:strip_icc():format(webp)/hb-article/1mis4o00INKNt1CNUIWa-/original/jqymjzmq1f7a8kh4kjtv6acx89yxboay.png)
Cacar air merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster dan sering dialami anak-anak. Gejalanya dapat berupa demam, lemas, serta munculnya bintil berisi cairan yang terasa sangat gatal.
Meski umumnya dapat sembuh sendiri dalam sekitar 1–2 minggu, rasa gatal dan demam dapat membuat Si Kecil rewel dan tidak nyaman.
Oleh karena itu, obat cacar air pada anak biasanya diberikan untuk membantu meredakan gejala, bukan untuk langsung menghilangkan virus penyebabnya.
Mama mungkin menemukan banyak pilihan obat cacar air anak di apotek, mulai dari obat penurun demam, losion untuk kulit, hingga antihistamin. Namun, tidak semuanya cocok untuk setiap anak.
Pemilihan obat perlu mempertimbangkan usia, berat badan, kondisi kesehatan, serta gejala yang dialami Si Kecil. Berikut beberapa pilihan yang perlu Mama ketahui.
Artikel lainnya: Penyebab Cacar Air pada Anak, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Obat yang Membantu Meredakan Gejala Cacar Air Anak
Cacar air pada anak umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi gejala seperti demam, gatal, dan rasa tidak nyaman pada kulit bisa membuat Si Kecil rewel.
Obat-obatan tertentu dapat membantu meredakan keluhan tersebut agar anak lebih nyaman selama masa pemulihan. Namun, pilihan obat perlu disesuaikan dengan gejala, usia, dan kondisi Si Kecil karena tidak semua obat aman diberikan saat cacar air.
1. Parasetamol
Parasetamol merupakan obat yang dapat membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri atau rasa tidak nyaman pada anak yang mengalami cacar air.
Kandungan ini tidak membunuh virus varicella-zoster penyebab cacar air, tetapi dapat membantu membuat Si Kecil lebih nyaman selama tubuh melawan infeksi.
Parasetamol tersedia dalam berbagai bentuk dan konsentrasi, sehingga Mama perlu memperhatikan kandungan pada kemasan sebelum memberikannya. Pemberian parasetamol pada anak perlu disesuaikan dengan berat badan, usia, dan konsentrasi obat.
Ikuti dosis yang tercantum pada kemasan atau anjuran dokter dan hindari memberikan beberapa obat yang sama-sama mengandung parasetamol secara bersamaan.
No. BPOM: GBL7204602304A1
Harga: Rp10.000–Rp30.000
Artikel lainnya: Dosis Paracetamol Anak per Kg BB, Ini Aturannya
2. Calamine Lotion
Calamine merupakan kandungan topikal yang dapat membantu memberikan sensasi sejuk sekaligus meredakan rasa gatal pada kulit. Hal ini dapat membantu Si Kecil merasa lebih nyaman ketika bintil cacar terasa sangat gatal.
Calamine tidak menghilangkan virus penyebab cacar air, tetapi dapat menjadi salah satu pilihan perawatan untuk mengurangi keluhan pada kulit.
Losion dapat dioleskan tipis pada area kulit yang terasa gatal sesuai petunjuk pada kemasan. Mama sebaiknya menghindari penggunaan pada mata, mulut, atau luka terbuka, kecuali terdapat petunjuk khusus dari tenaga kesehatan.
No. BPOM: NA18260106728
Harga: Rp10.000–Rp40.000
3. Cetirizine
Cetirizine merupakan antihistamin yang dapat membantu mengurangi rasa gatal. Kandungan ini bekerja dengan menghambat efek histamin yang berperan dalam menimbulkan rasa gatal.
Pada anak dengan cacar air, antihistamin dapat dipertimbangkan ketika rasa gatal cukup mengganggu, terutama jika membuat Si Kecil sulit tidur atau terus-menerus menggaruk kulit.
Aturan pakai cetirizine perlu disesuaikan dengan usia, berat badan, dan konsentrasi sediaan. Mama sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter maupun apoteker.
Hindari memberikan cetirizine bersamaan dengan antihistamin lain tanpa arahan tenaga kesehatan karena keduanya memiliki fungsi yang serupa.
No. BPOM: GTL1843001517A1
Harga: Rp10.000–Rp50.000
Artikel lainnya: Cetirizine untuk Anak: Dosis dan Aturan Konsumsi
4. Acyclovir
Acyclovir merupakan obat antivirus yang bekerja menghambat perkembangbiakan virus herpes, termasuk virus varicella-zoster penyebab cacar air. Berbeda dengan parasetamol atau calamine yang hanya membantu meredakan gejala, acyclovir bekerja terhadap virus.
Namun, obat ini tidak perlu diberikan kepada semua anak yang mengalami cacar air karena sebagian besar anak dapat pulih dengan perawatan suportif.
Acyclovir perlu digunakan berdasarkan pertimbangan dokter, terutama pada anak yang memiliki risiko mengalami penyakit lebih berat atau komplikasi.
Waktu pemberian juga penting karena antivirus bekerja lebih baik ketika diberikan sedini mungkin setelah ruam muncul.
Dosis dan lama penggunaannya harus mengikuti resep dokter, sehingga Mama tidak dianjurkan membeli acyclovir sendiri sebagai obat cacar air anak di apotek tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
No. BPOM: GKL1500915729A1
Harga: Rp10.000–Rp30.000
5. Loratadine
Loratadine merupakan antihistamin yang dapat membantu mengurangi rasa gatal. Kandungan ini bekerja dengan menghambat efek histamin sehingga keluhan gatal dapat berkurang.
Pada anak yang mengalami cacar air, obat ini dapat dipertimbangkan untuk membantu mengendalikan gatal yang mengganggu, tetapi tidak berfungsi untuk membunuh virus varicella-zoster.
Penggunaan loratadine pada anak perlu disesuaikan dengan usia, berat badan, dan bentuk sediaan yang digunakan.
Mama sebaiknya membaca aturan pada kemasan atau berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker sebelum memberikannya, terutama pada anak usia kecil atau yang sedang mengonsumsi obat lain.
No. BPOM: GTL2409614410A1
Harga: Rp15.000–Rp60.000
Artikel lainnya: Ketahui Manfaat dan Jadwal Vaksin Cacar Air pada Anak
6. Desloratadine
Desloratadine merupakan obat antihistamin yang dapat membantu meredakan rasa gatal. Kandungan ini bekerja dengan menghambat kerja histamin, yaitu zat yang berperan dalam menimbulkan gejala seperti gatal.
Pada anak yang mengalami cacar air, antihistamin dapat membantu membuat rasa gatal lebih terkendali sehingga Si Kecil tidak terlalu sering menggaruk bintil. Penggunaan desloratadine pada anak perlu disesuaikan dengan usia dan bentuk sediaannya.
Beberapa produk desloratadine termasuk obat keras sehingga penggunaannya membutuhkan resep atau anjuran dokter. Obat ini hanya membantu mengatasi gejala dan tidak membunuh virus penyebab cacar air.
No. BPOM: GKL1733537817A1
Harga: Rp30.000–Rp100.000
7. CTM
CTM atau chlorpheniraminemaleate merupakan antihistamin yang dapat membantu mengurangi rasa gatal pada kulit. Kandungan ini bekerja dengan menghambat efek histamin sehingga keluhan gatal dapat berkurang.
Namun, CTM juga dapat menyebabkan kantuk sehingga Mama perlu memperhatikan kondisi Si Kecil setelah mengonsumsinya.
Aturan pakai CTM pada anak harus mengikuti dosis berdasarkan usia dan sediaan yang digunakan. Jangan memberikan CTM bersamaan dengan antihistamin lain tanpa arahan dokter atau apoteker.
CTM juga bukan obat untuk menyembuhkan cacar air, melainkan hanya membantu mengurangi gejala gatal yang menyertainya.
No. BPOM: GTL9719919110A1
Harga: Rp5.000–Rp20.000
8. Diphenhydramine
Diphenhydramine merupakan antihistamin yang dapat membantu meredakan rasa gatal. Obat ini bekerja dengan menghambat efek histamin dan dapat menyebabkan kantuk.
Karena itu, penggunaannya pada anak perlu diperhatikan, terutama jika Si Kecil juga mengonsumsi obat lain yang dapat menyebabkan kantuk.
Mama sebaiknya tidak memberikan diphenhydramine secara sembarangan hanya karena anak mengalami gatal akibat cacar air. Dosis dan batas usia penggunaannya perlu mengikuti petunjuk produk atau rekomendasi tenaga kesehatan.
Periksa juga kandungan obat flu atau batuk yang sedang diminum anak agar tidak terjadi penggunaan bahan aktif yang sama secara tidak sengaja.
No. BPOM: GKL1502350943A2
Harga: Rp5.000–Rp120.000
9. Valacyclovir
Valacyclovir merupakan obat antivirus yang di dalam tubuh akan diubah menjadi acyclovir. Obat ini bekerja dengan menghambat perkembangbiakan virus herpes, termasuk virus varicella-zoster.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan obat antivirus untuk membantu mengurangi keparahan infeksi atau risiko komplikasi. Valacyclovir bukan obat cacar air anak paling ampuh di apotek yang dapat diberikan sendiri tanpa resep.
Penggunaannya perlu mempertimbangkan usia, berat badan, kondisi kesehatan, tingkat keparahan penyakit, serta waktu munculnya ruam. Untuk itu, dosis dan lama pengobatan harus mengikuti resep dokter.
No. BPOM: GKL2005063209A1
Harga: Rp25.000–Rp75.000
10. Povidone-Iodine
Povidone-iodine merupakan antiseptik yang digunakan pada kulit untuk membantu mengurangi jumlah mikroorganisme.
Kandungan ini bukan obat antivirus sehingga tidak dapat menghilangkan virus varicella-zoster dari tubuh. Penggunaannya juga tidak berarti bintil cacar akan otomatis lebih cepat kering.
Jika digunakan pada anak, povidone-iodine perlu dipakai sesuai petunjuk produk dan tidak secara berlebihan. Mama juga sebaiknya tidak mengoleskannya ke seluruh tubuh hanya karena anak mengalami cacar air.
Jika bintil berubah menjadi semakin merah, bengkak, panas, nyeri, atau mengeluarkan nanah, sebaiknya Si Kecil diperiksakan karena dapat menjadi tanda infeksi bakteri sekunder.
No. BPOM: DKL1103813446A1
Harga: Rp10.000–Rp50.000
11. Salep Antibiotik
Salep antibiotik seperti Nebacetin tidak digunakan untuk mengobati virus penyebab cacar air. Antibiotik baru dapat diperlukan apabila bintil atau luka akibat cacar mengalami infeksi bakteri sekunder.
Kondisi ini dapat ditandai dengan kulit yang semakin merah, terasa panas, bengkak, nyeri, atau mengeluarkan nanah.
Jika terdapat tanda tersebut, Mama sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter agar kondisi kulit dapat diperiksa. Dokter akan menentukan apakah antibiotik memang diperlukan dan memilih jenis yang sesuai.
Jadi, salep antibiotik tidak sebaiknya digunakan sebagai salep untuk cacar air pada anak agar cepat kering tanpa adanya tanda infeksi atau rekomendasi dokter.
No. BPOM: DKL2140407324A1
Harga: Bervariasi berdasarkan kandungan dan merek
12. Petroleum Jelly
Petroleum jelly bukan obat khusus untuk cacar air, tetapi dapat membantu menjaga kelembapan kulit ketika bintil mulai mengering dan kulit terasa kering atau tidak nyaman.
Penggunaan pelembap yang sesuai dapat membantu mengurangi rasa kering dan menjaga lapisan pelindung kulit.
Penggunaan petroleum jelly dapat dioleskan tipis pada kulit yang kering sesuai petunjuk produk. Namun, Mama sebaiknya tidak menggunakannya pada luka yang tampak terinfeksi atau menggantikan pengobatan yang diresepkan dokter.
Perawatan kulit yang lembut tetap penting agar Si Kecil tidak semakin sering menggaruk area cacar.
No. BPOM: NA17200100113
Harga: Sekitar Rp10.000–Rp50.000
Pada dasarnya, salep untuk cacar air pada anak tidak selalu diperlukan. Bila luka cacar tidak terinfeksi, fokus perawatan biasanya adalah menjaga kulit tetap bersih, mengurangi gatal, mencegah anak menggaruk, serta menjaga kecukupan cairan.
Daftar di atas bukan berarti Mama perlu memberikan 12 obat sekaligus. Bahkan sebagian besar anak dengan cacar air cukup mendapatkan perawatan suportif.
Artikel lainnya: Cacar Ular: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
Adakah Kandungan Obat yang Tidak Boleh Diberikan Saat Anak Cacar Air?
Ada beberapa kandungan yang perlu Mama hindari atau gunakan hanya atas arahan dokter. Yang paling penting adalah aspirin.
Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak yang mengalami cacar air karena berkaitan dengan risiko sindrom Reye, yaitu kondisi serius yang dapat menyebabkan gangguan pada otak dan hati.
Ibuprofen juga sebaiknya tidak diberikan untuk cacar air kecuali dokter yang menganjurkannya. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan National Health Service (NHS) sama-sama memperingatkan mengenai penggunaan ibuprofen pada cacar air karena terdapat kaitan dengan infeksi kulit bakteri yang serius.
Mama juga sebaiknya tidak sembarangan mengoleskan krim yang mengandung steroid, antibiotik, atau kombinasi berbagai bahan ke bintil cacar. Pengobatan tersebut mungkin diperlukan pada kondisi tertentu, tetapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah obat kombinasi. Hindari memberikan beberapa obat demam atau obat flu secara bersamaan tanpa mengecek kandungannya karena beberapa produk bisa mengandung parasetamol yang sama. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan dosis parasetamol melebihi batas yang dianjurkan.
Untuk membantu Si Kecil lebih nyaman, Mama juga dapat memotong kuku anak agar pendek, menganjurkan anak tidak menggaruk, memandikan dengan air sejuk, kemudian mengeringkan kulit dengan menepuknya secara lembut.
Menjaga anak tetap cukup minum juga penting, terutama ketika demam atau terdapat luka cacar di mulut.
Artikel lainnya: Daftar Imunisasi Penting dan Wajib untuk si Kecil
Kapan Cacar Air Anak Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Sebagian besar cacar air pada anak dapat membaik dengan perawatan di rumah. Namun, Mama sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter apabila kondisinya tidak seperti biasanya atau muncul tanda komplikasi.
Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Demam tinggi atau demam yang berlangsung beberapa hari dan tidak membaik.
- Anak tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan.
- Anak mengalami sesak napas atau batuk berat.
- Bintil cacar menjadi semakin merah, bengkak, panas, nyeri, atau mengeluarkan nanah.
- Anak sulit minum sehingga berisiko mengalami dehidrasi.
- Muntah berulang.
- Anak mengalami sakit kepala berat atau kaku leher.
- Ruam muncul di sekitar mata atau anak mengalami gangguan penglihatan.
- Anak mengalami kesulitan berjalan atau tampak mengalami gangguan kesadaran.
Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis bila anak mengalami demam yang menetap, sesak napas, lesi bernanah, penurunan kesadaran, sulit berjalan, gangguan penglihatan, muntah hebat, atau kaku kuduk.
Anak dengan daya tahan tubuh rendah, penyakit kronis tertentu, atau kondisi khusus juga mungkin memiliki risiko komplikasi lebih tinggi sehingga perlu mendapatkan penilaian dokter lebih awal.
Pada kelompok berisiko, dokter dapat mempertimbangkan pemberian antivirus seperti acyclovir. Cacar air pada anak umumnya dapat sembuh sendiri tanpa obat khusus untuk membunuh virus.
Obat cacar air pada anak lebih ditujukan untuk membuat Si Kecil merasa nyaman, misalnya parasetamol untuk demam dan nyeri, calamine untuk membantu mengurangi gatal, atau antihistamin tertentu bila direkomendasikan dokter.
Tidak ada satu obat cacar air anak paling ampuh di apotek yang otomatis cocok untuk semua anak. Begitu pula, tidak semua obat cacar air anak agar cepat kering perlu diberikan.
Yang terpenting adalah memilih obat berdasarkan gejala, usia, dan kondisi anak. Hindari aspirin, dan jangan memberikan ibuprofen tanpa arahan dokter ketika anak sedang mengalami cacar air.
Saat Si Kecil sedang sakit, wajar kalau Mama punya banyak pertanyaan, mulai dari cara meredakan gatal sampai kapan harus membawa anak ke dokter.
Yuk, gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk bertukar cerita dan mendapatkan informasi kesehatan Mama dan anak bersama Mama lainnya.
Mama juga bisa mengikuti berbagai event kesehatan untuk berdiskusi bersama para ahli mengenai kesehatan Mama dan Si Kecil.
Yuk, langsung unduh aplikasi Hallobumil dan registrasi data diri Mama di aplikasi kehamilan ini untuk menemukan berbagai informasi dan fitur kesehatan yang bisa membantu Mama lebih siap menghadapi berbagai fase tumbuh kembang Si Kecil.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
