Artikel/Pasca Kehamilan/Manfaat Ikan Patin untuk MPASI dan Cara Mengolahnya

Manfaat Ikan Patin untuk MPASI dan Cara Mengolahnya

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 02 Februari 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Ikan patin bisa jadi pilihan sumber protein hewani untuk MPASI. Pelajari manfaat ikan patin untuk tumbuh kembang bayi, kandungan nutrisi penting di dalamnya, serta tips pengolahan agar aman dan bergiz
manfaat-ikan-patin-untuk-mpasi-dan-cara-mengolahnya

Memilih sumber protein hewani yang aman dan bernutrisi merupakan langkah penting saat bayi mulai memasuki fase makanan pendamping ASI (MPASI). Salah satu pilihan yang sering direkomendasikan adalah ikan patin untuk MPASI.

Ikan air tawar ini dikenal memiliki tekstur daging yang lembut, rasa yang tidak amis, serta kandungan gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang bayi.

Jika diolah dengan tepat, ikan patin dapat menjadi menu MPASI yang lezat sekaligus bernutrisi tinggi bagi si kecil.

Ikan merupakan sumber protein hewani yang baik untuk bayi karena mengandung asam lemak esensial, vitamin, dan mineral penting.

Namun tentu saja, Mama dan Papa perlu memahami kandungan ikan patin untuk MPASI, cara pengolahan, serta aturan pemberiannya agar manfaatnya bisa optimal dan aman bagi bayi.

Kandungan Ikan Patin yang Bermanfaat untuk MPASI

Ikan patin memiliki profil gizi yang cukup lengkap sehingga cocok dijadikan menu MPASI. Berikut beberapa kandungan utama dan manfaatnya:

Protein berkualitas tinggi

Protein berperan penting dalam pembentukan sel, jaringan tubuh, serta mendukung pertumbuhan otot bayi.

Ikan patin mengandung protein yang mudah dicerna, sehingga aman untuk sistem pencernaan bayi yang masih berkembang. Inilah alasan manfaat ikan patin untuk MPASI bayi sering dikaitkan dengan dukungan pertumbuhan fisik yang optimal.

Asam lemak omega-3 dan omega-6

Meskipun kandungan omega-3 ikan patin tidak setinggi ikan laut seperti salmon, ikan ini tetap mengandung lemak sehat yang bermanfaat untuk perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Asupan lemak baik juga membantu penyerapan vitamin larut lemak dalam tubuh.

Vitamin B kompleks

Vitamin B, terutama B12, membantu pembentukan sel darah merah dan mendukung fungsi saraf. Kandungan vitamin B dalam ikan patin menjadikannya pilihan yang baik untuk mendukung energi dan metabolisme bayi.

Mineral penting seperti fosfor dan selenium

Fosfor berperan dalam pembentukan tulang dan gigi, sedangkan selenium berfungsi sebagai antioksidan yang membantu menjaga daya tahan tubuh. Kandungan mineral ini menjadi nilai tambah dari kandungan ikan patin untuk MPASI.

Resep Olahan Ikan Patin untuk MPASI Bayi

Agar manfaat gizinya tetap optimal, olahan ikan patin untuk MPASI sebaiknya dimasak dengan cara yang sederhana dan minim bumbu. Berikut beberapa ide resep ikan patin untuk MPASI yang bisa Mama coba buat di rumah:

1. Puree ikan patin dan wortel

Menu ini cocok untuk bayi usia awal MPASI karena teksturnya lembut. Ikan patin dikukus hingga matang, kemudian diblender bersama wortel kukus dan sedikit air kaldu MPASI. Puree ini kaya protein dan beta-karoten yang baik untuk kesehatan mata bayi.

2. Tim ikan patin dengan nasi

Untuk bayi yang sudah terbiasa dengan tekstur MPASI lebih kasar, tim ikan patin bisa menjadi pilihan.

Campurkan ikan patin yang sudah disuwir halus dengan nasi dan sayuran seperti labu atau bayam, lalu kukus hingga matang. Menu ini membantu bayi belajar mengunyah secara bertahap.

3. Sup ikan patin MPASI

Sup bening dengan ikan patin dan sayuran lembut dapat menjadi variasi menu yang menyegarkan. Pastikan kuah tidak diberi garam atau penyedap. Sup ini membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus nutrisi bayi.

4. Perkedel ikan patin panggang

Untuk bayi usia di atas 9 bulan, ikan patin bisa diolah menjadi perkedel panggang tanpa tepung berlebih. Teksturnya lebih padat namun tetap lembut, cocok untuk melatih kemampuan menggenggam dan mengunyah bayi.

Aturan Pemberian Ikan Patin untuk MPASI

Agar aman dan memberikan manfaat maksimal, berikut beberapa aturan penting dalam pemberian ikan patin sebagai MPASI:

  • Usia yang cocok: Ikan patin dapat mulai diperkenalkan sejak bayi berusia 6 bulan, sesuai dengan anjuran MPASI.
  • Porsi: Awali dengan 1–2 sendok makan ikan patin yang sudah dihaluskan, lalu tingkatkan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan makan bayi.
  • Tekstur: Sesuaikan tekstur dengan usia bayi, mulai dari puree halus hingga cincang kasar.
  • Keamanan duri: Pastikan ikan benar-benar bersih dari duri sebelum diolah untuk MPASI.
  • Frekuensi: Ikan patin bisa diberikan 2–3 kali seminggu sebagai variasi sumber protein hewani.
  • Tanpa garam dan gula: Hindari penambahan garam, gula, atau penyedap rasa lainnya.

Ikan patin merupakan pilihan protein hewani yang baik dan aman untuk MPASI jika diolah dengan benar.

Kandungan protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral di dalamnya memberikan berbagai manfaat ikan patin untuk MPASI bayi, mulai dari mendukung pertumbuhan fisik hingga perkembangan otak.

Dengan variasi olahan ikan patin MPASI yang tepat serta mengikuti aturan pemberian yang dianjurkan, ikan patin dapat menjadi menu favorit si kecil yang bergizi dan lezat.

Sebagai orang tua, penting untuk terus memperkaya wawasan seputar MPASI dan tumbuh kembang anak. Mama dan Papa bisa download aplikasi Hallobumil agar lebih mudah memantau kebutuhan si kecil setiap hari.

Tak hanya itu, Mama juga bisa bergabung ke grup WhatsApp Hallobumil untuk saling berbagi pengalaman MPASI, resep sehat, dan tips parenting bersama orang tua lainnya.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai event Hallobumil yang membahas gizi, MPASI, dan tumbuh kembang anak bersama para ahli, sehingga Mama semakin percaya diri dalam memberikan yang terbaik untuk buah hati.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image