:strip_icc():format(webp)/hb-article/i70J3I7ML-l039iwKIVhI/original/h77wxcddboot65vtc5zk537dtl51o1tj.png)
Setelah melahirkan, tubuh Mama mengalami banyak perubahan untuk mendukung kebutuhan bayi, salah satunya adalah produksi ASI. Namun, peningkatan produksi ASI terkadang dapat menyebabkan payudara bengkak saat menyusui.
Kondisi ini biasanya membuat payudara terasa penuh, keras, nyeri, bahkan terasa hangat ketika disentuh. Meskipun umum terjadi, rasa tidak nyaman akibat payudara bengkak dapat mengganggu aktivitas Mama dan membuat proses menyusui menjadi kurang nyaman.
Payudara bengkak sebenarnya merupakan kondisi yang sering terjadi terutama pada awal masa menyusui ketika produksi ASI mulai meningkat.
Jika tidak ditangani dengan baik, pembengkakan dapat membuat bayi kesulitan melakukan pelekatan sehingga pengosongan payudara tidak maksimal.
Oleh karena itu, penting bagi Mama mengetahui penyebab payudara bengkak saat menyusui dan memahami cara mengatasi payudara bengkak saat menyusui agar pemberian ASI tetap berjalan optimal.
Artikel lainnya: Perawatan Payudara Ibu Nifas, Cegah Masalah ASI & Nyeri
Apa Penyebab Payudara Bengkak Saat Menyusui?
Salah satu penyebab payudara bengkak saat menyusui adalah produksi ASI yang lebih banyak dan tidak diimbangi dengan pengosongan payudara secara optimal.
Kondisi ini sering terjadi pada beberapa hari pertama setelah persalinan ketika ASI mulai keluar dalam jumlah lebih banyak.
Payudara dapat terasa penuh, kencang, dan nyeri karena adanya penumpukan ASI serta peningkatan aliran darah dan cairan di sekitar jaringan payudara.
Selain faktor produksi ASI, pembengkakan juga dapat terjadi akibat bayi belum menyusu secara efektif, jadwal menyusui yang terlalu jarang, atau Mama melewatkan waktu menyusui maupun memompa ASI.
Penggunaan pompa ASI yang kurang tepat juga dapat menyebabkan payudara tidak benar-benar kosong sehingga ASI menumpuk dan memicu rasa tidak nyaman.
Artikel lainnya: Penyebab Puting Lecet Saat Menyusui dan Cara Mengatasinya
Bagaimana Cara Mengatasi Payudara Bengkak Saat Menyusui?
Cara mengatasi payudara bengkak saat menyusui dapat dilakukan dengan membantu ASI keluar lebih lancar dan mengurangi tekanan pada payudara.
Berikut beberapa metode yang dapat membantu meredakan payudara bengkak saat menyusui dan menjaga produksi ASI tetap seimbang:
1. Susui bayi lebih sering sesuai kebutuhan
Menyusui lebih sering merupakan salah satu cara paling efektif untuk membantu mengurangi pembengkakan payudara.
Ketika bayi menyusu secara rutin, ASI yang diproduksi akan lebih cepat dikeluarkan sehingga tekanan di dalam payudara berkurang. Mama dapat menawarkan payudara kepada bayi tanpa harus menunggu payudara terasa terlalu penuh.
Pada masa awal menyusui, bayi biasanya memiliki pola menyusu yang cukup sering karena ukuran lambungnya masih kecil.
Membiarkan bayi menyusu sesuai tanda lapar juga membantu menjaga keseimbangan produksi ASI dan mencegah terjadinya penumpukan ASI.
2. Pastikan pelekatan bayi sudah tepat
Pelekatan atau latch yang benar sangat berpengaruh terhadap kemampuan bayi mengeluarkan ASI. Jika posisi mulut bayi tidak melekat dengan baik pada payudara, ASI yang keluar bisa lebih sedikit sehingga payudara tetap terasa penuh dan bengkak meskipun bayi sudah menyusu cukup lama.
Mama dapat memperhatikan beberapa tanda pelekatan yang tepat, seperti sebagian besar area areola masuk ke mulut bayi, bibir bayi terbuka keluar, dan Mama tidak merasakan nyeri berlebihan saat menyusui. Jika masih mengalami kesulitan, Mama dapat meminta bantuan konselor laktasi.
Artikel lainnya: Posisi Menyusui yang Benar dan Nyaman untuk Mama
3. Kompres hangat sebelum menyusui
Kompres hangat sebelum menyusui dapat membantu memperlancar aliran ASI sehingga bayi lebih mudah menyusu.
Suhu hangat dapat membuat saluran ASI lebih rileks dan membantu mengurangi rasa kaku pada payudara yang terasa penuh. Mama dapat menggunakan handuk hangat atau mandi air hangat sebentar sebelum waktu menyusui.
Namun, penggunaan kompres hangat sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama karena panas berlebihan dapat memperparah pembengkakan pada sebagian Mama.
Cukup lakukan beberapa menit sebelum menyusui atau memerah ASI agar payudara lebih nyaman dan ASI lebih mudah keluar.
Artikel lainnya: Penyebab Puting Payudara Masuk ke Dalam dan Solusinya
4. Gunakan kompres dingin setelah menyusui
Selain kompres hangat, kompres dingin juga dapat membantu meredakan payudara bengkak saat menyusui, terutama setelah bayi selesai menyusu. Suhu dingin membantu mengurangi rasa nyeri, pembengkakan, serta peradangan ringan pada jaringan payudara.
Mama dapat menggunakan es yang dibungkus kain atau cold pack agar tidak bersentuhan langsung dengan kulit.
Kompres dingin biasanya dilakukan selama beberapa menit setelah menyusui atau ketika payudara terasa tidak nyaman. Cara ini tidak bertujuan untuk menghentikan produksi ASI, tetapi membantu mengurangi rasa sakit akibat tekanan pada jaringan payudara.
5. Memerah ASI jika payudara terlalu penuh
Jika payudara terasa sangat keras hingga bayi sulit melakukan pelekatan, Mama dapat memerah sedikit ASI terlebih dahulu sebelum menyusui.
Tujuannya bukan untuk mengosongkan payudara sepenuhnya, tetapi membuat area sekitar puting menjadi lebih lunak sehingga bayi lebih mudah melekat dan mengisap ASI. Mama dapat memilih memerah ASI menggunakan tangan atau pompa ASI sesuai kenyamanan.
Hindari memerah terlalu banyak tanpa kebutuhan karena pengosongan payudara yang berlebihan justru dapat memberi sinyal kepada tubuh untuk memproduksi lebih banyak ASI dan meningkatkan risiko payudara kembali bengkak.
Artikel lainnya: Cara Menyimpan ASI Perah yang Benar agar Tetap Segar
6. Lakukan pijatan payudara dengan lembut
Pijatan lembut pada payudara dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat penumpukan ASI.
Teknik pijat yang dilakukan sebaiknya tidak terlalu kuat karena tekanan berlebihan dapat menyebabkan jaringan payudara semakin nyeri atau mengalami iritasi. Pijat dapat dilakukan dengan gerakan lembut dari area payudara menuju arah puting.
Saat melakukan pijatan, Mama juga dapat memperhatikan bagian payudara yang terasa lebih keras atau penuh.
Namun, hindari memijat terlalu keras pada benjolan karena kondisi tertentu seperti sumbatan saluran ASI membutuhkan penanganan yang lebih tepat agar tidak memperburuk peradangan.
Artikel lainnya: Payudara Sakit Saat Menyusui: Penyebab & Cara Mengatasinya
7. Gunakan bra menyusui yang nyaman
Pemilihan bra juga berpengaruh terhadap kenyamanan Mama ketika mengalami payudara bengkak saat menyusui.
Bra menyusui yang terlalu ketat dapat memberikan tekanan pada payudara dan berpotensi menghambat aliran ASI. Sebaiknya pilih bra dengan ukuran yang sesuai, memiliki bahan lembut, dan mampu menopang payudara dengan baik.
Bra menyusui yang nyaman juga membantu Mama lebih mudah memberikan ASI kapan saja tanpa merasa terbatas.
Hindari penggunaan bra dengan kawat yang terlalu menekan area payudara, terutama ketika produksi ASI sedang meningkat pada masa awal menyusui.
8. Hindari melewatkan jadwal menyusui
Melewatkan jadwal menyusui atau memerah ASI dapat menyebabkan ASI menumpuk di payudara sehingga payudara terasa penuh, keras, dan nyeri.
Kondisi ini dapat terjadi ketika bayi tidur lebih lama dari biasanya, Mama sedang bepergian, atau terjadi perubahan pola menyusui.
Untuk membantu mencegah pembengkakan payudara, usahakan tetap menyusui atau memerah ASI jika jauh dari bayi sesuai kebutuhan.
Jika Mama harus meninggalkan bayi dalam waktu tertentu, memerah ASI secara berkala dapat membantu menjaga kenyamanan payudara. Selain itu, pengeluaran ASI secara rutin juga membantu mempertahankan produksi ASI sesuai kebutuhan bayi.
Artikel lainnya: Penyebab Perubahan Payudara Ibu Hamil & Tips Mengatasinya
9. Istirahat dan cukupi asupan cairan
Masa menyusui membutuhkan energi yang cukup besar sehingga Mama perlu menjaga kondisi tubuh dengan beristirahat dan memenuhi kebutuhan cairan.
Kelelahan dan stres dapat membuat proses menyusui terasa lebih sulit, terutama ketika Mama mengalami rasa sakit akibat payudara bengkak.
Minum air yang cukup memang tidak secara langsung menghilangkan pembengkakan payudara, tetapi membantu menjaga kesehatan Mama selama masa menyusui.
Tubuh yang lebih bugar dapat mendukung proses menyusui berjalan lebih nyaman dan membantu Mama menghadapi perubahan setelah melahirkan.
10. Konsultasi dengan konselor laktasi jika mengalami kesulitan
Apabila berbagai cara sudah dilakukan tetapi payudara tetap terasa bengkak atau proses menyusui masih terasa sulit, Mama dapat berkonsultasi dengan konselor laktasi.
Tenaga ahli dapat membantu mengevaluasi posisi menyusui, pelekatan bayi, serta menemukan penyebab utama pembengkakan.
Konselor laktasi juga dapat memberikan panduan khusus sesuai kondisi Mama dan bayi. Dukungan ini penting agar masalah menyusui tidak berlarut-larut dan Mama tetap percaya diri dalam memberikan ASI kepada buah hati.
Kapan Harus ke Dokter?
Sebagian besar kasus payudara bengkak saat menyusui dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, Mama perlu mengetahui kapan harus mencari bantuan medis.
Jika pembengkakan disertai demam, tubuh menggigil, nyeri yang semakin berat, muncul area payudara yang kemerahan, atau Mama merasa sangat tidak sehat, kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi seperti mastitis.
Lalu, payudara bengkak saat menyusui ke dokter apa? Mama dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, dokter laktasi, atau dokter spesialis bedah yang menangani masalah payudara.
Selain itu, konselor laktasi juga dapat membantu jika penyebab utama berkaitan dengan teknik menyusui atau pengeluaran ASI yang kurang optimal.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan apabila keluhan tidak membaik setelah beberapa hari atau semakin mengganggu aktivitas Mama.
Perjalanan menyusui penuh dengan berbagai pengalaman baru, mulai dari adaptasi tubuh hingga memahami kebutuhan si kecil. Agar Mama tidak menjalani proses ini sendirian, yuk gabung ke komunitas WhatsApp HalloBumil. Di sana, Mama bisa berbagi cerita, mendapatkan dukungan, dan menemukan informasi bermanfaat dari sesama Mama.
Mama juga bisa mendapatkan edukasi langsung melalui event kesehatan. Ikuti berbagai webinar dan kegiatan menarik untuk menambah wawasan tentang kehamilan, menyusui, serta kesehatan keluarga.
Langsung download aplikasi HalloBumil dan registrasi data diri Mama untuk mendapatkan informasi kesehatan Mama dan bayi yang terpercaya, mulai dari masa kehamilan hingga setelah melahirkan.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
