Artikel/Pra Kehamilan/Gonore: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya

Gonore: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya

Athika Rahma | Diterbitkan pada 29 Desember 2025
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Gonore adalah infeksi menular seksual yang sering tidak disadari karena gejalanya mirip masalah kesehatan lain. Kenali ciri-cirinya, penularan, dan pengobatan agar tidak berkembang menjadi komplikasi.
gonore-gejala-penyebab-pengobatan-dan-pencegahannya

Gonore ialah salah satu infeksi menular seksual yang masih cukup sering terjadi, tetapi belum selalu dipahami dengan baik. Padahal, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.

Artikel ini akan membahas gonore secara menyeluruh, mulai dari pengertian, gejala pada wanita dan pria, hingga cara pengobatan dan pencegahannya, dengan bahasa yang mudah dipahami.

Apa Itu Gonore?

Gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini dapat menyerang beberapa bagian tubuh, terutama organ reproduksi, tetapi juga bisa mengenai rektum, tenggorokan, dan mata.

Gonore sering dikenal dengan sebutan “kencing nanah” karena pada sebagian penderita dapat muncul cairan tidak normal dari saluran kemih.

Yang perlu Mama ketahui, gonore tidak selalu menimbulkan gejala. Pada banyak kasus, terutama pada wanita, infeksi dapat berlangsung tanpa keluhan yang jelas. Kondisi inilah yang membuat gonore berisiko tidak terdeteksi dan baru diketahui setelah menimbulkan komplikasi.

Penyebab dan Cara Penularan Gonore

Penyebab gonore yang paling utama adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh saat terjadi hubungan seksual, baik melalui hubungan vaginal, anal, maupun oral.

Selain itu, gonore juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayi saat proses persalinan. Pada bayi, infeksi ini dapat menyebabkan gangguan pada mata yang memerlukan penanganan segera.

Perlu dipahami bahwa cara penularan gonore ini hanya melalui kontak seksual dan proses kelahiran. Penyakit tidak akan menular lewat aktivitas sehari-hari seperti berbagi peralatan makan, berjabat tangan, menggunakan toilet bersama, atau berpelukan.

Gejala Gonore pada Wanita

Pada wanita, gonore sering kali tidak menunjukkan gejala yang khas. Namun, jika gejala muncul, ciri gonore pada wanita dapat berupa:

  • Keputihan yang jumlah, warna, atau baunya berbeda dari biasanya.
  • Rasa nyeri atau perih saat buang air kecil.
  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul.
  • Perdarahan di luar jadwal menstruasi atau setelah berhubungan intim.

Karena gejalanya mirip dengan gangguan kewanitaan lainnya, gonore pada wanita kerap tidak disadari. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting, terutama bagi Mama yang aktif secara seksual.

Gejala Gonore pada Pria

Berbeda dengan wanita, pria cenderung lebih sering merasakan gejala gonore sejak tahap awal. Beberapa ciri gonore pada pria yang dapat muncul antara lain:

  • Rasa nyeri atau panas saat buang air kecil.
  • Keluarnya cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari ujung penis.
  • Pembengkakan atau nyeri pada salah satu testis.

Walaupun gejalanya lebih mudah dikenali, bukan berarti pria selalu langsung menyadari adanya infeksi. Dalam beberapa kasus, gejala dapat terasa ringan dan diabaikan, sehingga infeksi tetap berlanjut.

Cara Mendiagnosis Gonore

Diagnosis gonore tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan adanya infeksi. Beberapa metode pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

  • Tes urine untuk mendeteksi bakteri penyebab gonore.
  • Pengambilan sampel cairan dari serviks, uretra, rektum, atau tenggorokan.
  • Tes laboratorium khusus seperti NAAT (nucleic acid amplification test).

Komplikasi Gonore Jika Tidak Diobati

Gonore yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi, baik pada wanita maupun pria. 

Pada wanita, infeksi dapat menyebar ke rahim dan saluran tuba, menyebabkan penyakit radang panggul. Kondisi ini berisiko mengganggu kesuburan dan meningkatkan kemungkinan kehamilan ektopik.

Pada pria, gonore dapat menyebabkan peradangan pada epididimis, yaitu saluran yang menyimpan sperma. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas kesuburan.

Selain itu, gonore juga dapat menyebar ke aliran darah dan persendian, menimbulkan nyeri, pembengkakan, serta gangguan kesehatan lainnya. Infeksi ini juga diketahui dapat meningkatkan risiko tertular infeksi menular seksual lain jika tidak ditangani.

Pengobatan Gonore

Lantas, apakah gonore bisa sembuh? Kabar baiknya, gonore dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk gonore sesuai dengan kondisi dan hasil pemeriksaan laboratorium.

Penting bagi Mama dan Papa untuk mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan menghabiskan seluruh dosis yang diberikan.

Selama masa pengobatan, dianjurkan untuk menunda hubungan seksual hingga dokter menyatakan infeksi telah sembuh. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan ulang atau infeksi pada pasangan. Pasangan seksual juga perlu diperiksa dan diobati bila diperlukan, meskipun tidak merasakan gejala.

Cara Mencegah Gonore

Pencegahan gonore merupakan langkah terbaik untuk melindungi diri dari penyakit ini. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menggunakan kondom secara konsisten dan benar saat berhubungan seksual.
  • Menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama jika memiliki pasangan baru.
  • Menjalin komunikasi terbuka dengan pasangan mengenai kesehatan reproduksi.
  • Menghindari hubungan seksual ketika terdapat tanda-tanda infeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Mama disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami tanda gonore parah, seperti:

  • Mama dan Papa mengalami keluhan seperti nyeri saat buang air kecil.
  • Keluarnya cairan tidak normal dari organ intim.
  • Nyeri panggul.
  • Saat pasangan didiagnosis mengalami gonore.

Menjaga kesehatan reproduksi adalah bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan mengenali gonore secara lebih mendalam, Mama dapat mengambil langkah yang bijak dalam menjaga diri dan keluarga.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika terdapat keluhan atau pertanyaan seputar kesehatan reproduksi Mama dan Papa, ya.

Yuk, tambah wawasan seputar kesehatan reproduksi untuk pencegahan dan penanganan sejak dini di aplikasi Hallobumil. Unduh aplikasinya sekarang!

Mama bisa berdiskusi langsung dengan para Mama lainnya dan mendapatkan banyak insight bermanfaat dengan gabung di komunitas Hallobumil.

Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya! Semua mudah hanya dalam satu genggaman.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Saling Dukung dan Berbagi Cerita di Komunitas Program Hamil

Gabung komunitas Hallobumil dan temukan support, edukasi dan inspirasi di setiap langkah perjuanganmu
image