:strip_icc():format(webp)/hb-article/pIQbLdWOccVmFCXgb9iDa/original/mhvhwkzzahqd2zmp85lbekshb4r7bwbi.png)
Banyak orang tua mengira zat besi hanya berperan dalam mencegah anemia. Padahal, zat besi untuk anak juga dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak, menjaga daya tahan tubuh, hingga membantu proses tumbuh kembang secara optimal.
Karena tubuh tidak dapat memproduksi zat besi sendiri, kebutuhan nutrisi ini harus dipenuhi lewat makanan sehari-hari atau suplemen jika diperlukan. Yuk, Ma, pahami manfaat zat besi, kebutuhan hariannya, tanda kekurangan, serta sumber makanan terbaik untuk Si Kecil.
Artikel lainnya: Nutrisi Penting untuk Otak Bayi di 2 Tahun Pertama
Apa Itu Zat Besi?
Zat besi adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Oksigen inilah yang dibutuhkan organ-organ tubuh agar dapat bekerja dengan baik, termasuk otak dan otot.
Jika Mama bertanya apa itu zat besi untuk anak, jawabannya adalah salah satu nutrisi esensial yang berperan besar dalam pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak. Kekurangan zat besi dalam jangka panjang dapat mengganggu tumbuh kembang dan meningkatkan risiko anemia.
Artikel lainnya: Cara Lengkapi Kebutuhan Nutrisi Si Kecil di Masa Tumbuh Kembang
Manfaat Zat Besi untuk Anak
Berikut berbagai manfaat zat besi untuk anak yang penting diketahui:
1. Membantu mencegah anemia
Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin sehingga membantu mencegah anemia defisiensi besi. Dengan kadar hemoglobin yang cukup, tubuh dapat mengalirkan oksigen ke seluruh jaringan secara optimal.
2. Mendukung perkembangan otak
Otak membutuhkan pasokan oksigen yang cukup agar berkembang dengan baik. Kekurangan zat besi pada masa awal kehidupan dapat memengaruhi perkembangan kognitif anak.
3. Membantu meningkatkan konsentrasi
Asupan zat besi yang cukup membantu otak bekerja lebih optimal sehingga anak lebih mudah fokus saat belajar maupun bermain.
4. Mendukung daya ingat
Zat besi berperan dalam fungsi saraf dan aktivitas otak yang berkaitan dengan proses belajar serta pembentukan memori.
Artikel lainnya: Buah yang Bagus untuk Kecerdasan Otak Anak
5. Membantu perkembangan sistem saraf
Selain otak, zat besi juga mendukung perkembangan sistem saraf yang berperan dalam koordinasi gerak dan berbagai fungsi tubuh lainnya.
6. Meningkatkan daya tahan tubuh
Zat besi membantu mendukung kerja sistem imun sehingga tubuh lebih siap melawan infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.
7. Mendukung pertumbuhan fisik
Kebutuhan zat besi yang terpenuhi membantu mendukung pertumbuhan tinggi badan, perkembangan otot, dan proses pembentukan jaringan tubuh selama masa pertumbuhan.
8. Menjaga energi anak
Karena berperan dalam mengangkut oksigen, zat besi membantu tubuh menghasilkan energi yang dibutuhkan anak untuk beraktivitas setiap hari.
Artikel lainnya: Metabolic Programming: Bagaimana Nutrisi Awal Menentukan Kesehatan Anak di Masa Depan
Berapa Kebutuhan Zat Besi Harian Anak?
Kebutuhan zat besi anak berbeda-beda sesuai usia. Berikut rekomendasi kebutuhan harian berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG):
- 7–11 bulan: 11 mg per hari
- 1–3 tahun: 7 mg per hari
- 4–6 tahun: 10 mg per hari
- 7–9 tahun: 10 mg per hari
- 10–12 tahun: 8 mg per hari (laki-laki) dan 8 mg per hari (perempuan)
Sebagian besar kebutuhan ini dapat dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang. Jika Si Kecil memiliki kondisi tertentu yang meningkatkan risiko kekurangan zat besi, dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen, Ma.
Artikel lainnya: Menu Makanan Sehat Harian untuk Balita
Tanda-tanda Kekurangan Zat Besi pada Anak
Kekurangan zat besi sering kali berkembang secara perlahan sehingga gejalanya tidak langsung terlihat. Beberapa akibat kekurangan zat besi pada anak yang perlu Mama waspadai antara lain:
- Wajah tampak pucat.
- Mudah lelah meski aktivitas ringan.
- Anak terlihat lesu atau kurang bersemangat.
- Sulit berkonsentrasi.
- Nafsu makan menurun.
- Lebih mudah sakit.
- Pertumbuhan melambat.
- Berat badan sulit bertambah.
- Napas terasa lebih cepat saat beraktivitas.
- Pada kondisi berat, dapat terjadi anemia.
Jika Si Kecil menunjukkan beberapa tanda di atas, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar penyebabnya dapat dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Sumber Zat Besi untuk Anak
Lalu, anak kekurangan zat besi harus makan apa? Berikut beberapa sumber makanan penambah zat besi anak yang bisa Mama masukkan ke dalam menu sehari-hari:
1. Daging sapi
Daging sapi mengandung zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari tumbuhan.
2. Hati ayam
Hati ayam merupakan salah satu sumber zat besi yang tinggi. Konsumsinya sebaiknya tetap dalam jumlah yang wajar sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.
3. Hati sapi
Selain kaya zat besi, hati sapi juga mengandung vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.
4. Daging ayam
Meski kandungan zat besinya tidak setinggi daging merah, daging ayam tetap menjadi sumber protein dan zat besi yang baik untuk anak.
5. Ikan sarden
Sarden mengandung zat besi sekaligus omega-3 yang bermanfaat untuk tumbuh kembang anak.
6. Ikan kembung
Selain tinggi protein, ikan kembung juga menjadi sumber zat besi dan lemak sehat yang baik untuk anak.
Artikel lainnya: Ikan yang Bagus untuk MPASI dan Alasannya
7. Kerang
Kerang merupakan salah satu sumber zat besi heme yang tinggi. Pastikan kerang dimasak hingga matang sebelum diberikan kepada anak.
8. Udang
Udang mengandung berbagai mineral penting, termasuk zat besi, meski jumlahnya tidak sebanyak daging merah.
9. Tahu
Tahu menjadi pilihan sumber zat besi nabati yang baik, terutama bagi anak yang mengurangi konsumsi daging.
10. Daun kelor
Daun kelor mengandung zat besi dan berbagai vitamin yang mendukung pertumbuhan anak. Daun ini dapat diolah menjadi sup atau dicampurkan ke dalam menu harian.
11. Jamur tiram
Jamur tiram mengandung zat besi nabati dan dapat menjadi variasi menu yang disukai anak.
12. Sawi putih
Sayuran ini mengandung zat besi dalam jumlah sedang serta berbagai vitamin yang baik untuk kesehatan.
13. Kurma
Kurma mengandung zat besi sekaligus karbohidrat alami yang dapat menjadi camilan sehat untuk anak.
14. Alpukat
Meski bukan sumber zat besi utama, alpukat mengandung berbagai nutrisi yang mendukung pola makan sehat dan dapat dikombinasikan dengan makanan tinggi zat besi lainnya.
Artikel lainnya: Anak Picky Eater: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Kapan Anak Perlu Suplemen Zat Besi?
Tidak semua anak membutuhkan suplemen zat besi. Pada umumnya, kebutuhan zat besi dapat dipenuhi melalui makanan bergizi seimbang yang dikonsumsi setiap hari.
Suplemen biasanya diberikan jika anak telah didiagnosis mengalami kekurangan zat besi, anemia defisiensi besi, lahir prematur, memiliki pola makan yang sangat terbatas, atau berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
Oleh karena itu, hindari memberikan suplemen tanpa anjuran tenaga kesehatan karena kelebihan zat besi juga dapat menimbulkan efek samping.
Zat besi untuk anak merupakan nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, perkembangan otak, hingga menjaga daya tahan tubuh.
Dengan memenuhi kebutuhan zat besi melalui makanan bergizi dan berkonsultasi ke dokter bila diperlukan, Mama dapat membantu mendukung tumbuh kembang Si Kecil secara optimal.
Jika Mama ingin mendapatkan lebih banyak tips seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, yuk gabung Komunitas HalloBumil supaya Mama bisa berdiskusi langsung dengan para ahli atau Mama lainnya.
Jangan lupa juga download aplikasi HalloBumil dan daftarkan akun untuk mendapatkan informasi parenting lengkap dan terbaru. Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event HalloBumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
