loading

Apa Itu Episiotomi, Prosedur, Risiko, dan Kapan Dilakukan

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Episiotomi dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah proses persalinan. Yuk kenali lebih jauh mengenai prosedur ini, perbedaannya dengan robekan alami, serta risiko dan proses pemulihannya di sini.
apa-itu-episiotomi-saat-persalinan

Persalinan normal merupakan proses alami, tetapi pada kondisi tertentu dokter atau bidan dapat melakukan tindakan tambahan untuk membantu kelahiran bayi. Salah satunya adalah episiotomi.

Episiotomi adalah sayatan yang dibuat pada jaringan perineum, yaitu area di antara pembukaan vagina dan anus, untuk memperlebar jalan lahir.

Tindakan ini tidak dilakukan secara rutin pada setiap persalinan dan umumnya dipertimbangkan jika ada kondisi tertentu yang membuat bayi perlu segera dilahirkan atau untuk membantu mencegah robekan berat.

Artikel lainnya: Macam-macam Posisi Melahirkan yang Perlu Mama Tahu

Apa Itu Episiotomi?

Secara sederhana, episiotomi adalah sayatan kecil pada perineum yang dilakukan ketika bayi akan lahir melalui vagina. Dahulu, tindakan ini lebih sering dilakukan dalam persalinan normal.

Namun, saat ini kebanyakan orang menghindari episiotomi rutin karena sebagian besar Mama dapat melahirkan tanpa memerlukannya. 

Perineum sebenarnya dapat meregang secara alami ketika kepala dan tubuh bayi melewati vagina. Jika diperlukan, dokter atau bidan dapat membuat sayatan terkontrol untuk memperlebar pembukaan.

Jadi, episiotomi bukan berarti persalinan normal gagal, melainkan tindakan medis yang digunakan berdasarkan kondisi Mama dan bayi saat persalinan. 

Artikel lainnya: Tips Melahirkan Normal & Lancar, Apa Saja Persiapannya?

Kapan Episiotomi Diperlukan Saat Persalinan?

Pertanyaan kapan episiotomi diperlukan tidak memiliki satu jawaban untuk semua Mama. Keputusan dibuat berdasarkan kondisi persalinan yang sedang berlangsung.

Salah satu alasan yang mungkin adalah ketika bayi menunjukkan tanda kegawatan dan perlu segera dilahirkan sehingga tahap mengejan perlu dipercepat. 

Menurut Mayo Clinic, episiotomi juga dapat dipertimbangkan ketika dokter perlu menggunakan alat bantu persalinan, seperti forceps atau vakum.

Pada situasi tertentu, sayatan dapat memberikan ruang tambahan sehingga proses penggunaan alat menjadi lebih mudah dan membantu mengurangi risiko robekan perineum yang berat. 

Selain itu, tindakan ini dapat dipertimbangkan apabila terdapat risiko robekan yang luas hingga mencapai otot anus.

Dalam kondisi lain, seperti masalah saat persalinan sungsang atau keadaan medis tertentu pada Mama yang membuat bayi perlu segera dilahirkan, juga dapat menjadi pertimbangan. Namun, keputusan tetap dilakukan secara individual oleh tenaga kesehatan.

Bagaimana Prosedur Episiotomi Dilakukan?

Prosedur episiotomi saat melahirkan biasanya dilakukan ketika kepala bayi mulai terlihat di pembukaan vagina atau ketika dokter menilai sayatan tersebut diperlukan.

Sebelum membuat sayatan, area perineum akan diberikan anestesi lokal jika Mama belum mendapatkan anestesi yang memadai.

Mama yang sudah mendapatkan epidural mungkin tidak memerlukan suntikan anestesi tambahan, tergantung kondisi dan penilaian tenaga kesehatan.

Setelah area mati rasa, dokter atau bidan membuat sayatan menggunakan gunting khusus. Ada dua pola sayatan yang umum, yaitu sayatan garis tengah atau midline yang mengarah lurus ke belakang dan sayatan mediolateral yang dibuat menyerong ke salah satu sisi.

Setelah bayi dan plasenta lahir, jaringan yang disayat akan diperiksa dan kemudian dijahit menggunakan benang yang dapat diserap tubuh.

Artikel lainnya: Tahap Persalinan Normal dan Panduan Lengkap untuk Ibu Hamil

Apa Perbedaan Episiotomi dan Robekan Perineum Alami?

Memahami perbedaan episiotomi dan robekan alami penting agar Mama tidak menganggap keduanya sebagai kondisi yang sama. Episiotomi merupakan sayatan yang sengaja dibuat oleh tenaga kesehatan untuk memperlebar jalan lahir.

Sementara itu, robekan perineum alami terjadi secara spontan ketika jaringan perineum meregang dan tidak mampu menahan tekanan saat bayi melewati jalan lahir. Keduanya dapat membutuhkan jahitan, tergantung kedalaman luka.

banner

Robekan alami memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda, sedangkan episiotomi merupakan luka yang sengaja dibuat dan tetap dapat melebar menjadi robekan selama proses kelahiran. Untuk itu, episiotomi tidak otomatis lebih baik atau lebih mudah sembuh daripada robekan alami.

Saat ini, tenaga kesehatan umumnya lebih memilih membiarkan perineum meregang secara alami jika kondisi Mama dan bayi memungkinkan. Episiotomi dilakukan secara selektif ketika manfaatnya diperkirakan lebih besar daripada risikonya.

Apa Risiko dan Efek Samping Episiotomi?

Meskipun dapat membantu dalam kondisi tertentu, risiko episiotomi tetap perlu dipahami sebelum tindakan dilakukan. Setelah persalinan, Mama dapat mengalami rasa nyeri dan tidak nyaman pada area perineum.

Pada beberapa kasus, sayatan juga dapat melebar menjadi robekan yang lebih luas atau menimbulkan komplikasi lain. Untuk itu, episiotomi saat ini tidak dilakukan secara rutin dan hanya dipertimbangkan jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Beberapa risiko dan efek samping yang dapat terjadi setelah episiotomi meliputi:

  • Nyeri dan rasa tidak nyaman: Area perineum dapat terasa nyeri, terutama saat duduk, berjalan, buang air kecil, atau buang air besar selama masa pemulihan.
  • Perdarahan: Sayatan pada jaringan perineum dapat menyebabkan perdarahan, meskipun jumlahnya dapat berbeda pada setiap Mama.
  • Infeksi: Luka sayatan dan jahitan dapat mengalami infeksi. Waspadai nyeri atau bengkak yang semakin parah, demam, serta keluarnya nanah atau cairan berbau dari area luka.
  • Sayatan melebar menjadi robekan yang lebih dalam: Pada kondisi tertentu, sayatan dapat memanjang hingga mengenai otot di sekitar anus atau rektum. Risiko ini lebih tinggi pada episiotomi garis tengah.
  • Nyeri saat berhubungan seksual: Sebagian Mama dapat mengalami rasa sakit ketika kembali berhubungan seksual, terutama pada beberapa bulan pertama setelah melahirkan.
  • Pemulihan lebih lama: Luka episiotomi membutuhkan waktu untuk sembuh dan pada sebagian Mama dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang berlangsung lebih lama.

Jika setelah persalinan nyeri justru semakin berat, muncul demam, menggigil, pembengkakan yang bertambah, atau terdapat cairan bernanah dan berbau dari luka, segera periksakan diri ke dokter atau bidan karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi atau komplikasi lainnya.

Artikel lainnya: Apa Itu Gentle Birth dan Bagaimana Cara Mempersiapkannya?

Bagaimana Proses Pemulihan Setelah Episiotomi?

Pemulihan setelah episiotomi membutuhkan waktu dan perawatan yang baik. Jahitan episiotomi umumnya menggunakan benang yang dapat diserap tubuh sehingga tidak perlu dilepas.

Rasa nyeri atau tidak nyaman biasanya paling terasa pada awal masa nifas dan kemudian berangsur berkurang seiring luka membaik. 

Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, Mama dapat menggunakan kompres dingin sesuai anjuran tenaga kesehatan, menjaga area luka tetap bersih dan kering, serta membilas area genital dengan air setelah buang air kecil atau buang air besar.

Konsumsi cukup cairan dan makanan berserat dan tinggi vitamin C juga dapat membantu mencegah sembelit sehingga Mama tidak perlu mengejan terlalu kuat saat buang air besar.

Aktivitas berat dan memasukkan sesuatu ke dalam vagina, termasuk berhubungan seksual, sebaiknya ditunda hingga Mama merasa cukup nyaman dan tenaga kesehatan menyatakan kondisi luka sudah pulih dengan baik.

Waktu pemulihan setiap Mama dapat berbeda, tetapi luka episiotomi umumnya membutuhkan beberapa minggu untuk sembuh.

Selama masa pemulihan, perhatikan kondisi luka. Jika nyeri semakin berat, muncul demam, bengkak atau kemerahan yang semakin memburuk, keluar nanah, atau terdapat cairan berbau tidak sedap dari luka, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.

Episiotomi adalah tindakan membuat sayatan pada perineum untuk membantu memperlebar jalan lahir ketika kondisi tertentu membuat tindakan tersebut diperlukan.

Saat ini, episiotomi tidak dianjurkan dilakukan secara rutin karena sebagian besar persalinan dapat berlangsung tanpa sayatan tersebut.

Jika episiotomi diperlukan, tenaga kesehatan akan mempertimbangkan kondisi Mama dan bayi, menjelaskan tindakan, serta melakukan perawatan luka setelah persalinan.

Setelah mengetahui apa itu episiotomi dan bagaimana proses pemulihannya, Mama juga bisa mempersiapkan persalinan dengan informasi yang lebih lengkap.

Artikel lainnya: Perawatan Setelah Melahirkan yang Perlu Diperhatikan

Download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan berbagai informasi seputar kehamilan, persalinan, hingga perawatan setelah melahirkan dalam satu aplikasi.

Persalinan tidak harus dijalani sendirian. Jika ingin berbagi cerita atau mendapatkan dukungan dari sesama Mama, gabung ke komunitas Hallobumil dan temukan ruang untuk bertanya, berdiskusi, serta berbagi pengalaman seputar perjalanan kehamilan dan persalinan.

Agar persiapan menuju hari kelahiran semakin terarah, Mama juga dapat menggunakan Health Tools Hitung HPL untuk mengetahui perkiraan hari lahir Si Kecil.

Dengan mengetahui perkiraan waktunya, Mama bisa lebih leluasa mempersiapkan kebutuhan persalinan dan berdiskusi dengan tenaga kesehatan. 

Selain membaca informasi kesehatan, Mama bisa memperluas pengetahuan lewat event kesehatan yang menghadirkan beragam topik seputar kehamilan, persalinan, dan parenting. Yuk, langsung daftarkan diri Mama di Hallobumil sekarang juga!

banner
Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
11
12
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
A
ayu Image 2 tahun

Belum ada tanda2 ada keluar

2
Admin MIMA
Admin MIMA Image 1 tahun

Hai Ma, tenggang waktu yang bisa diterima untuk melahirkan normal adalah +14 hari dan maksimal 42 minggu, yang penting untuk merangsang kontraksi bisa dengan senam hamil, jalan kaki santai, gymball, naik turun tangga, hubungan intim sama suami ^sr

0
UR
Ulfi Rahmah Isnaeni Image 4 bulan

sudah 39 week tapi belum ada tanda2 kontraksi asli

1
S
sarifah Image 10 bulan

Di 38-39 week ini sudah serba ngilu, bangun pun terasa susah tampilkan selengkapnya

1
DJ
Diana Jia Image 1 tahun

belum ada tanda2..konpal udah pngennya cepat2 mau lahiran UK tampilkan selengkapnya

0
Admin MIMA
Admin MIMA Image 1 tahun

Hai Ma, tenggang waktu yang bisa diterima untuk melahirkan normal adalah +14 hari dan maksimal 42 minggu, yang penting untuk merangsang kontraksi bisa dengan senam hamil, jalan kaki santai, gymball, naik turun tangga, hubungan intim sama suami ^sr

0
TS
Tri Suparmi Image 5 bulan

sudah 39 weeks TPI blm ada tanda"..yg di RSA.in skrng pe tampilkan selengkapnya

0
Admin MIMA
Admin MIMA Image 5 bulan

Hai Ma, tenggang waktu yang bisa diterima untuk melahirkan normal adalah +14 hari dan maksimal 42 minggu, yang penting untuk merangsang kontraksi bisa dengan senam hamil, jalan kaki santai, gymball, naik turun tangga, hubungan intim sama suami ^sr

0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image