Artikel/Pasca Kehamilan/Penyebab Cacar Air pada Anak, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Penyebab Cacar Air pada Anak, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 09 Juni 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Infeksi cacar air sangat menular dan rentan dialami anak-anak. Pahami penjelasan medis mengenai penyebab cacar air pada anak, ragam gejala yang perlu diwaspadai, serta panduan tepat cara mengatasinya.
penyebab-cacar-air-pada-anak-gejala-dan-cara-mengatasinya

Cacar air pada anak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Penyakit ini sering menyerang anak usia sekolah dan sangat mudah menular, terutama ketika daya tahan tubuh sedang menurun. 

Gejala utamanya berupa ruam kemerahan berisi cairan yang terasa gatal dan dapat muncul di hampir seluruh tubuh.

Selain ruam, anak juga bisa mengalami demam, lemas, hingga kehilangan nafsu makan. Meski umumnya dapat sembuh sendiri, Mama tetap perlu memahami cara mengatasi cacar air anak dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi.

Apa Itu Cacar Air pada Anak?

Cacar air merupakan penyakit akibat infeksi virus varicella-zoster yang menyebabkan ruam merah berisi cairan di kulit. Penyakit ini paling sering dialami anak-anak karena sistem imun mereka belum sepenuhnya kuat melawan virus.

Setelah sembuh, virus sebenarnya tetap berada di dalam tubuh dan dapat aktif kembali saat dewasa sebagai herpes zoster atau cacar ular.Cacar air biasanya berlangsung selama 5–10 hari.

Banyak orang tua bertanya, cacar air berapa hari sembuh? Pada umumnya, ruam akan mulai mengering dalam waktu sekitar seminggu. Namun, bekas luka dapat bertahan lebih lama bila anak terlalu sering menggaruk kulitnya.

Perlu diketahui juga adanya perbedaan cacar air dan campak. Cacar air ditandai ruam berisi cairan dan rasa gatal hebat, sedangkan campak biasanya menimbulkan ruam datar kemerahan disertai batuk, pilek, dan mata merah.

Penyebab Cacar Air pada Anak

Penyebab cacar air pada anak adalah infeksi virus varicella-zoster. Virus ini menyebar sangat cepat melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan dari lenting cacar.

Anak yang belum pernah terkena cacar air atau belum menerima vaksin cacar air anak memiliki risiko lebih tinggi tertular. Lingkungan sekolah atau tempat bermain yang ramai juga menjadi lokasi penyebaran virus paling umum.

Gejala Cacar Air pada Anak yang Perlu Mama Kenali

Gejala cacar air anak biasanya muncul 10–21 hari setelah terpapar virus. Gejala awal sering kali menyerupai flu ringan sehingga terkadang sulit dikenali pada awal kemunculannya.

1. Demam dan tubuh lemas

Sebelum ruam muncul, anak dapat mengalami demam, tubuh terasa lemas, sakit kepala, dan tidak nafsu makan. Pada beberapa anak, demam bisa berlangsung selama 1–2 hari sebelum muncul bintik merah.

2. Ruam merah berisi cairan

Ruam biasanya dimulai dari wajah, dada, atau punggung lalu menyebar ke seluruh tubuh. Bintik merah akan berubah menjadi lenting berisi cairan yang terasa sangat gatal.

3. Kulit terasa sangat gatal

Rasa gatal akibat cacar air dapat membuat anak rewel dan sulit tidur. Jika digaruk terus-menerus, kulit bisa mengalami infeksi bakteri dan meninggalkan bekas luka.

Bagaimana Cacar Air Menular?

Cacar air termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Penularan dapat terjadi sejak 1–2 hari sebelum ruam muncul hingga seluruh lenting mengering dan menjadi keropeng.

Oleh karena itu, banyak Mama yang sering bertanya, cacar air menular berapa lama? Umumnya masa penularan berlangsung sekitar 5–7 hari sejak ruam pertama muncul.

Virus dapat menyebar melalui udara, sentuhan langsung, maupun penggunaan barang pribadi secara bersama-sama. Oleh sebab itu, anak yang terkena cacar air sebaiknya beristirahat di rumah sampai benar-benar pulih, ya, Ma!

Cara Merawat Anak Cacar Air di Rumah

Cara mengatasi cacar air anak sebenarnya berfokus pada meredakan gejala dan menjaga kenyamanan anak selama masa pemulihan.

1. Pastikan anak banyak istirahat

Istirahat cukup membantu tubuh melawan infeksi virus lebih optimal. Pastikan anak tidur cukup dan mengurangi aktivitas berat sementara waktu.

2. Berikan cairan yang cukup

Demam dan rasa tidak nyaman bisa membuat anak malas makan atau minum. Pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi agar anak tidak mengalami dehidrasi.

3. Gunakan obat pereda gatal

Mama dapat menggunakan losion calamine atau obat cacar air anak sesuai anjuran dokter untuk membantu mengurangi rasa gatal. Hindari penggunaan obat tanpa rekomendasi medis, terutama antibiotik yang tidak diperlukan.

4. Jaga kebersihan kuku dan kulit

Potong kuku anak agar tidak melukai kulit saat menggaruk. Mandikan anak dengan air hangat dan sabun lembut untuk membantu menjaga kebersihan kulit.

Pantangan Saat Anak Cacar Air

Ada beberapa pantangan anak cacar air yang perlu diperhatikan agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat. Anak sebaiknya tidak menggaruk lenting karena dapat menyebabkan infeksi dan bekas luka permanen.

Selain itu, hindari memberikan makanan terlalu asin, pedas, atau keras jika cacar muncul di area mulut karena dapat menimbulkan rasa perih. Mama juga sebaiknya tidak memakaikan pakaian terlalu tebal karena keringat bisa memperparah rasa gatal.

Komplikasi Cacar Air yang Perlu Diwaspadai

Walaupun sering dianggap penyakit ringan, cacar air tetap dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada bayi, anak dengan daya tahan tubuh lemah, atau anak yang tidak mendapat perawatan tepat.

Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi infeksi kulit, pneumonia, dehidrasi, hingga peradangan otak. Risiko komplikasi juga meningkat bila anak mengalami demam tinggi berkepanjangan atau sulit makan dan minum.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Mama perlu segera membawa anak ke dokter bila mengalami demam tinggi lebih dari empat hari, sesak napas, muntah terus-menerus, tampak sangat lemas, atau ruam terlihat bernanah dan membengkak.

Pemeriksaan dokter juga diperlukan bila cacar air terjadi pada bayi, anak dengan penyakit kronis, atau anak yang daya tahan tubuhnya rendah. Penanganan medis lebih cepat dapat membantu mencegah komplikasi serius.

Vaksin Cacar Air sebagai Pencegahan Terbaik

Vaksin cacar air anak merupakan langkah paling efektif untuk mencegah infeksi dan mengurangi risiko komplikasi berat. Vaksin biasanya diberikan mulai usia 12–15 bulan dan dilanjutkan dosis kedua saat usia 4–6 tahun.

Anak yang sudah menerima vaksin tetap bisa terkena cacar air, tetapi gejalanya biasanya jauh lebih ringan dan masa sakit lebih singkat. Untuk itu, vaksinasi sangat dianjurkan sebagai perlindungan jangka panjang bagi anak.

Masih ingin tahu lebih banyak soal kesehatan anak dan tumbuh kembang anak? Mama bisa download aplikasi HalloBumil dan daftarkan diri di aplikasi kehamilan ini untuk mendapatkan berbagai artikel kesehatan, tips parenting, hingga panduan praktis yang mudah dipahami setiap hari.

Mama juga bisa gabung ke komunitas WhatsApp HalloBumil untuk berbagi pengalaman bersama sesama orang tua, mulai dari menghadapi anak sakit hingga tips merawat anak di rumah.

Supaya makin update dengan informasi kesehatan keluarga, Mama juga bisa mengikuti berbagai event HalloBumil yang seru dan edukatif bersama para ahli dan komunitas parenting lainnya.

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image