Artikel/Kehamilan/9 Jenis Gangguan Gigi & Mulut Ibu Hamil & Dampaknya

9 Jenis Gangguan Gigi & Mulut Ibu Hamil & Dampaknya

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 01 Desember 2025
Ditinjau oleh drg. Arni Maharani
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Beberapa jenis gangguan gigi dan mulut yang sering terjadi pada ibu hamil antara lain karies (gigi berlubang), gingivitis (radang gusi), periodontitis hingga gigi goyang. Yuk cek panduan selengkapnya.
7-gangguan-gigi-mulut-pada-ibu-hamil

Tidak sedikit ibu hamil yang merasa giginya lebih sensitif, gusinya mudah berdarah, atau mulut terasa tidak nyaman selama mengandung. Perubahan-perubahan ini bukan tanpa alasan. Kehamilan memicu lonjakan hormon yang membuat rongga mulut lebih rentan terhadap berbagai masalah.

Jenis gangguan gigi dan mulut pada ibu hamil cukup beragam, mulai dari radang gusi, gigi berlubang, hingga benjolan gusi seperti epulis gravidarum, semuanya dapat terjadi pada masa ini.

Oleh karena itu, penting untuk mengenal tanda-tanda penyakit gusi dan kehamilan sejak dini dan mengetahui cara menjaga kesehatan mulut selama kehamilan.

Mengapa Ibu Hamil Lebih Rentan Mengalami Gangguan Gigi dan Mulut?

Selama kehamilan, tubuh seorang wanita mengalami lonjakan hormon, terutama hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan perubahan drastis pada berbagai sistem tubuh, termasuk pada rongga mulut.

Perubahan hormon ini dapat meningkatkan aliran darah ke gusi serta membuat sistem kekebalan tubuh lokal di rongga mulut sedikit berbeda, sehingga gusi lebih mudah meradang saat terkena plak atau iritan.

Selain itu, ibu hamil kadang mengalami mual dan muntah (morning sickness), yang membuat asam lambung sering naik ke mulut, ini bisa merusak enamel gigi.

Perubahan hormon, kebiasaan makan, serta perubahan air liur dan kebersihan mulut membuat ibu hamil secara signifikan lebih rentan terhadap berbagai masalah gigi dan mulut.

Jenis-Jenis Gangguan Gigi dan Mulut Umum pada Ibu Hamil

Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan sering kali memengaruhi kesehatan mulut ibu hamil. Berikut sejumlah masalah gigi ibu hamil yang umum terjadi:

1. Gingivitis kehamilan (radang gusi)

Gingivitis adalah peradangan pada gusi. Kondisi radang gusi saat hamil sering disebut pregnancy gingivitis.

  • Penyebab: Perubahan hormon kehamilan (estrogen & progesteron) membuat gusi lebih sensitif terhadap plak bakteri di tepi gigi.
  • Gejala: Gusi menjadi merah, bengkak, mudah berdarah saat sikat gigi atau flossing, terasa lunak atau nyeri ringan, kadang napas mulut berbau.

2. Periodontitis (penyakit gusi lebih serius)

Jika gingivitis tidak diatasi, kondisi ini bisa berkembang menjadi periodontitis, di mana peradangan menjalar ke jaringan penyangga gigi (ligamen dan tulang), bukan hanya pada gusi. 

  • Penyebab: Akumulasi plak dan bakteri di gusi dan respons inflamasi yang diperparah oleh hormon kehamilan.
  • Gejala: Gusi berdarah, gusi surut membentuk kantong di antara gusi-gigi, gigi bisa goyah atau terasa longgar, terkadang nyeri saat mengunyah, dan kadang bau mulut.

3. Karies gigi (gigi berlubang)

Karies alias gigi berlubang saat hamil bisa menjadi masalah yang sering terjadi dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Penyebab: Perubahan kebiasaan makan (sering ngemil manis atau asam), mual atau muntah yang membuat asam lambung sering sampai ke mulut, penurunan kualitas air liur, dan kurangnya kebersihan mulut.
  • Gejala: Noda gelap atau lubang pada gigi, gigi terasa sensitif terhadap panas atau dingin, nyeri gigi, kadang sulit makan manis atau dingin.

4. Erosi email gigi

Kondisi ini terjadi ketika lapisan pelindung gigi (enamel) terkikis. Sering kali, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan mulut pada ibu hamil.

  • Penyebab: Asam lambung dari muntah atau refluks selama kehamilan. 
  • Gejala: Gigi tampak kusam, terasa sensitif, bisa lebih cepat berlubang atau retak.

5. Epulis gravidarum (benjolan gusi / tumor Kehamilan)

Epulis gravidarum adalah pertumbuhan jaringan gusi yang jinak, yang muncul hanya pada kehamilan dan dikenal juga sebagai ā€œgum tumorā€ pada ibu hamil. 

  • Penyebab: Kombinasi plak atau iritan lokal dan perubahan hormon selama kehamilan (estrogen & progesteron).
  • Gejala: Muncul benjolan atau tonjolan kemerahan pada gusi, sering di gusi depan rahang atas, mudah berdarah bila disentuh, bisa mengganggu saat makan atau bicara. Biasanya tidak nyeri, tetapi bisa terasa tidak nyaman. Ukurannya bisa sampai 1–2 cm.

Artikel lainnya: Bleaching Gigi Saat Hamil, Waspadai Risikonya

6. Gigi goyang

Selama kehamilan, bahkan tanpa penyakit gusi berat, gigi bisa terasa goyah karena ligamen dan struktur penyangga gigi ikut terpengaruh hormon.

  • Penyebab: Perubahan hormon menyebabkan ligamen dan tulang penyangga gigi sedikit longgar atau tidak sekuat biasa.
  • Gejala: Gigi terasa longgar, sensasi tidak stabil saat mengunyah, kadang rasa bergelombang atau tidak nyaman.

7. Mulut kering (xerostomia)

Mulut kering umumnya terjadi ketika produksi air liur menurun. Kondisi ini bisa terjadi pada ibu hamil. 

  • Penyebab: Perubahan hormon, peningkatan volume darah, dehidrasi pada ibu hamil, atau perubahan metabolisme tubuh akibat kehamilan.
  • Gejala: Mulut dan tenggorokan terasa kering, bibir atau lidah bisa pecah-pecah, kadang sariawan, kesulitan mengunyah atau menelan, dan risiko karies atau infeksi mulut meningkat.

8. Bau mulut (halitosis)

Bau mulut juga bisa lebih sering dialami ibu hamil. Hal ini tentunya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Penyebab: Plak dan bakteri yang menumpuk, mulut kering, gusi meradang atau gigi berlubang, serta perubahan air liur, semua faktor ini bisa diperparah oleh hormon kehamilan.
  • Gejala: Napas berbau meskipun sudah sikat gigi, rasa tidak segar di mulut, kadang rasa pahit atau logam di mulut.

9. Tumor kehamilan

Kadang istilah ini merujuk pada epulis gravidarum alias benjolan jinak di gusi selama kehamilan. Gejala dan penyebabnya hampir sama seperti epulis gravidarum dan sering muncul di trimester kedua atau ketiga.

  • Penyebab: Kombinasi plak atau iritan lokal dan perubahan hormon selama kehamilan (estrogen & progesteron).
  • Gejala: Muncul benjolan atau tonjolan kemerahan pada gusi, sering di gusi depan rahang atas, mudah berdarah bila disentuh, bisa mengganggu saat makan atau bicara.

Dampak Gangguan Gigi dan Mulut pada Kesehatan Ibu dan Kehamilan

Masalah mulut saat hamil bukan sekadar soal gusi bengkak atau gigi sensitif, jika dibiarkan, ini bisa berakibat lebih serius. Berikut sejumlah dampak gangguan gigi dan mulut saat hamil:

  • Pada kasus Periodontitis (penyakit gusi serius), terdapat kaitannya dengan kelahiran prematur dan berat lahir rendah.
  • Infeksi gusi atau gigi bisa membuat bakteri masuk ke aliran darah, memicu peradangan sistemik, yang bisa mengganggu kehamilan.
  • Gigi rusak, goyah, atau kehilangan gigi bisa mengganggu nutrisi ibu hamil karena menyulitkan mengunyah makanan bergizi.
  • Rasa tidak nyaman, sakit, gusi berdarah, mulut kering, dan bau mulut bisa menurunkan kualitas hidup ibu hamil, membuat makan dan minum jadi tidak nyaman.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan mulut saat hamil bukan soal kosmetik. melainkan bagian penting dari perawatan kehamilan.

Tips Mencegah Masalah Gigi dan Mulut selama Kehamilan

Berikut langkah-langkah sederhana tapi penting agar ibu hamil bisa menjaga kesehatan mulut dengan baik:

  • Sikat gigi dua kali sehari (pagi dan malam) dengan sikat berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride.
  • Gunakan benang gigi (dental floss) atau sikat interdental tiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Setelah muntah (morning sickness), jangan langsung sikat gigi. Bilas dulu mulut dengan air bersih atau berkumur air putih agar asam lambung netral.
  • Hindari sering makan atau ngemil makanan manis atau asam. Kurangi asupan gula atau karbohidrat tinggi.
  • Jaga agar tubuh terhidrasi dengan baik. Cukup minum air putih untuk membantu produksi air liur dan mencegah mulut kering.
  • Kunjungi dokter gigi secara rutin selama kehamilan, idealnya sebelum kehamilan atau di trimester kedua untuk pemeriksaan dan pembersihan plak (scaling) jika diperlukan.
  • Bila ada benjolan di gusi, gusi sering berdarah, gigi goyah, atau gigi lubang, segera konsultasikan ke dokter gigi agar penanganan dini dilakukan.

Oleh sebab itu, menjaga kesehatan mulut ibu hamil harus menjadi bagian dari perawatan prenatal, sama pentingnya dengan nutrisi, kontrol kandungan, dan istirahat.

Untuk mendukung kenyamanan dan kesehatan mulut selama kehamilan, yuk download aplikasi Hallobumil dan gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp.

Mama juga bisa akses health tools untuk hitung HPL (Hari Perkiraan Lahir) dan ikut webinar kesehatan bersama para ahli. Dengan begitu, kesehatan mulut dan kehamilan bisa terpantau lebih baik sambil Mama mendapatkan dukungan dari sesama bumil.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
40
46
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
DA

gusi berdarah

  • 3
Admin MIMA

Hai Mama, gusi berdarah saat hamil disebabkan dari perubahan hormon selama masa kehamilan, sehingga terjadi peningkatan aliran darah dan penumpukan plak pada gusi dan gigi. Semoga lekas sembuh Ma :) ^lm

  • 0
A

masuk tm 2 bnyk sariawan 😭 padahal waktu tm 1 gigi aman2 aj tampilkan selengkapnya

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, sariawan di trimester 2 bisa muncul karena perubahan hormon, daya tahan tubuh menurun, atau kekurangan vitamin C dan folat. Jaga kebersihan mulut, perbanyak buah dan sayur, serta cukupi kebutuhan cairan. :) ^lm

  • 0
L

gusi berdarah

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, gusi berdarah saat hamil disebabkan dari perubahan hormon selama masa kehamilan, sehingga terjadi peningkatan aliran darah dan penumpukan plak pada gusi dan gigi. Semoga sehat selalu Ma :) ^lm

  • 0
AU

gusi bengkak

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, gusi bengkak saat hamil dapat disebabkan karena perubahan hormon selama kehamilan. Perubahan hormon tersebut memicu terjadinya peningkatan aliran darah ke jaringan gusi yang membuatnya menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri Ma :) ^sr

  • 0
H

gusi pada bengkak semua

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, gusi bengkak saat hamil dapat disebabkan karena perubahan hormon selama kehamilan. Perubahan hormon tersebut memicu terjadinya peningkatan aliran darah ke jaringan gusi yang membuatnya menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri Ma:) ^lm

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image