Artikel/Pasca Kehamilan/Kenali Tanda Alergi pada Bayi, Jenis & Cara Mengatasinya

Kenali Tanda Alergi pada Bayi, Jenis & Cara Mengatasinya

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 12 Januari 2026
Ditinjau oleh dr. Venny Beauty
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Alergi adalah masalah umum pada bayi, dari alergi susu sapi hingga eksim. Panduan ini membantu Mama & Papa mengenali gejala, memahami jenis pemicu, dan mengetahui langkah-langkah penanganan yang benar
alergi-pada-bayi-pahami-penyebab-dan-cara-mengobatinya

Alergi bayi merupakan salah satu kondisi yang cukup sering membuat Mama Papa khawatir, terutama pada tahun-tahun awal kehidupan si kecil.

Reaksi alergi dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari ruam kulit ringan hingga gangguan pencernaan atau pernapasan.

Lantas, bagaimana cara mengatasi alergi bayi? Mari ketahui tips menghadapi si kecil yang sedang mengalami alergi lewat ulasan di bawah ini.

Penyebab Alergi pada Bayi secara Umum

Alergi pada bayi terjadi ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya. Zat ini disebut alergen dan bisa berasal dari makanan, lingkungan, maupun bahan yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi.

Salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko alergi bayi adalah faktor genetik. Bayi yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat alergi, asma, atau eksim cenderung lebih berisiko mengalami kondisi serupa.

Selain faktor keturunan, paparan alergen sejak dini juga berperan besar. Misalnya, paparan protein susu sapi, telur, atau kacang-kacangan dapat memicu alergi susu sapi bayi maupun alergi makanan lainnya.

Lingkungan yang kurang bersih, paparan asap rokok, serta polusi udara juga dapat memperburuk respons imun bayi terhadap alergen.

Jenis-Jenis Alergi Umum pada Bayi

Alergi pada bayi dapat muncul dalam berbagai bentuk, tergantung pada jenis alergen yang memicu reaksi sistem imun tubuhnya. Berikut sederet jenis alergi yang umum terjadi pada bayi:

1. Alergi makanan

Alergi makanan adalah jenis alergi yang paling sering ditemukan pada bayi. Kondisi ini muncul ketika sistem imun bereaksi terhadap protein tertentu dalam makanan.

Beberapa makanan yang sering memicu gejala alergi makanan bayi antara lain susu sapi, telur, kacang tanah, kedelai, gandum, dan ikan.

Alergi susu sapi bayi merupakan salah satu yang paling umum, terutama pada bayi yang mengonsumsi susu formula berbasis susu sapi.

Pada bayi yang masih menyusu, reaksi alergi juga bisa terjadi akibat protein makanan yang dikonsumsi Mama dan masuk ke ASI.

Dalam kondisi ini, dokter biasanya akan menyarankan diet eliminasi busui untuk membantu mengidentifikasi dan mengurangi pemicu alergi.

2. Alergi kulit

Alergi kulit pada bayi sering kali ditandai dengan ruam, kemerahan, gatal, atau kulit kering. Salah satu bentuk yang paling umum adalah eksim pada bayi atau dermatitis atopik. Eksim biasanya muncul di pipi, lipatan siku, belakang lutut, dan leher.

Pemicu alergi kulit bisa berasal dari sabun, deterjen pakaian, parfum, debu, atau bahan pakaian tertentu.

Kondisi ini memang tidak menular, tetapi dapat menyebabkan bayi rewel dan tidak nyaman. Jika tidak ditangani dengan tepat, eksim dapat berulang dan memengaruhi kualitas tidur bayi.

3. Alergi pernapasan

Alergi pernapasan pada bayi biasanya dipicu oleh alergen di udara seperti debu rumah, tungau, bulu hewan, jamur, atau serbuk sari. Gejalanya dapat berupa hidung tersumbat, bersin berulang, batuk, hingga napas berbunyi.

Meskipun lebih sering terjadi pada anak yang lebih besar, bayi juga dapat mengalami kondisi ini, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan asma atau rinitis alergi.

Gejala Umum Alergi pada Bayi

Gejala alergi bayi sangat beragam tergantung pada jenis alerginya. Pada alergi makanan, gejala alergi makanan bayi bisa meliputi muntah, diare, perut kembung, ruam di sekitar mulut, hingga darah pada tinja. Pada beberapa kasus, bayi juga bisa mengalami pembengkakan bibir atau kelopak mata.

Untuk alergi kulit, gejala yang sering muncul adalah kulit kering, kemerahan, bersisik, dan gatal, seperti yang terlihat pada eksim pada bayi.

Sedangkan pada alergi pernapasan, gejala umumnya berupa bersin, pilek berkepanjangan, batuk pada anak, dan napas berbunyi.

Jika gejala muncul berulang atau semakin berat, dokter mungkin akan menyarankan tes alergi bayi untuk memastikan pemicunya.

Cara Mengatasi & Mencegah Alergi pada Bayi

Cara mengatasi dan mencegah alergi bayi perlu dilakukan secara tepat dan berkelanjutan agar gejala tidak sering kambuh serta tidak mengganggu kesehatan si kecil. Ini dia tips mengatasi alergi pada si kecil:

1. Memberikan ASI eksklusif (jika memungkinkan)

ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan terbukti membantu memperkuat sistem imun bayi dan menurunkan risiko alergi.

ASI mengandung antibodi alami yang membantu tubuh bayi mengenali dan melawan zat asing. Pada bayi dengan alergi makanan, ibu menyusui mungkin perlu menjalani diet eliminasi busui sesuai anjuran dokter.

2. Identifikasi & hindari pemicu alergi

Langkah penting dalam cara mengatasi alergi bayi adalah mengenali pemicu alerginya. Catat makanan, lingkungan, atau produk yang digunakan sebelum gejala muncul.

Jika diperlukan, dokter dapat merekomendasikan tes alergi bayi untuk memastikan diagnosis dan menentukan langkah pencegahan yang tepat.

3. Menjaga kebersihan rumah

Menjaga kebersihan rumah dapat membantu mengurangi paparan alergen seperti debu, tungau, dan jamur.

Gunakan penyedot debu secara rutin, cuci seprai dengan air panas, dan pastikan sirkulasi udara baik. Hindari paparan asap rokok karena dapat memperburuk gejala alergi pada bayi.

4. Penggunaan Obat-obatan

Pada kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat untuk meredakan gejala alergi, seperti antihistamin atau krim khusus untuk alergi kulit.

Penggunaan obat harus selalu sesuai anjuran dokter dan tidak diberikan secara sembarangan, terutama pada bayi di bawah satu tahun.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Orang tua perlu segera membawa bayi ke dokter jika gejala alergi tidak membaik, semakin parah, atau disertai tanda bahaya seperti sesak napas, muntah terus-menerus, penurunan berat badan, atau pembengkakan wajah dan bibir.

Reaksi alergi berat atau anafilaksis merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Untuk membantu memantau kesehatan si kecil dan mendapatkan informasi terpercaya seputar alergi bayi, Mama bisa mengunduh aplikasi Hallobumil yang menyediakan berbagai fitur pendukung kesehatan Mama dan anak dalam satu genggaman.

Ingin berbagi pengalaman dan bertanya langsung dengan sesama orang tua? Yuk, gabung ke komunitas Hallobumil agar Mama tidak merasa sendirian dalam menghadapi tantangan seputar alergi dan tumbuh kembang bayi.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menambah wawasan dengan mengikuti berbagai event edukatif dari Hallobumil, mulai dari kelas parenting hingga webinar kesehatan anak yang dibawakan oleh para ahli. Semua mudah hanya dalam satu genggaman.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image