loading

Hernia pada Anak, Kapan Harus Dioperasi?

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Hernia pada anak ditandai benjolan di perut atau selangkangan yang bisa terlihat saat menangis. Kenali penyebab, gejala, risiko komplikasi, dan kapan si kecil perlu menjalani operasi.
hernia-pada-anak-kapan-harus-dioperasi

Hernia pada anak dapat terlihat sebagai benjolan di sekitar pusar atau selangkangan yang muncul ketika Si Kecil menangis, batuk, atau mengejan.

Kondisi ini cukup sering ditemukan pada bayi dan anak, terutama karena beberapa bagian dinding perut belum menutup sempurna selama perkembangan. Mama perlu mengenali ciri dan jenis hernia agar dapat menentukan kapan Si Kecil perlu diperiksakan ke dokter.

Artikel lainnya: Tips Merawat Tali Pusat dan Pusar Si Kecil yang Baru Lahir

Apa Itu Hernia pada Anak dan Kenapa Bisa Terjadi?

Hernia terjadi ketika bagian dari organ atau jaringan di dalam perut menonjol melalui celah atau area yang lemah pada dinding perut. Pada anak, kondisi ini sering berkaitan dengan proses perkembangan sebelum lahir ketika beberapa saluran atau celah pada dinding perut belum menutup sempurna.

Penyebab hernia pada anak dapat berbeda sesuai jenisnya. Hernia inguinal, misalnya, berkaitan dengan saluran di area selangkangan yang seharusnya menutup selama perkembangan bayi. Hernia pusar terjadi ketika otot di sekitar pusar belum menutup sepenuhnya setelah tali pusat terputus.

Tekanan di dalam perut dapat membuat benjolan semakin terlihat. Kondisi ini bisa terjadi ketika anak menangis, batuk, atau mengejan saat buang air besar, tetapi aktivitas tersebut bukan penyebab terbentuknya hernia.

Artikel lainnya: Penyebab Pusar Si Kecil Berdarah dan Cara Mengatasinya

Apa Saja Jenis Hernia yang Sering Dialami Anak?

Dua jenis hernia yang sering ditemukan pada anak adalah hernia pusar dan hernia selangkangan atau inguinal.

Hernia pusar

Hernia pusar (umbilical hernia) muncul sebagai benjolan di sekitar pusar akibat adanya celah pada otot dinding perut. Benjolan biasanya lebih terlihat ketika anak menangis atau mengejan dan dapat mengecil ketika anak beristirahat.

Sebagian besar hernia pusar tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan. American Academy of Pediatrics menyebut sekitar 90% hernia pusar pada anak menutup sendiri hingga usia 4 tahun. CHOP menggunakan usia sekitar 4–5 tahun sebagai waktu untuk mempertimbangkan operasi jika hernia masih ada.

Hernia selangkangan

Hernia selangkangan atau inguinal hernia terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui saluran di area selangkangan. Benjolan dapat terlihat di selangkangan, skrotum pada anak laki-laki, atau labia pada anak perempuan.

Berbeda dari sebagian besar hernia pusar, hernia inguinal pada anak tidak biasanya menutup sendiri. Operasi diperlukan untuk menutup celah tersebut dan mencegah jaringan di dalam perut terjebak.

Artikel lainnya: Kenapa Perut Bayi Buncit? Apakah Normal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa Ciri-Ciri Hernia pada Anak yang Bisa Dilihat Orang Tua?

Salah satu ciri-ciri hernia pada anak yang paling mudah dikenali adalah munculnya benjolan di area tertentu. Lokasi benjolan bergantung pada jenis hernia yang dialami Si Kecil.

Beberapa tanda yang dapat Mama perhatikan meliputi:

  • Benjolan di sekitar pusar.
  • Benjolan di selangkangan.
  • Pembengkakan di skrotum pada anak laki-laki.
  • Pembengkakan di area labia pada anak perempuan.
  • Benjolan tampak lebih besar ketika anak menangis, batuk, atau mengejan.
  • Benjolan mengecil atau menghilang ketika anak berbaring dan rileks.
  • Benjolan umumnya terasa lunak pada hernia yang masih dapat kembali ke dalam perut.

Diagnosis sebaiknya dilakukan oleh dokter melalui pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ultrasonografi tidak selalu diperlukan, terutama jika benjolan dapat terlihat dan karakteristiknya sesuai dengan hernia.

Apa Bedanya Hernia pada Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan?

Hernia dapat terjadi pada anak laki-laki maupun perempuan, tetapi hernia inguinal lebih sering ditemukan pada anak laki-laki. Royal Children's Hospital Melbourne menyebut anak laki-laki dapat memiliki kemungkinan hingga delapan kali lebih tinggi mengalami hernia inguinal dibandingkan anak perempuan.

Hernia pada anak laki-laki berbentuk benjolan inguinal yang dapat meluas hingga skrotum karena berkaitan dengan saluran yang dilalui testis saat turun dari rongga perut selama perkembangan janin.

Sedangkan hernia pada anak perempuan terjadi pada saluran inguinalnya yang pada kondisi tertentu ovarium dapat masuk ke dalam kantong hernia. Hernia pusar tidak terbatas pada jenis kelamin tertentu dan dapat dialami anak laki-laki maupun perempuan.

Benarkah Anak Sering Menangis Bisa Menyebabkan Hernia?

banner

Tidak. Anak sering menangis bukan penyebab hernia. Hernia pada anak umumnya berkaitan dengan celah atau saluran pada dinding perut yang belum menutup sempurna selama perkembangan.

Tangisan hanya meningkatkan tekanan di dalam perut untuk sementara sehingga benjolan yang sudah ada dapat terlihat lebih jelas. Hal serupa dapat terjadi ketika anak batuk atau mengejan saat buang air besar.

Jadi, penyebab hernia anak tidak berkaitan dengan seberapa sering Si Kecil menangis. Mama tidak perlu menganggap tangisan sebagai penyebab munculnya kondisi tersebut.

Apakah Hernia pada Anak Bisa Sembuh Sendiri Tanpa Operasi?

Jawabannya bergantung pada jenis hernia. Hernia pusar umumnya dapat ditunggu karena sebagian besar menutup sendiri seiring pertumbuhan anak.

Sekitar 90% hernia pusar dapat menutup hingga usia 4 tahun, sehingga dokter biasanya akan melakukan pemantauan terlebih dahulu jika tidak terdapat komplikasi.

Hernia inguinal berbeda karena umumnya tidak dapat menutup sendiri. Pengobatan hernia pada anak jenis ini biasanya dilakukan melalui operasi untuk menutup saluran yang menjadi tempat keluarnya jaringan dari rongga perut.

Mama juga tidak perlu menggunakan koin, plester, atau alat penekan pada hernia pusar. Cara tersebut tidak terbukti membantu penutupan hernia dan dapat mengiritasi kulit.

Artikel lainnya: Anak Muntah Terus, Ini Langkah Pertolongan Pertamanya di Rumah

Bagaimana Prosedur Operasi Hernia pada Anak?

Operasi hernia anak dilakukan untuk menutup celah tempat jaringan dari dalam perut menonjol. Prosedurnya dapat berbeda berdasarkan jenis hernia dan kondisi Si Kecil.

Pada hernia inguinal, dokter dapat melakukan operasi terbuka melalui sayatan kecil di selangkangan atau menggunakan teknik laparoskopi dengan beberapa sayatan kecil. Jaringan yang menonjol dikembalikan ke dalam rongga perut, kemudian saluran atau celah hernia ditutup.

Hernia pusar biasanya diperbaiki melalui sayatan kecil di sekitar bawah pusar. Isi benjolan dikembalikan ke dalam perut, lalu lubang pada dinding perut ditutup menggunakan jahitan.

Sebagian besar operasi hernia pada anak dilakukan sebagai tindakan rawat jalan sehingga anak dapat pulang pada hari yang sama setelah kondisi cukup pulih. Bayi prematur atau anak dengan kondisi tertentu mungkin memerlukan observasi lebih lama setelah operasi.

Artikel lainnya: Berapa Suhu Si Kecil yang Normal? Ini Panduannya

Apa Tanda Hernia Anak yang Harus Dibawa ke IGD?

Tidak semua hernia pada anak merupakan kondisi darurat. Namun, benjolan yang tiba-tiba menjadi nyeri, keras, membesar, atau tidak dapat kembali masuk saat anak tenang perlu segera diperiksakan.

Kondisi ini dapat menandakan bahwa jaringan di dalam hernia terjepit dan berisiko mengalami gangguan aliran darah.

Mama perlu membawa Si Kecil ke IGD jika hernia disertai:

  • Benjolan yang tetap menonjol dan tidak dapat kembali mengecil.
  • Benjolan terasa keras atau sangat nyeri.
  • Kulit di atas benjolan berubah merah atau kebiruan.
  • Muntah.
  • Perut terlihat kembung.
  • Demam.
  • Anak tampak sangat tidak nyaman atau kondisi tubuhnya memburuk.

Hernia yang tidak dapat didorong kembali ke dalam rongga perut disebut incarcerated hernia. Jika jaringan yang terjepit mengalami gangguan atau terhentinya aliran darah, kondisi tersebut disebut strangulated hernia.

Keduanya memerlukan evaluasi medis segera, dan strangulated hernia merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan secepatnya.

Hernia pada anak umumnya terlihat sebagai benjolan di sekitar pusar atau selangkangan yang dapat menjadi lebih jelas ketika Si Kecil menangis atau mengejan.

Hernia pusar sering kali menutup sendiri seiring pertumbuhan, sedangkan hernia inguinal umumnya memerlukan operasi untuk mencegah komplikasi.

Mama perlu segera membawa Si Kecil ke fasilitas kesehatan jika benjolan terasa keras, nyeri, berubah warna, tidak mengecil, atau disertai muntah dan kondisi tubuh yang memburuk.

Unduh aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan Mama dan tumbuh kembang Si Kecil.

Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil dan mengikuti berbagai event Hallobumil untuk mendapatkan informasi serta berbagi pengalaman bersama Mama lainnya.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image