:strip_icc():format(webp)/hb-article/EkIfyUE90tqnaUgcV_kZF/original/cgt2vdawhufvyswnzt433ads3huvcjmx.png)
Biang keringat pada bayi adalah salah satu masalah kulit yang paling sering dialami Si Kecil, terutama ketika cuaca sedang panas atau lembap. Kondisi ini terjadi ketika saluran kelenjar keringat tersumbat sehingga keringat terperangkap di bawah kulit.
Akibatnya, muncul ruam berupa bintik-bintik kecil yang dapat menyebabkan rasa gatal, perih, atau tidak nyaman pada Si Kecil.
Meskipun umumnya tidak berbahaya, Mama tetap perlu memahami penyebab biang keringat pada Si Kecil dan cara mengatasinya agar kondisi ini tidak semakin parah.
Artikel lainnya: Kenali Penyebab Ruam Merah di Pipi Si Kecil
Apa Itu Biang Keringat?
Biang keringat atau miliaria adalah kondisi kulit yang muncul akibat tersumbatnya saluran keringat. Pada Si Kecil, kelenjar keringat belum berkembang sempurna sehingga lebih mudah mengalami penyumbatan dibandingkan orang dewasa.
Kondisi ini sering muncul pada area leher, dada, punggung, lipatan siku, lipatan paha, hingga area popok.
Biang keringat lebih sering terjadi saat Si Kecil berada di lingkungan yang panas, mengenakan pakaian terlalu tebal, atau mengalami demam sehingga tubuh memproduksi lebih banyak keringat.
Penyebab Biang Keringat pada Si Kecil
Penyebab biang keringat pada Si Kecil berkaitan dengan terhambatnya pengeluaran keringat dari permukaan kulit. Beberapa faktor yang dapat memicunya antara lain:
1. Kelenjar keringat belum matang
Kelenjar dan saluran keringat Si Kecil belum berkembang sempurna seperti orang dewasa. Akibatnya, keringat lebih mudah terjebak di bawah permukaan kulit dan menyebabkan munculnya ruam biang keringat.
Kondisi ini membuat Si Kecil lebih rentan mengalami biang keringat, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan.
Artikel lainnya: Si Kecil Sering Berkeringat, Apakah Normal?
2. Cuaca panas dan lembap
Cuaca yang panas dan lembap membuat tubuh Si Kecil memproduksi lebih banyak keringat untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Jika keringat tidak dapat keluar dengan baik, saluran keringat bisa tersumbat.
Akibatnya, muncul bintik-bintik merah atau ruam pada beberapa area tubuh. Kondisi ini sering terjadi saat musim kemarau atau ketika ventilasi ruangan kurang baik.
3. Pakaian terlalu tebal
Memakaikan pakaian yang terlalu tebal atau berlapis dapat meningkatkan suhu tubuh Si Kecil. Saat tubuh menjadi lebih panas, produksi keringat juga akan meningkat.
Selain itu, pakaian yang tidak menyerap keringat dapat membuat kulit tetap lembap sehingga risiko biang keringat semakin tinggi.
Artikel lainnya: 6 Tips Praktis Membeli Baju untuk Si Kecil
4. Penggunaan selimut berlebihan
Terkadang, banyak Mama khawatir si Kecil mengalami kedinginan sehingga menggunakan selimut tebal atau membedong terlalu rapat. Padahal, hal ini dapat membuat suhu tubuh Si Kecil meningkat.
Ketika tubuh terlalu hangat, keringat akan lebih banyak diproduksi dan berpotensi menyumbat saluran keringat yang masih sensitif.
5. Demam
Saat mengalami demam, tubuh Si Kecil berusaha menurunkan suhu dengan menghasilkan lebih banyak keringat. Produksi keringat yang meningkat ini dapat memicu terjadinya biang keringat.
Biang keringat sering muncul setelah demam mulai turun karena kulit masih lembap akibat keringat yang berlebihan.
Artikel lainnya: Cara Mengatasi Demam pada Anak Secara Aman dan Efektif
6. Penggunaan produk yang menutup pori-pori
Beberapa produk perawatan kulit yang terlalu kental atau berminyak dapat menutup pori-pori dan menghambat keluarnya keringat dari kulit.
Jika digunakan berlebihan, produk tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan saluran keringat dan memperparah ruam yang sudah ada.
Jenis Biang Keringat pada Si Kecil dan Cirinya
Sebelum menentukan cara penanganan yang tepat, Mama perlu mengenali terlebih dahulu ciri ciri biang keringat pada Si Kecil.
Meski sama-sama muncul sebagai ruam pada kulit, biang keringat ternyata memiliki beberapa jenis dengan gejala yang berbeda. Perbedaan ini umumnya terlihat dari warna, bentuk ruam, serta tingkat rasa tidak nyaman yang dirasakan Si Kecil.
Miliaria crystallina
Miliaria crystallina merupakan jenis biang keringat yang paling ringan. Ruam biasanya tampak seperti gelembung kecil bening berisi cairan yang berada di permukaan kulit.
Jenis ini umumnya tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri sehingga sering kali tidak membuat Si Kecil rewel.
Miliaria rubra
Miliaria rubra adalah jenis biang keringat yang paling sering terjadi pada Si Kecil. Cirinya berupa bintik-bintik merah kecil yang disertai rasa gatal, perih, atau sensasi seperti tertusuk.
Mengingat rasanya yang tidak nyaman, Si Kecil bisa menjadi lebih rewel, sering menggosok area kulit yang terkena, atau sulit tidur.
Artikel lainnya: Kenali Tanda Alergi pada Si Kecil, Jenis & Cara Mengatasinya
Miliaria pustulosa
Miliaria pustulosa terjadi ketika peradangan pada biang keringat berkembang lebih lanjut. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintik atau benjolan kecil yang berisi cairan atau nanah.
Ruam biasanya tampak lebih merah dibandingkan miliaria rubra dan memerlukan perhatian lebih agar tidak berkembang menjadi infeksi kulit.
Miliaria profunda
Miliaria profunda merupakan jenis yang lebih jarang ditemukan pada Si Kecil. Ruam ini muncul sebagai benjolan kecil yang berwarna sama dengan kulit dan terasa lebih dalam.
Kondisi ini terjadi akibat sumbatan yang berada pada lapisan kulit yang lebih dalam dan biasanya muncul setelah episode biang keringat yang berulang.
Artikel lainnya: Cara Memandikan Si Kecil Baru Lahir dengan Aman dan Benar
Apakah Biang Keringat Berbahaya bagi Si Kecil?
Pada umumnya, biang keringat pada Si Kecil bukan kondisi yang berbahaya dan dapat membaik dalam beberapa hari setelah kulit didinginkan serta faktor pemicunya diatasi.
Namun, jika Si Kecil terus menggaruk area yang terkena biang keringat, kulit dapat mengalami iritasi hingga infeksi sekunder akibat bakteri. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kulit dan mengurangi rasa gatal yang dirasakan Si Kecil.
Cara Mengobati Biang Keringat
Berikut beberapa cara mengatasi biang keringat pada Si Kecil yang dapat dilakukan di rumah.
1. Pindahkan Si Kecil ke tempat yang lebih sejuk
Salah satu langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memindahkan Si Kecil ke ruangan yang lebih sejuk dan memiliki ventilasi yang baik. Hal ini membantu menurunkan suhu tubuh Si Kecil.
Ketika tubuh tidak terlalu panas, produksi keringat akan berkurang sehingga kulit memiliki kesempatan untuk pulih lebih cepat.
2. Kenakan pakaian tipis dan menyerap keringat
Pilih pakaian berbahan katun yang lembut, ringan, dan mudah menyerap keringat. Hindari pakaian yang terlalu ketat karena dapat meningkatkan gesekan pada kulit.
Sirkulasi udara yang baik membantu menjaga kulit tetap kering dan mengurangi risiko iritasi lebih lanjut.
3. Hindari membungkus Si Kecil terlalu tebal
Saat cuaca panas, tidak perlu memakaikan pakaian atau selimut berlapis-lapis. Si Kecil akan lebih nyaman dengan pakaian yang sesuai suhu lingkungan.
Mengurangi lapisan pakaian membantu tubuh melepaskan panas secara alami dan mencegah produksi keringat berlebih.
4. Jaga kulit tetap kering
Kulit yang terus lembap dapat memperparah biang keringat. Untuk itu, segera ganti pakaian yang basah akibat keringat. Perhatikan juga area lipatan tubuh seperti leher, ketiak, dan paha karena area tersebut lebih mudah lembap.
Artikel lainnya: 5 Alasan Sunscreen Fisik Pilihan Terbaik untuk Si Kecil dan Anak
5. Mandikan dengan air suam-suam kuku
Memandikan Si Kecil dengan air suam-suam kuku dapat membantu membersihkan keringat dan kotoran yang menempel pada kulit. Selain membuat kulit lebih bersih, mandi juga dapat memberikan rasa nyaman dan membantu menurunkan suhu tubuh Si Kecil.
6. Hindari produk berminyak
Krim atau lotion yang terlalu berminyak berisiko menyumbat pori-pori dan memperparah penyumbatan saluran keringat. Jika ingin menggunakan produk perawatan kulit, pilih yang ringan dan sesuai untuk kulit Si Kecil, ya, Ma!
7. Gunakan pelembap ringan bila diperlukan
Pada beberapa kondisi, dokter juga dapat menyarankan penggunaan pelembap ringan untuk menjaga kelembapan kulit Si Kecil. Pilih produk yang diformulasikan khusus untuk Si Kecil dan tidak mengandung bahan yang berpotensi mengiritasi kulit sensitif.
8. Jangan menggaruk atau menggosok kulit
Meski tampak gatal, usahakan agar Si Kecil tidak menggaruk area yang terkena biang keringat. Kuku yang tajam dapat melukai kulit dan meningkatkan risiko infeksi.
Jaga kuku Si Kecil tetap pendek dan bersih untuk membantu mengurangi kerusakan kulit akibat garukan.
9. Gunakan bedak biang keringat untuk Si Kecil dengan hati-hati
Sebagian orang tua memilih menggunakan bedak biang keringat untuk Si Kecil guna membantu menjaga kulit tetap kering. Namun, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati.
Hindari bedak yang mudah beterbangan karena partikel halusnya dapat terhirup oleh Si Kecil dan mengganggu saluran pernapasan.
10. Konsultasikan penggunaan salep gatal biang keringat untuk Si Kecil
Jika ruam tidak membaik atau rasa gatal membuat Si Kecil sangat tidak nyaman, konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan salep yang sesuai.
Dokter dapat menentukan apakah diperlukan salep gatal biang keringat untuk Si Kecil atau terapi lain berdasarkan kondisi kulit Si Kecil.
11. Pastikan Si Kecil tetap terhidrasi
Kebutuhan cairan yang tercukupi membantu tubuh Si Kecil mengatur suhu dengan lebih baik, terutama saat cuaca panas. Bagi Si Kecil yang sudah mendapatkan MPASI, pastikan asupan cairan sesuai anjuran usia dan kondisi kesehatannya.
Artikel lainnya: Cara Merawat Kulit Si Kecil Agar Selalu Halus dan Sehat
Cara Mencegah Biang Keringat Berulang
Cara menghilangkan biang keringat pada Si Kecil tentu perlu dibarengi dengan langkah pencegahan agar tidak sering kambuh.
Pastikan suhu ruangan tetap nyaman, gunakan pakaian berbahan katun, hindari penggunaan produk yang terlalu tebal pada kulit, serta segera ganti pakaian Si Kecil yang basah oleh keringat. Selain itu, jangan memakaikan pakaian berlapis jika tidak diperlukan.
Saat cuaca panas, Mama juga dapat lebih sering memeriksa area lipatan tubuh Si Kecil karena bagian tersebut menjadi lokasi yang paling sering mengalami biang keringat.
Kapan Perlu ke Dokter?
Biang keringat pada Si Kecil umumnya dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, Mama perlu lebih waspada jika ruam tidak kunjung membaik, tampak semakin parah, atau disertai gejala lain yang mengarah pada infeksi.
Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab ruam dan memberikan penanganan yang tepat.
Segera konsultasikan ke dokter apabila muncul gejala berikut:
- Biang keringat tidak membaik dalam beberapa hari.
- Ruam semakin luas atau memburuk.
- Muncul nanah pada area ruam.
- Si Kecil mengalami demam.
- Kulit tampak bengkak, nyeri, atau berbau tidak sedap.
- Si Kecil menjadi sangat rewel dan sulit tidur akibat rasa tidak nyaman.
Biang keringat pada Si Kecil merupakan kondisi kulit yang umum terjadi akibat tersumbatnya saluran keringat. Meskipun biasanya tidak berbahaya, kondisi ini dapat membuat Si Kecil merasa tidak nyaman.
Dengan mengenali penyebab biang keringat pada Si Kecil, memahami ciri-cirinya, serta menerapkan cara mengatasi biang keringat pada Si Kecil yang tepat, orang tua dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dan mencegah kekambuhan.
Kulit Si Kecil yang sehat tentu membuat tumbuh kembangnya lebih nyaman. Untuk mendapatkan berbagai informasi kesehatan anak dan kehamilan yang praktis setiap hari, yuk download aplikasi HalloBumil dan nikmati berbagai fitur yang membantu perjalanan parenting Mama. Pastikan Mama daftarkan diri terlebih dahulu.
Punya pengalaman menghadapi biang keringat pada Si Kecil atau ingin bertanya langsung dengan sesama orang tua? Gabung ke komunitas WhatsApp HalloBumil dan temukan ruang diskusi yang hangat, suportif, serta penuh informasi bermanfaat.
Jika ingin menambah wawasan seputar kesehatan Mama dan anak langsung dari para ahli, ikuti berbagai event HalloBumil yang menghadirkan edukasi menarik, tips parenting, dan kesempatan berbagi pengalaman bersama para orang tua lainnya.




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
