:strip_icc():format(webp)/hb-article/WYIIHKIj1BEZTUoidN5-F/original/iyep46w868n23rknuq0idkpb4jhb6lwk.png)
Scabies pada anak adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau mikroskopis bernama Sarcoptes scabiei. Penyakit yang juga dikenal sebagai kudis pada anak ini dapat menimbulkan rasa gatal yang sangat mengganggu, terutama pada malam hari.
Mengingat penyakit ini mudah menular melalui kontak erat, scabies sering ditemukan pada anak yang tinggal serumah dengan penderita atau berada di lingkungan yang padat, seperti asrama, pesantren, maupun tempat penitipan anak. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat menyebar ke anggota keluarga lainnya.
Artikel lainnya: Biduran pada Anak: Penyebab dan Ciri yang Perlu Diketahui
Apa Itu Scabies?
Scabies adalah penyakit kulit menular akibat infestasi tungau Sarcoptes scabiei yang masuk ke lapisan atas kulit dan membuat terowongan kecil untuk bertelur.
Reaksi tubuh terhadap tungau, telur, dan kotorannya inilah yang menyebabkan rasa gatal serta munculnya ruam pada kulit.
Pada anak-anak, scabies dapat muncul di berbagai area tubuh seperti sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, perut, bokong, hingga telapak tangan dan telapak kaki pada bayi.
Mengingat gejalanya terkadang menyerupai gangguan kulit lain, tidak sedikit Mama dan Papa yang terlambat menyadari bahwa anak mengalami scabies.
Artikel lainnya: Penyebab Cacar Air pada Anak, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Penyebab Scabies pada Anak
Penyebab scabies pada anak adalah infestasi tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Tungau ini tidak dapat terbang atau melompat, tetapi dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak kulit yang erat dan berlangsung cukup lama.
Selain itu, beberapa faktor yang meningkatkan risiko anak terkena scabies antara lain:
- Tinggal serumah dengan penderita scabies.
- Berbagi pakaian, selimut, handuk, atau sprei dengan penderita.
- Tinggal di lingkungan padat penduduk.
- Memiliki kontak erat dengan banyak orang setiap hari.
- Pernah mengalami scabies sebelumnya.
Meskipun kebersihan penting untuk kesehatan kulit, scabies tidak selalu terjadi karena tubuh yang kotor. Siapa pun dapat terkena penyakit ini jika terpapar tungau penyebab scabies.
Artikel lainnya: Penyakit Umum pada Anak dan Cara Mengatasinya
Gejala Scabies pada anak yang Perlu Diwaspadai
Gejala scabies anak biasanya muncul sekitar 2–6 minggu setelah pertama kali terinfeksi. Pada anak yang pernah mengalami scabies sebelumnya, gejala dapat muncul lebih cepat.
1. Gatal hebat pada malam hari
Keluhan paling khas adalah rasa gatal yang semakin parah pada malam hari. Gatal terjadi akibat reaksi alergi tubuh terhadap keberadaan tungau dan telurnya di kulit.
2. Ruam dan bentol kecil pada kulit
Scabies dapat menyebabkan munculnya ruam kemerahan, bentol kecil, atau lepuhan yang terasa gatal. Anak sering menggaruk area tersebut sehingga kulit menjadi lecet dan rentan mengalami infeksi bakteri.
Artikel lainnya: Jangan Keliru! Ini Perbedaan Ruam Campak dan Alergi Biasa
3. Garis atau terowongan kecil pada kulit
Pada beberapa kasus, dapat terlihat garis tipis berwarna keabu-abuan atau kecokelatan yang merupakan terowongan tempat tungau hidup dan bertelur.
4. Luka akibat garukan
Gatal yang terus-menerus dapat membuat anak menggaruk kulit hingga terluka. Jika terjadi infeksi sekunder, area kulit dapat menjadi bernanah, kemerahan, dan terasa nyeri.
5. Bedanya scabies dan biang keringat
Banyak orang tua sulit membedakan bedanya scabies dan biang keringat. Biang keringat biasanya muncul saat cuaca panas akibat tersumbatnya saluran keringat dan cenderung membaik ketika tubuh didinginkan.
Sementara itu, scabies disebabkan oleh tungau, menyebabkan gatal hebat pada malam hari, dan dapat menular ke orang lain.
Bagaimana Scabies Menular?
Scabies paling sering menular melalui kontak kulit langsung yang berlangsung cukup lama, misalnya saat tidur bersama, menggendong anak, atau bermain dalam jarak dekat.
Penularan juga dapat terjadi melalui penggunaan bersama benda-benda pribadi seperti pakaian, selimut, bantal, handuk, atau sprei yang terkontaminasi.
Oleh karena itu, jika satu anggota keluarga terkena scabies, seluruh anggota keluarga perlu diperiksa dan mendapatkan penanganan bila diperlukan.
Artikel lainnya: Si Kecil Terbebas Dari Alergi, Memang Bisa?
Cara Mengobati Scabies pada Anak
Cara mengobati scabies pada anak harus bertujuan menghilangkan tungau penyebab infeksi sekaligus mencegah penularan ulang. Pengobatan biasanya dilakukan sesuai anjuran dokter.
Menggunakan obat scabies untuk anak
Obat scabies untuk anak yang paling sering direkomendasikan adalah krim permetrin 5% yang dioleskan ke seluruh tubuh sesuai petunjuk dokter. Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan pilihan terapi lain sesuai usia dan kondisi kesehatan anak.
Mengobati seluruh anggota keluarga yang terpapar
Pada dasarnya, scabies sangat mudah menular, dokter sering menyarankan anggota keluarga yang tinggal serumah untuk ikut menjalani pengobatan meskipun belum menunjukkan gejala.
Mengurangi rasa gatal
Rasa gatal dapat tetap berlangsung beberapa minggu setelah tungau mati. Dokter mungkin memberikan obat antihistamin atau krim tertentu untuk membantu mengurangi keluhan tersebut.
Artikel lainnya: Kenali Tanda Alergi pada Bayi, Jenis & Cara Mengatasinya
Perawatan Lingkungan agar Scabies Tidak Kambuh
Selain mengobati anak, lingkungan rumah juga perlu dibersihkan untuk mencegah infestasi ulang.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Mencuci pakaian, handuk, selimut, dan sprei menggunakan air panas.
- Mengeringkan pakaian dengan suhu tinggi bila memungkinkan.
- Menyimpan barang yang tidak dapat dicuci dalam kantong tertutup selama beberapa hari.
- Membersihkan kasur, sofa, dan karpet secara rutin.
- Menghindari penggunaan bersama barang pribadi.
Langkah ini penting karena tungau masih dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama beberapa waktu.
Kapan Harus ke Dokter?
Mama sebaiknya segera membawa anak ke dokter jika muncul gejala berikut ini:
- Gatal tidak kunjung membaik.
- Ruam semakin luas.
- Muncul tanda infeksi seperti nanah atau demam.
- Anak sulit tidur akibat rasa gatal.
- Ada anggota keluarga lain yang mengalami gejala serupa.
Diagnosis dan pengobatan yang tepat dapat membantu mempercepat penyembuhan serta mencegah komplikasi.
Artikel lainnya: Bagaimana Mengajarkan Kebiasaan Mandi pada Anak?
Cara Mencegah Scabies Menyebar di Keluarga
Pencegahan merupakan langkah penting agar scabies tidak menyebar ke anggota keluarga lainnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu:
- Hindari kontak kulit erat dengan penderita hingga pengobatan selesai.
- Jangan berbagi pakaian, handuk, atau perlengkapan tidur.
- Cuci seluruh perlengkapan pribadi secara rutin.
- Ajarkan anak untuk menjaga kebersihan diri.
- Segera periksakan seluruh anggota keluarga jika ada yang menunjukkan gejala scabies.
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko penularan dapat ditekan secara signifikan.
Pastikan juga mengonsumsi obat scabies untuk anak sesuai anjuran dokter, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah kekambuhan dan penularan kepada anggota keluarga lainnya.
Masih punya pertanyaan seputar kesehatan kulit anak atau tumbuh kembang anak? Yuk, download aplikasi HalloBumil untuk mendapatkan berbagai artikel kesehatan terpercaya, konsultasi, serta informasi parenting yang mudah dipahami kapan saja.
Jika Mama ingin berbagi pengalaman atau bertanya langsung kepada sesama orang tua yang pernah menghadapi masalah serupa, bergabunglah ke komunitas WhatsApp HalloBumil.
Di sana, Mama bisa saling bertukar informasi dan mendapatkan dukungan dari komunitas yang positif.
Jangan lewatkan berbagai event HalloBumil untuk mendapatkan wawasan baru yang bermanfaat untuk keluarga. Yuk, langsung daftar di aplikasi kehamilan ini sekarang juga!




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
