:strip_icc():format(webp)/hb-article/P34NQM30pTCbdkkZLUAW4/original/dfrmuca5o5969fbrqnptsux7glbs1g0v.png)
Demam sering membuat orang tua panik, apalagi ketika Si Kecil menjadi rewel, sulit tidur, atau tampak tidak nyaman. Salah satu obat yang umum digunakan untuk membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri adalah paracetamol anak.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penggunaan paracetamol dapat membantu menurunkan suhu tubuh dan membuat anak merasa lebih nyaman. Kendati demikian, obat ini tidak efektif untuk mencegah kejang demam.
Obat ini dapat digunakan pada anak dengan dosis yang tepat, tetapi pemberiannya tidak boleh asal berdasarkan perkiraan atau sekadar mengikuti dosis untuk orang dewasa.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah berat badan anak, konsentrasi obat pada kemasan, jarak antar dosis, dan kandungan obat lain yang mungkin juga mengandung paracetamol.
Dengan memahami dosis paracetamol anak dan aturan pemberiannya, orang tua dapat membantu Si Kecil merasa lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat.
Artikel lainnya: Ciri-Ciri Demam karena Kecapekan pada Anak, Berbahayakah?
Berapa Dosis Paracetamol Anak yang Aman?
Secara umum, dosis paracetamol untuk bayi dan anak adalah sekitar 10–15 mg/kgBB per dosis, dengan pemberian setiap 4–6 jam sesuai kebutuhan.
Namun, angka tersebut bukan berarti semua anak dapat langsung diberikan jumlah obat yang sama karena konsentrasi setiap produk bisa berbeda. Oleh sebab itu, selalu periksa label obat dan pastikan produk memang ditujukan untuk anak.
Untuk paracetamol berbentuk sirup atau suspensi, perhatikan berapa miligram kandungan zat aktif dalam setiap 5 mL. Jangan menggunakan sendok makan atau sendok teh rumah tangga untuk mengukur obat karena ukurannya dapat berbeda.
Gunakan alat takar atau oral syringe yang tersedia bersama produk agar jumlah obat lebih akurat. Pada anak usia sangat kecil, terutama bayi, pemberian paracetamol sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, ya, Ma!
Bagaimana Cara Menghitung Dosis Paracetamol per Kg BB?
Cara sederhana menghitung dosis paracetamol anak per kg bb adalah mengalikan berat badan anak dengan dosis yang dianjurkan, yaitu sekitar 10–15 mg/kgBB per dosis.
Misalnya, anak memiliki berat badan 10 kg. Jika menggunakan dosis 10 mg/kgBB, kebutuhan zat aktifnya adalah 100 mg per dosis. Apabila menggunakan 15 mg/kgBB, jumlahnya menjadi 150 mg per dosis. Perhitungan ini menunjukkan jumlah zat aktif, bukan langsung jumlah mililiter sirup.
Setelah mendapatkan kebutuhan dalam miligram, cocokkan dengan konsentrasi pada kemasan. Misalnya, jika suatu produk mengandung 120 mg paracetamol dalam 5 mL, jumlah mililiter yang diberikan tentu berbeda dengan produk yang mengandung 160 mg dalam 5 mL.
Untuk itu, Mama perlu ingat bahwa konsentrasi produk dapat berbeda, jangan menyamakan jumlah mL dari dua merek atau sediaan yang berbeda.
Untuk memastikan perhitungan tepat, orang tua dapat meminta bantuan dokter atau apoteker, terutama jika anak masih kecil atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Artikel lainnya: Rekomendasi Obat Demam Anak yang Ampuh dan Aman
Berapa Kali Paracetamol Boleh Diberikan dalam Sehari?
Dalam aturan minum paracetamol anak, jarak antar pemberian perlu diperhatikan. Pedoman umum mencantumkan interval sekitar 4–6 jam sesuai kebutuhan.
Artinya, jangan memberikan dosis berikutnya hanya karena suhu tubuh anak belum langsung kembali normal. Paracetamol terutama digunakan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan demam, sementara penyebab demam tetap perlu diperhatikan.
Jumlah pemberian dalam 24 jam juga perlu dibatasi. American Academy of Pediatrics mencantumkan agar anak tidak mendapatkan lebih dari 5 dosis acetaminophen dalam 24 jam, sedangkan petunjuk produk tertentu dapat menetapkan batas yang berbeda.
Untuk itu, Mama perlu mengikuti dosis dan frekuensi pada kemasan atau resep dokter. Sebaiknya orang tua mencatat jam dan jumlah obat yang sudah diberikan, terutama jika Si Kecil dirawat oleh lebih dari satu orang.
Jangan memberikan dua obat berbeda secara bersamaan tanpa mengecek kandungannya. Beberapa obat batuk, pilek, atau flu kombinasi dapat mengandung paracetamol sehingga pemberian bersamaan dapat menyebabkan total dosis menjadi terlalu tinggi tanpa disadari.
Kemenkes juga mengingatkan orang tua untuk memperhatikan kandungan obat dan tidak memberikan paracetamol dewasa kepada anak karena konsentrasi sediaannya dapat berbeda.
Apa Risiko Overdosis Paracetamol pada Anak?
Paracetamol relatif aman bila diberikan sesuai dosis, tetapi penggunaan dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan keracunan. Salah satu organ yang paling berisiko terdampak adalah hati.
Yang perlu diperhatikan, gejala overdosis tidak selalu langsung terlihat sehingga Mama tidak sebaiknya menunggu sampai anak tampak sakit berat sebelum mencari pertolongan.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Mual dan muntah. Keluhan ini dapat muncul setelah anak mendapatkan paracetamol dalam jumlah berlebihan dan perlu diperhatikan terutama jika disertai keluhan lain.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut. Keluhan perut dapat menjadi salah satu tanda keracunan paracetamol.
- Lemas atau sangat mengantuk. Perubahan kondisi anak setelah kemungkinan overdosis perlu segera mendapatkan penilaian medis.
- Kulit atau bagian putih mata menguning. Kondisi ini dapat mengarah pada gangguan fungsi hati dan membutuhkan pertolongan medis.
- Memar atau perdarahan yang tidak biasa. Gejala tersebut dapat muncul pada keracunan berat dan tidak boleh diabaikan.
Jika orang tua menyadari Si Kecil mungkin mengonsumsi paracetamol lebih banyak daripada dosis yang dianjurkan, jangan menunggu munculnya gejala. Segera hubungi tenaga kesehatan atau bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian.
Penanganan lebih cepat penting karena overdosis paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius.
Artikel lainnya: Cara Mengatasi Demam pada Anak Secara Aman dan Efektif
Kapan Demam Anak Perlu Diperiksakan ke Dokter Meski Sudah Diberi Obat?
Paracetamol membantu mengurangi demam dan membuat anak lebih nyaman, tetapi obat ini tidak mengatasi semua penyebab demam. Oleh karena itu, perhatikan kondisi umum Si Kecil, bukan hanya angka pada termometer.
Jika anak tampak sangat sakit, tidak responsif seperti biasanya, sulit minum, atau muncul gejala lain yang mengkhawatirkan, pemeriksaan medis diperlukan meskipun sudah diberikan paracetamol.
Segera periksakan Si Kecil jika mengalami kondisi berikut:
- Bayi berusia kurang dari 3 bulan mengalami suhu 38°C atau lebih. Demam pada kelompok usia ini perlu segera dinilai oleh tenaga kesehatan karena dapat menjadi tanda infeksi serius.
- Anak mengalami sesak atau kesulitan bernapas. Gangguan pernapasan bersama demam merupakan tanda bahaya yang membutuhkan pemeriksaan segera.
- Anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, bingung, atau tidak merespons seperti biasanya. Perubahan kesadaran atau perilaku yang menetap perlu segera dievaluasi.
- Muncul tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil, mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, atau menolak minum.
- Muntah berulang, sakit kepala berat, leher kaku, atau muncul ruam. Kombinasi demam dengan gejala tersebut perlu mendapatkan penilaian dokter.
- Demam berlangsung lebih dari beberapa hari atau tidak membaik. Jika demam menetap, penyebabnya perlu dicari dan tidak cukup hanya mengandalkan obat penurun panas.
- Anak mengalami kejang saat demam. Kejang demam perlu diperiksa, terlebih jika merupakan kejadian pertama, berlangsung lebih dari 5 menit, berulang, atau anak tidak segera pulih setelah kejang.
Artikel lainnya: Ciri Si Kecil Dehidrasi dan Penanganannya yang Tepat
Paracetamol anak dapat digunakan untuk membantu meredakan demam dan nyeri, tetapi dosisnya perlu disesuaikan dengan berat badan, konsentrasi obat, usia, serta kondisi Si Kecil.
Jika muncul tanda bahaya atau orang tua ragu mengenai dosis yang sudah diberikan, lebih aman berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Saat Si Kecil demam, Mama mungkin punya banyak pertanyaan mulai dari kapan perlu memberikan obat hingga kapan harus memeriksakannya.
Supaya tidak perlu mencari informasi kesehatan dari banyak tempat, Mama bisa download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan berbagai informasi seputar kehamilan, parenting, dan tumbuh kembang anak dalam satu aplikasi.
Merawat anak memang tidak selalu bisa dilakukan dengan tenang, terutama ketika Si Kecil tiba-tiba demam di rumah. Mama bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk mendapatkan ruang berbagi pengalaman dengan Mama lainnya.
Kalau Mama ingin memahami kesehatan Mama dan anak dari sumber yang lebih interaktif, jangan lewatkan berbagai event dan webinar kesehatan bersama para ahli.
Mama bisa mendapatkan edukasi secara langsung sekaligus memperluas wawasan untuk menghadapi berbagai fase, mulai dari kehamilan hingga merawat Si Kecil. Yuk, langsung registrasi di Hallobumil sekarang juga, Ma!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
