:strip_icc():format(webp)/hb-article/WqvIVL0HxNRxquDSw9jzp/original/pxqved69mq3h2cb4i6s06s7p1vwu289r.png)
Melihat pusar Si Kecil menonjol sering kali membuat Mama merasa khawatir, terutama jika tonjolan tampak lebih jelas saat Si Kecil menangis atau mengejan.
Kondisi ini umumnya berkaitan dengan hernia umbilikalis, yaitu celah pada otot dinding perut di sekitar pusar yang belum menutup sempurna setelah lahir.
Sebagian besar kasus tidak berbahaya dan dapat membaik sendiri seiring pertumbuhan anak, tetapi Mama tetap perlu mengenali tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Pusar Menonjol pada Si Kecil?
Pusar Si Kecil menonjol adalah kondisi ketika bagian pusar tampak menonjol keluar dari permukaan perut. Pada banyak Si Kecil, keadaan ini terjadi karena hernia umbilikalis (umbilical hernia), yaitu ketika sebagian jaringan atau usus terdorong melalui celah kecil pada otot dinding perut di area bekas tali pusat.
Mama juga perlu mengetahui bahwa tidak semua pusar yang menonjol merupakan hernia. Sebagian anak memang memiliki bentuk pusar yang menonjol (outie belly button) sebagai variasi bentuk tubuh yang normal.
Perbedaannya, hernia umbilikalis biasanya tampak lebih jelas ketika Si Kecil menangis, batuk, tertawa, atau mengejan, kemudian mengecil saat Si Kecil berbaring atau dalam keadaan tenang.
Dokter umumnya dapat membedakan kedua kondisi tersebut melalui pemeriksaan fisik sederhana. Pada sebagian besar Si Kecil, hernia umbilikalis tidak menyebabkan rasa nyeri dan hanya memerlukan pemantauan rutin.
Artikel lainnya: Penyebab Pusar Si Kecil Berdarah dan Cara Mengatasinya
Apa Penyebab Pusar Si Kecil Menonjol?
Banyak orang tua bertanya, “kenapa pusar Si Kecil menonjol?” setelah tali pusat lepas. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh hernia umbilikalis yang terjadi ketika otot dinding perut belum menutup sempurna setelah lahir.
Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi tersebut.
1. Otot dinding perut belum menutup sempurna
Selama di dalam kandungan, tali pusat melewati celah kecil pada otot perut untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen dari plasenta kepada janin. Setelah Si Kecil lahir dan tali pusat dipotong, celah tersebut biasanya akan menutup secara bertahap.
Pada sebagian Si Kecil, proses penutupan berlangsung lebih lambat sehingga jaringan di bawahnya dapat sedikit menonjol keluar. Inilah penyebab pusar Si Kecil menonjol yang paling sering ditemukan.
2. Tekanan dari dalam perut
Saat Si Kecil menangis, batuk, tertawa, atau mengejan ketika buang air besar, tekanan di dalam rongga perut meningkat. Kondisi ini membuat tonjolan tampak lebih jelas, tetapi bukan menjadi penyebab utama terjadinya hernia umbilikalis.
3. Si Kecil lahir prematur
Si Kecil yang lahir sebelum waktunya memiliki risiko lebih tinggi mengalami hernia umbilikalis. Hal ini terjadi karena perkembangan otot dinding perut belum sepenuhnya matang saat Si Kecil dilahirkan.
4. Berat badan lahir rendah
Si Kecil dengan berat badan lahir rendah juga lebih sering mengalami hernia umbilikalis dibandingkan Si Kecil yang lahir dengan berat badan normal.
5. Proses perkembangan alami
Sebagian besar kasus tidak berkaitan dengan cara memotong tali pusat ataupun kesalahan dalam merawat pusar Si Kecil. Kondisi ini merupakan bagian dari proses perkembangan alami yang terjadi sejak Si Kecil masih berada di dalam kandungan.
Artikel lainnya: Berapa Berat Badan Normal pada Si Kecil yang Baru Lahir?
Apa Ciri-Ciri Pusar Menonjol yang Normal pada Si Kecil?
Sebagian besar hernia umbilikalis bersifat ringan dan tidak mengganggu aktivitas maupun pertumbuhan Si Kecil. Mama dapat mengenali beberapa ciri berikut sebagai tanda bahwa kondisi tersebut umumnya masih tergolong normal.
1. Tonjolan terasa lunak
Pusar yang menonjol biasanya terasa lunak ketika disentuh secara perlahan. Tonjolan juga tidak menimbulkan rasa nyeri saat Si Kecil bergerak atau menyusu.
2. Mudah mengecil saat Si Kecil berbaring
Tonjolan sering kali mengecil bahkan hampir tidak terlihat ketika Si Kecil tidur telentang atau dalam keadaan rileks. Hal ini terjadi karena tekanan di dalam rongga perut berkurang.
3. Lebih jelas saat menangis atau mengejan
Ketika Si Kecil menangis atau mengejan, tekanan di dalam perut meningkat sehingga tonjolan tampak lebih menonjol. Setelah Si Kecil kembali tenang, ukurannya biasanya berkurang.
4. Kulit di sekitar pusar tetap normal
Kulit pada area pusar umumnya tetap berwarna seperti kulit di sekitarnya tanpa kemerahan, pembengkakan, atau perubahan warna lain.
5. Si Kecil tetap aktif dan mau menyusu
Hernia umbilikalis yang ringan biasanya tidak memengaruhi nafsu menyusu maupun aktivitas Si Kecil. Si Kecil tetap tampak nyaman, aktif, dan mengalami pertumbuhan sesuai usianya.
Artikel lainnya: Bayi Menolak Menyusu? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Berapa Lama Pusar Menonjol Biasanya Sembuh Sendiri?
Kabar baiknya, sebagian besar hernia umbilikalis akan menutup dengan sendirinya tanpa memerlukan tindakan khusus. Seiring pertumbuhan anak, otot dinding perut akan semakin kuat sehingga celah di sekitar pusar dapat menutup secara bertahap.
Pada banyak Si Kecil, tonjolan mulai mengecil dan menghilang sebelum usia 2 tahun. Namun, ada juga kasus yang baru menutup sepenuhnya saat anak berusia 4–5 tahun. Selama tidak menimbulkan keluhan dan ukurannya terus membaik, dokter biasanya hanya akan melakukan pemantauan berkala.
Apabila hernia tetap berukuran besar setelah usia tersebut atau justru semakin membesar, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi. Keputusan ini akan disesuaikan dengan ukuran hernia, usia anak, serta hasil pemeriksaan secara menyeluruh.
Artikel lainnya: Perkembangan Bayi 0–12 Bulan Bulan demi Bulan
Apakah Pusar Si Kecil yang Menonjol Berbahaya?
Banyak orang tua bertanya, “pusar Si Kecil menonjol keluar apakah bahaya?” Pada sebagian besar kasus, jawabannya adalah tidak. Hernia umbilikalis umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, tidak mengganggu aktivitas Si Kecil, dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan.
Meski demikian, Mama tetap perlu mengenali beberapa tanda yang memerlukan penanganan medis segera, antara lain:
- Tonjolan terasa keras dan tidak dapat didorong masuk secara perlahan.
- Warna kulit di sekitar pusar berubah menjadi merah tua, ungu, atau kehitaman.
- Si Kecil tampak sangat rewel karena kesakitan atau menangis terus-menerus.
- Muncul muntah berulang, terutama berwarna hijau.
- Perut tampak membesar atau terasa kencang.
- Si Kecil sulit buang air besar atau tampak sangat tidak nyaman.
Kondisi tersebut dapat menandakan adanya komplikasi, misalnya jaringan yang terjepit pada celah hernia sehingga memerlukan pemeriksaan dan penanganan sesegera mungkin.
Artikel lainnya: Cara Memandikan Bayi Baru Lahir dengan Aman dan Benar
Bagaimana Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter?
Sebagian besar kasus hernia umbilikalis tidak memerlukan pengobatan khusus. Cara mengatasi pusar Si Kecil menonjol yang paling dianjurkan adalah melakukan pemantauan sesuai anjuran dokter sambil menunggu otot dinding perut berkembang secara alami.
Beberapa hal yang dapat Mama lakukan meliputi:
1. Hindari menekan atau menempelkan koin pada pusar
Sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa menempelkan koin, kain, atau plester pada pusar dapat membantu mengembalikan bentuk pusar. Cara tersebut tidak terbukti dapat mempercepat penutupan hernia dan justru berisiko menyebabkan iritasi kulit, luka tekan, maupun infeksi.
2. Lakukan pemantauan di rumah
Mama dapat memperhatikan ukuran tonjolan dari waktu ke waktu. Catat apabila tonjolan tampak semakin besar, berubah warna, atau disertai keluhan lain agar informasi tersebut dapat disampaikan kepada dokter saat kontrol.
3. Datang untuk pemeriksaan rutin
Dokter akan memantau perkembangan hernia pada setiap kunjungan. Pemeriksaan rutin membantu memastikan bahwa tonjolan mengecil sesuai pertumbuhan Si Kecil dan tidak menunjukkan tanda komplikasi.
4. Segera periksa bila muncul tanda bahaya
Apabila tonjolan menjadi keras, tidak dapat masuk kembali, berubah warna, atau disertai muntah dan Si Kecil tampak kesakitan, segera bawa Si Kecil ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan yang cepat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.
Artikel lainnya: Cara Merawat Tali Pusat dan Pusar Bayi Baru Lahir
Apakah Pusar Si Kecil Menonjol Bisa Dicegah?
Hernia umbilikalis umumnya tidak dapat dicegah karena berkaitan dengan proses perkembangan otot dinding perut sejak Si Kecil berada di dalam kandungan. Kondisi ini juga tidak disebabkan oleh cara memotong tali pusat maupun kesalahan dalam perawatan pusar setelah lahir.
Langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan area pusar selama proses penyembuhan tali pusat, mengikuti jadwal pemeriksaan rutin, serta segera berkonsultasi apabila muncul perubahan yang tidak biasa.
Pemantauan sejak dini membantu dokter menentukan apakah kondisi tersebut cukup diobservasi atau memerlukan penanganan lebih lanjut.
Pusar Si Kecil yang menonjol umumnya merupakan hernia umbilikalis yang akan membaik dengan sendirinya seiring pertumbuhan otot dinding perut. Mama tidak perlu melakukan cara tradisional seperti menempelkan koin atau benda lain pada pusar karena belum terbukti bermanfaat.
Pemeriksaan ke dokter tetap penting apabila tonjolan disertai nyeri, perubahan warna, muntah, atau tidak dapat masuk kembali agar Si Kecil memperoleh penanganan yang tepat.
Yuk, unduh aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan informasi tepercaya seputar kesehatan Si Kecil, kehamilan, dan tumbuh kembang Si Kecil yang telah disusun bersama para ahli.
Bergabung juga dengan komunitas Hallobumil agar Mama dapat berbagi pengalaman dengan sesama orang tua serta mengikuti berbagai event edukatif yang bermanfaat.




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
