Mama bisa bergabung ke komunitas WhatsApp HalloBumil dan berbagi pengalaman bersama sesama orang tua.

Ingin mendapatkan edukasi parenting langsung dari para ahli? Jangan lewatkan berbagai event HalloBumil yang membahas kesehatan Mama dan anak, sehingga Mama bisa memperoleh informasi terbaru sekaligus menambah wawasan seputar perawatan Si Kecil.

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image