loading

Penyebab Pusar Si Kecil Berdarah dan Cara Mengatasinya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Kondisi pusar berdarah pada bayi umumnya terkait proses pelepasan tali pusat atau infeksi. Pahami penjelasan medis mengenai penyebab serta langkah perawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi.
penyebab-pusar-bayi-berdarah-dan-cara-mengatasinya

Pusar Si Kecil jadi salah satu bagian tubuh yang perlu mendapat perhatian khusus pada minggu-minggu pertama setelah kelahiran.

Tidak sedikit orang tua yang panik ketika melihat pusar Si Kecil berdarah, terutama jika terjadi setelah tali pusar mulai mengering atau sudah puput. Padahal, pada beberapa kondisi, perdarahan ringan dapat menjadi bagian dari proses penyembuhan alami.

Namun, Mama tetap perlu memahami kenapa pusar Si Kecil berdarah agar dapat membedakan kondisi yang masih normal dengan tanda masalah kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan dokter.

Perawatan tali pusar yang tepat dapat membantu mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan area pusar Si Kecil.

Artikel lainnya: Tips Merawat Tali Pusat dan Pusar Si Kecil yang Baru Lahir

Apa Penyebab Pusar Si Kecil Berdarah?

Pusar Si Kecil berdarah dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, mulai dari proses alami setelah tali pusar lepas hingga adanya gangguan seperti infeksi.

Pada dasarnya, setelah Si Kecil lahir, tali pusar yang sebelumnya menghubungkan Si Kecil dengan plasenta akan dipotong dan menyisakan bagian kecil yang disebut stump tali pusar.

Bagian ini akan mengering, menghitam, lalu terlepas dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga minggu setelah kelahiran. Berikut beberapa penyebab umum mengapa pusar Si Kecil dapat mengalami perdarahan:

1. Proses lepasnya tali pusar

Salah satu alasan paling umum kenapa pusar Si Kecil berdarah adalah karena tali pusar sedang dalam proses puput.

Saat jaringan tali pusar mulai terlepas, pembuluh darah kecil di area tersebut dapat mengeluarkan sedikit darah. Kondisi ini biasanya hanya berupa bercak darah kecil pada kain atau popok Si Kecil.

Perdarahan ringan seperti ini umumnya tidak berbahaya selama darah tidak terus keluar, tidak bertambah banyak, dan tidak disertai tanda infeksi. Mama cukup menjaga area pusar tetap bersih dan kering tanpa menarik tali pusar secara paksa.

2. Gesekan popok atau pakaian Si Kecil

Gesekan dari popok, pakaian, atau sentuhan saat mengganti baju juga dapat membuat area pusar yang masih dalam proses penyembuhan mengalami iritasi. Hal ini dapat menyebabkan sedikit darah keluar, terutama jika bagian tali pusar hampir terlepas.

Untuk mengurangi risiko iritasi, orang tua dapat melipat bagian depan popok agar tidak menutupi pusar Si Kecil. Cara ini membantu menjaga area pusar tetap kering dan mengurangi gesekan yang dapat menghambat penyembuhan.

Artikel lainnya: Cara Memandikan Si Kecil Baru Lahir dengan Aman dan Benar

3. Infeksi pada area pusar

Meski tidak selalu terjadi, pusar Si Kecil berdarah apakah bahaya bisa menjadi pertanyaan penting jika perdarahan disertai gejala lain.

Infeksi tali pusar atau omfalitis dapat menyebabkan area sekitar pusar tampak merah, bengkak, terasa hangat, mengeluarkan cairan berbau, atau Si Kecil mengalami demam.

Infeksi pada pusar Si Kecil perlu segera ditangani karena sistem kekebalan Si Kecil baru lahir masih berkembang. Jika muncul tanda seperti nanah, kemerahan yang meluas, atau Si Kecil terlihat lemas dan sulit menyusu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

banner

4. Granuloma umbilikalis

Pada sebagian Si Kecil, setelah tali pusar puput dapat muncul jaringan kecil berwarna merah muda yang disebut granulomaumbilikalis. Kondisi ini dapat menyebabkan pusar tampak basah dan terkadang mengeluarkan sedikit darah atau cairan.

Granuloma biasanya bukan kondisi berbahaya, tetapi tetap perlu diperiksa jika tidak membaik. Dokter dapat memberikan penanganan sederhana agar jaringan tersebut dapat sembuh dengan baik.

Pusar Si Kecil Berdarah, Normal atau Berbahaya?

Banyak Mama yang bertanya, pusar Si Kecil berdarah apakah normal? Jawabannya tergantung pada jumlah darah dan kondisi yang menyertainya.

Jika darah hanya berupa bercak kecil, muncul ketika tali pusar akan lepas atau setelah puput, lalu berhenti dengan sendirinya, kondisi ini biasanya masih termasuk normal.

Sebaliknya, pusar Si Kecil berdarah dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan jika darah terus keluar, jumlahnya semakin banyak, atau disertai perubahan pada area pusar.

Misalnya, pusar terlihat merah, membengkak, mengeluarkan cairan kekuningan seperti nanah, berbau tidak sedap, atau Si Kecil mengalami demam.

Lalu bagaimana dengan kondisi pusar Si Kecil berdarah padahal sudah puput? Setelah tali pusar lepas, sedikit perdarahan ringan masih dapat terjadi karena jaringan di dalam pusar sedang menutup dan mengalami proses penyembuhan.

Namun, jika perdarahan tidak berhenti atau muncul berulang kali, Mama perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan penyebabnya. 

Artikel lainnya: Apgar Score, Tes untuk Menilai Kondisi Si Kecil Baru Lahir

Bagaimana Cara Mengatasi Pusar Si Kecil yang Berdarah?

Jika Mama menemukan pusar Si Kecil berdarah, langkah pertama adalah tetap tenang dan melakukan perawatan sederhana. Hindari memberikan bahan seperti bedak, minyak, atau ramuan tertentu pada pusar karena dapat meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi.

Berikut beberapa cara mengatasi dan mengobati pusar Si Kecil berdarah yang dapat dilakukan di rumah apabila perdarahannya ringan dan tidak disertai tanda infeksi: 

  • Cuci tangan sebelum menyentuh area pusar: Pastikan tangan bersih sebelum melakukan perawatan agar tidak membawa kuman ke area pusar Si Kecil.
  • Bersihkan darah secara perlahan: Gunakan kain bersih atau kapas yang lembut untuk membersihkan sisa darah di sekitar pusar. Hindari menggosok terlalu kuat karena dapat menyebabkan luka kembali terbuka.
  • Hindari mengoleskan alkohol atau bahan lain tanpa anjuran dokter: Tidak perlu mengoleskan alkohol, bedak, minyak,atau ramuan tradisional pada tali pusat.
  • Jaga pusar tetap kering: Biarkan area pusar mendapatkan udara agar proses pengeringan berlangsung lebih cepat. Hindari menutup pusar terlalu rapat.
  • Jangan menarik tali pusar yang belum lepas sepenuhnya: Biarkan tali pusar puput secara alami karena menariknya dapat menyebabkan luka dan perdarahan.
  • Pastikan popok tidak bergesekan dengan pusar: Lipat bagian depan popok agar tidak menekan atau menggesek area pusar Si Kecil.
  • Perhatikan tanda infeksi: Segera hubungi dokter jika muncul kemerahan, bengkak, cairan berbau, demam, Si Kecil tidak mau menyusu, atau perdarahan yang tidak berhenti. 

Pusar Si Kecil berdarah tidak selalu berarti berbahaya. Pada banyak kasus, perdarahan ringan dapat terjadi karena proses alami saat tali pusar mengering, puput, atau mengalami penyembuhan.

Namun, orang tua tetap perlu waspada apabila perdarahan berlangsung terus-menerus atau disertai tanda infeksi.

Dengan melakukan perawatan pusar yang tepat, menjaga kebersihan, serta mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan dokter, Mama dapat membantu menjaga kesehatan Si Kecil sejak awal kehidupannya.

Untuk mendapatkan informasi lain seputar kesehatan Mama dan Si Kecil, Mama juga bisa download aplikasi HalloBumil dan temukan berbagai informasi terpercaya seputar kehamilan, persiapan menjadi orang tua, hingga perawatan Si Kecil baru lahir yang bisa menemani perjalanan Mama setiap hari.

Gabung komunitas WhatsApp HalloBumil untuk berbagi pengalaman bersama Mama lainnya, mendapatkan dukungan, serta berdiskusi mengenai berbagai tantangan selama masa kehamilan dan setelah melahirkan.

Ikuti juga webinar kesehatan untuk mendapatkan edukasi kesehatan dari para ahli serta memperluas wawasan Mama mengenai kehamilan, persalinan, dan tumbuh kembang si kecil. Yuk, langsung registrasi di HalloBumil sekarang juga!

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image