Artikel/Pra Kehamilan/Penyakit Radang Panggul: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyakit Radang Panggul: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Athika Rahma | Diterbitkan pada 12 Desember 2025
Ditinjau oleh dr. Junita Tarigan
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Penyakit radang panggul adalah infeksi pada organ reproduksi wanita yang bisa mengganggu kesuburan. Yuk, kenali gejala, penyebab, dan cara mengobatinya agar tidak berujung komplikasi serius!
penyakit-radang-panggul-penyebab-dan-cara-mengatasinya

Organ-organ reproduksi biasanya rentan terhadap infeksi dan bisa menimbulkan masalah serius jika tidak ditangani sejak awal. Salah satunya adalah penyakit radang panggul, atau Pelvic Inflammatory Disease (PID).

Artikel ini akan membahas apa itu penyakit radang panggul, apakah radang panggul bisa menyebabkan infertilitas, hingga cara pengobatan dan pencegahannya.

Apa Itu Penyakit Radang Panggul?

Penyakit radang panggul adalah infeksi yang menyerang organ reproduksi bagian atas, termasuk rahim, tuba falopi, dan ovarium. Infeksi ini biasanya dimulai dari vagina atau leher rahim dan kemudian menyebar ke organ-organ lain di panggul.

Radang panggul bisa terjadi pada semua wanita yang aktif secara seksual, terutama jika tidak rutin memeriksa kesehatan reproduksi.

Radang panggul dan kesuburan wanita memiliki hubungan yang sangat erat. Jika dibiarkan tanpa penanganan, radang panggul dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ reproduksi, sehingga kesuburan Mama pun dipertaruhkan.

Penyebab Penyakit Radang Panggul

Penyebab penyakit radang panggul umumnya adalah infeksi bakteri, khususnya bakteri yang menular secara seksual. Bakteri seperti Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae termasuk penyebab paling umum.

Selain itu, infeksi panggul pada wanita ini dapat muncul akibat patogen lain, seperti Mycoplasma genitalium, Gardnerella vaginalis, dan Trichomonas vaginalis. Bahkan dalam beberapa kasus, virus seperti herpes simplex juga bisa berperan.

Infeksi bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya infeksi menular seksual yang tidak segera diobati atau prosedur medis tertentu pada organ reproduksi, seperti pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) jika tidak dilakukan dengan prosedur steril.

Faktor Risiko Radang Panggul

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko Mama terkena radang panggul, antara lain:

  • Aktif secara seksual, terutama di usia muda (di bawah 25 tahun).
  • Memiliki banyak pasangan seksual atau berganti-ganti pasangan.
  • Berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom.
  • Praktik douching atau membersihkan vagina dari dalam, yang bisa mengganggu keseimbangan bakteri alami.
  • Memiliki riwayat radang panggul atau infeksi menular seksual sebelumnya.
  • Baru saja memasang IUD, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah pemasangan.

Artikel lainnya: Kenali Beragam Penyakit pada Sistem Reproduksi dan Cara Mencegahnya

Gejala Radang Panggul yang Perlu Diwaspadai

Gejala radang panggul tidak selalu jelas. Beberapa wanita bahkan mungkin tidak merasakan gejala sama sekali. Namun, Mama perlu memperhatikan tanda-tanda berikut:

  • Nyeri panggul bawah ringan atau cukup mengganggu.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Keputihan yang berubah warna, berbau, atau teksturnya berbeda dari biasanya.
  • Perdarahan di luar siklus haid atau setelah berhubungan seksual.
  • Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
  • Demam dan kadang disertai menggigil.

Komplikasi Akibat Radang Panggul yang Tak Diobati

Jika penyakit ini tidak ditangani dengan baik, komplikasi radang panggul yang serius bisa terjadi, antara lain:

  • Jaringan parut di tuba falopi atau organ reproduksi lain, yang dapat menyumbat saluran reproduksi.
  • Infertilitas, yaitu kesulitan untuk hamil akibat kerusakan pada organ reproduksi.
  • Kehamilan ektopik, ketika sel telur yang dibuahi menempel di luar rahim, biasanya di tuba falopi, yang bisa membahayakan kesehatan Mama.
  • Abses atau kantong nanah di tuba falopi atau ovarium, yang jika pecah dapat menyebabkan infeksi serius.
  • Nyeri panggul kronis yang menetap meski infeksi sudah sembuh, akibat kerusakan jaringan dan jaringan parut.

Cara Mengobati Penyakit Radang Panggul

Pengobatan radang panggul adalah antibiotik. Jika Mama menjalani pengobatan secara lengkap dan tepat waktu, komplikasi bisa dicegah, meski kerusakan organ yang sudah terjadi mungkin tidak dapat sepenuhnya diperbaiki.

Dalam kasus yang parah, misalnya jika ada abses atau infeksi yang meluas, dokter mungkin menyarankan prosedur drainase atau operasi. Selain itu, pasangan Mama juga sebaiknya diperiksa dan dirawat bila perlu agar tidak terjadi reinfeksi.

Cara Mencegah Radang Panggul

Beberapa langkah sederhana bisa membantu Mama menurunkan risiko terkena radang panggul:

  • Gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual untuk mencegah infeksi menular seksual.
  • Batasi jumlah pasangan seksual dan hindari berganti-ganti pasangan.
  • Rutin memeriksakan diri untuk infeksi menular seksual, terutama jika Mama aktif secara seksual.
  • Hindari praktik douching. Cukup bersihkan area genital dari luar dengan air bersih, dari depan ke belakang.
  • Jika menggunakan IUD, pastikan pemasangan dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman dan ikuti petunjuk perawatan setelah pemasangan.

Artikel lainnya: Tips Meningkatkan Kesuburan di Usia 30-an agar Cepat Hamil

Kapan Harus ke Dokter?

Mama disarankan segera mengunjungi dokter jika mengalami gejala seperti:

  • Nyeri hebat di perut bagian bawah atau panggul.
  • Keputihan abnormal, berbau, atau teksturnya berubah.
  • Perdarahan di luar siklus haid atau setelah berhubungan seksual.
  • Demam, menggigil, atau gejala infeksi lain seperti nyeri saat buang air kecil.

Selain itu, pemeriksaan rutin sangat dianjurkan jika Mama berencana untuk hamil atau memiliki gejala yang berulang. Penanganan dini sangat menentukan dampak radang panggul pada kehamilan ke depannya.

Radang panggul adalah kondisi yang dapat dicegah dan ditangani dengan tepat jika Mama mengetahui gejala, penyebab, dan faktor risikonya.

Dengan menjaga pola hidup sehat, melakukan hubungan seksual aman, dan rutin memeriksakan kesehatan reproduksi, Mama bisa melindungi sistem reproduksi dari infeksi yang berpotensi serius.

Baca edukasi kesehatan kewanitaan lainnya di aplikasi Hallobumil, yuk, Ma! Jangan lupa gabung dengan komunitas Hallobumil untuk mendapat insight lain dari sesama Mama.

Kalau Mama ingin lebih mudah memahami masa subur, waktu ovulasi, dan peluang bertemunya sperma serta sel telur, bisa langsung mengakses health tools Kalkulator Masa Subur.

Jangan lupa, ada juga webinar Hallobumil dengan para ahli yang bisa diikuti kalau ingin penjelasan lebih mendalam soal kesuburan

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Saling Dukung dan Berbagi Cerita di Komunitas Program Hamil

Gabung komunitas Hallobumil dan temukan support, edukasi dan inspirasi di setiap langkah perjuanganmu
image