:strip_icc():format(webp)/hb-article/C4U5IKvmUuHNJmgA7q3_8/original/0jgvu201s16bdvgkcqivts777lwg0clj.png)
Herpes pada anak mungkin membuat Mama khawatir, terutama ketika muncul lepuhan kecil berisi cairan di kulit, bibir, atau bagian tubuh lainnya.
Kondisi ini memang bisa terlihat mirip dengan beberapa penyakit kulit lain, termasuk cacar air. Padahal, penyebab dan karakteristiknya bisa berbeda.
Herpes simpleks pada anak paling sering disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV),terutama HSV-1, yang dapat menyerang area mulut, wajah, dan kulit.
Pada infeksi pertama, Si Kecil dapat mengalami lepuhan, luka di mulut, nyeri saat makan atau minum, demam, hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Setelah infeksi pertama, virus dapat tetap berada di dalam tubuh dan kembali aktif pada kondisi tertentu.
Artikel lainnya: Daftar Imunisasi Penting dan Wajib untuk si Kecil
Apa Itu Herpes pada Anak dan Penyebabnya?
Herpes pada anak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus herpes. Istilah herpes sendiri mencakup beberapa jenis virus, sehingga penting bagi Mama untuk mengetahui jenis virus yang dimaksud.
Untuk herpes simpleks, penyebab utamanya adalah HSV-1 dan HSV-2. Pada anak, HSV-1 lebih sering menyebabkan infeksi di sekitar mulut atau wajah, meski kedua tipe HSV sebenarnya dapat menginfeksi bagian tubuh yang berbeda.
Penyebab herpes pada anak dapat berkaitan dengan kontak langsung dengan virus. Mengutip dari American Academy of Pediatrics, virus bisa masuk melalui kulit atau selaput lendir, kemudian menetap di dalam tubuh. Setelah infeksi pertama, HSV dapat tetap berada dalam sel saraf dan sewaktu-waktu kembali aktif.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan anak terpapar HSV antara lain:
- Kontak langsung dengan lepuhan atau luka herpes.
- Terkena air liur orang yang sedang mengalami infeksi herpes oral.
- Berbagi barang yang terkontaminasi, seperti alat makan, minuman, handuk, atau benda yang sering disentuh.
- Menyentuh luka herpes kemudian menyentuh mulut, mata, atau bagian kulit lainnya.
- Penularan dari Mama ke bayi dapat terjadi pada kondisi tertentu, terutama herpes genital saat proses persalinan.
Perlu diingat, anak juga tidak selalu langsung menunjukkan gejala setelah terpapar. Bahkan, sebagian infeksi HSV dapat berlangsung dengan gejala yang sangat ringan atau tidak Mama sadari.
Artikel lainnya: Herpes pada Si Kecil Baru Lahir: Kenali Gejala dan Risikonya
Beda Herpes, Cacar Air, dan Cacar Ular pada Anak
Melihat lepuhan pada kulit anak memang bisa membuat Mama bertanya-tanya apakah itu herpes, cacar air, atau cacar ular. Ketiganya sama-sama dapat menimbulkan lepuhan, tetapi virus penyebab, pola penyebaran, dan keluhannya berbeda.
Herpes simpleks disebabkan HSV, sedangkan cacar air dan cacar ular berkaitan dengan varicella-zoster virus (VZV).
Ini dia perbedaan yang bisa Mama pelajari:
|
Kondisi |
Bentuk lesi |
Sebaran |
Rasa nyeri |
Perjalanan penyakit |
|
Herpes simpleks |
Lepuhan kecil berisi cairan, sering berkelompok, kemudian pecah dan berkerak |
Sering muncul di bibir, mulut, wajah, tetapi dapat muncul di area kulit lain |
Dapat terasa perih, terbakar, gatal, atau nyeri |
Umumnya membaik dalam sekitar 1–2 minggu pada anak, meski dapat berlangsung lebih lama |
|
Cacar air |
Bintik yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan lalu koreng |
Menyebar luas, sering dimulai dari dada, punggung, dan wajah lalu ke bagian tubuh lain |
Biasanya lebih dominan gatal |
Umumnya berlangsung sekitar 4–7 hari, dengan lesi dalam berbagai tahap perkembangan |
|
Cacar ular (herpes zoster) |
Kelompok lepuhan yang biasanya disertai kemerahan |
Biasanya pada satu sisi tubuh mengikuti jalur saraf dan umumnya tidak melewati garis tengah tubuh |
Nyeri, rasa terbakar, kesemutan, atau gatal dapat menonjol |
Ruam biasanya mengering dalam 7–10 hari dan sembuh dalam sekitar 2–4 minggu |
Karakteristik tersebut dapat membantu sebagai gambaran awal, tetapi diagnosis tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan bentuk ruam. Herpes zoster pada anak juga relatif lebih sulit dikenali ketika gejalanya ringan.
Ciri-Ciri dan Gejala Herpes pada Anak
Ciri ciri herpes pada anak dapat berbeda bergantung pada apakah Si Kecil baru pertama kali terinfeksi atau mengalami kekambuhan.
Infeksi pertama terkadang menyebabkan keluhan yang lebih luas, sedangkan kekambuhan dapat berupa beberapa lepuhan di area tertentu. Berikut sejumlah tanda penyakit herpes pada anak:
1. Lepuhan kecil berisi cairan
Salah satu gejala herpes pada anak yang khas adalah munculnya lepuhan kecil berisi cairan. Lepuhan dapat berkelompok, kemudian pecah dan meninggalkan luka dangkal sebelum akhirnya membentuk kerak. Pada herpes oral, lesi sering terlihat di bibir, sekitar mulut, dagu, pipi, atau hidung.
2. Gatal, perih, atau sensasi terbakar
Sebelum lepuhan terlihat, anak mungkin mengeluhkan bagian kulit tertentu terasa gatal, geli, perih, atau seperti terbakar. Anak juga dapat terlihat sering menyentuh atau menggaruk area tersebut.
3. Luka di mulut dan gusi
Pada infeksi pertama, lepuhan atau luka dapat muncul di dalam mulut dan gusi. Kondisi ini bisa membuat anak merasa sakit saat makan atau minum sehingga nafsu makannya menurun.
4. Demam dan pembengkakan kelenjar
Infeksi pertama dapat disertai demam, sakit tenggorokan, rewel, air liur lebih banyak, serta pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Namun, tidak semua anak mengalami seluruh gejala tersebut.
Artikel lainnya: Ketahui Manfaat dan Jadwal Vaksin Cacar Air pada Anak
Kenapa Herpes Bisa Muncul di Tangan, Kaki, Punggung, atau Selangkangan?
Herpes simpleks tidak selalu muncul di sekitar mulut. Virus dapat menginfeksi bagian kulit lain, terutama jika virus berpindah melalui kontak langsung atau anak menyentuh luka herpes kemudian menyentuh bagian tubuh lainnya. Untuk itu, herpes pada anak di tangan atau area kulit lain tetap mungkin terjadi.
Herpes pada anak di kaki maupun herpes pada anak di punggung juga perlu dibedakan dari penyakit kulit lainnya.
Sementara itu, herpes pada anak di selangkangan dapat berkaitan dengan infeksi HSV di area genital, tetapi munculnya lepuhan di area tersebut tidak otomatis berarti herpes genital.
Iritasi, infeksi kulit, gigitan serangga, dan kondisi lainnya dapat memberikan tampilan yang serupa sehingga pemeriksaan dokter diperlukan bila penyebabnya tidak jelas.
Artikel lainnya: Bintik Merah pada Si Kecil: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Bagaimana Herpes Menular ke Anak?
HSV sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan luka, kulit yang terinfeksi, atau air liur. Pada herpes oral, penularan dapat terjadi ketika anak dicium oleh seseorang yang sedang mengalami cold sore, berbagi alat makan atau minuman, maupun menyentuh benda yang telah terkontaminasi. Virus bahkan dapat menyebar ketika luka belum terlihat.
Untuk itu, selama anak mengalami luka aktif, usahakan ia tidak menggaruk atau memegang lepuhan. Biasakan mencuci tangan setelah menyentuh area luka dan hindari berbagi handuk, alat makan, minuman, serta barang pribadi lainnya. Kebiasaan ini juga membantu mencegah virus berpindah ke mata atau bagian tubuh lain.
Cara Mengobati Herpes pada Anak
Pengobatan herpes pada anak bergantung pada lokasi, tingkat keparahan, usia, kondisi kesehatan, serta apakah infeksi baru pertama kali terjadi atau kambuh.
Sebagian kasus ringan dapat membaik sendiri, tetapi dokter mungkin memberikan antivirus untuk kondisi tertentu.
Beberapa cara mengobati herpes pada anak yang dapat dilakukan meliputi:
- Konsultasikan penggunaan obat antivirus dengan dokter. Obat seperti asiklovir dapat digunakan pada kondisi tertentu berdasarkan penilaian dokter. Obat antivirus dapat membantu memperpendek atau mengurangi keparahan infeksi pada kasus yang sesuai.
- Jaga area lepuhan tetap bersih. Hindari memecahkan atau mengelupas lepuhan karena dapat memperbesar risiko penyebaran dan infeksi sekunder, lho, Ma.
- Berikan cukup cairan. Jika terdapat luka di mulut, anak dapat merasa sakit ketika makan atau minum. Pastikan kebutuhan cairan si Kecil tetap terpenuhi.
- Gunakan kompres dingin untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada area yang terkena.
- Berikan obat pereda nyeri atau demam bila diperlukan, tetapi jenis dan dosisnya sebaiknya disesuaikan dengan usia serta kondisi anak dan mengikuti anjuran dokter.
Bagaimana dengan salep untuk herpes pada anak?
Mama mungkin mencari salep untuk herpes pada anak, tetapi jangan sembarang mengoleskan obat pada lepuhan Si Kecil.
Pasalnya, tidak semua krim atau salep antivirus cocok untuk anak, dan kebutuhan terapi berbeda berdasarkan lokasi serta jenis infeksi. Pada beberapa kasus, obat antivirus minum justru lebih efektif dibandingkan terapi oles.
Oleh sebab itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan salep antivirus, terutama jika luka berada di sekitar mata, area genital, atau menyebar luas.
Berapa Lama Herpes pada Anak Sembuh?
Lama penyembuhan bergantung pada jenis infeksi dan kondisi anak. Cold sore pada anak umumnya dapat membaik dalam sekitar satu hingga dua minggu, tak jarang luka herpes dapat membutuhkan sekitar dua sampai tiga minggu untuk sembuh sepenuhnya.
Setelah infeksi pertama, HSV dapat tetap berada di dalam tubuh dan kembali aktif pada waktu tertentu. Kekambuhan biasanya muncul di area yang sama atau berdekatan dengan lokasi sebelumnya dan cenderung lebih ringan dibandingkan infeksi pertama.
Artikel lainnya: Gejala Scabies pada Anak, Penularan, dan Cara Mengatasinya
Kapan Herpes pada Anak Harus Diperiksakan ke Dokter?
Tidak semua lepuhan membutuhkan penanganan darurat, tetapi Mama sebaiknya tidak menunda pemeriksaan jika kondisi Si Kecil tampak berat atau lokasi lukanya berisiko.
Infeksi herpes yang mengenai mata, misalnya, membutuhkan perhatian medis karena dapat menimbulkan komplikasi pada penglihatan.
Segera konsultasikan dengan dokter jika:
- Lepuhan muncul di sekitar mata atau anak mengeluhkan mata merah, nyeri, atau penglihatannya terganggu.
- Anak sulit makan atau minum karena luka di mulut.
- Anak tampak sangat lemas atau kondisinya memburuk.
- Luka menyebar luas atau terasa sangat nyeri.
- Luka tidak kunjung membaik setelah sekitar dua minggu.
- Anak memiliki daya tahan tubuh yang rendah.
- Anak memiliki eksim dan tiba-tiba muncul banyak lepuhan yang terasa nyeri atau kondisi kulit memburuk dengan cepat. Kondisi seperti eczema herpeticum membutuhkan penanganan segera.
- Anak masih bayi, terutama jika terdapat dugaan infeksi herpes, karena infeksi HSV pada bayi dapat menjadi kondisi serius.
Herpes pada anak umumnya berkaitan dengan infeksi virus herpes simpleks, terutama HSV-1. Ciri yang cukup khas adalah lepuhan kecil berisi cairan yang dapat berkelompok, terasa gatal atau perih, kemudian pecah dan membentuk kerak.
Namun, herpes dapat terlihat mirip dengan cacar air atau kondisi kulit lainnya sehingga pemeriksaan dokter diperlukan bila diagnosis belum jelas.
Mama juga perlu memperhatikan lokasi luka. Herpes pada anak di tangan, kaki, punggung, maupun selangkangan tetap mungkin terjadi, tetapi tidak semua lepuhan di area tersebut merupakan herpes.
Hindari memecahkan luka, jangan sembarangan memberikan salep untuk herpes pada anak, dan konsultasikan pilihan pengobatan herpes pada anak kepada dokter agar sesuai dengan kondisi Si Kecil.
Saat Si Kecil mengalami perubahan pada kulit, Mama tentu ingin lebih tenang dalam menentukan langkah berikutnya.
Unduh aplikasi Hallobumil dan registrasi di aplikasi ini untuk mendapatkan berbagai informasi kesehatan Mama dan Si Kecil yang bisa membantu menemani perjalanan keluarga dari hari ke hari.
Punya pertanyaan seputar kesehatan anak dan ingin mendapat insight dari sesama Mama? Yuk, gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp. Bisa jadi, pertanyaan yang sedang Mama pikirkan juga pernah dirasakan Mama lainnya.
Ikuti juga berbagai event kesehatanuntuk mendapatkan informasi kesehatan dari narasumber terpercaya sekaligus memperluas wawasan Mama dalam mendampingi tumbuh kembang Si Kecil.




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
