Bayi Sering Berkeringat, Apakah Normal?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/lpnssaphAaxIeGB_xGFxf/original/s6icehj763oflew5cerg8hcn7bqi0nnz.png)
Melihat si Kecil tumbuh sehat tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Mama. Namun, kadang ada hal-hal kecil yang membuat cemas, misalnya ketika melihat bayi sering berkeringat.
Mama mungkin langsung bertanya-tanya, bayi sering berkeringat apakah normal? Rasa khawatir ini sangat wajar, apalagi jika Mama menyadari kondisi bayi berkeringat saat tidur dan menyusu cukup deras hingga pakaian dan bantalnya lembap. Yuk, bahas bersama agar Mama bisa lebih tenang merawat si Kecil di rumah.
Penyebab Bayi Sering Berkeringat
Kenapa bayi sering berkeringat padahal cuaca dingin? Berikut adalah beberapa faktor utama yang memicu kondisi tersebut.
1. Pakaian yang terlalu tebal
Mama mungkin berniat membuat si Kecil merasa hangat dan nyaman, tapi pakaian yang berlapis justru bisa membuatnya kegerahan. Tubuh bayi akan secara otomatis mengeluarkan keringat untuk mencoba mendinginkan dirinya.
Artikel lainnya: 6 Tips Praktis Membeli Baju untuk Si Kecil
2. Menangis terlalu lama
Saat menangis kencang, bayi mengeluarkan banyak sekali tenaga. Otot-otot tubuhnya menegang dan detak jantungnya meningkat secara drastis, yang pada akhirnya dapat menjadi pemicu bayi sering berkeringat.
3. Berada di fase tidur nyenyak
Bayi menghabiskan lebih banyak waktu di fase tidur nyenyak atau deep sleep dibandingkan orang dewasa. Pada fase ini, sistem saraf otonom yang mengontrol kelenjar keringat bayi memang cenderung bekerja lebih aktif sehingga keringat yang dikeluarkan pun lebih banyak.
4. Sirkulasi udara ruangan kurang baik
Kamar tidur yang pengap atau tidak memiliki ventilasi yang baik akan membuat suhu ruangan terasa panas, sehingga penting untuk mengatur suhu kamar senyaman mungkin, idealnya sekitar 20–22°C.
Bayi sangat sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan dan dapat langsung berkeringat jika sirkulasi udara di sekitarnya tidak lancar atau suhu ruangan terlalu hangat.
5. Sedang mengalami demam
Demam merupakan respons alami tubuh si Kecil saat sistem kekebalannya bekerja melawan infeksi atau penyakit. Ketika suhu tubuh naik atau mulai turun (pecah demam), tubuh akan memproduksi keringat untuk membantu mendinginkan diri, dan keringat berlebih pada fase ini merupakan mekanisme yang normal.
Artikel lainnya: 10 Cara Aman Mengatasi Demam pada Anak di Rumah
6. Mengalami infeksi
Selain demam biasa, infeksi akibat virus atau bakteri juga dapat membuat tubuh bayi bekerja lebih keras dan meningkatkan metabolisme secara signifikan. Peningkatan ini menghasilkan panas yang kemudian dilepaskan tubuh melalui keringat, terutama di area kepala dan leher.
7. Hiperhidrosis
Hiperhidrosis adalah kondisi medis ketika kelenjar keringat bekerja terlalu aktif, sehingga bayi sering berkeringat meski tidak kepanasan atau tidak sedang beraktivitas. Kondisi ini biasanya ditandai dengan keringat berlebih di area tertentu, seperti telapak tangan, telapak kaki, atau dahi.
8. Penyakit jantung bawaan
Pada beberapa kasus, keringat berlebih bisa menjadi salah satu tanda adanya masalah jantung bawaan pada si Kecil. Kondisi ini membuat jantung harus bekerja lebih keras bahkan saat bayi beristirahat atau menyusu, sehingga ia mudah lelah dan sering berkeringat.
9. Sleep apnea
Sleep apnea adalah gangguan tidur ketika napas bayi dapat terhenti beberapa detik saat ia sedang terlelap. Kondisi ini membuat tubuh bekerja lebih keras untuk kembali bernapas dan sering menjadi alasan kenapa bayi sering berkeringat padahal cuaca dingin.
Cara Mengatasi Bayi yang Sering Berkeringat
Setelah mengetahui berbagai penyebab bayi sering berkeringat, langkah selanjutnya adalah memastikan si Kecil selalu merasa nyaman agar ia tidak rewel. Berikut adalah beberapa cara mudah dan tepat yang bisa Mama terapkan di rumah.
1. Gunakan pakaian berbahan katun
Pilihlah baju bayi dengan bahan katun yang lembut, longgar, dan tentunya mudah menyerap keringat si Kecil. Hindari memakaikan bahan sintetis yang tebal karena bahan tersebut dapat membuat panas terperangkap di kulit dan memicu bayi berkeringat saat tidur dan menyusu.
Artikel lainnya: Tips Cerdik Memilih Perlengkapan Bayi Baru Lahir
2. Atur suhu ruangan menjadi sejuk
Pastikan kamar tidur bayi memiliki sirkulasi udara yang baik dan suhunya dijaga agar tetap sejuk. Mama bisa menyalakan pendingin ruangan atau kipas angin, tapi pastikan hembusan anginnya tidak mengarah langsung ke tubuh bayi.
3. Hindari membedong terlalu ketat
Membedong memang bisa membuat bayi merasa aman seperti saat di dalam rahim, tapi hindari ikatan yang terlalu rapat. Gunakan kain bedong berbahan tipis agar si Kecil tidak merasa kegerahan dan sulit bergerak saat ia sedang tertidur.
4. Gunakan selimut tipis saat tidur
Jika Mama tetap ingin memakaikan selimut saat cuaca malam sedang dingin, pilihlah yang berbahan tipis (breathable). Cukup tutupi tubuhnya sebatas perut atau kaki saja agar bayi tidak merasa kepanasan di tengah malam.
Artikel lainnya: Bayi Menangis Terus, Terapkan Cara Ini untuk Menenangkannya
5. Pastikan Posisi Tidur Bayi Telentang
Biasakan bayi tidur dalam posisi telentang di atas kasur yang rata untuk menjaga kenyamanan dan keamanannya. Posisi ini membantu sirkulasi udara di sekitar tubuhnya tetap optimal dibandingkan posisi tengkurap sehingga mengurangi kemungkinan bayi sering berkeringat saat tidur.
Artikel lainnya: Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah Tidur di Malam Hari
6. Amati kondisi bayi saat menyusu
Bayi berkeringat saat tidur dan menyusu memang bisa normal, tetapi Mama tetap perlu memperhatikan apakah bayi terlihat sangat lelah atau kesulitan bernapas. Jika muncul tanda tersebut, sebaiknya hentikan sementara dan konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisinya.
7. Pantau dan catat pola tidurnya
Setiap bayi memiliki pola tidur yang berbeda, sehingga penting untuk memperhatikan kapan si Kecil paling sering berkeringat. Catatan ini dapat membantu dokter mengevaluasi apakah keringat tersebut masih normal atau perlu pemeriksaan lebih lanjut.
Artikel lainnya: Frekuensi dan Durasi Menyusui Bayi yang Ideal
Kapan Mama Perlu Khawatir Jika Bayi Terus Berkeringat
Meskipun bayi sering berkeringat sebagian besar adalah hal yang normal, ada beberapa tanda bahaya yang memerlukan perhatian medis. Segera bawa si Kecil berkonsultasi ke dokter spesialis anak jika keringat berlebih disertai dengan gejala berikut:
- Bayi terlihat kesulitan bernapas, napasnya sangat cepat, atau mendengkur keras saat tidur.
- Kulit, bibir, atau ujung kuku bayi tampak kebiruan saat ia sedang menangis atau menyusu.
- Keringat bercucuran sangat deras padahal suhu ruangan sangat dingin dan baju yang dikenakan sudah tipis.
- Bayi terlihat sangat lemas, pucat, dan menolak untuk menyusu sama sekali.
- Berat badan si Kecil sulit naik atau tidak berkembang sesuai dengan grafik pertumbuhannya.
- Disertai demam tinggi yang tidak kunjung turun selama lebih dari 2 hari.
Kesimpulannya, sebagian besar penyebab bayi sering berkeringat adalah hal yang wajar dan merupakan respons alami tubuhnya yang sedang berkembang. Mama tidak perlu cemas berlebihan selama si Kecil masih terlihat ceria, aktif, dan menyusu dengan lahap.
Masih punya pertanyaan seputar kesehatan tubuh si Kecil atau keluhan medis lainnya? Yuk, gabung Komunitas Hallobumil untuk bertanya, share pengalaman, dan mendapatkan dukungan dari sesama Mama.
Jangan lupa juga download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan informasi kehamilan dan parenting terlengkap, langsung di genggaman Mama!
Selain dapat berbagai panduan kesehatan yang lengkap dan terpercaya, Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
