DHA untuk Anak: Nutrisi Penting untuk Kecerdasan Otak
:strip_icc():format(webp)/hb-article/G_9rpcmVRGjTeDIMZB3AE/original/13qbvi5s47hsm9ja66z0im9flftclx0d.png)
DHA untuk anak menjadi salah satu nutrisi penting yang perlu diperhatikan sejak bayi hingga usia sekolah. Pasalnya, DHA adalah jenis asam lemak omega-3 yang berperan besar dalam perkembangan otak dan mata Si Kecil.
Nutrisi ini banyak ditemukan pada ikan laut, telur, hingga susu yang diperkaya omega-3. Sayangnya, tidak semua anak mendapatkan asupan DHA yang cukup setiap hari.
Pada masa tumbuh kembang, otak anak berkembang sangat cepat sehingga membutuhkan dukungan nutrisi optimal.
Inilah mengapa manfaat DHA untuk anak sering dikaitkan dengan kemampuan belajar, daya ingat, fokus, hingga perkembangan emosional.
Selain itu, DHA juga membantu menjaga kesehatan mata dan mendukung sistem saraf Si Kecil agar berkembang dengan baik.
Artikel lainnya: Omega 3 untuk Perkembangan Otak Janin
Apa Itu DHA dan Mengapa Penting untuk Si Kecil?
DHA adalah singkatan dari docosahexaenoic acid, yaitu salah satu jenis asam lemak omega-3 yang menjadi komponen utama pembentuk otak dan retina mata.
Sekitar 60% struktur otak terdiri dari lemak, dan DHA termasuk salah satu komponen terpenting di dalamnya. Mengingat tubuh yang tidak dapat memproduksi DHA dalam jumlah cukup, kebutuhan DHA anak per hari perlu dipenuhi dari makanan atau asupan tambahan.
Pada bayi dan anak-anak, DHA membantu mendukung perkembangan sistem saraf pusat. Nutrisi ini sangat penting terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan karena masa tersebut merupakan periode emas perkembangan otak.
Kekurangan DHA pada anak dapat memengaruhi kemampuan belajar, fokus, hingga perkembangan visualnya. Selain mendukung kecerdasan, DHA untuk anak juga membantu menjaga kesehatan emosional dan perilaku Si Kecil.
Asupan omega-3 yang cukup juga berkaitan dengan kemampuan konsentrasi dan regulasi emosi yang lebih baik pada anak usia sekolah.
Artikel lainnya: Metabolic Programming: Bagaimana Nutrisi Awal Menentukan Kesehatan Anak di Masa Depan
Manfaat DHA untuk Tumbuh Kembang Si Kecil
DHA memiliki banyak manfaat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Berikut beberapa manfaat DHA untuk anak yang perlu diketahui Mama dan Papa:
1. Mendukung perkembangan otak
DHA membantu pembentukan sel-sel otak dan koneksi antar saraf sehingga mendukung kemampuan berpikir, belajar, dan mengingat.
Anak yang mendapatkan asupan DHA cukup cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dibandingkan anak yang kekurangan omega-3.
2. Membantu menjaga kesehatan mata
Retina mata mengandung DHA dalam jumlah tinggi. Oleh karena itu, asupan DHA penting untuk mendukung perkembangan penglihatan anak sejak bayi hingga usia sekolah. DHA juga membantu menjaga fungsi mata agar tetap optimal.
3. Mendukung daya fokus dan konsentrasi
Menurut studi yang dipublikasikan oleh National Institute of Health menunjukkan bahwa omega-3, termasuk DHA, dapat membantu meningkatkan fokus dan perhatian anak. Hal ini penting terutama saat anak mulai memasuki usia sekolah dan membutuhkan konsentrasi lebih saat belajar.
Artikel lainnya: Ikan yang Bagus untuk MPASI dan Alasannya
4. Membantu sistem imun anak
DHA juga berperan dalam menjaga sistem imun tubuh agar bekerja dengan baik. Nutrisi ini membantu mengurangi peradangan dan mendukung daya tahan tubuh Si Kecil sehingga anak tidak mudah sakit.
5. Mendukung perkembangan emosional anak
Tidak hanya fisik, DHA untuk anak juga berkaitan dengan perkembangan emosional dan perilaku. Anak yang mendapatkan asupan nutrisi seimbang termasuk omega-3 cenderung memiliki suasana hati (mood) yang lebih stabil dan kemampuan sosial yang lebih baik.
Artikel lainnya: Tips Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak
Kebutuhan DHA Si Kecil Berdasarkan Usia
Kebutuhan DHA anak per hari dapat berbeda tergantung usia dan kondisi tumbuh kembangnya. Meski belum ada angka pasti yang sama di seluruh dunia, beberapa organisasi kesehatan memberikan rekomendasi asupan omega-3 untuk anak.
Bayi usia 0–12 bulan umumnya memperoleh DHA dari ASI atau susu formula yang diperkaya DHA. Oleh karena itu, ibu menyusui juga disarankan memenuhi kebutuhan omega-3 agar kandungan DHA dalam ASI tetap optimal.
Anak usia 1–3 tahun membutuhkan sekitar 70–100 mg DHA per hari. Pada usia ini, orang tua bisa mulai memberikan makanan tinggi DHA untuk anak seperti ikan salmon, ikan sarden, atau telur omega-3 dalam porsi sesuai usia.
Sementara itu, anak usia 4–12 tahun membutuhkan asupan omega-3 lebih tinggi karena aktivitas belajar dan perkembangan otaknya semakin pesat.
Mama dapat memenuhi kebutuhan tersebut melalui pola makan bergizi seimbang dan sumber DHA untuk anak yang bervariasi.
Artikel lainnya: Suplemen Vitamin dan Mineral untuk Anak, Wajibkah?
Tanda Si Kecil Kekurangan DHA
Kekurangan DHA pada anak sering kali tidak disadari karena gejalanya muncul perlahan. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan oleh Mama dan Papa sebagai orang tua.
Anak yang kekurangan DHA dapat mengalami kesulitan fokus, mudah terdistraksi, atau tampak sulit berkonsentrasi saat belajar. Kondisi ini berkaitan dengan fungsi DHA dalam mendukung kerja otak dan sistem saraf.
Selain itu, kekurangan DHA pada anak juga dapat ditandai dengan gangguan perkembangan visual, mudah lelah, hingga suasana hati yang mudah berubah. Dalam beberapa kasus, anak juga tampak kurang aktif atau mengalami penurunan kemampuan belajar.
Jika Si Kecil susah makan ikan atau memiliki pola makan yang kurang bervariasi, risiko kekurangan omega-3 bisa meningkat. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan asupan makanan tinggi DHA untuk anak setiap hari.
Artikel lainnya: Buah yang Bagus untuk Kecerdasan Otak Anak
Sumber Makanan Alami Kaya DHA untuk Si Kecil
Memenuhi kebutuhan DHA anak per hari sebenarnya bisa dilakukan melalui makanan sehari-hari. Berikut beberapa sumber DHA untuk anak yang baik dikonsumsi secara rutin:
1. Ikan salmon
Ikan salmon termasuk salah satu makanan tinggi DHA untuk anak yang paling populer. Kandungan omega-3 di dalamnya sangat baik untuk perkembangan otak dan kesehatan jantung.
2. Ikan sarden dan makarel
Selain salmon, ikan sarden dan makarel juga kaya DHA serta mudah ditemukan. Kandungan gizinya membantu memenuhi kebutuhan omega-3 harian Si Kecil.
3. Telur omega-3
Beberapa telur diperkaya omega-3 sehingga mengandung DHA lebih tinggi dibanding telur biasa. Telur ini bisa menjadi alternatif sumber DHA untuk anak yang tidak suka ikan.
4. Susu yang diperkaya DHA
Kini banyak susu pertumbuhan yang diperkaya DHA untuk membantu mendukung tumbuh kembang anak. Meski begitu, susu tetap perlu diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang.
5. Tuna
Tuna mengandung DHA dan protein tinggi yang baik untuk tumbuh kembang anak. Namun, konsumsi ikan tuna sebaiknya tetap dibatasi sesuai anjuran karena beberapa jenis tuna memiliki kandungan merkuri lebih tinggi.
Artikel lainnya: Manfaat Ikan Tuna untuk MPASI dan Cara Mengolahnya
6. Chia seed dan flaxseed
Meski tidak mengandung DHA langsung, chia seed dan flaxseed kaya ALA, yaitu jenis omega-3 yang sebagian kecil dapat diubah tubuh menjadi DHA. Bahan makanan ini cocok ditambahkan ke smoothies atau oatmeal anak.
DHA untuk anak adalah nutrisi penting yang berperan besar dalam perkembangan otak, mata, fokus, hingga daya tahan tubuh Si Kecil.
Karena tubuh tidak bisa memproduksi DHA dalam jumlah cukup, kebutuhan DHA anak per hari perlu dipenuhi melalui makanan bergizi. Dengan asupan yang optimal, tumbuh kembang anak dapat berjalan lebih maksimal dan mendukung kemampuan belajarnya sejak dini.
Ingin lebih mudah memantau tumbuh kembang dan kebutuhan nutrisi Si Kecil setiap hari? Yuk, daftar di HalloBumil dan download aplikasinya untuk mendapatkan berbagai informasi parenting, tips kesehatan anak, hingga panduan nutrisi sesuai usia buah hati.
Jika Mama punya banyak pertanyaan soal nutrisi dan tumbuh kembang anak, coba gabung ke komunitas WhatsApp HalloBumil dan ngobrol langsung bersama orang tua lain yang sedang menjalani fase serupa.
Jangan ketinggalan, ikuti juga berbagai event seru dari HalloBumil yang menghadirkan pembahasan menarik bersama para ahli dan komunitas orang tua.
Pertanyaan Populer




Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil


:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
