Artikel/Pasca Kehamilan/Bayi Sering Berkeringat, Apakah Normal?

Bayi Sering Berkeringat, Apakah Normal?

Tia Reisha | Diterbitkan pada 02 April 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Bayi yang sering berkeringat bisa disebabkan suhu, aktivitas, atau kondisi tertentu. Simak penyebabnya, tanda bahaya yang perlu diperhatikan, serta tips menjaga bayi tetap nyaman setiap hari.
apakah-normal-bayi-sering-berkeringat-atau-perlu-diwaspadai

Melihat si Kecil tumbuh sehat tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Mama. Namun, kadang ada hal-hal kecil yang membuat cemas, misalnya ketika melihat bayi sering berkeringat.

Mama mungkin langsung bertanya-tanya, bayi sering berkeringat apakah normal? Rasa khawatir ini sangat wajar, apalagi jika Mama menyadari kondisi bayi berkeringat saat tidur dan menyusu cukup deras hingga pakaian dan bantalnya lembap. Yuk, bahas bersama agar Mama bisa lebih tenang merawat si Kecil di rumah.

Penyebab Bayi Sering Berkeringat

Kenapa bayi sering berkeringat padahal cuaca dingin? Berikut adalah beberapa faktor utama yang memicu kondisi tersebut. 

1. Pakaian yang terlalu tebal

Mama mungkin berniat membuat si Kecil merasa hangat dan nyaman, tapi pakaian yang berlapis justru bisa membuatnya kegerahan. Tubuh bayi akan secara otomatis mengeluarkan keringat untuk mencoba mendinginkan dirinya.

2. Menangis terlalu lama

Saat menangis kencang, bayi mengeluarkan banyak sekali tenaga. Otot-otot tubuhnya menegang dan detak jantungnya meningkat secara drastis, yang pada akhirnya dapat menjadi pemicu bayi sering berkeringat.

3. Berada di fase tidur nyenyak

Bayi menghabiskan lebih banyak waktu di fase tidur nyenyak atau deep sleep dibandingkan orang dewasa. Pada fase ini, sistem saraf otonom yang mengontrol kelenjar keringat bayi memang cenderung bekerja lebih aktif sehingga keringat yang dikeluarkan pun lebih banyak.

4. Sirkulasi udara ruangan kurang baik

Kamar tidur yang pengap atau tidak memiliki ventilasi yang baik akan membuat suhu ruangan terasa panas, sehingga penting untuk mengatur suhu kamar senyaman mungkin, idealnya sekitar 20–22°C.

Bayi sangat sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan dan dapat langsung berkeringat jika sirkulasi udara di sekitarnya tidak lancar atau suhu ruangan terlalu hangat.

5. Sedang mengalami demam

Demam merupakan respons alami tubuh si Kecil saat sistem kekebalannya bekerja melawan infeksi atau penyakit. Ketika suhu tubuh naik atau mulai turun (pecah demam), tubuh akan memproduksi keringat untuk membantu mendinginkan diri, dan keringat berlebih pada fase ini merupakan mekanisme yang normal.

6. Mengalami infeksi

Selain demam biasa, infeksi akibat virus atau bakteri juga dapat membuat tubuh bayi bekerja lebih keras dan meningkatkan metabolisme secara signifikan. Peningkatan ini menghasilkan panas yang kemudian dilepaskan tubuh melalui keringat, terutama di area kepala dan leher.

7. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah kondisi medis ketika kelenjar keringat bekerja terlalu aktif, sehingga bayi sering berkeringat meski tidak kepanasan atau tidak sedang beraktivitas. Kondisi ini biasanya ditandai dengan keringat berlebih di area tertentu, seperti telapak tangan, telapak kaki, atau dahi.

8. Penyakit jantung bawaan

Pada beberapa kasus, keringat berlebih bisa menjadi salah satu tanda adanya masalah jantung bawaan pada si Kecil. Kondisi ini membuat jantung harus bekerja lebih keras bahkan saat bayi beristirahat atau menyusu, sehingga ia mudah lelah dan sering berkeringat.

9. Sleep apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur ketika napas bayi dapat terhenti beberapa detik saat ia sedang terlelap. Kondisi ini membuat tubuh bekerja lebih keras untuk kembali bernapas dan sering menjadi alasan kenapa bayi sering berkeringat padahal cuaca dingin.

Cara Mengatasi Bayi yang Sering Berkeringat

Setelah mengetahui berbagai penyebab bayi sering berkeringat, langkah selanjutnya adalah memastikan si Kecil selalu merasa nyaman agar ia tidak rewel. Berikut adalah beberapa cara mudah dan tepat yang bisa Mama terapkan di rumah.

1. Gunakan pakaian berbahan katun

Pilihlah baju bayi dengan bahan katun yang lembut, longgar, dan tentunya mudah menyerap keringat si Kecil. Hindari memakaikan bahan sintetis yang tebal karena bahan tersebut dapat membuat panas terperangkap di kulit dan memicu bayi berkeringat saat tidur dan menyusu.

2. Atur suhu ruangan menjadi sejuk

Pastikan kamar tidur bayi memiliki sirkulasi udara yang baik dan suhunya dijaga agar tetap sejuk. Mama bisa menyalakan pendingin ruangan atau kipas angin, tapi pastikan hembusan anginnya tidak mengarah langsung ke tubuh bayi.

3. Hindari membedong terlalu ketat

Membedong memang bisa membuat bayi merasa aman seperti saat di dalam rahim, tapi hindari ikatan yang terlalu rapat. Gunakan kain bedong berbahan tipis agar si Kecil tidak merasa kegerahan dan sulit bergerak saat ia sedang tertidur.

4. Gunakan selimut tipis saat tidur

Jika Mama tetap ingin memakaikan selimut saat cuaca malam sedang dingin, pilihlah yang berbahan tipis (breathable). Cukup tutupi tubuhnya sebatas perut atau kaki saja agar bayi tidak merasa kepanasan di tengah malam.

5. Pastikan Posisi Tidur Bayi Telentang

Biasakan bayi tidur dalam posisi telentang di atas kasur yang rata untuk menjaga kenyamanan dan keamanannya. Posisi ini membantu sirkulasi udara di sekitar tubuhnya tetap optimal dibandingkan posisi tengkurap sehingga mengurangi kemungkinan bayi sering berkeringat saat tidur.

6. Amati kondisi bayi saat menyusu

Bayi berkeringat saat tidur dan menyusu memang bisa normal, tetapi Mama tetap perlu memperhatikan apakah bayi terlihat sangat lelah atau kesulitan bernapas. Jika muncul tanda tersebut, sebaiknya hentikan sementara dan konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisinya.

7. Pantau dan catat pola tidurnya

Setiap bayi memiliki pola tidur yang berbeda, sehingga penting untuk memperhatikan kapan si Kecil paling sering berkeringat. Catatan ini dapat membantu dokter mengevaluasi apakah keringat tersebut masih normal atau perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan Mama Perlu Khawatir Jika Bayi Terus Berkeringat

Meskipun bayi sering berkeringat sebagian besar adalah hal yang normal, ada beberapa tanda bahaya yang memerlukan perhatian medis. Segera bawa si Kecil berkonsultasi ke dokter spesialis anak jika keringat berlebih disertai dengan gejala berikut:

  • Bayi terlihat kesulitan bernapas, napasnya sangat cepat, atau mendengkur keras saat tidur.
  • Kulit, bibir, atau ujung kuku bayi tampak kebiruan saat ia sedang menangis atau menyusu.
  • Keringat bercucuran sangat deras padahal suhu ruangan sangat dingin dan baju yang dikenakan sudah tipis.
  • Bayi terlihat sangat lemas, pucat, dan menolak untuk menyusu sama sekali.
  • Berat badan si Kecil sulit naik atau tidak berkembang sesuai dengan grafik pertumbuhannya.
  • Disertai demam tinggi yang tidak kunjung turun selama lebih dari 2 hari.

Kesimpulannya, sebagian besar penyebab bayi sering berkeringat adalah hal yang wajar dan merupakan respons alami tubuhnya yang sedang berkembang. Mama tidak perlu cemas berlebihan selama si Kecil masih terlihat ceria, aktif, dan menyusu dengan lahap.

Masih punya pertanyaan seputar kesehatan tubuh si Kecil atau keluhan medis lainnya? Yuk, gabung Komunitas Hallobumil untuk bertanya, share pengalaman, dan mendapatkan dukungan dari sesama Mama.

Jangan lupa juga download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan informasi kehamilan dan parenting terlengkap, langsung di genggaman Mama!

Selain dapat berbagai panduan kesehatan yang lengkap dan terpercaya, Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
2
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image