Pil KB Planotab: Kandungan, Cara Kerja, & Efek Sampingnya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/BATdS_HWZaufnsU5x99YH/original/q3ph2104ca05drme8efjjp6ra39evtas.png)
Pil KB Planotab merupakan salah satu kontrasepsi oral yang sudah lama digunakan oleh perempuan Indonesia sebagai metode pencegahan kehamilan.
Karena harganya relatif terjangkau dan mudah diperoleh, pil KB Planotab kerap menjadi pilihan utama, terutama bagi pasangan usia subur yang menginginkan metode KB praktis dan ekonomis.
Meski begitu, pemahaman yang benar mengenai kandungan, cara kerja, dosis, hingga efek samping pil KB Planotab sangat penting agar penggunaannya aman dan efektif.
Artikel lainnya: Minum Pil KB Tapi Tetap Hamil, Kok Bisa? Ini 5 Penyebabnya
Apa Itu Pil KB Planotab?
Planotab adalah pil KB kombinasi yang mengandung dua jenis hormon, yaitu estrogen dan progesteron sintetis. Pil ini bekerja sebagai kontrasepsi oral harian yang diminum secara rutin untuk mencegah kehamilan.
Karena termasuk pil kombinasi, Planotab memiliki tingkat efektivitas yang tinggi bila dikonsumsi sesuai aturan.
Di Indonesia, Planotab dikenal sebagai pil KB dengan harga terjangkau dan sering tersedia di puskesmas maupun apotek. Hal ini membuat harga pil KB Planotab menjadi salah satu alasan banyak perempuan memilihnya sebagai metode KB jangka menengah.
Artikel lainnya: Kenali Jenis-Jenis Kontrasepsi serta Kelebihan dan Kekurangannya
Kandungan dan Cara Kerja dalam Mencegah Kehamilan
Sebagai pil KB kombinasi, Planotab mengandung ethinylestradiol (estrogen) dan levonorgestrel (progesteron). Kombinasi hormon ini bekerja dengan beberapa mekanisme utama, yaitu:
- Menghambat pelepasan sel telur (ovulasi) dari ovarium.
- Mengentalkan lendir serviks sehingga sperma sulit masuk ke rahim.
- Menipiskan lapisan dinding rahim, sehingga sel telur yang telah dibuahi sulit menempel.
Cara kerja inilah yang membuat kontrasepsi oral seperti Planotab efektif jika diminum secara konsisten dan tidak terlewat. Namun, bila Mama tidak mengonsumsinya secara teratur, efektivitasnya dapat menurun secara signifikan.
Artikel lainnya: Pil KB Andalan Biru vs Hijau: Apa Bedanya & Pilih Mana?
Dosis dan Cara Minum Pil Planotab
Cara minum pil KB Planotab harus dilakukan dengan disiplin agar perlindungannya maksimal. Dalam satu strip Planotab biasanya terdapat 21 tablet aktif. Aturan minumnya adalah:
- Minum 1 tablet setiap hari pada jam yang sama.
- Dikonsumsi selama 21 hari berturut-turut.
- Setelah itu, berhenti selama 7 hari (masa jeda), di mana biasanya akan terjadi perdarahan seperti haid.
- Setelah masa jeda selesai, lanjutkan ke strip berikutnya meskipun perdarahan belum berhenti.
Planotab sebaiknya mulai diminum pada hari pertama haid, ya, Ma. Bila diminum di luar waktu tersebut, dianjurkan menggunakan kontrasepsi tambahan selama 7 hari pertama.
Artikel lainnya: Ini Bedanya Tanda Mau Haid dan Kehamilan ya, Maa!
Efek Samping yang Umum Dialami
Seperti pil KB kombinasi lainnya, efek samping pil KB Planotab dapat muncul, terutama pada awal pemakaian. Efek samping yang sering dilaporkan antara lain:
- Mual ringan
- Sakit kepala
- Payudara terasa nyeri
- Perubahan suasana hati
- Bercak darah di luar jadwal haid
- Berat badan naik ringan (pada sebagian pengguna)
Umumnya, efek samping ini akan berkurang setelah Mama beradaptasi dalam 2–3 bulan. Namun, bila muncul keluhan berat seperti nyeri dada, sesak napas, atau sakit kepala hebat, penggunaan harus dihentikan dan segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan.
Artikel lainnya: Rekomendasi Pil KB yang Bagus: Pilihan Aman dan Efektif
Kelebihan Planotab sebagai Pilihan KB Ekonomis
Salah satu keunggulan utama Planotab adalah harga pil KB Planotab yang relatif murah dibandingkan pil KB merek lain. Hal ini menjadikannya pilihan KB ekonomis tanpa mengorbankan efektivitas.
Selain itu, kelebihan lainnya meliputi mudah didapatkan di fasilitas kesehatan, ektivitas tinggi jika diminum teratur, membantu mengatur siklus haid, dan dapat mengurangi nyeri haid pada sebagian pengguna.
Namun, bila Planotab tidak cocok, tersedia berbagai pengganti pil KB Planotab seperti pil KB merek lain, suntik KB, KB implan, atau IUD yang dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Mama.
Interaksi Obat & Kontraindikasi
Planotab dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, seperti antibiotik tertentu, obat epilepsi, obat TBC (rifampisin), dan obat herbal. Interaksi ini dapat menurunkan efektivitas pil dalam mencegah kehamilan.
Pil KB Planotab juga tidak dianjurkan bagi perempuan dengan kondisi:
- Riwayat pembekuan darah.
- Penyakit jantung atau stroke.
- Kanker payudara
- Gangguan hati berat
- Hipertensi yang tidak terkontrol
Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum menggunakan kontrasepsi oral ini. Ingin merencanakan kehamilan setelah penggunaan alat kontrasepsi, Mama bisa mengakses health tools Kalkulator Masa Subur di Hallobumil.
Mama juga bisa gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp guna berbagi pengalaman cara minum pil KB Planotab dan tips atasi efek samping pil KB Planotab dari sesama Mama lainnya.
Download app Hallobumil sekarang untuk panduan harian kontrasepsi oral dan pil KB untuk jerawat yang mudah diikuti di genggaman.
Jangan lewatkan juga kesempatan mengikuti event Hallobumil dengan para ahli, seputar alat kontrasepsi hingga perencanaan kehamilan. Semua mudah dalam satu genggaman Mama.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
